Museum Geologi

Dari Stasiun Hall Bandung, motor saya melaju arah Jl. Diponogoro. Waktu menunjukan setengah sepuluhan-masih pagi, masih banyak waktu. Target saya berikutnya adalah Museum Geologi. Sudah lama sekali saya tidak berkunjung ke Museum Geologi. Seingat saya, terakhir kunjungan ke Museum adalah waktu sekolah, jaman masih SMA. Ya ampuuun, lama sekaliiii….

Sudah diperkirakan bahwa saya akan menemui kemacetan pasar minggu kagetan, di seputaran Gedong Sate-Gasibu. Saya harus memutar arah hingga ke Jl. Citarum. Tapi tetap, saya mentok di jalan Diponogoro, dan pasrah dengan pasar tumpah yang hanya seminggu sekali itu.

Memasuki Gedung Museum Geologi, ternyata sudah ramai pengunjung, terutama anak-anak sekolah. Saya tidak membuang waktu, langsung menuju loket penjualan tiket. Yap, ternyata tiketnya cuma Rp. 3000 saja. Tiket sudah di tangan, dan mari kita jelajahi museum ini….

image

Begitu melewati pemeriksaan karcis, saya langsung masuk dan  mengambil arah kanan. Sebuah ruangan besar seperti aula, dengan atap tinggi, yang dipenuhi dengan kerangka binatang purba. Kerangka tersebut telah menjadi fosil dan di rekontruksi seperti aslinya.

Sebuah kerangka dinosaurus, jenis T-Rex terlihat menjulang. Dengan background lukisan yang menggambarkan kehidupan dinosaurus pada masa itu, fosil tersebut ‘mengilustrasikan’ betapa mengerikan hewan purba pemakan daging tersebut.

image

Yang menarik lainnya adalah fosil dari kerangka  gajah purba. Ini mengingatkan saya pada Manny, tokoh gajah purba yang ada di film animasi Ice Age. Gadingnya yang mencuat, sangat mudah dikenali kalo itu adalah gajah. Ada pula fosil2 lain seperti kudanil dan banteng, dengan.keterangan cukup detail.

image

Pada bagian lain, terdapat informasi tentang sejarah awal kehidupan, gunung-gunung merapi di Indonesia, lempeng bumi dan sejarah Kota Bandung, yang mana pada masa purba merupakan lautan. Ini dibuktikan dengan temuan fosil-fosil binatang laut seperti kerang raksasa di pegunungan kapur Padalarang Kabupaten Bandung.

image

Fosil kerang sebesar jolang-bak air buat mandi bayi-dan fosil-fosil binatang laut lain yang berusia jutaan tahun, tertata rapi. Penataan lighting yang cukup baik membuat tampilan kerang ini terlihat menawan.

Di bagian ruangan lain, terdapat sejarah asal muasal manusia. Ada berbagai fosil-tengkorak manusia-baik yang ditemukan di Indonesia maupun di luar negeri. Fosil-fosil tersebut merupakan cikal bakal sejarah manusia pada masa sekarang.

image

Puas dengan benda purbakala, saya melanjutkan ke lantai atas. Yuuukk…ke atas….

Di ruangan ini diklasifikasi menjadi Pertambangan Mineral & Energi, Pemanfaatan Batuan & Mineral, Eksplorasi & Eksploitasi, Mineral dalam Kehidupan Sehari-hari, Bahan Galian Komoditas Nasional, Gempa Bumi & Gerakan Tanah, Bahaya & Manfaat Gunung Api, dan Air & Lingkungan.

Begitulah kira-kira, kalimat-kalimat ilmiah yang terpampang disana. Saya tidak peduli dengan itu-dengan nama-nama batuan yang sulit diucapkan dan sulit untuk diingat-ingat. Saya lebih tertarik mengamati bongkah-bongkah batuan dan mineral yang ada disana.

Ruangan disini sepertinya sengaja dibuat redup. Setiap pajangan batuan atau mineral,yang terlindung kaca, diperkuat dengan lighting yang mendukung. Hasilnya, memang luar biasa. Sebongkah bijih emas, berkilau tertempa lampu sorot. Saya terpaku disitu beberapa saat sambil bergumam dalam hati “Oooh, iniiii….tho bahan baku emas” terjebak antara terpana merasa kagum🙂

image

Pada bagian lain pajangan, saya lagi2 terpesona dengan keindahan bongkahan batu2 mulia. Dipajang pada sebuah piringan bercahaya yang berputar pelan, sehingga kita bisa melihat seluruh permukaan batu-batu mulia itu. Sebongkah batu mineral mentah, disandingkan dengan butiran batu yang sudah diasah dalam berbagai ukuran. Lampu sorot menjadikan batuan tersebut benar2 terlihat mahal. Safir, ruby, dan giok adalah sedikit batuan mulia yang sempat saya ingat. Bagus sekalii…

image

Waktu sudah semakin siang, dan saya rasa ini cukup. Menjadi turis dan berwisata di kota sendiri, ternyata menyenangkan. Biaya yang dikeluarkan tidak mahal, tapi mendapat banyak inspirasi dan pencerahan.

image

Sebelum pulang, saya menyempatkan menginjakkan kaki di Taman Bebatuan. Taman ini berada di depan Museum, tepatnya sebelah timur. Tampaknya taman ini masih baru-perasaan dulu tidak ada. Taman ini kereeen. Setiap batu dibuat dengan formasi yang menarik diberi petunjuk : misalnya batu granit, batu konglomerat dan lainnya.

image

Tadinya masih mau duduk-duduk, atau sekedar melihat kolam ikan yang ada di taman itu. Tapi sepertinya tidak memungkinkan. Saya sudah konfirmasi kehadiran pada sebuah acara gathering di sebuah restoran ala Jepang-all you can eat- Asyik Dihari Minggu #3. Yihaaa….!!

#…dan sepeda motor pun melaju ke arah Dago….

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s