Konser Symphonesia, keren sih tapiiiiii……

image

Hari sabtu lalu, tanggal 7 Nopember  2015, seorang sahabat mengajak nonton sebuah pertunjukan musik bertajuk SYMPHONESIA. Acara pertunjukan musik yang digagas oleh Mahasiswa UNPAD jurusan HI. Pertunjukan musik ini sudah rutin digelar sejak tahun 2018. Biasanya menampilkan sejumlah musisi papan atas, atau musisi yang sedang hits. Nah, untuk pertunjukan kali ini, Symphonesia menampilkan Once feat Piyu Padi, Maliq & D’Esentials, Bara Suara, The SIGIT, White Shoes & The Couple Company dan lain-lain.

Melihat sederet musisi yang akan tampil, rasanya sayang jika dilewatkan. Apalagi penawaran menonton GRATIS, karena teman yang mengajak merupakan MD di sebuah radio swasta yang media partner. Oke syiiiippp, saya pun menyatakan OK!

Apa daya, menjelang tanggal 7, pekerjaan kantor cukup menumpuk. Bahkan, hari sabtu saya harus mengikuti apel pagi dan meeting bersama user sampai dengan jam 11, dilanjut dengan pertemuan intern sampai dengan jam 14. Suasana hujan saat itu membuat saya merasa nyaman leyeh2 di sofa kantor hingga nyaris tertidur. Kalo bukan karena sudah berjanji OK–mau nonton konser, rasanya enggan body ini bergeser sedikitpun dari empuknya sofa. Tapi janji adalah janji. Maka, jam 17.00, saya meluncur menuju SABUGA.

Saat masuk ke gedung pertunjukan, band yang sedang tampil saat itu adalah The SIGIT. Yang saya tau, The SIGIT adalah band indie label beraliran metal. Kemampuan musikalitasnya luar biasa dan sudah di akui di mancanegara. Mendengarkan musik metal dari The SIGIT, sangat asyik. Saya antusias menyimak performa, walaupun saya tidak hafal lagu2 mereka. Saya memuji sound engineer-nya yang bisa mensetting audio sedemikian rupa. Instrumen yang dimunculkan begitu detail dan jernih. Bahkan, saya merasa nyaman mendengarkan musik cadas dengan audio yang “santun”, tanpa memekakan telinga. Kereeeeennn!!!

Penampil berikutnya setelah The SIGIT adalah White Shoes & The Couple Company. Tidak banyak lagu yang saya tau dari band unik yang mengusung konsep retro ini. Vokalisnya berbusana ala penyanyi Ida Royani (biduan tahun 70an), minimalis. Musiknya, ya retro dengan sedikit balutan pop jazz dengan skill yahuud. Selain lagu Senandung, ada lagu berjudul MALU-MALU KUCING, yang dinyanyikan dengan ekspresif dan dinamis. Lagu jadul yang–dinyanyikan dengan sangat menarik. Begitu juga saat band ini menyajikan lagu berbahasa sunda CANGKURILEUNG. Musikalitas White Shoes & The Couple Company sangat teruji disini. Mengemas lagu daerah, menjadi sesuatu yang layak mendapat apresiasi. Sangat bagus….

Kenyamanan audio yang saya bilang “santun” tidak terjadi pada penampilan sesudahnya. Setelah White Shoes & The Couple Company, band yang berikutnya tampil adalah : BARA SUARA. Entahlah, settingan seperti apa yang dilakukan oleh sound engineer-nya. Yang jelas, saat band ini tampil, audio yang muncul tidak sebagus kedua band sebelumnya. Setiap cabikan gitar, terasa menyakitkan telinga. Begitu pun suara vocal yang muncul dari mic, terdengar sember. Kacau niiihh!! Pertunjukan musik menjadi tidak asik. Di lagu pertama, Bara Suara menampilkan performa yang secara panggung-sangat meyakinkan dan percaya diri. Lagunya semacam eksperimental pada jaman Kantata Takwa di tahun 90an. Rancak, dengan 2 backing vocal sexy yang ikut meliuk-liuk. Sayang seribu sayang, audio yang buruk, suara mic yang sember ditambah lagu2 baru yang belum populer membuat Band Bara Suara menjadi band penghantar tidur yang paling pas. Lagu ke 2…. ke 3 dan seterusnya, saya TERTIDUR. Hingga menjelang lagu terakhir, barulah saya sedikit terbangun dan berharap bahwa saya terbangun dari mimpi buruk. Ternyata tidak….diakhir penampilannya, Bara Suara masih menggelegar dengan audio yang gahar yang tidak ramah.

Kecewa dengan sound di penampilan Bara Suara–yang kalo sound-nya bagus, pasti Bara Suara saya acungi jempoool–saya masih berharap di penampilan Maliq & D’Essentials. Band sekaliber MALIQ, pasti ada sound engineer yang bisa ‘meracik sound’ menjadi lebih CLING. Apalagi hampir setengah jam jeda–menjelang Maliq naik panggung–cukuplah membuat saya berharap ada perbaikan sound menjadi kembali jernih. Sampai tibalah waktunya dua MC centil yang wak wek wok dan nampak sudah kehabisan ide untuk mengisi jeda, memanggil grup band Maliq yang disambut dengan tepuk tangan dan teriakan gegap gempita.

Intro lagu Setapak Sriwedari pun mengalun disambut histeria. Saya masih mengkerutkan kening. Ya Allah, apa telinga saya salah?? Audio-nya malah makin paraaaaahh. Suaranya instrumennya mendem dan saya tidak bisa menangkap suara vocal dengan jelas. Oh my God! Ini sungguh mengecewakan. Tidak biasanya saya menonton penampilan Maliq dengan sangat tidak antusias. Beberapa lagu dari Maliq membuat saya mengantuk dan saya masih manyun. Tiba di sebuah lagu berjudul Funk Flow, dimana Indah sebagai vokalis cewek, mendapat porsi yang lebih banyak. Sayang bangeeeet, suara Indah tidak sebagus biasanya. Lebih mirip suara chipmunk. Wooww….menakjubkan!!! Padahal lagu Funk Flow asik dinikmati karena sangat dinamis dan dibawakan atraktif.

Akhirnya batas toleransi kuping saya habis sudah. Manakala Maliq membawakan lagu dengan gimik dangdut berjudul Drama Romantika dengan suara yang–ya Alloh tolongin Baim–saya pun bergegas pulang. Penonton di barisan festival masih berjoget dan tidak peduli dengan audio yang gak karu-karuan. Melintasi kursi2 penonton sambil tak lupa mengucapkan punten….puntenn numpang lewat, saya mendapat beberapa penonton lain yang tertidur di kursinya masing-masing.

Yah, tadinya saya masih mau menunggu penampilan Once feat Piyu Padi. Tapi, saya kurang yakin dengan hasil akhir audio-nya. Dugaan saya, pasti tidak jauh beda. Saya pulang dengan sedikit ketidakpuasan. Kalo saja saya mengeluarkan uang sebesar150rb atau 200rb rupiah untuk duduk atau berdiri di festival pertunjukan ini, pasti saya akan sangat kecewa. Satu hal yang saya heran : kenapa saat The SIGIT tampil, suara sound yang terdengar begitu harmony, begitu nyaman dikuping, sekalipun musiknya metal. Audio-yang muncul begitu santun. Distorsi gitar terasa tajam tapi tidak bikin pekak. Begitupun saat White Shoes &The Couple Company tampil, suaranya sangat CLING dan menawan. Hmmm…heran…hmmm ya sudah lah……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s