Review Album Fariz RM dan Dian PP “In Collaboration With”

image

Ketertarikan saya pada album ini, berawal dari secarik kertas yang di twitpic oleh Om Seno melalui akun twitternya @seno_hardjo. Seolah sengaja ingin sedikit ‘membocorkan’ project yang sedang dikerjakannya. Deretan komposisi penyanyi dan judul lagu yang benar2 membuat saya tertarik. Ada lagu-lagu yang sudah saya tahu-betapa populernya lagu tersebut pada jamannya-ada pula yang saya tidak tahu dan masih menebak ‘ini lagu yang mana ya?’ Kali berikutnya, saya mulai sering mengintip kabar, sudah sejauh mana perkembangan album ini.
image

Adalah Seno M. Hardjo dari Target Pop – penggagas sekaligus produser eksekutif album FARIZ RM & DIAN PP “In Collaboration With”. Beliau adalah Board of Director Yayasan Anugrah Musik Indonesia (AMI), lebih banyak mendedikasikan waktunya untuk kemajuan musik Indonesia. Sebelumnya saya sudah mengenal nama beliau di credit title beberapa album; seperti Album Titi Dj “Immaculate Collection” dan Album The Best of Malyda “Andai Kusanggup”, Album The Best Utha Likumahuwa, dan sejumlah album lain.

Awal pekan ini, album Fariz RM dan Dian PP resmi di release. Nah, saya pun meluncur menuju gerai ayam goreng KFC untuk mendapatkan CD yang sudah bikin saya penasaran.
image

Dan inilah review versi saya….

KAU SEPUTIH MELATI
[Sammy Simorangkir feat Dian PP]
Sebuah komposisi apik yang menjadi single pertama dari album ini. Lagu ini berhasil menjadi hits kembali dan mulai memasuki tangga lagu di radio-radio. Vokal Sammy yang cocok dengan jenis lagu ballada seperti ini seolah tidak kesulitan menaklukan lagu ini. Arransemen musik digarap dengan rapi oleh Andi Rianto. Orkestrasi indahnya berhasil membuat lagu ini tetap terasa ‘mahal’. Kehadiran vokal Dian PP di lagu lebih terasa sebagai ‘penyanyi tamu’, seolah mengingatkan kembali eksistensi seorang musisi berkualitas era 80an.

DEMI CINTAKU
[Fatin Shidqia]
Awalnya saya sempat ragu dengan pemilihan Fatin di lagu Demi Cintaku. Saya pikir ini bukanlah tipe lagu yang pas untuk dinyanyikan Fatin. Tapi, begitu saya dengarkan lagu ini dengan saksama, saya berubah pendapat. Fatin, berhasil ‘menaklukan’ lagu ini dengan interpretasi diluar dugaan saya. Suara khas Fatin yang terkadang serak, berhasil menjelajah nada-nada di lagu ini dengan luwes. Bisa jadi, ini karena peran Bowo “Soulmate” selaku arranger vokal berhasil memoles dan mengarsiteki lagu ini menjadi begitu greget. Lagu ini seakan memiliki ruh-yang baru. Lagu ini merupakan salah satu lagu yang ingin saya dengar secara berulang ;););)

S A K U R A
[Shandy Sondoro feat Fariz RM]
Shandy Sondoro bukanlah orang pertama yang mengcover lagu Sakura. Sebelumnya penyanyi legendaris Chrisye, pernah membawakannya dengan arransemen ciamik racikan Erwin Gutawa. Rossa pun pernah membawakannya dengan sangat dinamis berbekal arransemen Anto Hoed dan Melly. Jadi, pada saat saya mendengar versi Shandy Sondoro, saya tidak mendengar sesuatu yang ‘meletup’. Musiknya memang diarransemen lebih groovy khas Shandy Sondoro banget. Kehadiran vokal sang maestro Fariz RM menambah aksen kuat pada lagu ini.

SEMUA JADI SATU
[Indah Dewi Pertiwi feat Richard Schrijver]
Sebelumnya saya pernah mendengar kabar, bahwa lagu ini diarransemen dengan sangat kekinian. Dan ternyata, benar! Lagu pop yang khas 90an ini dirombak abis menjadi versi yang modern. Lebih membahana dengan musik tekno yang berdentum hebat. IDP sang penyanyi, boleh jadi ingin keluar dari zona imajinasi 90an. Mungkin akan lebih asik jika dibawakan dengan dance yang memukau jika tampil membawakan lagu ini.

