Mengisi Akhir Pekan #1 : Keliling Bandung Naik Bandros!

Sudah pernah naik Bandros??
image

Yeepp!! Ini bukan bandros makanan khas sunda, yang rasanya asin-gurih dengan campuran kelapa parut dan taburan kelapa muda serut yang dimasak dengan cetakan khusus. Tapi, BANDROS yang saya maksud disini adalah bis pariwisata bertingkat dua, untuk berkeliling kota dengan rute khusus. Nama BANDROS atau Bandung Tour On The Bus terpilih menjadi pilihan paling favorit saat menjadi nominasi pada sayembara khusus–penamaan yang cocok untuk bis pariwisata ini. Melengkapi gagasan-gagasan kreatif Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Bandros kini menjadi salah satu ikon kota dengan tagline #BandungJuara.

Bagaimana cara naik Bandros?? Apakah Bandros hanya untuk perayaan khusus atau even tertentu? Seperti pernah dipakai untuk mengarak pemain PERSIB saat tim kebanggan kota Bandung ini menjadi juara?? Tidak, setiap orang bisa menikmati bis bertingkat 2 ini, baik grup, sekolah maupun perorangan. Pada awal beroperasinya untuk umum, Bis ini merapat di depan pintu Taman Pustaka Bunga atau Jl. Citarum. Calon penumpang berkerumun dan bergerombol, untuk antri maupun sekedar berfoto dengan bis berwarna merah ini. Tidak sedikit rombongan anak-anak dari TK hingga Sekolah Menengah Umum, antusias berkerumun di pinggiran jalan-yang tentu saja berbahaya. Akhirnya, stasiun atau tempat henti Bandros dipindahkan ke sekitar Taman Cibeunying-tak jauh dari tempat sebelumnya-hanya saja disini lebih aman, karena jalan lebih luas, tetapi debit kendaraan yang melintas tidak terlalu ramai.

Cara pemesanan tiket Bandros adalah dengan cara online. Kita tinggal follow akun twitternya @BusBandros dan simak lini masa. Pin BBM dan No Telepon yang bisa dihubungi tertera di profil akun tersebut. Jadwal akan diumumkan secara berkala, tanggal dan jam kosong yang bisa dipesan untuk umum. Bila tanggal dan jam lain sudah tidak bisa dipesan, bisa jadi waktu yang dimaksud sudah di booking oleh orang lain baik pelajar ataupun korporasi umum. Harga tiket untuk umum adalah 25rb per orang, sedangkan untuk grup pelajar atau anak sekolah dikenakan tarif 700rb, sedangkan untuk grup umum (non pelajar) dikenakan tarif 800rb. Cara pembayaran adalah melalui transfer ke nomor rekening yang sudah ditentukan, bukti transfer tinggal diperlihatkan untuk mendapatkan e-tiket. Bila sudah mendapatkan e-tiket, tinggal menunggu keberangkatan, dan siap-siap berkeliling kota sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan Gampang, kaaann??

Nah, kali ini saya memesan tiket untuk hari sabtu, tanggal 23 Mei 2015, jam 8 pagi. Menurut saya ini waktu yang sangat ideal untuk naik Bandros. Kalo masih kebagian ditingkat 2, maka jam 8 tidaklah terlalu panas, apalagi saya membawa 2 keponakan yang masih kecil-kecil. Sejak pukul 7 pagi, saya dan keponakan sudah bersiap-siap meluncur ke Taman Cibeunying. Keponakan tampak antusias. Wajahnya tampak bersemangat dan girang. Sepanjang perjalanan, mereka mengoceh tentang Bus Bandros. Melenceng 15 menit lebih dari yang dijadwalkan, pukul 8.15 Bus Bandros tampak merapat ke Taman Cibeunying. Calon penumpang yang hendak naik, mengejar dan berebut naik untuk mendapatkan tempat duduk diatas, di tingkat 2. Sangat tidak tertib dan ya gitu deh…namanya juga Indonesia.

Begitu naik ke tingkat 2, sebenarnya masih banyak kursi kosong. Begitu mau duduk, langsung di halangi : Eeehh, ini sudah ada penumpang, mereka masih di bawah kata salah seorang penumpang di bangku lain dan langsung dihalangi oleh tas! Di kursi berikutnya pun begitu, saya sempat jengkel juga, karena seharusnya siapa cepat dia dapat, tapi warga Bandung banyak sekali yang SERAKAH, seperti itu. Akhirnya saya menuju kursi paling depan. Alhamdulillah dpt 1 kursi bisa untuk 2 orang (bisa untuk adik dan kakakku – sementara keponakan ku, dipangku atau berdiri saja di sela2 kami dan itu space-nya cukup) Saya, berdiri saja diantara 2 kursi jajaran kiri dan kanan, tepat paling depan. Menghalangi pemandangan yang dibelakang?? Sengaja! Dan saya sih sudah tidak peduli, toh mereka juga memperlakukan saya curang…lagian ini kan bukan nonton pertunjukan musik atau film, pandangan masih luas bisa lihat kiri kanan kalo males liat pantat dan punggung saya..😆

Pada saat Bis Bandros mulai melaju, tour guide mendampingi perjalanan. Menjelaskan apa yang kita lewati di sepanjang sisi kiri dan kanan, informasi bangunan bersejarah di Kota Bandung. Kerap kali, saya (yang berdiri) harus merundukan badan karena kabel2 yang melintang atau ranting pohon yang terlalu rendah. Tour guide selalun mengingatkan dengan thoa : awas kabel, merunduuuukkk…. Awas rantiiiiiingg..? merunduuuuuukkk dibarengi jeritan “aaawwww” penumpang yang lain, dilanjut dengan tertawa terkekeh…. saya, keponakan, dan penumpang dibangku paling depan lain seru2 aja merunduk seolah nyumput dari serangan musuh…. (dan ternyata itu adalah bagian paling menyenangkan saat naik bis Bandros ini).

Sepertinya, bis Bandros ini sedikit miring ke kiri, tapi entahlah. Tapi dari hasil foto yang saya bidik, memang sepertinya bis ini miring. Tapi selama aman2 saja, hal tersebut tidak menghalangi kepuasan penumpang. Berdiri paling dengan view yang luas, memandang jalan-jalan membentang. Sabtu pagi, belum terlalu panas, jalanan pun masih relatif sepi… dan tidak menemukan kemacetan. Ada banyak kesempatan memotret di sepanjang jalan seperti Jl. Diponegoro, Jl. Dago, Jl. Merdeka, Jl. Asia Afrika, Jl. Braga, adalah istimewa bila kita bisa meng-capture gambar dengan pas. Ada beberapa bangunan bersejarah atau taman kota yang jadi cantik karena dibidik dari ketinggian Bis Bandros, dan bisa menjadi angle yang tidak umum. Wisata keliling kota di akhir pekan ini terbilang lancar saja, menghabiskan waktu sekitar 1 jam dan bis Bandros kembali ke Taman Cibeunying.

image

Selesai berkeliling kota, kami masih sempat berfoto2 di depan Bis Bandros, sebelum Bis Bandros berangkat kembali untuk sesi berikutnya. Kami, melanjutkan akhir pekan ini dengan piknik selanjutnya, yaitu sarapan dan duduk2 santai di Taman Cibeunying lalu Taman Super Hero….

Foto Bandros : Hasil Googling Internet 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s