Marcell, di Indokustik iRadio!

Adalah kali pertama saya datang ke sebuah mall yang setiap hari dilewati, tapi belum pernah menginjakan kaki di BTP (Bandung Timur Plaza). Kebetulan, magnet yang memaksa saya datang adalah seorang penyanyi  yang sedang hits, yaitu Marcell!

Sebetulnya ini bukan pertama kali saya melihat penampilan Marcell. Dulu, sempat nonton di PvJ saat Marcell dan Maliq d’Essentials tampil diacara seremoni sebuah bank. Nah, kalo yang sekarang saya memang penasaran, mengingat lagu-lagu di album Platinum Playlist sangat keren menurut saya.

Datang sebelum jam 7 malam, Marcell langsung menuju panggung. Marcell berbincang dengan pembawa acara iRadio sebagai pihak penyelenggara acara indokustik. Setelah berbincang tentang album, Marcell langsung membawakan lagu Demi Waktu. Begitu musik dimainkan, Marcell berdiri dan mendekat ke arah penonton. Sebetulnya, saya agak ragu mau mendekat ke panggung. Sumpah!! Saya malu banget. Tapi, demi konten blog yang-menurut saya hasil fotografinya harus bagus-maka saya pun berdesakan dan mulai membidik dengan kamera ponsel.

image

Saya selalu kesulitan membidik objek penyanyi yang sedang ‘stage act’. Saat angle sudah bagus pun gambar menjadi blur. Tentu saja, karena Marcell bukan sedang diam mematung. Marcell sedang bergerak bebas ekspresi mempersembahkan penampilan terbaiknya dihadapan penonton. Tidak perlu disesali kalo belum punya digicam ataupun DSLR. Maksimalkan saja yang ada, walau hanya menggunakan kamera ponsel.

Setelah rehat sebentar, Marcell menyanyikan lagu kedua, yaitu Takkan Terganti. Di lagu yang sebelumnya populer oleh Dea Mirella ini, Marcell meminta semua penonton untuk tidak menggunakan ponselnya , tapi mengajak bernyanyi bersama dan menikmati setiap bait lagu. Marcell benar2 mahir mengulik lagu. Arransemen vokal di panggung, dibuat berbeda dengan versi CD. Di beberapa bait lagu, emosi ditahan sedemikian rupa. Sebagai penonton, kita jadi menahan nafas. Memainkan nada tinggi menjadi poin plus. Toh, kalo di CD kita tidak menemukan Marcell ber-gymnastic vokal, nah di pertunjukan live, yang gitu2 biasanya ada, dan dijadikan andalan hingga penonton bersorak riuh-bertepuk tangan. Yah, begitulah yang dilakukan penyanyi saat perform. Marcell tau itu, dan itu bagus, keren!

image

Sebelum menginjak ke lagu terakhir, (jiaaahh, cuma 3 lagu??) Marcell sempat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, kepada penyelenggara acara. Yang tidak terduga Marcell juga mengucapkan terima kasih kepada yang sudah me-review album Platinum Playlist. “Saya masih ingat orangnya, itu…yang berdiri disana”, sambil nunjuk saya. “Siapa namanya mas? Ah ya, Ridwan…!”. “RidwanSpektra”, saya menimpali. Saya pun mengacungkan dua jempol buat Marcell yang mengingat saya. Padahal, diblog atau di twitter saya hanya memasang photo avatar se-uprit. Saya memberi kode dengan tangan kepada Marcell (maksudnya: tanda tangani CD saya), nampaknya Marcell mengerti dan langsung bilang “oke, pasti!” Katanya.

