LCN ala Bazzar tingkat RW yang Mati Listrik

image

Kota Bandung, sedang giat2nya melakukan berbagai kegiatan pesta rakyat, dalam rangka memfasilitasi keinginan warga. Setelah menggelelar Braga Culinary Night yang bernuansa vintage dengan dekorasi payung2, kemudian Cibadak Culinary Night yang bernuansa oriental dengan dekorasi lampion-lampion, kini Walikota Bandung Ridwan Kamil memilih Lengkong sebagai tempat pesta rakyat atau disebut Lengkong Culinary Night.

Acara dibuka dengan tarian khas sunda, dilanjut dengan rajah bubuka dari STSI Bandung. Setelah memberikan sambutan, Ridwan Kamil pun resmi membuka acara dengan memukul kendang secara simbolis. Tak lama kemudian, walikota berpenampilan gaul ini berkeliling menyisir stand2 peserta Lengkong Culinary Night.

image

Acara yang digelar sepanjang Jl. Lengkong Kecil ini sepertinya kurang persiapan. Dekorasinya menggunakan layang-layang dari pelastik kemasan bekas. Tapi itu juga tidak banyak, tidak sepanjang arena Lengkong Culinary Night ini, hanya beberapa puluh meter di sekitar panggung kesenian. Yang lebih dramatis adalah : sepanjang stand2 penjual makanan itu gelap! Yap, beneeeer gelap gak pake listrik. Bagaikan di sebuah bazzar tingkat RW yang sedang mati lampu.

Beruntung bila stand makanan itu berada di dekat lampu jalan atau rumah atau toko berpenerangan cukup baik. Masih kebagian sedikit terangnya. Nah, bagi yang kurang beruntung, harus puas menggunakan emergency lamp atau lilin. Pengunjung pun kesulitan melihat ‘judul2’ aneka ragam makanan yang dijajakan. Harus mendekat dan memicingkan mata dengan pertanyaan yang sama : ini jualan apa… kalo itu jualan apa…😦
image

Sepanjang berkeliling di Lengkong Culinary Naight ini, saya menemukan banyaaaakk sekali stand makanan dan minuman yang menarik. Dari mulai batagor, serabi, ceker ayam, cireng, cilok, mochi ice cream, colenak, berbagai makanan berat khas sunda, seperti ayam goreng dan seperangkat hidangan khas sunda seperti di Punclut ada disini. Ada juga bubur ayam, sop buah dan seabreg makanan dan minuman unik lainnya. Tapi seperti disebutkan di awal, tempatnya gelap dan kalo mau makan, duduk dimana? Saya sudah tergoda, pengen serabi oncom hangat, kebayang duduk2 sambil ditemani minuman hangat. Tapi tdk ada 1 pun kursi disana. Saya juga tertarik siomay, tapi ya itu tadi, harus di bungkus dan dimakan sambil jalan berdesakan. Tidak nyaman….

Saya berkeliling, masih menentukan pilihan ‘mau makan apa dan dimana’, ketika seorang bapak dengan ramah mencegat saya untuk masuk ke ‘tendanya’. Beliau menawarkan bubur ayam yang konon ayamnya enak karena dibumbui seperti ayam suwir. Tertarik dengan “usahanya” menawarkan bubur, akhirnya saya dan pasangan sepakat mencoba bubur tersebut. Namanya BMW alias Bubur Mang Wawan. Ternyata, BMW ini hidangan yang pas dikala dingin-di malam sesudah hujan. Buburnya benar2 enak, dan langsung menghangatkan perut. Harganyapun cukup murah menurut saya. Saya hanya membayar 18ribu rupiah untuk 2 bubur dan 2 aqua gelas. Menyenangkan sekali….

image

Alhasil, saya melihat…restoran steak berkonsep warung yang kebetulan bertepatan di pusat LCN ini sangat ramai dikunjungi. Selain tempatnya presentatif, terang benderang, juga cukup nyaman dengan meja dan kursi. Begitu pun dengan beberapa kedai ayam goreng di Jl. Lengkong ini, ramai dikunjungi. Patut disayangkan, pesta kuliner yang 80% pesertanya adalah warga sekitar lengkong, seharusnya mendapat perhatian penerangan yang cukup. Mudah2an kedepannya kalo dibuat acara serupa, panitia bisa lebih siap mempersiapkan kemasan acara lebih baik dan glamour dengan cahaya. Sehingga selain menyedot para wisata kuliner, dan menjadi sebuah ‘arena tempat nongkrong malem mingguan’. Acara culinary night ini bisa menjadi perputaran roda ekonomi yang potensial dan ikon khusus kota bandung di setiap akhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s