Mie Ayam Kampung, Enaknya Gak Kampungan.

Biarpun resep mie ayam ini dari kampung, tapi rasanya gak kampungan. Rasanya ningraaaattt…..

Kenapa rasanya enak dan ningrat? Karena semua bahan-bahan diolah dari bahan baku berkualitas. Tanpa pengawet. Mie-nya dibikin sendiri bukan mie dari pasar. Demikian pula dengan pangsitnya, dioleh dan goreng sendiri. Terjamin kualitas minyaknya. Semuanya olahan rumahan.

Mie ayam ini sedikit berbeda. Ada taburan daun bawang dan kacang sangrai. Jadi, rasanya tidak monoton. Ada kreeezz…. kreezznya gituuu.

Silahkan coba Mie Ayam Kampung dengan rasa ningrat di Jl. Palasari (menumpang di Cafe D’Duren). Harganya Rp. 15.000 per porsi. 

Ditunggu yaaahh…..

Untitled

Punya sahabat baik yang memiliki kamera bagus, sangat menyenangkan. Walaupun saya tidak pernah mencicipi pegang kamera-nya, atau mencoba fitur canggih kamera-nya, paling tidak saya kecipratan menjadi objek fotonya.

Eiiitsss, jangan huwwwooookk dulu….

Sahabat saya ini, interest fotografi, jadi hasil fotonya selalu memuaskan. Buat aku pribadi sih KEREEEENN. Dulu, untuk bisa punya foto bagus, harus ke foto studio, itu pun pas dilihat hasilnya ya gitu deh….apalagi pengen dapat foto outdoor yang keren, susaaaah banget. Walaupun saya tidak terlalu suka difoto-lebih suka motret–tapi kalo lihat hasilnya bagus, jadi semangat….

Sudah hampir 10 tahun, pertemanan ini. Sebenarnya sahabat saya ini temannya teman. Eh akhirnya malah jadi sering kumpul bareng. Dulu, waktu saya berwirausaha di Ganesha, dua sahabat saya ini sabar menunggu sampai warung saya tutup. Menunggu saya untuk bisa ikut bersama mencari tempat foto bagus di seputaran Dago Atas. Waktu itu tahun 2009-lah, lagi hits-nya orang2 punya kamera DSLR.

Dan inilah hasil foto sekitar 7 tahun silam….. Lokasinya di Dago Resort, sebuah kawasan Dago Atas, dekat lapangan golf. Sempat ditegur satpam dengan alasan tempat tersebut tidak boleh dijadikan meda fotografi. Padahal kami hanya memanfaatkan sejumlah alang2 saja. Tapi oke, yang penting foto2nya sudah kami dapatkan.

image

image

image

Setahun kemudian….saya pun berkesempatan kumpul di sebuah restoran untuk suatu acara. Nah, sahabat saya hadir lagi dengan kameranya, dan memberi bonus foto bagus lagi….

Lokasi : Restoran Tulang Jambal, Jl. Dayang Sumbi

image

image

image

Bagi sahabat saya, mungkin memotret sambil belajar membidik objek, mengambil fokus yang lebih detil dan  sebagainya. Saya sih, seneng2 aja pas dikirim hasil fotonya, eeeehh bagus2 pula.

Sejak itu, saya mulai berharap kalo di acara kumpul2, dia membawa kameranya. Walaupun tidak selalu dia membawanya (dengan alasan berat) atau saat dia membawa–pas saya berhalangan hadir, sehingga saya tidak kecipratan ikut berfoto. Sahabat saya ini tinggalnya di Jakarta, jadi pertemuan dan kehadiran dalam suatu acara atau gathering tidak bisa sesering teman2 yang tinggal di Bandung.

Jauh sebelum itu, sekitar tahun 2006…saat masih trend digicam atau digital camera, saya juga beberapa kali kecipratan dibidik dengan kameranya. Walaupun sebagian sudah entah kemana, ini salah satu yang tersisa. Lokasi di Situ Patenggang. Misty bangeett, karen saat itu hujan gerimis dan seluruh permukaan ditutupi kabut.

image

Sekarang, sahabat saya ini sudah berganti kamera. Dia menggunakan kamera Fuji Film Ex2, teknologi terbaru dengan fitur mirrorless. Kamera dengan desain simpel, praktis, mudah dibawa dan tampilan fisiknya berdesain kompak dengan nuansa retro yang trendi. Sudah beberapa kalo saya kecipratan berfoto dengan kamera tersebut. Kalo mau lihat hasilnya, tunggu di tulisan berikutnya yaaa…

Album Born To Be Singer, tampilkan karya lintas generasi

image

Target Pop, kembali merilis sebuah album kompilasi. Sebuah album lintas generasi, lintas genre musik, dipersembahkan oleh sejumlah talenta muda negeri ini. Album tersebut berjudul BORN TO BE SINGER, dilempar ke pasar musik digital iTunes dan bisa dinikmati di Spotify–portal musik streaming, awal bulan September ini.