Lagu terakhir adalah satu single yang sedang menjadi jawara di chart musik tanah air. Lagu berjudul ‘Kini’ dinyanyikan dengan khidmat. Seorang penonton yang naik ke atas panggung dan memeluk Marcell-dan tidak melepaskan hingga lagu selesai-menjadi sentuhan tersendiri. Maksudnya, biarkan saja semuanya menjadi bagian dari entertainment. Penonton berteriak-teriak riuh rendah. Emosi terbangun, acara jadi seru!

image

Selesai acara, Marcell berfoto dengan segenap kru di atas panggung. Para perempuan dan ABG sdh merapat ke samping panggung. Saya masih memandangi dari jauh. Belum sempat saya membaca situasi-sesudah ini apa?- Marcell sudah dijemput oleh pengawal dan digiring masuk ke dalam mobil bertuliskan E-motion Entertainment. Mobil pun meluncur. Saya masih terpaku, diam mematung saja. Pulang.

Bunga Telang, si Biru nan Elok!

image

Bunga Telang adalah kembang yang berasal dari Asia. Kembang bernama latin Clitoria Ternatea ini konon tumbuh subur di tepi hutan atau semak di negara-negara tropis. Memiliki bunga berwarna biru terang, sangat indah apabila dijadikan sebagai tanaman penghias pekarangan rumah.

Di negara tetangga, Malaysia kabarnya ekstrak Bunga Telang dijadikan campuran untuk pewarna alami pada makanan. Hidangan dengan campuran ekstrak Bunga Telang akan berwarna biru. Biasanya dicampurkan pada nasi atau ketan. Sedangkan di Thailand, ekstrak Bunga telang juga digunakan sebagai pewarna alami pada minuman atau syrup, sehingga menghasilkan warna biru terang yang alami.

Adalah Dewi Lestari yang beberapa waktu lalu melalui akun twitternya @deelestari menulis tweet tentang Bunga Telang. Pesohor yang terkenal lewat buku-bukunya yang luar biasa itu berkicau tentang pewarna alami berwarna biru, dari Bunga Telang. Dewi Lestari pun pernah menceritakan tanaman-tanaman yang dirawatnya, termasuk Bunga Telang tersebut. Saya lalu iseng, mention kepada beliau, menanyakan bibit Bunga Telang. Menurut Dewi Lestari Bunga Telang itu didapatnya dari pedagang bunga di pasar-pasar bunga pada umumnya.

Sejak saat itu, setiap saya mampir ke tempat penjual kembang, saya selalu iseng mencari atau tanya-tanya pada penjualnya barangkali ada tanaman Bunga Telang. Tidak pernah ada. Pun pada saat saya melihat tanaman2 atau pekarangan orang, yang dirawat dengan baik saya berharap diantaranya ada kembang berwarna biru terang itu. Tapi tetap tidak ada. Begitupun saat berjalan di perkampungan yang masih ada sawah dan semak, selalu diperhatikan dengan saksama, barangkali saja Bunga Telang itu terselip diantara bunga liar disekitarnya. Tapi, ternyata tidak juga.

Sekali waktu, saat saya sedang hunting foto untuk sebuah kompetisi ilusi perspektif yang diadakan oleh sebuah produk mie instan cup, secara tidak sengaja mata saya menangkap bunga cantik berwarna elok ini di Jl. Kejaksaan antara Lembong menuju Naripan. Tanaman ini tumbuh merambat dengan cantik pada pagar. Takjub dengan keelokan warnanya, saya-yang sudah berlalu beberapa langkah- berhenti sejenak. Saya kembali mundur beberapa langkah. Mengamati. Apakah benar, ini bunga yang selama ini saya idamkan?? Reflek, saya langsung memotretnya. Rasanya sangat bergairah menemukan objek foto yang cantik, dengan cara yang tidak disengaja. Setelah puas memandanginya, saya mulai memperhatikan keadaan pemilik rumah. Tampak Sepi. Tidak tampak siapapun di halaman rumah. Wah, bagaimana caranya saya ingin meminta sedikit saja tanaman yang selama ini saya cari-cari. Saya perhatikan lagi tanaman yang merambat dengan anggun di pagar itu. Ahaa…. Bijinya! Saya melihat, tanaman ini berbiji seperti petai cina atau kalo dalam bahasa sunda biasa disebut Peutey Selong. Yap, mirip Petai Selong, tapi ini versi kecilnya. Panjangnya sekitar 8cm dengan lebar kurang dari satu senti. Lebih mirip sebesar sedotan yang dipipihkan dengan panjang setelunjuk saja. Karena tidak tau, kudu minta izin pada siapa, maka sayapun memetik 2 helai biji yang-menurut saya-agak tua dan bisa dibibitkan. Waktu itu sih, cuma dipilih dengan diraba yang mana diantara biji-bijinya itu yang bulirnya tampak lebih menonjol. Seperti halnya kalo kita memilih beli pete. Akhirnya, saya ambil dua helai saja. Walaupun saat itu belum yakin, kalo ini adalah Bunga Telang, tapi saya merasa senang. Kalaupun ini bukan Bunga Telang, tetap akan saya tanam. Bahagia sekali
image