ANTARA KITA
[Tuffa]
Jujur, saya belum tau grup band bernama Tuffa. Mungkin, karena saya belum move on dari musik 90an, sehingga lalai mengamati musik masa kini bahwa ada grup musik bernama Tuffa. Mengusung aliran pop rock, TUFFA membawakan lagu Antara Kita-yang seolah ingin menonjolkan karakter grup secara utuh. Masih kurang greget sih, bahkan diawal-awalnya bahkan terasa datar. Untunglah di akhir lagu, ada sedikit improvisasi jadi tidak terlalu membosankan. Band ini mengingatkan saya pada grup band bervokali perempuan, yaitu Band Kotak dan Band Garasi, grup band dengan genre dan warna yang hampir serupa.

B I R U
[Angel Pieters]
Saya kira, lagu ini akan dibuat jazzy atau swing jazz seperti yang sudah-sudah. Ternyata tidak, Angel Pieters membakan lagu ini dengan versi berbeda. Lebih easy listening, dengan sentuhan musik country yang lebih fresh. Lagu yang aslinya dinyanyikan oleh Vina Panduwinata pernah di cover oleh penyanyi jazz Syaharani dan juga oleh Dian PP.

KURNIA DAN PESONA
[Citra Scholastika]
Sepertinya bukan hal sulit bagi finalis Indonesian Idol, Citra Scholastika untuk menginterpretasikan lagu ini. Arransemen musik yang dibuat lebih fresh sama sekali tidak meninggalkan jejak bahwa lagu ini populer tahun 80an. Vokal Citra pun tidak menemukan tantangan berarti di lagu ini.

MASIH ADA
[3 Composer]
Ini adalah jenis lagu yang everlasting, selalu terdengar enak dari masa kemasa, tak lekang dimakan jaman. Selain grup HipHop R42, grup vokal Warna yang pernah mencover lagu ini. 3 Composer sedikit berbeda menyanyikannya, dari bait pertama langsung reffrain. Kemasan musiknya apik, improvisasi dan arransemen vokal menjadikan lagu ini kental dengan nuansa balada.

DIANTARA KATA
[Ecoutez]
Ecoutez berhasil mengemas lagu Diantara Kata, menjadi lagu masa kini dengan ciri khas ala Ecoutez. Lagu aslinya yang kalo didengar kembali terasa ‘vintage’, maka di tangan grup band yang digawangi oleh Ayi, Jay, Leo serta Delia sebagai vokalisnya menyulap lagu ini jadi trendy. Saya suka versi Ecoutez ini.

AKU CINTA PADAMU
[Glenn Fredly feat Dian PP]
Salah satu lagu yang benar2 saya tidak tau, dan belum pernah saya dengar sebelumnya. Keterbatasn wawasan musik saya, sehingga saya menganggap ini lagu baru 😆. Kolaborasi Dian PP dengan Glenn Fredly ini terasa lembut dan syahdu. Tapi jujur, bukan tipe lagu yang saya suka, hehehe.

B A R C E L O N A
[Maliq & D’Essentials]
Adalah pilihan yang tepat, mempercayakan lagu jenius ini kepada band sekelas Maliq & D’Essentials. Lagu Barcelona pun, seolah berganti kemasan. Angga dkk berhasil mengarransemen ulang lagu ini dengan takaran yang pas, dengan ciri khasnya ala Maliq & D’Essentials. Kehadiran vokal Fariz RM menambah nilai kolaborasi yang patut diacungi jempol. Kolaborasi spesial berbeda generasi, menghasilkan racikan musik rancak yang sangat layak diapresiasi. Kereenn!

Bonus Track:
2 track tambahan berstatus ‘bonus track’ adalah lagu-lagu yang-maaf-saya belum pernah dengar sebelumnya. Lagu PASEBAN CAFE dinyanyikan oleh Isyana Sarasvati dalam balutan jazz yang manis. Sementara lagu JAWAB NURANI dibawakan oleh grup band indie label : Sore. Lagu dengan arransemen seperti ini, swing jazz – agak segmented, walaupun sebenarnya asik.

Menghadirkan kembali karya musisi maestro yang berikibar di tahun 80an atau 90an seperti karya Fariz RM dan Dian Pramana Poetra adalah bentuk apresiasi dan penghargaan kepada sang legenda. Generasi muda Indonesia harus tahu, bahwa pada masa-masa itu, musik tanah air dan juga dunia sedang mengalami puncak kreatifitas. Masa keemasan musik Indonesia.

Over all, album ini keren. Om Seno M. Hardjo selaku Produser Eksekutif tampak berusaha memadukan antara karya sang maestro, idealismenya dalam karya musik tanpa mengabaikan sisi komersil. Semoga kehadiran Sammy, Fatin, Maliq dan Ecoutez bisa menjadi media yang jitu dalam meleburkan musik berbeda yg generasi ini. Mari nikmati lukisan karya cipta sang legenda dengan kuas kekinian. Maju terus, karya musik Indonesia.