Mempercayakan kemampuan vokalis muda seperti Barsena Bestandhi, Brianna Simorangkir, Kamasean Matthews, Fadil Jaidi dan Richard Chriss. Hadir pula lady rocker Nicky Astria, penyanyi jazz Syaharani yang menjadi sosok penguat di album ini.

Berikut, sedikit review versi saya setelah sesaat menyimak album ini secara full via portal streaming di Spotify.

image

KAU, TULANG RUSUKKU ●●● Barsena Bestandhi
Nama Barsena sempat melejit saat ajang pencarian bakat Nez Academy, Memiliki kemampuan olah vokal serta skill bermain alat musik, menjadi kelebihan pria asal Bandung ini. Timbre vokal yang mewah, menjadikan Barsena dipercaya menyanyikan lagu karya Seno. M. Hardjo & Dian P. Poetra. Andi Rianto dengan orkestra-nya melengkapi kemegahan lagu, menjadikan lagu ini semakin “berkilau”. Walau sebenarnya lagu ini agak berat, mengingatkan pada lagu-lagu festival. Tapi percayalah, lagu ini keren!

CINTA KITA ●●● Brianna Simorangkir
Tidaklah mudah membawakan lagu yang pernah berjaya dibawakan penyanyi lain. Adalah Brianna Simorangkir, wanita ayu asal Bali ini,  menyajikan lagu yang hits oleh penyanyi berkarakter vokal kuat
: Reza Artamevia. Berbalut arransemen dari Tohpati, menjadikan lagu ini bernuansa pop balads yang benar-benar cantik.

image

PEMBENARAN CINTA ●●● Fadil Jaidi
Pendatang baru lain yang mendapat kesempatan berkontribusi di album ini adalah Fadil Jaidi. Menyanyikan lagu bertema pop manis, pemuda ganteng berwajah arab ini nampaknya berusaha memberikan yang terbaik. Sayangnya, lagu jenis ini tampak terlalu “enteng” sehingga kemampuan Fadil belum tergali dengan maksimal.




Entah, mungkin selera saya yang berbeda….tapi saya kurang “klik” dengan lagu2 seperti ini….

HANYA KAMU CINTAKU ●●● Kamasean Matthews
Melejit manakala menjadi finalis Indonesian Idol, nama Kamaesan sempat digadang-gadang akan menuai sukses sebagai solois wanita. Mahir bermain piano dan juga gitar, ternyata belum cukup untuk seorang Kamasean bisa meraih impian. Sean–begitu ia disapa–pernah meluncurkan 2 buah singgel dan 1 album rohani. Kini, wanita berusia 21 tahun yang memiliki timbre vokal unik ini mempersembahkan singgel terbaru berjudul Hanya Kamu Cintaku. Mengusung musik up beat yang kekinian, Sean terdengar lebih fresh dibandingkan 2 singgel sebelumnya. Menarik!

MEMORI ●●● Richard Chriss
Ahaa!! Lagu ini menjadi pengisi album The Great Composer James F. Sundah & Oddie Agam.

Richard Chriss pernah berkontribusi di Album Dian PP & Fariz RM in Collaboration with. Kini, Bung Seno memberi kesempatan lagi kepada Richard untuk berkontribusi di album ini. Dengan balutan Orkhestra, Richard membawakan lagu yang dulu sangat-sangat populer oleh Ruth Sahanaya. Jangan bandingan antara Uthe dan Richard, karena akan ada banyak perbedaan. Tapi, lihatlah hasilnya….menurut saya Richard berhasil mengemas lagu ini dengan sangat keren. Richard tetap bisa membawa ‘ruh’ lagu ini, mengaduk2 perasaan. Arransemen musiknya dan arransemen vokalnya rapih, saya suka. Ada sedikit nada tinggi di refrein lagu ini, ditambah dengan backing vokal sebagai pemanis, membuat lagu ini klimaks. Cucok!

