Menikmati Sajian Khas Makasar

Lama tidak menikmati hidangan khas Makasar, semalam saya ‘bertemu’ lagi dengan hidangan yang lekoh dengan bumbu rempah-rempah tersebut.

Adalah Konro Maranu, sebuah rumah makan di kawasan jalan Riau, Bandung. Tempatnya menurut saya biasa, tapi hidangannya luar biasa. Menyediakan hidangan khas Makasar seperi Sop Konro, Konro Bakar, Es Pisang Ijo, ataupun Es Palu Butung.

Satu porsi sop konro atau konro bakar disini, terdiri dari 2 ruas iga ukuran besaaarrr. Untuk konro bakar, tulang iga yang-tentu saja-berdaging di bagian pangkalnya, berlumur bumbu, dibakar lalu disiram dengan saus. Disajikan mencuat keatas pada piring ceper dengan kuah yang terpisah.

image

Rasanya, hmmm…. mammmia lezaattoz….. Bersanding dengan kuah pendampingnya-yang ternyata-sama dengan kuah sop konro. Aromanya haruuumm. Rasa rempah-rempahnya kuat banget. Kalo menurut orang sunda bilang, bumbuna lekoohh pisaaann.

Porsinya yang besar, cukup untuk 2orang, masing-masing satu ruas iga, itu cukup. Waktu belum tau, saya dan teman-teman memesan masing-masing satu porsi. Ternyata, ini sangat merepotkan, bagaimana kami menghabiskannya.

Kali ini, kami menikmatinya tidak dengan nasi. Tapi dengan buras dan ketupat. Buras itu panganan semacam lontong, rasanya agak asin-gurih. Sedangkan ketupatnya sih sama seperti ketupat pada umumnya

Jadi, saya tinggal minta piring tambahan kepada pegawainya, menyajikan sendiri buras dan ketupat dipiring, siram dengan kuah konro dan dimakan dengan iga bakarnya. Tambahan sedikit sambal membuat rasanya makin membakar, aaarrgghhh…. Hati-hati dengan sambalnya, karena sedikit saja sudah najong, efeknya jadi pedaaasss banget. Tapi segeerr…kening bisa sampe keringetan pokoknya.

Naah, sesudah itu…untuk mengusir rasa pedas-yang sebenarnya tak menunggu lama pedasnya hilang, kita nikmati Es Pisang Ijo. Konon, ini adalah Es Pisang Ijo original, asli seperti yang di Makasar sana.

image

Lagi-lagi, porsi es pisang ijo disini ukuran jumbo. Pisang yang digunakan sepertinya pisang nangka (yang biasa digunakan untuk kolak atau pisang kukus pendamping minum bajigur). Pisang yang terbungkus kulit berwarna hijau-dari tepung ketan, disajikan dengan bubur sumsum, es serut yang disiram syrup berwarna merah (syrup campolai-kah??), diberi sedikit susu kental manis. Rasanya, enaaaakkk dunia akhirat! Beneran… Jangan harap ada penambahan kacang atau meises-seperti pisang ijo di tempat lain yang sudah di modifikasi.

Soal harga, agak lumayan memang. Seporsi Konro Bakar Rp. 49.000,- (walaupun bisa dimakan berdua) sedangkan Es Pisang Ijo-nya Rp. 17.000,-. Buras dan ketupatnya Rp. 2000/biji. Untuk pengalaman kuliner, bolehlaaah. Harga berbanding lurus dengan kepuasan dan kelezatan. Harga masih masuk akal dengan porsi yang besar dan rasa yang lezat.

😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s