Nonton Bareng Film Cinta dalam Kardus Bersama Sukro Dua Kelinci

image

Khasanah perfilman Indonesia semakin beragam, ketika diawal bulan Juni 2013 muncul sebuah film monolog berjudul Cinta dalam Kardus. Film bergenre komedi romantis yang dibintangi oleh Raditya Dika yang sebelumnya dikenal sebagai blogger, penulis buku dan seorang stand up komedian. Dan betapa senangnya saya, bisa menjadi salah satu pemenang kuis Nonton Bareng Cinta dalam Kardus di Ciwalk XXI yang diselenggarakan hari ini oleh Kacang Sukro Dua Kelinci.

Inti cerita dalam Film Cinta dalam Kardus adalah: Miko (diperankan Raditya Dika), seorang cowok canggung, ingin mencoba standup comedy untuk melupakan problemnya dengan pacarnya, Putri. Namun, ketika di atas panggung, Miko malah menceritakan barang-barang peninggalan mantan-mantannya yang dia simpan di dalam kardus. Seiring dengan dia menceritakan barang-barang tersebut, Miko belajar sesuatu yang penting tentang cinta.

image

Datang tepat waktu, jam 9 pagi, saya sudah tiba di Ciwalk XXI. Belum terlalu ramai, tapi sudah tampak beberapa orang yang duduk-duduk bergerombol. Saya langsung menuju meja panitia yang dijaga oleh mbak2 yang ramah. Setelah melakukan registrasi, saya mendapatkan dua tiket Row C9 dan C10, dan dua voucher untuk ditukar dengan 2 Pop Corn Medium dan 2 Cup Soft Drink. Sambil menunggu waktu, saya sempat berfoto dekat X-Banner yang ada di dekat meja panitia.

image

Dalam hitungan menit, pengunjung sudah bertambah, dan tampak antri untuk registrasi. Tak lama berselang, pintu theater dibuka. Saya meluncur menuju studio yang dimaksud, setelah menukarkan voucher popcorn+softdrink sebelumnya.

Sebelum film diputar, ada sedikit sambutan dari pihak Kacang Sukro Dua Kelinci. Hadir pula, salah seorang pemain pendukung film ini, yaitu Anizabella P. Lesmana. Sedangkan Raditya Dika, pemeran utama film ini, tidak tampak hadir. Ooohh, mungkin disimpan belakangan, mungkin sebagai kejutan. Begitulah saya berharap. Panitia mengajak berbincang sejenak dengan Anizabella tentang pengalamanya bermain di film ini. Seiring meredupnya lampu bioskop, acara pun dimulai…
😉
Saya tidak terlalu paham sinematografi, jadi saya ikuti dan nikmati saja adegan demi adegan yang ada dalam film. Bila sebelumnya kita melihat serial Malam Minggu Miko di salah satu TV swasta, nah ini mungkin bisa dibilang versi layar lebarnya (Malam Minggu Miko The Movie). Banyak dialog2 yang khas Miko, atau lebih tepatnya melucu a la Stand Up Comedy. Benar-benar Raditya Dika bangeeettt…deeehh.

image

Dipenghujung acara, panitia mengadakan games. Hadiahnya berupa dua jersey asli Real Madrid. Banyak peserta yang sangat antusias mendapatkan jersey tersebut. Kejutan lainnya adalah pada saat panitia memberi tahu, bahwa bagi yang beruntung, akan ada ‘sesuatu’ dibawah kursi, tempat kita duduk. Serentak setiap orang membungkuk dan mencari-cari kejutan yang dimaksud.