Review selengkapnya bisa klik disini

image

SECOND RATE  LOVE ●●● Brianna Simorangkir
Sebuah lagu dari composer asing Berry Conrad–dari kantung album ISTANA milik Brianna Simorangkir. Wanita cantik asal pulau dewata namun berdarah Batak ini sempat bermukim lama di Australia. Brianna, sempat mendampingi band rock Superman Is Dead (SID) selama hampir 3 tahun, dengan lagu Sunset di Tanah Anarki. Sementara, lagu Second Rate Love, adalah persembahan Brianna yang melengkapi album ini. Dengan musik pop kekinian, dan video musik yang menawan, Brianna percaya diri di ranah musik tanah air. Kini, bersama Be-United nama Brianna naik daun seiring keikutsertaannya di acara The Remix, kontes musik EDM di Net TV.

MENGAPA HARUS BERJUMPA ●●● Barsena Bestandhi duet Nicky Astria
Lintas generasi terjadi di lagu ini. Sebuah karya lawas dari band legendaris D’ Lloyd, berjudul Mengapa Harus Berjumpa dibawakan oleh duet Barsena & Nicky Astria. Genre musik keduanya jelas beda. Kolaborasi pun berujung indah. Baik Barsena maupun Nicky saling “memompa” lagu ini menjadi sebuah komposisi yang”wah”. Walaupun ini lagu lawas, bukan berarti menjadi usang. Justru makin kinclong, dengan lengkingan khas sang lady rocker yang berpadu dengan vokal serak Barsena. Arransemen musik masa kini, berpadu dengan dua vokalis yang berbeda rentang penggemar…. Juara!!



Golden memories bangeeeettt…

KUJATUH CINTA ●●● Fadil Jaidi
Pernah saya review tak lama setelah singge ini dirilis. dapat di baca disini

image

SEPERTI DIKEJAR DOSA ●●● Kamasean duet Syaharani
Pernah saya tulis review-nya di pertengahan bulan April 2016. Kira2, begini tulisan saya kala itu…..

Sebuah kejutan menarik baru saja dilemparkan oleh perusahaan rekaman Target Pop. Kejutan berupa singgel terbaru yang diputar serentak pada 15 April 2016 di 250 radio di seluruh Indonesia. Sebuah komposisi puitis karya Seno Hardjo yang dilantunkan oleh dua vokalis berbeda generasi, berbeda karakter dan berbeda genre musik. Judulnya adalah Seperti Dikejar Dosa satu komposisi unik, berhasil bawakan oleh Kamasean dan Syaharani dengan harmoni nyaris sempurna. Tidak ada yang sempurna, karena sempurna hanya milik Andra & The Backbone.

Seperti Dikejar Dosa, sejatinya merupakan project ego seorang produser dan penulis lagu Seno M. Hardjo. Sebuah karya bermuatan idealisme tingkat tinggi, bersisian dengan balutan musik kekinian racikan arranjer muda Aldi Nada Permana. Bait demi bait lagu, berhasil dibawakan oleh dua penyanyi Kamasean dan Syaharani dengan penghayatan yang PAS. Benar-benar pas, tidak berlebihan tapi enak didengar. Kehadiran Syaharani dengan karakter vokal sedikit serak menambah komposisi lagu ini menjadi makin sedap. Vokal sexy-nya yang terbiasa berada di zona jazz, kali ini harus kompromi dengan vokal Kamasean dalam balutan musik pop. Lalu, keduanya berpadu, berbagi bait, membaurkan nada, dan memolesnya dengan improvisasi. Kolaborasi pun menggulir. Keduanya saling menutupi-melengkapi-memperindah lagu ini dan menjadi klimaks dari sebuah karya, yang akhirnya ingin didengarkan lagi….lagi….dan lagi
….
….
….
Kolaborasi-kolaborasi begini nih yang saya harapkan…unik kaann??

image

MY HEART ●●● Harsya Rieupassa
Ternyata, ini adalah lagu re-make. Sebelumnya dinyanyikan dengan manis oleh aktris Acha Septriasa untuk soundtrack film yang sama. Dinyanyikan ulang oleh nyong Ambon yang pernah memenangkan Golden Award di Pop Music The Asean Television Golden Melodies @ HTV Vietnam. Saya, belum pernah mendengar nama Harsya Rieupassa sebelumnya. Mungkin karena namanya yang sulit diucapkan, atau sulit ditulis–entahlah.

