Project Gardening, yang pertama di Pesona Regency

image

Ini adalah project pertama saya di bidang gardening. Menata dan membuat taman di pekarangan rumah di kawasan kluster Pesona Regency–di kawasan Bandung timur.

Sebelumnya, saya sempat survey terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan untuk mengambil langkah termudah, hal apa yang bisa saya lakukan. Ide apa yang bisa saya terapkan, dan dicocokan dengan keinginan pemilik rumah.

Alhamdulillah, pemilik rumah menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk berkreasi sebebasnya. Dengan konsep “taman minimalis”, seperti yang diharapkan Ibu Tuti–pemilik rumah, jadilah taman seperti tampak di atas.

Di minggu kedua dan bulan pertama, saya masih memantau taman tersebut. Saya berikan maintenance dan memastikan bahwa tanaman tumbuh dengan semestinya. Rumput2 dan tanaman yang jabrik sempat dirapikan. Ini merupakan bagian dari service yang saya berikan.

IWAKO Bdg, Antar – Jemput, Ojeg dan Kurir

image

Om….Tante…. berbagi info niiii…
Untuk kebutuhan antar jemput, ojeg dan kurir…. gunakan jasa IWAKO Bdg. Bisa carter juga sesuai kebutuhan….

Sulitnya Mencari Pekerjaan

Iya, sulit sekali yaaaa……terutama bagi saya yang tidak memiliki pendidikan formal, tidak memiliki keahlian khusus, tidak memiliki modal untuk wirausaha, dan selalu di jegal dengan umur. Jadi, kalo cari pekerjaan formal, usia menjadi kendala….

Disaat orang lain bergegas berkompetisi dengan MEA, saya malah terdepak dari perusahaan tempat saya bekerja, duh…. Lalu, apa yang bisa saya lakukan?? Berdiam diri dan meratapi nasib juga bukan solusi. Selepas diberhentikan dari sebuah perusahaan outsourcing security, saya harus berfikir jernih. Membenci perusahaan dan menyesali–itu juga tidak menghasilkan apapun, selain menimbun kedengkian…. Bagaimana saya bisa lolos dari jerat kehidupan yang semakin sulit ini dan bisa menyelesaikan kewajiban2 setiap bulannya?

Awalnya, terpikirlah untuk membuat usaha jasa. Sebuah jasa menata dan membuat taman. Kenapa pilihannya menata taman?? Karena pada saat itu, saya sedang getol2nya menata dan mempercantik pekarangan rumah. Berbekal pengalaman tersebut, dan berbekal foto2 pekarangan rumah sendiri, saya pun berharap ada yang tertarik untuk dibuatkan taman atau dipercantik pekarangannya. Dengan gencar, saya pun mulai promosi di berbagai media. Menjalani selama 1 bulan, ternyata….ini bukanlah usaha yang cocok buat saya. Saya tidak mahir mencangkul, saya juga tidak ahli menembok manakala ada bagian2 yang harus di tembok dengan adukan semen dan bata. Tenaga saya juga terkuras habis, dan saya nyaris kecapaian saat melaksanakan pekerjaan ini.

image

Saya pun banting stir. Dulu, saya pernah bergerak bidang ojeg online atau kurir online, dengan nama IWAKO. Jaaauuuhh, sebelum ada Gojek atau GrabOjek atau OKJek atau apalah apalah itu namanya. Dulu, usaha ini sempat terhenti karena tertarik bekerja di perusahaan orang lain. Ah, ternyata berjuang di bidang ini pun tidak mudah. IWAKO harus bersaing dengan perusahaan raksasa seperti GOJEK. Masih untung, ada beberapa teman yang setia menggunakan jasa IWAKO, ada yang abodemen membayar rutin per bulan (antar ke kantor setiap pagi), ada juga yang sesekali atau saat membutuhkan saja.

image

Pada perjalanannya, saya sebagai IWAKO menawarkan jasa untuk keliling kota Bandung, baik menggunakan roda 2 ataupun dengan roda 4 (mobil). Lebih mirip menjadi seorang pemandu wisata. Pernah mendapatkan tamu dari luar kota, dan saya sebagai pemandu wisata berkeliling Bandung Utara, Bandung Selatan, sampe belanja2 di Pasar Baru. Menyenangkan, tapi hal itu cuma terjadi saat musim liburan saja. Diluar itu, sepiiii…..

Duuuh, sulit sekali ya….bahkan untuk bertahan hidup sekalipun. Saya bertahan menjalankan IWAKO, sesekali menjadi pemandu wisata. Doakan ya teman2, semoga usaha ini dipermudah…dan lancaaarr. Untuk sementara, hanya ini yang bisa saya lakukan….