Yap!! Saya mendapatkannya! Sebuah buku menempel dibagian bawah kursi. Buku tersebut ditempel dengan selotip. Buku berjudul Cerita si Anak Magang Pembuatan Film Cinta dalam Kardus oleh Anom Kiskenda. Dalam buku tersebut juga ada Skenario Film Cinta dalam Kardus yang ditulis oleh Raditya Dika dan Salman Aristo. Waahh….saya beruntung sekali….

image

Sayangnya, hingga acara selesai, sang bintang yang ditunggu-tunggu tidak hadir. Padahal, kalo saja ada Raditya Dika, mungkin acara menjadi lebih seru. Harapan saya bahkan agak lebay : ada sedikit sesi tanya jawab dan photo bareng pemain dan pendukung film. Mungkin karena keterbatasan waktu menjadi kendala. Tapi yang jelas, menurut saya acara yang seru dan banyak kejutan ini menjadi kurang menggigit dan kurang klimaks.
🙂

Belajar Memotret Ilusi Perspektif

Ilusi perspektif adalah kesalahan intersepsi pandangan mata yang melenceng dari hal sebenarnya. Jadi, mata kita tertipu dengan gambar atau foto yang tampak sekilas. Namun, bila diperhatikan dengan saksama, barulah objek foto menunjukan gambar yang sesungguhnya. Sebenarnya, banyak fenomena ilusi perspektif yang ada disekitar kita, dapat diabadikan menjadi sebuah karya fotografi.

Hal ini tidak pernah disadari oleh saya sebelumnya. Walaupun saya hobi memotret dengan ponsel, tapi tidak terpikir untuk membuat karya photo dengan menggunakan teknik ilusi perspektif  Hingga pada suatu saat, saya mendapati sebuah kompetisi memotret dengan tema menggunakan teknik ini. Sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh produk mie instan, yaitu Mie Sedaap Cup. Pada kompetisi ini, peserta diharuskan memotret dengan teknik ilusi perspektif disebuah tempat yang menjadi ikon kota dimana kita tinggal, dengan menggunakan properti Mie Sedaap Cup.

Saya pun tertantang mengikuti kompetisi ini. Ide-ide pun mulai bermunculan. Bisakah saya menuangkan apa yang ada dalam imajinasi kedalam bentuk foto? Saya pun mulai berlatih memotret, mulai mencoba membidik dengan angle yang menurut saya bagus. Pada eksperimen ini, saya perlu orang sebagai model simulasi. Sebagai tahap awal, saya mencobanya dengan tutup termos.
image

Percobaan pertama, pake tutup termos

Aahhh….setelah dirasa cukup, barulah saya mencari properti yang disyaratkan. Seperti biasa, saya menyeret sahabat saya-Tata-sebagai model visual. Saya ‘presentasikan’ maksud dan imajinasi yang ada dikepala.  Alhamdulillah, tidak perlu banyak cara untuk menyampaikannya. Sahabat saya bisa mengikuti instruksi, dan menjalankan apa yang saya mau, dan imajinasi yang sedang menari-nari dikepala.

image

Coba lagi……

image

Percobaan dengan menggunakan properti, lokasi Jl. Ganesha, tepat di Gedung No 17 (myCampus-Apple Store).Yepp, setelah merasa yakin, perburuan pun dimulai. Berikut adalah hasil foto-fotonya.

Di Plaza Balai Kota Bandung

image

Waah, Mie Sedaap Cup-nya besar sekaliiii…..

image

Ayo, gendoooonngg….