Tetapi jenis musik dan lagu seperti ini bukan jenis lagu yang saya suka. Ya, kembali soal selera sih…

image

SELAMANYA MILIKKU ●●● Richard Chriss
Richard Chriss hampir selalu ada di album kompilasi keluaran Target Pop. Selain ikut andil di album Dian PP & Fariz RM in Collaboration With, Richard juga mengisi konten album MOMENTUM. Lagu Selamanya Milikku adalah hasil karya pencipta lagu era 80-an, Dian Pramana Poetra. Komposisi idealis dengan iringan denting piano yang indah. Namun, tidak semua orang bisa menikmati karya seperti ini…

SEPTEMBER CERIA ●●● Maruli Tampubolon
Mencoba mendengarkan lagu ini dengan saksama, sepintas suaranya mirip Afgan. Tapi bukan! Ini adalah musisi muda, pengusaha sekaligus lawyer bernama Maruli Tampubolon. Seno M. Hardjo selaku produser tentu sudah melihat bakat luar biasa pada anak muda berdarah batak ini. Musik orkestra yang mengiringi vokal hebat Maruli di lagu September Ceria menjadikan lagu ini makin berkesan grande dan mahal. Putra dari praktisi hukum kenamaan Yuan Felix Tampubolon–sempat berkolaborasi dengan penyanyi cantik Raisa dan baru saja mengeluarkan singgel terbaru berjudul  Saat Kau Ucap Selamat Tinggal.

Review selengkapnya dapat diklik The Great Composers James F. Sundah & Oddie Agam



Sejatinya album ini merupakan sebuah album kompilasi–various artist. Tapi saya tidak mengira, kalo Mas Seno Hardjo–selaku produser eksekutif, mencomot memasukan kembali konten lagu yang sudah ada di album-album sebelumnya. Eksepktasi saya sebenarnya akan ada banyak kolaborasi yang edun. Selain duet Barsena & Nicky Astria serta Duet Kamasean dan Syaharani, saya berharap ada duet2 lain yang bisa dijadikan amunisi untuk album ini.

Walaupun begitu, saya tetap angkat jempol untuk peluang yang diberikan kepada bakat-bakat muda potensial. Semoga menjadi pembuka pintu kesempatan  untuk project yang lebih besar dengan hasil karya yang juga menakjubkan.

Semoga albumnya sukses…! Maju terus karya musik Indonesia.

Konser The HitMakers : Dian PP, Oddie Agam & James F. Sundah

“THE HITMAKERS” konser musik lintas generasi yang akan di selenggarakan pada tanggal 17 September 2016 bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Centre hadir untuk mengobati kerinduan para pecinta musik Indonesia untuk nostalgia kembali.

Hadirnya James F. Sundah, Dian Pramana Poetra & Oddie Agam, musisi di era 80, 90 hingga 2000an, yang telah menciptakan lagu yang tak lekang oleh perjalanan waktu dan generasi. Dimana selama perjalanan karier musiknya, mereka telah menghasilkan karya musik yang mampu menjadi Hits pada eranya yaitu: “Lilin Lilin Kecil, September Ceria, Astaga, Ironi; Biru, Semua Jadi Satu, Masa Kecilku, Masih Ada; Wow, Surat Cinta, Logika, Antara Anyer dan Jakarta, dan lain-lain.

Konser ini akan mengambil benang merah dalam Journey/Perjalanan karya musik dari 3 Hitmakers tersebut, dengan menampilkan lagu-lagu paling HITS yang akan dilantunkan kembali oleh para penyanyi muda berbakat Indonesia seperti : Tulus, Marcell Siahaan, Maruli Tampubolon, Lingua, Be3, Alika, dan tentunya dengan special performer dari para Hitmakers sendiri, dengan menampilkan Kolaborasi apik Senior & Junior di dalam satu panggung – di bawah arahan Ifa Fachir sebagai Music Director.

Selain itu, dalam konser ini juga akan dipersembahkan pertunjukan perdana sebuah karya cipta, satu – satunya lagu ciptaan bersama 3 Hitmakers, terbarunya yang berjudul “Tak Lagi Sendiri“. Sudah pasti ini sangat di tunggu-tunggu oleh pencinta musik indonesia saat ini. Anda penasaran?

Tunggu apalagi? Catat tanggal dan tempatnya. Jangan lewatkan konser anak bangsa negeri ini yang ditampilkan secara apik oleh pihak penyelenggara CREATIVO. Menjadikan musik Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

materi & konten berita dikutip dari : http://www.loket.com

Kataji dengan Intuisi Yura Yunita

Lucu juga, membaca postingan seorang sahabat yang benar-benar kataji dengan penampilan Yura. Kagum dan terpesona dengan penampilan Yura, tapi kecewa karena tidak berhasil mendapatkan tandatangan atau foto bersama. Yap, pada hari sabtu 6 Agustus yang lalu, Yura tampil di sebuah acara family gathering Bio Farma. Acara berlangsung di amphiteater Trans Studio Bandung. Melalui seorang kolega yang bekerja di Bio Farma, kami berhasil “menyelinap” dan ikut menyaksikan penampilan bintang tamu yang sudah ditunggu sejak jam 9 pagi.

