Museum Nike Ardilla, bersinarlah…!

image

Suatu sore, seorang sahabat mengajak saya untuk berkunjung ke Museum Nike Ardilla di kawasan Jl. Soekarno Hatta Bandung. Kebetulan, sahabat saya merupakan salah satu pengurus NAFC (Nike Ardilla Fans Club), dan sore itu ada jadwal meeting di Museum. Awalnya saya agak ragu, tetapi setelah diyakinkan oleh sahabat saya bahwa kedatangan saya-yang merupakan tamu tak diundang-tidak akan menganggu meetingnya-maka, saya pun ikut.

Saya sudah tidak bisa menulis banyak tentang Nike Ardilla. Sudah terlalu banyak website, artikel dan blogs yang mengupas si Bintang Kehidupan dari berbagai sisi, bisa di klik DISINI. Saya hanya berbagi pengalaman kunjungan ke museumnya saja.

Museum Nike Ardilla adalah sebuah rumah tinggal yang ditempati oleh ibunda Nike, Ny. Ningsirat (atau biasa dipanggil Mamih). Bila penasaran, bagaimana prakarsa dan inisiatif tentang Museum ini didirikan, bisa di klik DISINI

Museum Nike Ardilla, berada di lantai atas. Begitu masuk kedalam, tampak sebuah ruangan dengan ukuran yang tidak terlalu besar, berisi memorabilia sang mega bintang. Pandangan saya mulai menyapu setiap jengkal ruangan dan dinding museum. Tetiba muncul rasa gairah dan antusias yang tidak bisa didefinisikan.

Dinding museum pun mulai bercerita. Foto-foto Nike Ardilla sejak masih kecil dan remaja  dalam berbagai even tarik suara. Tabloid-tabloid yang memajang Nike menjadi covernya dibingkai dengan baik. Berbagai piagam penghargaan atas penjualan album-albumnya yang selalu best seller terpampang di dinding yang lain. Kostum-kostum panggung menempel di dinding dengan tempat khusus, disertai foto, atau cuplikan, kapan Nike menggunakan busana tersebut. Berbagai poster dan lukisan, dalam berbagai gaya dan ukuran sebagian diantaranya adalah sumbangan dari fans terpajang dengan rapi.

image

image

Disisi lain, berjejer rak-rak kaca, berisi aksesoris yang konon dipakai Nike Ardilla. Ada kalung, giwang, anting, kacamata dan sebagainya. Boleh jadi, semuanya tampak lawas, tapi 20 tahun lalu, aksesoris tersebut mungkin udah paling kece.

Ada juga rak kaca yang lain, didalamnya ada passport atas nama Nike Ratnadilla dan buku tabungan BNI atas nama Nike Ardilla. Ada juga pernak-pernik koleksi pribadi Nike Ardilla, bernuansa Marlyn Monroe dari mulai dasi, mug, t-shirt, dan masih banyak lagi.

Satu rak lain, berisi seluruh koleksi album Nike dalam berbagai versi, baik versi dalam negeri, maupun luar negeri. Sebagai contoh, cover album yang beredar di Indonesia, sedikit berbeda dengan yang beredar di negara tetangga, seperti Malaysia atau Singapura. Puluhan album kompilasi, album The Best of dan album karaoke, terpajang lengkap, banyak sekali versinya. Takjub, betapa banyak distributor kaset/CD yang mengedarkan album Nike beraneka ragam. Dalam rentang 17 tahun kepergiannya, album-album itu mencapai ratusan jenis dalam berbagai judul cover dan kompilasi yang berbeda.

