Jurnal Menanam Cabai Habanero #1

Beberapa waktu lalu, saya pernah sharing tentang Cabai Habanero. Akhirnya saya tergoda untuk mencoba menanam cabai yang berbentuk lucu ini di pekarangan rumah.
image

Saya memetik 4tangkai cabe dari pohon induk, lalu cabai2 tersebut saya biarkan terlebih dahulu hingga peot dan mengering. Setelah itu saya mengeluarkan biji2nya dan ditaburkan pada media tanam-berupa pot berukuran sedang. Tentu saja pot tersebut sudah diisi tanah yang sudah digemburkan. Sesudah itu, potnya saya biarkan saja di teras rumah. Yang terpenting adalah pot selalu terkena sinar matahari dan disiram setiap pagi atau sore.

Seminggu kemudian, biji2 cabai mulai berkecambah. Saya semakin hati2 saat menyiram. Membiarkannya tumbuh sekitar 2 minggu, sampai tanaman bisa dipindahkan pada media tanam lain, biar tidak menggunduk berkelompok. Karena keterbatasan pot, maka saya saya hanya mengambil sekitar 10bibit saja. Saya pindahkan pada pot kecil-kecil. Satu media tanam, bisa 1-3 bibit cabai. Saya tetap meletakan pot-pot tersebut di pekarangan untuk memastikan cukup mendapat sinar matahari. Beruntung, bulan nopember dan Desember ini sdh memasuki musim hujan, jadi saya tidak terlalu sering menyiram. Inilah penampakan tanaman Cabai Habanero saya, yang berumur kurang lebih 2bulan, dengan perawatan sekedarnya.

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s