Kami, begitu antusias dan duduk bersila di lantai–bersorak paling depan saat Yura membuka pertunjukan dengan lagu berbahasa sunda, Kataji. Dilanjut dengan lagu kedua, kami makin antusias. Sesekali saya naik ke bibir panggung untuk memotret dari jarak lebih dekat penyanyi berponi cantik itu. Beruntung, Yura tanggap dengan hal itu. Di lagu berikutnya, Yura turun dari panggung dan menyanyikan lagu Kasih Jangan Kau Pergi. Cukup komunikatif mengajak dialog dengan penonton–ini jauh lebih baik ketika saya nonton pertama kali dulu di konser Balada Sirkus. Liputan Konser Yura Balada Sirkus, dapat dilihat disini.

Yura, dengan busana gombrong keemasan (mirip baju bodo, tapi kayaknya bukan–mungkin baju pintar), dengan hiasan di kepala menyerupai dewi malam tampil di siang bolong. Yura, memenuhi permintaan kami untuk menyanyikan lagu Intuisi yang menjadi singgel terbaru dan sedang hits di radio-radio. Kami pun bernyanyi bersama. Lalu, Yura menyanyikan lagu Katakan Saja milik Harvey Malaiholo.

Kembali naik ke panggung amphiteater, Yura menyanyikan lagu Berawal dari Tatap, sambil bermain piano. Akhirnya, Yura mempersilahkan kami mendekat ke panggung agar lebih meriah. Tanpa dikomando 2 kali, penonton yang sudah sedari tadi duduk bersila dan formil, langsung melesat menyeruak berdiri dan berdesakan depan panggung (maaf yaaaa…. bukan tidak menghargai pejabat2 Bio Farma yang duduk manis di kursi undangan). Yura, mengajak semua penonton menyanyikan bersama-sama lagu Cinta dan Rahasia, yang ternyata merupakan lagu penutup.

Usai lagu tersebut, Yura bergegas ke belakang panggung. Saya dan teman2 yang tanpa sadar seolah mengibarkan panji Hip-hip Yura–ikut bergegas ke belakang panggung. Dihalau security, dikatakan bahwa Yura sudah meluncur ke lantai bawah. Kami pun semua kecewaaaa. Kami sudah membawa CD dan menyiapkan spidol untuk minta tanda tangan….tapi sayang, Yura yang sekarang berbeda dengan Yura 2 tahun lalu.

Hampir 2 tahun lalu, saya dan seorang sahabat menonton konser tunggal, Yura. Sebuah konser perdana berajuk : Konser Balada Sirkus, bertempat di Gedung IFI CCF, berkapasitas sekitar 500 orang. Tidak thu banyak tentang siapa Yura Yunita. Hanya saja, kami cukup tertarik dengan konten albumnya yang menurut kami :KEREEENN!!
Setelah itu, saya selalu mengikuti berbagai gigs Yura. Bila manggung di mall atau di kampus2, saya biasanya datang. Sebelumnya, saya sempat menyaksikan Yura di MLD Jazz on the Bus, di Jl. Braga, beberapa waktu lalu. Liputannya bisa dibaca disini

Sayang, semakin hits seorang artis, semakin sulit untuk ditemui… bahkan untuk dimintai tanda tangan sekalipun…sabar ya kawan, suatu hari nanti pasti kan bercahaya…pintu akan terbuka… nanana.. nanana… bertemu Yura!  Jadi, gak usah ngontrog lagi….Qiqiqiqiqiii

IWAKO Gardening, Jurnal dan Proses Kemajuan Taman Rancamanyar

image

Sebulan telah berlalu, sejak pembuatan taman di pekarangan rumah seorang kawan di Cluster Paniisan Rancamanyar. Alhamdulillah, selama 1 bulan usia taman tersebut, tumbuh baik. Rumput hijau dan tumbuh subur, rapat menutupi tanah. Tanaman tampak segar. Hanya saja tanaman teratai sedang tidak berbunga. Walaupun begitu, tanaman teratai yang saya simpan dalam baskom gerabah, tampak hijau dan segar. Penambahan patung air mancur (wanita membawa kendi air) dan patung air mancur kura2 menjadi aksen pemanis. Sebetulnya, saya hanya menyarankan satu patung saja. Tapi, pemilik rumah menghendaki patung kura2 juga. Well, tak masalah….tapi saya malah ingin menambahkan 1 bangau berukuran lebih kecil yang bentuknya berbeda sebagai penambah ornamen taman.