Lalu sesi photo-photo pun berpindah ke jalan Asia Afrika. Saya memilih Hotel Savoy Homann sebagai background-nya. Agak sulit mengambil objek disini, karena kondisi jalan yang ramai, bahkan macet. Harus menunggu lama sampai jalan agak lengang dan tidak menghalangi pemandangan.

image

Awaaaaas, jatuuhh…!!

image

Berteduh. Duduk santai sambil menikmati landmark bangunan tua.

Demikian hasil percobaan saya membuat ‘seni’ fotografi dengan teknik ilusi optik. Hasilnya kurang memuaskan, karena terbentur banyak kendala. Next time, bila situasinya memungkinkan akan saya perbaiki lagi. Terima kasih kepada Tata yang sudah bersedia menjadi model dan Mie Sedaap Cup, yang membuat kompetisi ini. Kalo bukan karena Mie Sedaap Cup, mungkin kreativitas ini tidak akan tereksplorasi.
😉

Hayu, Balakécrakan di Punclut!

Balakécrakan adalah bahasa Sunda, yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia artinya kegiatan berkumpul bersama sambil makan-makan dalam suasana yang riang gembira, kurang lebih begitulah. Maka, tidak berlebihan bila nama Balakécrakan dijadikan salah satu tempat makan di Bandung.

image

Bertempat di ketinggian kota Bandung, tepatnya di Punclut-Ciumbuleuit, Balakécrakan menjadi tempat alternatif untuk bersantap sambil menikmati akhir pekan. Bila Anda datang dari luar kota Bandung, makan di PvJ atau Ciwalk, mungkin sudah biasa. Di Jakarta atau dikota besar manapun, mungkin makan di Mall ya begitu-begitu saja. Jadi, makan di tempat ini boleh dijadikan alternatif pilihan.

Tempatnya sedikit lebih atas dari Rumah Makan Sangkan Hurip, atau rumah makan yang biasa berjejer di Punclut pada umumnya. Jadi, kalo sudah di Sangkan Hurip, lurus terus nanjak ke sebelah utara. Tempatnya di sebelah kanan, tinggal cari saja yang bertuliskan Balakécrakan.
image

Begitu tiba di tujuan, kita mendapati tangga turun menuju tempat makan dan gazebo. Tangga dari kayu ini mengkuatkan suasana tradisional. Kita melewati beberapa kandang ayam kate dan kandang burung, serta taman yang dirawat cukup baik. Cocok bagi keluarga yang membawa anak kecil, bisa sambil melihat-lihat kandang burung.

image

Ada satu ruangan terbuka cukup besar seperti aula, dengan meja dan kursi, yang sebagian menghadap pemandangan Kota Bandung. Tapi, bila kita lebih suka lesehan di saung  dan gazebo kita bisa masuk lebih dalam lagi.
image

image

Banyak pilihan gazebonya, ada untuk 2 orang, 4-6 orang, bahkan yang lebih besar dari itu pun ada, gazebo untuk 10-20 orang. Pemandangan cukup bagus, karena rumah makan ini posisinya lebih tinggi dari rumah makan Punclut pada umumnya.

image

image

Kalo sudah dapat tempat yang cocok, bisa pesan menu makan. Biasanya buku menu diambil sendiri ke ruang besar seperti aula tadi. Tapi, kalaupun tidak, akang-akangnya pasti membantu.
Menu yang disajikan disini tentu saja menu khas sunda. Kita bisa memesan nasi timbel komplit, nasi merah boboko, ayam goreng, karedok leunca, jengkol goreng, ikan asin, sambal lalap dan aneka hidangan sunda yang lain.

image

Nasi merah dengan karedok dan ayam bumbu hejo, jengkol goreng dan sambel dadakan.

image

Karedok Leunca

image

Lotek sayuran dengan bumbu kacang yang lekooohh.

