Cabai Habanero

Kemarin sore, saya berkunjung ke rumah kakak di Cikadut. Sambil ngobrol ngalor ngidul di  beranda, mata saya tertuju pada salah satu pot berbuah lebat-yang sepertinya tanaman cabe rawit atau orang sunda biasa bilang céngék. Tapi, céngék ini berbeda dengan céngék pada umumnya.

image

Cabe rawit ini memiliki bentuk agak bulat, hampir sebesar kelereng, kadang agak gepeng dengan ujung yang meruncing mirip stroberi. Céngék yang sudah tua, ada yang berwarna putih, ada yang berwarna kuning, tapi kebanyakan berwarna merah cerah, seperti cabai merah pada umumnya.

Searching di internet, ternyata namanya Cabai Gendol atau kata orang sunda mah Cabe Géndot eh, iya gituuuhh? (ini céngék, bukan cabeeee-keukeuh) Cabai Habanero bernama latin Capsicum Chinense, cabai Habanero konon merupakan cabai terpedas ketiga di dunia. Kalo kurang percaya, coba klik disini

image

Saya memetik empat buah, rencananya ingin ditanam dalam pot di teras rumah. Mudah-mudahan bisa tumbuh sesuai harapan-setelah sebelumnya gagal merawat bunga Telang. Yuk kita tunggu, apakah saya berhasil dengan Cabe Habanero ini…??
🙂

2 thoughts on “Cabai Habanero

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s