Monumen Purwa Aswa Purba

Bila ada waktu luang, saya lebih suka keliling kota Bandung. Ngapain aja?? Tak jelas, tapi kadang saya hanya berputar2, menyusuri jalan, memperhatikan keadaan sekitar, atau mencari hal2 yang-menurutku-unik. Pernah ke pasar loak Cihapit, atau di Pasar barang bekas Astana Anyar, dan memperhatikan prilaku penjual-pembeli barang bekas yang ada disana.

Kali ini, saya tidak ingin ke pasar loak. Sebenarnya, di minggu pagi yang cerah ini, saya ingin ke Taman Hutan Raya Djuanda, atau biasa disebut Dago Pakar. Karena sepeda motor saya kondisinya tidak memungkinkan, saya pun mengurungkan niat, dan-seperti biasa-saya memutuskan berkeliling mengitari kota Bandung.

Tak perlu menunggu lama, tetiba saya ingin pergi ke jalan Pasirkaliki. Yaaa…benar, saya ingin berdiri di jembatan itu, memperhatikan dan menunggu kereta api yang lewat di bawahnya. Yuk, Berangkaaatt….

Menuju jalan Pasirkaliki, saya mampir di sebuah patung harimau yang terletak antara pertigaan jalan Wastukancana.Entah patung apa namanya, konon lambang Batalyon Siliwangi. Persisnya apa saya juga tidak tahu karena saya tidak menemukan keterangan apapun disana…..

image

Tiba di jalan Pasirkaliki, saya berdiri di jembatan-setelah memarkir sepeda motor di tempat aman. Memandang ke arah timur, tampak Stasiun Bandung. Terhampar rangkaian rel kereta api yang  begitu banyak dan njelimet. Gerbong-gerbong yang terparkir tampak.dari kejauhan. Sebuah kereta api panjang, nampak siap diberangkatkan, suara mesinnya menderu-pelan, terdengar sayup.

image

Walaupun yang melintas baru lokomotifnya saja, itu pun sudah membuat saya senang. Suara ‘klakson’nya yang memekak cukup menarik perhatian pengguna jalan. Beberapa sepeda motor yang membonceng anaknya tampak menepi, dan ikut turun dan melihat kereta melaju. Wajah anak-anak kecil itu tampak bergairah. Salah satunya menunjuk2 gerbong kereta.

image

Saya masih berdiri di jembatan itu, ketika kereta api panjang yang sejak tadi mesinnya dinyalakan tiba-tiba ‘berteriak nyaring’ dengan bunyi teeeet panjang. Bergerak perlahan menuju barat-arah Jakarta-itu berarti kereta api itu akan melintas tepat dibawah jembatan dimana saya sedang berdiri. Saya memperhatikan dengan sabar, dan tidak mau kehilangan momen saat kereta api tersebut melintas pelan, menembus bawah jembatan hingga menjauh, dan pergi menjauh hingga akhirnya hilang dari pandangan. Dan saya bahagia.

Puas melihat kereta api, saya langsung menuju Stasiun Hall kota Bandung. Saya hendak memotret lokomotif kereta api kuno yang terpajang di depan stasiun hall tersebut.

image

Lokomotif itu masih terpajang dengan gagah. Cat-nya nampak masih cerah, seperti baru dipoles menyambut hari lebaran. Di bagian bawah kereta tertera tulisan Monumen Purwa Aswa Purba. Harus mencari tahu, apa artinya ya….

image

Dimata saya, lokomotif merah-hitam itu masih menyimpan pesonanya. Masih mengagumkan, seperti saya sering melihatnya waktu kecil dulu. Semoga Lokomotif itu tetap terjaga, terawat dan bisa mempertahankan kegagahannya hingga generasi anak saya, atau bahkan cucu saya kelak. Mari kita lanjutkan jalan-jalan di minggu pagi ini….

#Menyalakan mesin sepeda motor, dan berlalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s