image

Hayam bungbu cabe hejo

image

Soal harga, jangan khawatir karena hampir sama dengan tempat makan yang berjejer di Punclut pada umumnya. Dengan harga terjangkau, kita sudah bisa makan kenyang lengkap dengan lauk pauk dan minum jus. Ditambah dengan suasana yang hijau dan adem. Bila malam hari, pemandangan sangat indah, karena kota Bandung  tampak berkelap kelip bagaikan hamparan berlian yang menawan. Persiapkan jaket bila kita,memilih makan malam disini, jangan sampai tersiksa hawa dingin karena  masih ingin berlama-lama karena suasananya betah buat ngadem.
🙂

Mengapresiasi Album Terbaru Marcell : Platinum Playlist

Membaca kabar launching album terbaru Marcell yang di posting dibeberapa website hiburan, membuat saya penasaran. Seorang teman mengabarkan melalui chitchat, bahwa dia sudah me-review lagu-lagu di album Marcell via iTunes. Katanya, lagu2nya kereenn.

Jadi makin penasaran. Apalagi, beberapa single-nya sudah lebih dulu release di radio2, seperti Tak Kan Terganti yang pernah populer oleh Dea Mirella dan Mau Dibawa Kemana yang dipopulerkan oleh grup Band Armada, menjadi hit kembali oleh Marcell, dan lagu tersebut ada di album ini.

image

Jumat sore, 31 Mei, saya dan seorang teman yang interest dengan album Marcell #PlatinumPlaylist, mulai berburu ke KFC terdekat. Kami memilih KFC Ciwalk, di Cihampelas. Sayang banget, usaha kami bermacet-macet menuju Ciwalk, sia-sia….karena di KFC Ciwalk, CD Marcell tersebut belum ada (atau habis ya?). Yang jelas, kami tidak mau diganti dengan CD lain.

Perburuan dilanjutkan ke KFC Merdeka. Sebelumnya kami tanyakan dulu via telepon mengenai ketersediaan CD Marcell #Platinum Playlist, begitu dikatakan ‘iya, ada’ kami langsung meluncur ke KFC Merdeka.
image
Tak lama setelah tiba di KFC Merdeka, kami memesan paket + CDnya. Setelah selesai menikmati menu paket KFC, kami tidak nongkrong dulu, tapi kami bergegas pulang, ingin mereview album ini versi kami masing-masing.

image

Begitu membuka segel CDnya, saya langsung memperhatikan sampulnya. Hmmm, langsung memaklumi, mengapa materi kertas CD ini tampak tipis dan sederhana. Hal ini berbanding terbalik dengan foto-foto yang ditampilkan, menyuguhkan ‘citra’ Marcell yang berkelas dalam balutan Hugo Boss dengan gambar artistik high quality… Yah, namanya juga ‘paket ayam’ hatur lumayaaannn 😉

image

Dan inilah review Album Marcell #PlatinumPlaylist, menurut versi saya…

1. Setia
Lagu rancak yang pernah dipopulerkan penyanyi legendaris Chrisye, dibawakan Marcell dengan fresh. Arransemennya benar-benar fresh dan modern. Entah memang sengaja, atau bagaimana, saya masih merasa ada cengkok atau aksen Chrisye di lagu ini.

2. Demi Waktu
Marcell berhasil menyihir saya di lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh grup band Ungu. Lagu ini menjadi benar-benar berbeda dari versi sebelumnya. Arransemen vokal yang bagus, benar-benar menggiring saya pada kenyataan bahwa Marcell adalah satu dari sedikit penyanyi pria-solo Indonesia yang hebat….

3. Maaf
Jika sebelumnya Jikustik membawakan lagu ini dengan nuansa ballads. Di tangan Marcell, lagu ini berbeda. Arransemen musiknya lebih dinamis dengan menambahkan bebunyian elektronis. Tetap bagus, tetap keren, tetap cihhuuyy…

image

4. Hampa
Tidak usah diragukan lagi, bahwa sebelumnya Ari Lasso memberi karakter kuat pada lagu ini. Hebatnya, Marcell bisa ‘keluar’ dari image Ari Lasso. Marcell membuat lagu ini seperti miliknya sendiri, dengan caranya sendiri, dengan ciri khas seorang Marcell. Kereeen!