Yang paling menarik buat saya sebenarnya adalah sebuah rak kaca berbentuk heksagonal. Rak setinggi kurang lebih 150cm itu berisi puluhan award yang diraih Nike Ardilla sepanjang 5 tahun karirnya dikancah musik hingga sesudah kepergiannya. Saya mengelilingi rak kaca tersebut. Sejenak terpana antara kagum dan bangga dengan banyaknya penghargaan BASF Award yang sangat fenomenal dan prestisius di era 90an. Trophy BASF Award, berbentuk limas, terbuat dari kaca, didalamnya terpajang sebuah kaset. Mengingat kembali BASF Award bisa diklik Disini Selain BASF Award, ada juga trophy HDX Award (berbentuk kaset Emas) beberapa trophy dari negara tetangga Malaysia dan Singapura atas penjualan albumnya yang mencapai ribuan copies. (Sedikit info tentang HDX Award coba klik Disini Agak lama saya di rak kaca hexagonal tersebut. Seperti mesin waktu yang menarik saya ke masa 20 tahun lalu, betapa hebatnya seorang Nike Ardilla. Gadis belia asal Bandung yang tutup usia 19 tahun, berhasil meraih penjualan yang fantastis di setiap albumnya. Wikipedia, mencatat banyak sekali prestasi dan rekor Nike Ardilla pada zaman itu, bisa di klik di Disini salah satunya adalah Album Bintang Kehidupan yang saat itu terjual 2 juta keping, dan usia Nike Ardilla saat itu adalah 14 tahun lebih 2 bulan.

image

Setengah tak percaya, saya mulai menghitung dan mencari tau kebenarannya. Nike lahir Desember 1975. Album Bintang Kehidupan, beredar di awal tahun 1990. Yap, betul. Berarti, saat itu Nike Ardilla berumur 14 tahunan dan sudah menghasilkan 2 album rekaman album pertamanya berjudul Seberkas Sinar dan terjual hingga jutaan copies.

Pastinya kita tidak bisa membandingan karir Nike Ardilla, dengan penyanyi jaman sekarang, yang meroket melalui ajang pencarian bakat. Penyanyi berjilbab berusia 16 tahun, Fatin- memiliki faktor X yang luar biasa. Padahal, 20 tahun silam Bintang Kehidupan sudah lebih dulu bersinar dan melesat di rentang usia 14 tahun. Cheesse!

Agak disayangkan memang, museum yang sudah berusia 15 tahun lalu ini, nampak kurang terawat. Tata letaknya pun kurang pas. Misalnya untuk melihat dengan detil foto2 Nike Ardilla semasa kecil, saya harus naik ke kursi, atau bangku kecil karena foto2 tersebut letaknya terlalu atas. Begitupun dengan lighting, saya tidak menjumpai ada tata cahaya khusus, yang membuat membuat museum lebih artistik.

Bahkan, untuk trophy2 yang sangat prestisius itu, malah tampak jadi pajangan usang. Tidak terlihat glamour pada Trophy HDX Award, yang berbentuk kaset emas. Sebagian trophy itu nampak memudar dan berbintik dimakan usia. Pun BASF Award, VMI Award dan trophy dari negara tetangga, yang mana trophy2 berbahan dasar kaca itu tidak tampak berkilau. Bahkan, tata letaknya nampak sembarang, bercampur aduk dengan CD dan kaset, tanpa lampu sorot apapun. Patut disayangkan….

image

Hal ini juga saya maklumi, mungkin karena keterbatasan tempat, berbenturan dengan biaya perawatan, biaya operasional, maka museum ini tampak ‘terabaikan’. Entah mungkin karena usia museum ini sudah belasan tahun, sehingga kondisinya tampak kurang greget.

Padahal, bila dikelola dengan baik-menurut saya-seharusnya museum ini bisa menjadi daya tarik wisata. Entah, bagaimana mekanismenya, tapi saya yakin, Nike Ardilla adalah legenda yang- bahkan masih bisa menghasilkan devisa, walaupun sudah 18 tahun kepergiannya. Museum Nike Ardilla masih bisa menjadi magnet, untuk menarik minat pengunjung, baik fans maupun orang awam yang sekedar ingin tahu saja. Kemasannya harus dibuat menarik, didukung dengan promosi yang baik juga, dan bekerja sama dengan berbagai pihak.

3 thoughts on “Museum Nike Ardilla, bersinarlah…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s