image

Saya masih belum punya formula, bagaimana agar tanaman Kastuba yang berdaun merah menyala itu tetap berwarna merah (dan jangan terlalu cepat berubah menjadi hijau) Atau minimal aweeet warna merahnya. Karena bila sudah lebih dari 3 bulan, bisa jadi tanaman Kastuba menjadi berwarna hijau semuanya….dan kurang cantik lagi.

image

Kepada pemilik rumah, saya mengusulkan untuk mengganti 2 buah batu ornamen. Yang ini, saya masih menggunakan batu pondasi sebagai penyeimbang warna hijau–penyeimbang kesan lembut. Idealnya, batu tersebut diganti dengan batu kali (atau batu dari pantai yang bertekstur lembut tapi sangat kuat). Biasanya batu di cat coating mengkilat agar terlihat tampak basah dan terlihat indah. Walaupun belum mendapat persetujuan dari pemilik rumah (mungkin terbentur dengan anggaran), tapi saya masih upayakan, agar seimbang dan lebih enak dipandang.

Demikian jurnal perawatan dan kemajuan taman ini. Untuk info pembuatan taman, dapat menghubungi :
IWAKO Gardening by Ridwan Spektra
Telp./WA : 0838.20100.971
Pin BBM : 765348FF (respon lebih cepat)

▪▪▪

Konser Marcell Anthology : Bukti Sebuah Eksistensi

image

Pembuktian sebuah eksistensi, kiprah dan sepak terjang seorang Marcell terangkum dalam sebuah konser berjudul Marcell Anthology. Bermuatan rangkaian spirit dan energi musikalitas yang membuncah, konser Marcell Anthology menyuguhkan sebuah pertunjukan musik yang maksimal.

image

Mempersembahkan semua koleksi hitsnya, Marcell yang tidak terasa sudah merilis 6 album, membuka pertunjukan ini dengan permainan drum. Menunjukkan keahlian bermain alat musik yang menjadi cikal bakal–awal mula Marcell berkarya di ranah musik tanah air. Lalu, sebuah lagu berjudul Denganmu dinyanyikan Marcell dengan sangat bagus. Melanjutkan aksi panggungnya, Marcell melanjutkan dengan hits Mau Dibawa Kemana dengan arransemen musik yang lebih nge groove dan rancak

Menghabiskan masa remaja, dan mengawali karir bermusik di kota kembang, bukan hal sulit bagi Marcell dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan penonton–yang diselingi dengan percakapan bahasa sunda. Walaupun, menurut penyanyi yang sekarang plontos ini, enggan terlalu banyak bicara, khawatir konsernya berubah menjadi acara talk show.

image

Marcell menggandeng band Homogenic yang tampil menyelingi konser ini. Selain Homogenic, tampil pula band beraliran pop rock bentukan Marcell bernama Konspirasi. Mengakar pada kemampuannya sebagai pemain drum, posisi Marcell disini tentu saja sebagai drummer. Secara umum kalo saya tidak salah pendengaran Band ini lebih mirip padi. Apalagi pada sebuah lagu berjudul Melawan Rotasi.

Yang menarik, justru saat Marcell berkolaborasi dengan band beraliran swing jazz, Mocca. Tampil membawakan 2 lagu, salah satunya berjudul Swing it Bob! Lagu yang aslinya dinyanyikan bersama Bob Tutupoly ini mengeksplorasi musik waltz, tarian samba, dan musik chacha. Alhasil, jadilah Arina dan Marcell menari-nari dan Marcell tampak kewalahan mengimbanginya. Kedekatan dengan Arina yang sempat memiliki hubungann keluarga/adik ipar membuat penampilan di lagu Swing it Bob benar2 menghibur.
image

Tanpa membuang waktu lebih lama, Marcell melanjutkan pertunjukan dengan melempar hits2 nya seperti Hanya Memuji, Takkan Terganti, Kini, Peri Cintaku, Semuim, Mendendam dan menutup pertunjukan kece ini — yang sebagiannya adalah ‘sing along’ dengan penonton– dengan lagu Ketika Kau Menyapa. Konser Marcell Anthology, adalah sebuah jawaban, sebuah bentuk tanggung jawab dan eksistensi seorang Marcell sebagai solois pria berkualitas, saat ini.

image

Bravo, Marcell!