5. Kini
Lagi-lagi, Marcell membuktikan bahwa lagu-lagu yang dinyanyikannya adalah hasil apresiasi sebuah seni. Bagaimana tidak, lagu yang sebelumnya dinyanyikan Rossa ini terdengar berbeda, terdengar khidmat dalam balutan musik orkestra yang apik, mewah dan sangat elegan.

6. Kita
Apabila Sheila on 7 membawakan lagu ini dengan sederhana, dan dibuat dengan warna musik retro, tidak demikian dengan Marcell. Arransemen musiknya sangat modern dengan sentuhan disko dan tambah sound effek. Walaupun tetap dengan ciri khasnya, Marcell tidak banyak merubah melodi pada arransemen vokal di lagu ini.

7. Naluri Lelaki
Hampir sama seperti di lagu So7, di lagu milik Samson inipun, Marcell tidak banyak berimprovisasi pada arransemen vokal. Hanya pada musik yang dibuat berbeda.

image

8. Bahasa Kalbu
Sepertinya Marcell mengukuhkan diri sebagai penyanyi yang pintar mengaransemen lagu-lagu bertempo lambat. Lagu romantis milik Titi DJ ini dinyanyikan ulang Marcell dengan karakter yang beda. Menymak bait pertama dilagu ini, langsung terasa : ooh berbeda…

9. Khayalan Tingkat Tinggi
Saya tidak melihat sesuatu yang istimewa dilagu ini. Cara Marcell menyanyikan lagu ini juga hampir sama dengan Ariel Peterpan. Hanya di musiknya saja yang berbeda. Marcell membuat musiknya menjadi sedikit bernuansa disko.

10. Tentang Sesorang
Lagu yang menjadi soundtrack AAdC, dan populer tigabelas tahun lalu. Ditangan Marcell, lagu ini diberi sedikit sentuhan jazz, sehingga menjadi lebih bosanova. Takarannya pas, dan dilagu ini, Marcell berada dizona yang tepat.

11. Takkan Terganti
Nah, di lagu ini Marcell kembali unjuk gigi sebagai penyanyi yang mahir mengulik lagu galau. Lagu yang sebelumnya dinyanyikan Dea Mirella dengan nada-nada tinggi yang sulit dijangkau. Tidak demikian adanya dengan Marcell, yang menyanyikan lagu ini dengan nada yang lebih bersahabat. Tanpa harus mengeksplorasi nada tinggi, lagu ini tetap menjadi enak dan memiliki ruh yang kuat ala Marcell.

12. Sisa Semalam
Adalah sebuah pilihan cerdas, memilih lagu Sisa Semalam milik Java Jive. Lagu ini cocok dinyanyikan solo, meskipun pada versi aslinya Fatur & Danny Sprit menyanyikannya dengan duet. Keseimbangan aransemen yang dibuat orkestra dan improvisasi vokal, membuat lagu ini tetap ‘kaya dengan harmoni ‘ walaupun dinyanyikan secara solo.

13. Mau Dibawa Kemana
Marcell memasukan sedikit unsur jazz yang chillout di lagu bernada melayu milik Armada. Terlihat jelas, bahwa Marcell menggiring lagu ini menjadi lebih ‘mewah’. Arransemen yang ‘cool’ membuat lagu ini seakan naik kelas bila dibandingkan versi aslinya.

image

Demikian review saya untuk album Marcell terbaru #PlatinumPlaylist. Secara keseluruhan, album ini keren. Arransemen musik yang fresh, mixing yang rapi. Marcell tampak piawai mengaransemen vokal, pun pada improvisasi tampak sangat menawan. Terlepas masalah selera, rasanya album ini layak diperjuangkan untuk dimiliki dan dikoleksi. Silahkan, dinikmati, dan rasakan, bahwa sebenarnya album ini mengedukasi pada selera dan citarasa musik Anda.
🙂