Iklan

Arief Riefra Pelukis Sketsa, Ciamikkk!!

Banyak pelukis sketsa wajah di belahan bumi nusantara. Pelukis sketsa wajah, biasanya mahir memainkan pensil dijemarinya. Lewat arsirannya yang luar biasa terciptalah lukisan yang akurasinya sangat mirip dengan foto aslinya, sangat hidup. Seringkali, kita dibuat kagum dengan lukisan sketsa. Sebagai orang yang awam terhadap seni lukis, saya lebih bisa menikmati seni sketsa ini, dibandingkan seni lukis lain yang bersifat abstrak.

image

Salah seorang seniman pelukis sketsa yang saya kenal adalah Arief Riefra. Sahabat saya ini, sudah sering melukis sketsa wajah selebritis, baik selebritis Indonesia maupun seleberitis dunia. Beberapa karyanya masih terpampang di website resmi Mariah Carey (bagian fans art). Tak jarang, lukisan karya Riefra-begitu biasa saya memanggilnya-mendapat pujian dari tokoh selebritas yang dilukisnya. Tak kurang aktor seperti Chaning Tatum, penyanyi Anggun, Titi Dj dan novelis Dewi ‘Dee’ Lestari memuji kemampuan sketsa Riefra. Lukisan sketsa wajah karya Riefra, dapat dilihat di website devianart, klik disini

image
Beberapa testimonial dari selebritis yang dilukisnya 🙂

image

image
image

Berawal dari menonton film Titanic, dimana ada satu adegan pelukis Jack Dawson yang diperankan Leonardo Dicaprio melukis kekasihnya, Rosse yang diperankan Kate Winslet. Riefra, memperhatikan bagaimana teknik melukis sketsa yang dilakukan Jack di film tersbut. Film Titanic benar-benar telah menginspirasi. Beberapa kali mencoba melukis sketsa dirumah, akhirnya pria kelahiran 5 Oktober ini berhasil membuat sketsa yang pertama, yaitu lukisan sketsa wajah Kate Winslet yang menginspirasinya untuk melukis sketsa. Ssstttt…saya berhasil membujuk Riefra untuk memperlihatkan karya pertamanya, ini dia tadaaaaa…..
image

Baguuus, untuk standar melukis perdana. Mungkin bakatlah yang lebih kuat, karena kalo hanya mengandalkan nonton Titanic saja, saya kira hasil sketsa-nya pasti plintat plintut, hehehe. Walaupun, menurut pengakuan Riefra-di sketsa perdana ini, Kate Winslet bagaikan pake bedak dari arang (atau dalam bahasa sunda mah mehooong) alias ada gemblok-gemblok hitam diwajahnya. Hahaha…. Tapi seiring berjalannya waktu, seiring latihan dan jam terbang…maka hasil karya Riefra untuk lukisan sketsa Kate Winslet menjadi lebih hidup dan sangat smooth…seperti ini misalnya…

image
Lukisan Kate Winslet tahun 2010 karya, Arief Riefra

image

Iseng dan uji coba melukis sketsa wajah dilakukan pada selebritis favoritnya, atau selebritis yang dirasa memiliki karakter cukup kuat untuk dijadikan media sketsa. Mariah Carey, Anggun, Angelina Jolie, Chaning Tatum, Rio Ferdinand, Dian Sastro, Titi Dj, Dewi Sandra dan sederet selebritis lain, berhasil dilukis dengan tingkat kemiripan yang luar biasa. Kadang untuk menambah ‘kekuatan’ saat melukis sketsa penyanyi tertentu, Riefra sengaja memutar lagu2 dari artis yang dilukisnya. Misal saat melukis almarahumah Nike Ardilla, maka lagu2 Nike mengalun saat proses melukis, dan hasilnya bisa menjadi lebih bagus.

image

Saya pun pernah dilukis oleh, Riefra, silahkan dinilai…apakah lukisan ini mirip saya??
image

Dibawah ini adalah lukisan sketsa favorit Riefra. Lukisan Monica Belluci ini terjual di helatan 5 tahunan PASAR SENI ITB, tahun 2010 silam. Riefra berharap, pembelinya menyimpan dan merawat lukisan ini. Membeli karena memang menyukai seni lukis, dan menghargai karya karena memang pantas dihargai. Bukan sekedar karena mampu membeli kenang Riefra, pada suatu kesempatan.