Membuat Taman di Pekarangan Rumah Baru (AFTER)

image

Sesuai rancangan yang ada di kepala, saya mulai mengerjakan pembuatan taman pada hari sabtu pagi. Apalah daya, kenyataanya, 50% proses pengerjaan tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.. Separuhnya, pengerjaan dilakukan mengalir saja. Ide-ide penempatan pot, bebatuan dan tanaman berjalan spontan saja. Beberapa penempatan yang sudah ter-frame di kepala, pada kenyataannya tidak matching saat diaplikasikan pada realita sesungguhnya.

image

Beginilah hasil yang didapat sesaat setelah proses pengerjaan dengan progress 80%. Masih harus menambah pot bunga, baik di taman maupun di tepian kolam. Saya masih akan menambahkan patung kura-kura yang moncongnya menyemprotkan air mancur sebagai pengganti air kendi. Saya akan menambahkan baskom tanah liat (sebagai pengganti baskom pelastik) sebagai media penyimpanan bunga teratai. Sengaja, tanaman teratai ini tidak disimpan di dalam kolam, belajar dari pengalaman : tanaman teratai biasanya habis dalam 2 bulan dimakan ikan-ikan. Hiiiiih, dikiranya lalap kali yaaaa??

image

Saya menaruh ornamen gentong di salah satu sudut. Gentong ini saya jadikan media menanam ilalang jepang. Sejenis tanaman ilalang dengan tekstur daun seperti benang yang lembut. Bila sudah jadi, tanaman ini akan tumbuh cantik seperti air mancur, berwarna hijau dengan bunga alang-alang lembut berwarna kecoklatan.

image

Saya harus pantau terus sampai semuanya berjalan seperti yang saya inginkan. Progress 20% sisa dari pekerjaan ini saya kerjakan santai saja, hanya penambahan ornamen-ornamen kecil dan peletakan pot atau tanaman pemanis.. Akan terus diinformasikan hingga progressnya mencapai 100%

Teman2 yang berminat membuat taman, baik mempercantik taman yang sudah ada ataupun membuat taman baru, boleh kontak saya pada nomor kontak dibawah ini.

image

Membuat Taman di Pekarangan Rumah Baru (BEFORE)

Kabar baik itu adalah ketika mendengar salah satu sahabat kita “punya rumah”. Kalo sudah begitu, saya jadi DEG-DEGAN atau lebih tepatnya ke-GR-an jangan-jangan saya diminta untuk bikin taman… Daaannn ternyata, benaaaarrr…… tercabik antara perasaan antusias dan bangga, saya pun men-survey dulu lokasi dan kontur tanah dan landsekap-nya. Setelah saya survey, hasilnya YESSS! Tidak terlalu sulit untuk saya buatkan taman. Lalu, saya iseng saja mengkonsep gambaran sederhana….menyamakan persepsi dan ide2. Ini penting. Mau diapakan pekarangan seluas 3 x 2,5m ini. Alhamdulillah, sahabat saya menyerahkan sepenuhnya kepada saya. Hanya saja, dia titip satu hal : pake kolam kecil, dan ada gemericik air.

image

Oke, lalu saya merencanakan dan menyampaikan gambaran kasarnya. Kolam berbentuk bulat di sudut dengan ornamen beberapa batu alam. Sudut lain akan diberi kontur lebih tinggi, sedangkan satu sudut lain akan saya beri gentong dengan tanaman ilalang hias. Setuju! Untuk mempermudah pekerjaan, sahabat saya memanggil tukang untuk pembuatan kolamnya. Asiiikk, berarti saya tinggal padu-padankan dengan rancang bangun yang ada di kepala saya. Siiiiiip!! Ini benar-benar mempermudah pekerjaan. Semuanya terasa menyenangkan….

Antusias menggebu berubah keesokan harinya. Khayalan rancang bangun yang sudah terbingkai indah langsung berubah seperti kue bolu yang bantat.. Kolam yang terbayang berbentuk bundar dengan tepian batu alam–nyatanya adalah kolam persergi panjang dengan tepian keramik. Nyaris persis seperti makam. Tinggal ditambah nisan saja, udah pas banget. Kening berkerut-kerut bagaikan papan gilesan. Si Tukang bilang, memang bentuk seperti itulah yang paling pas untuk rumah minimalis, tinggal ditambah blah blah blah….begitulah si Tukang berkilah dan menurutnya ini kereeeenn. Hmmm, oke…. saya pasrah saja… percuma mau berdebat juga, persoalannya memang konsep yang saya punya tidak terkomunkasikan pada si Tukang.

image

Well, saya sampaikan ide-ide berikutnya kepada si empunya rumah yang terkekeh melihat hasilnya. Begitulah kalo memberi pekerjaan kepada Tukang tanpa pendampingan. Lagi-lagi si empunya rumah membebaskan saya menumpahkan ide2 kreatif pada proses selanjutnya.

