Mengintip Musikalitas Yura “Balada Sirkus”

Bandung, kaya akan musisi-musisi berkualitas dan tak hentinya melahirkan musisi baru di khazanah musik negeri ini. Baru-baru ini, hadir seorang gadis manis yang memiliki talenta musik sangat bagus. Kehadirannya di kancah musik tanah air layak diperhitungkan. Kemampuan bermain musik bersinergi dengan kemampuan olah vokal, menjadikannya seorang musisi yang memiliki nilai lebih.

Adalah Yunita Rahman, atau lebih dikenal dengan nama panggung YURA, lolos di ajang pencarian bakat The Voice Indonesia, berhasil mencuri perhatian Glenn Fredly sebagai salah satu ‘coah’ di ajang tersebut, walaupun tidak berhasil mencapai babak final, karir bermusiknya terus berlanjut. Ditangan seorang Glenn Fredly-sebagai produser eksekutif dan Ari Renaldi atau biasa disebut Ari Aru-sebagai produser, kemampuan dan bakat Yura, berbuah album. Pada pertengahan tahun 2014, wanita kelahiran Bandung 9 Juni 1991 ini merilis album pertama yang berjudul sama dengan namanya YURA.

image

Ternyata, album YURA ini sangat kereeeeennn!! Memuat 9 track lagu dengan racikan musik yang apik dan menawarkan pengalaman berbeda dalan mendengarkan sebuah karya musik dan lagu. Hampir semua lagu di album ini ditulis sendiri oleh Yura. Pada umumnya, konten lagu yang ada di album ini bernuansa pop dengan balutan musik jazzy light yang ‘groovy’ – enak didengar. Album ini menambahkan sedikit nuansa retro dan musik broadway pada beberapa lagunya, sehingga album ini tidaklah mainstream.

Seperti di lagu BALADA SIRKUS, yang dijadikan single pertama di album ini, lagu ini mengangkat tema yang tidak biasa. Kemasan musiknya pun lebih ‘panggung’ ala2 pertunjukan broadway yang saya tonton di film-film. Begitulah imajinasi yang terbangun dari elemen musik di lagu Balada Sirkus. Vokal Yura, sesekali terdengar meliuk-liuk dilatari backsound piano yang manis. Musiknya terasa nge-band membahana, dan memberi kesan ‘mahal’.

Ada juga lagu KERUH DI AIR JENUH, lagu bernuansa R&B, enak untuk dinikmati. Lagu bertempo medium ini terasa asik dengan improvisasi dibagian ekor lagu. Yura juga memberi persembahan spesial di album ini, yaitu duet manis dengan Glenn Fredly di lagu CINTA DAN RAHASIA. Lagu ini sangat ‘kuat’ untuk dijadikan single berikutnya, dan memiliki kans besar untuk menjadi hit. Kehadiran Glenn dan harmoni ‘duet’-nya memberi ruh yang luar biasa. Lagu akustik yang dominan petikan gitar, terasa indah dan sangat enak di dengar. Tipe2 lagu yang akan banyak disukai pendengar niiihh….

Menyelipkan 2 lagu berbahasa Inggris, diantaranya JESTER SUIT yang bernuansa jazzy yang light, ada sedikit nuansa blues dan menurut saya dari sisi idealisme, sepertinya ‘dapat’-lah. Begitupun di lagu GET ALONG WITH YOU, Yura mengajak kita untuk menjelajah pada kemampuan vokalnya bernyanyi ala “black music”. Nuansa musik R&B, sedikit blues dengan vokal yang menawan, menjadikan lagu ini yahuuudd. Sementara masih ada lagu lain ITU KAMU ataupun SUPER LUNAR, sebuah lagu asik buat berjoget atau bergoyang…

Kejutan lain di album ini adalah sebuah lagu berjudul KATAJI. Lagu berbahasa Sunda yang dalam bahasa Indonesia artinya : terpesona atau terpikat. Mengusung balutan musik retro dengan nuansa jazz broadway yang kereeenn banget. Agak tercengang dengan pemilihan kata dalam lagu ini, mengingingat Yura menggunakan kata2 yang tidak biasa-dalam bahasa sunda sekalipun. Menurut saya, langkah ini adalah sebuah penghargaan terhadap bahasa Sunda dan menjadi karakter dan bentuk tanggung jawab yang kuat dari seorang Yura, menjunjung bahasa ibu. Siapapun orangnya yang memiliki ide ini dan meleburkannya dengan musik ala broadway yang dinamis, ini sangatlah keren, jenius!

Lagu terakhir yang ada di album ini, berjudul BERAWAL DARI TATAP. Lagu bertempo pelan yang hanya diiringi piano ini begitu syahdu. Sebagai seorang pianis di grup band Sarasvati, saya sangat berharap lagu ini dinyanyikan Yura di konser nanti sambil bermain piano. Lagu ini sangat sejuk, tak salah bila disimpan sebagai lagu penutup di album YURA.

Secara keseluruhan, album ini bagus. Mengusung idealisme yang tinggi, namun tetap ada ‘nilai jual’. Ada banyak penyuka musik jenis ini, kalo di Bandung. Bahkan, menurut saya Yura mirip karakter solois Tulus dalam versi perempuan. Entahlah, tapi saya yakin bahwa sebentar lagi akan muncul “YURANIS”, relawan dan penikmat yang sepaham dengan musik jenis ini. (Eh, iya gituh fans Yura disebutnya Yuranis?? wkwkwk). Selamat datang Yura, selamat berjuang di industri musik sebenarnya. Tetaplah berkarya, karena publik sudah sangat cerdas memilih. Bila Mocca, Tulus, Sarasvati dan yang lain bisa sukses di jalur indie, saya yakin ada peluang yang sama untukmu, Yura!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s