image

Tertarik untuk membuat lukisan sketsa orang yang terkasih, sahabat atau keluarga sebagai hadiah atau kado?? Silahkan kirim email ke riefra2@yahoo.com atau kirim DM via saya, nanti saya kasih nomor kontaknya. Tinggal siapkan saja foto yang ingin dilukis sketsa wajahnya, sebisa mungkin foto dengan resolusi kualitas baik, agar hasilnya bisa lebih bagus dan detail. Jangan takut soal harga, karena Riefra bukan tipe yang asas manfaat atau aji mumpung. Tapi, harus sabar juga, jika mood melukisnya belum muncul, karena memang tidak bisa dipaksakan. Kembali ke soal harga dilukis sketsa sama Riefra, nanti saya bisikin deehh….

image

Bila tertarik mengapresiasi seni lukis sketsa, bergabunglah dengan Riefra’s Art di Facebook dengan like FansPage untuk mendapatkan update terbaru seputar lukisan sketsanya. Boleh juga follow dan mention ke @AriefRiefra untuk pertanyaan dan diskusi (walaupun beberapa bulan terakhir, Riefra tampak kurang aktif berkicau di twitter).

Selamat ulang tahun, ya Riefra…semoga dari pensil2 ditanganmu, selalu muncul karya-karya seni sketsa terbaik…. teruslah berkarya…!!

Foto2 diambil dari DevianArt dan Facebook Fans Page Riefra’s Art

Betutu Lalah, Rasa Bali Otentik di Kawasan Priangan

Bila ingin mencicipi hidangan atau masakan khas Bali, gak usah jauh2 datang ke Bali. Kita bisa datang ke sebuah resto yang menyajikan hidangan Bali dengan rasa rempah-rempah yang otentik. Adalah Betutu Lalah, sebuah restoran kecil di Jl. Cihampelas Bandung, tepatnya disamping kedai Baso Semar.

image

Disini, lidah kita akan dimanjakan dengan hidangan khas ala bali. Ada Ayam Betutu, Bebek Betutu, Nasi Campur Bali, Sambal Mattah, Sate Pusut atau Sate Lilit, dan lain2nya. Desain interior resto dilengkapi dengan lukisan-lukisan dan ornamen2 khas bali. Musik gamelan khas bali, mengalun pelan dan lembut, menambah suasana menjadi lebih eksotis.

image

Ayam Betutu yang disajikan disini, menurut saya enak. Dagingnya empuk, bumbu rempahnya meresap dan ukurannya cukup untuk menambah nasi 1 porsi lagi. Disajikan dengan kuah terpisah, kuah kuning ini seperti kuah kari atau gulai dengan aroma khas. Ada tetelan daging, irisan serai dan bayam. Rasanya legit, enak! Sedangkan untuk sayurannya, Lalap adalah paduan yang pas. Lalap yang dimaksud disini adalah potongan kacang panjang muda, yang dipotong melintang, dimasak dengan santan. Lagi-lagi, sayuran ini juga enak. Bila sebelumnya kurang suka tumis kacang panjang, insha Alloh, kalo mencicipi masakan kacang panjang ini, pasti jadi suka, karena menggunakan kacang panjang muda yang empuk dan lembut saat digigit. Hmmmm lezzaaattt.

image

Sedangkan Nasi Campur Bali, adalah sepaket nasi lengkap dengan lauk pauknya, yang tentu saja khas Bali. Nasi Putih, dilengkapi dengan dendeng sapi, lalap, telur bumbu bali, sate lilit, rempeyek dan sambal mattah. Porsi ini cukup lengkap dan memuaskan. Tapi buat saya, tetap harus nambah nasi 1 atau 1/2 porsi lagi hehehe.

Setiap hidangan disini, dilengkapi dengan sambal mattah, yaitu sambal yang terdiri dari irisan bawang merah mentah, cengek, garam dan bumbu yang disiram dengan minyak sayur. Rasanya enak, dicocol nasi. Bahkan, saya sampe minta tambahan sambal mattah-nya, dan diberi seporsi lagi….(saya gak ngecek di bill, apakah ditambahkan ke bill atau tidak-tapi siapa peduli, kalo rasanya enak dan bikin makan tambah nikmat).

image

Disini, ada juga sate ayam. Soal bumbunya, saya tidak merasa ada yang aneh, mirip sate2 pada umumnya. Yang jelas, ayamnya empuk (tanpa lemak) dan bumbu kacangnya juga enak. Saya kira akan ada rasa ‘bali’-nya, atau penambahan rempah apa gituh, yang asing di lidah. Ternyata tidak, mirip sate pada umumnya, dan satenya enak.

Jadi, buat yang suka hidangan berempah khas Bali, gak usah jauh2 datang Bali, kesini saja. Rasanya lezat, harganya terjangkau (walaupun berbicara harga mah relatif, tapi menurut saya masih standarlah). Dan pramusajinya mengatakan hidangan disini halal, nah itu yang penting!