Besoknya, saya mulai mengumpulkan material kelengkapan. Mengangkut satu persatu sebisanya dengan sepeda motor. Bebatuan, foot stepping, gentong air, tanaman dan tektek bengek-nya saya angkut secara cicil. Idealnya memang pake kendaran roda 4, tapi yang ada cuma motor, maksimalkan saja. Setelah hampir semua material yang dibutuhkan terkumpul, saya mulai pengerjaannya.

Bersambung…..

Konser Afgan S I D E S Indonesia Tour 2016, Meriah!!

image

Menandai peluncuran album ke 4, penyanyi pria muda berbakat Afgan, mempersembahkan sebuah konser berjudul SIDES Indonesia Tour 2016. Rangkaian tour di tahun 2016 ini diawali di Kota Bandung, semalam di Trans Convention Centre. Dihadiri ribuan penggemarnya yang datang dari berbagai kota–dan bahkan dari Malaysia dan Brunai–konser semalam berlangsung meriah.

image

Dua jam sebelum gerbang dibuka, antrian dan kerumunan fans Afgan sudah terlihat mengular di depan gerbang Trans Convention sejak pukul 17.30. Dengan sabar, mereka menunggu untuk bertemu dengan penyanyi pujaannya yang akan membawakan singgel terbarunya berjudul Kunci Hati. Suasana di sekitar convention diramaikan oleh booth dari produk sponsor yang menyediakan spot unik untuk berfoto.

image

Konser dimulai pukul 20.00, dan Afgan menggebrak dengan lagu-lagu bertempo cepat, seperti lagu Pesan Cinta & Katakan Tidak. Selanjutnya, konser mengalir seperti biasanya. Cara Afgan berinteraksi dengan penonton juga biasa saja, tidak ada gimik yang menggigit. Bahkan Afgan tidak menyapa dalam bahasa sunda, celetukan bahasa daerah yang digunakan masyarakat pada umumnya di kota Bandung. Padahal, jika ini dilakukan, walaupun ucapannya salah biasanya akan menjadi momen intim bersama penonton dan menjadi gimik kelucuan yang menghibur, mengangkat kearifan budaya lokal. Dan Afgan tidak mengambil poin disana……

Persembahan Afgan sedikit menarik di lagu Knock Me Out. Lagu yang dibawakan dengan perpaduan video mapping–dimana Afgan menari dengan berlatar shiluet/bayangannya sendiri dalam beberapa bagian lagu, itu terlihat artistik dan berkonsep. Afgan pun memperkenalkan beberapa lagu baru yang ada dalam album SIDES, diantaranya berjudul Kunci Hati, singgel yang baru saja dirilis beberapa hari lalu. Sedikit menceritakan proses kreatif dalam pembuatan album SIDES, dimana Afgan terlibat dalam pembuatan lagu, penulisan lirik. Afgan menyebutnya bahwa proses “menjadi dewasa”.

image

Afgan membawakan hitsnya seperti Bawalah Cintaku, Jodoh Pasti Bertemu, Percayalah, dan lalinnya. Melengkapi kemeriahan, Afgan menyajikan tributes kepada sang idola, Michael Jackson, mengcover lagu Coldplay serta lagu Sorry-nya Justin Bieber. Kehadiran sang diva Rossa, berduet di lagu We Dont Talk Anymore dan lagu Kamu Yang Kutunggu benar-benar serasa bintang tamu tempelan sesaat. Kurang greget! Banyak peluang untuk bisa memancing emosi penonton, dan komunikasi lebih santai mengingat Rossa adalah orang sunda. Tapi sayang, sang diva tampil seperti terburu-buru, lalu menyanyikan 2 lagu, setelah itu bhay!

Konser SIDES Indonesia Tour 2016 ditutup dengan lagu Terima Kasih Cinta dan Panah Asmara. Dihadiri oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Ibu Atalia, konser ini seperti layaknya konser-konser Afgan yang pernah ditayangkan di stasiun TV swasta pada umumnya. Cukuplah untuk mengisi malam mingguan. Sebagai penyanyi, Afgan makin matang, dewasa terlihat banyak kemajuan. Tetapi sebagai penghibur dalam sebuah pagelaran konser–yang biasanya memiliki kekuatan memorable, sepertinya Afgan masih harus belajar banyak.



Semoga album SIDES-nya sukses!!

***