Kenyataan, Saya Bukan Superhero…

Barusan, saat melintas di jalan A.H. Nasution, dari salah satu gang di sekitar Pasir Impun, saya melihat seorang pria muda berlari tergesa, mendekap sebuah tas wanita…yang-tak lama kemudian dikejar oleh seorang wanita (eh, iya gituuuuhhh). Si pria dengan sigap langsung dibonceng sepeda motor yang sudah menunggu di pinggir jalan, dan langsung melesat. Tanpa lampu, tanpa pelat nomor. Sementara, si wanita, (eh kayaknya waria) samar berteriak lemah dan mengumpat….

Keadaannya begitu cepat, dan terjadi di depan mata saat pikiran saya berada disebuah lamunan. Tidak tau apa yang bisa dilakukan…. dan saya pun seolah membiarkan jambret itu pergi dengan penuh kemenangan. Benar, saya bukan Unsung Hero, yang bisa membantu saat orang lain saat terjadi hal seperti ini. Saya juga bukan super hero yang-seperti dalam film-langsung mengejar dan menghajar pelaku hingga babak belur, lalu mengembalikan tas…

Tapi, sampai sekarang pun saya masih menduga2…kejadian itu. Apakah memang jambret, atau motif dendam, tidak pernah tau. Kalo memang menjambret, kenapa munculnya harus dari sebuah gang… lagi pula, berapa sih uang yang ada dalam tas seorang waria yang sudah mangkal sebelum jam 9 malam…

Krik…krik…krik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s