Taman Bunga Begonia, Lembang

Sebetulnya, saya agak enggan memposting kunjungan saya ke Taman Begonia Lembang. Yang namanya taman bunga, identik dengan perempuan… Dan, bagaimana bisa saya “tersesat” sampai ke Taman Begonia(n) ini…..

Jadi, awalnya saya dan teman2 bermaksud menyusuri jalan Dago, melalui Jl. Dago Giri dan tujuannya saat itu adalah Saung Mang Engking, Lembang. Karena datangnya kepagian dan belum waktunya makan siang, jadi kami mencari tempat singgahan, minimal sampe jam makan siang. Dan yang terdekat dari sana adalah Taman Begonia. Jadilah, kami masuk, hanya sekedar iseng apa sih Taman Begonia ini?? Tampaknya masih baru…

Setelah parkir, kami membayar tiket di depan pintu masuk seharga 10ribu rupiah. Tiket tersebut bisa ditukarkan dengan 1 buah es potong. Lumayan. Dengan agak canggung, saya memasuki taman yang di dominasi hamparan bunga begonia berwarna merah jambu. Disediakan topi anyaman untuk mengurangi panas yang menyengat. Saya mulai menelusuri, setiap depa yang nampak di depan mata. Taman sudah ramai dengan pengunjung-yang saya pun heran-dari mana pengunjung tahu ada taman baru ini….

Taman Bunga Begonia, separti taman pada umumnya…dipenuhi bunga yang di tata dengan baik. Hanya saja, karena (mungkin) lahan ini bekas ladang petani, jadi tidak ada satupun pohon besar yang menaungi. Alhasil, datang ke taman ini sekitar jam 10an adalah waktu yang kurang tepat. Panaaaassss. Ada beberapa saung di sediakan untuk berteduh, duduk santai sambil menikmati ‘panasnya’ taman ini. Hembusan bayu, udara Lembang yang sejuk, sedikit menolong suasana. Saya menukarkan sobekan tiket masuk dengan 1 buah es potong rasa buah yang rasanya lumayan, saat terik menyengat.

Mencoba berfoto2 di taman ini. Atuh da apa aku maaahh…setiap berfoto tampak sedang merem karena cuaca terik, sehingga wajah kita terbawa meringis saat difoto. Yah, karena taman ini masih baru, cukup oke lah. Tapi, entahlah beberapa bulan ke depan saat begonia sedang tidak berbunga….karena kebiasaan taman bunga, bagusnya di awal2 doang, yang mana bunga tersebut sedang bermekaran. Manakala bunga sedang gak musim, taman menjadi kurang menarik.

Kurang lebih 1 jam saya dan teman2 berada di taman ini, selebihnya saya melipir ke sebuah kedai Tahu Sumedang, yang gencar beriklan dengan nama TAHU SUMEDANG RENYAH. Kedai ini tak jauh dari Taman Bunga Begonia, kira 100 meter arah terminal Lembang. Setelah mencoba rasa tahu yang–yah enaak, tapi tetap aja tahu–kami pun meluncur ke Kedai Mang Engking untuk bersantap siang disana.

*ini juga tersimpan di draft, dan sudah setahun lalu mengendap–lalu skrg saya posting–tentu saja sudah tidak up to date*

Hihihi, postingan yang ngambang, tanpa ending yang jelas….tanpa foto2 pula….

Kado Tahun Baru 2016, untuk warga Bandung

Yap, awal tahun 2016 yang lalu, Ridwan Kamil menghadiahkan dua ruang terbuka publik yang bisa dinikmati warga Bandung. Yang pertama adalah Teras Cikapundung, berlokasi di Babakan Siliwangi. Lalu, yang kedua adalah Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang, berlokasi Jl. Merdeka, sepanjang tepian anak sungai Cikapayang di samping Balaikota, persis!!
image

Yang pertama saya kunjungi adalah Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang. Dulu, sepanjang lereng sungai ini hanya trotoar licin biasa. Trotoar kecil yang kalo orang berpapasan harus mengalah salah satunya. Iya…trotoar kecil dengan pembatas pipa besi sebaagai penghalang antara trotoar dan sungai.
image

Sekarang, sepanjang Jl. Merdeka ini, trotoar tersebut disulap menjadi pedestrian icon kota modern. Trotoar dari batu alam yang luas, lengkap dengan kursi2 untuk duduk2 dan lampu jalan yang serasi. Dilengkapi dengan papan informasi terkait Revitalisasi Sungai Cikapayang. Anak sungai Cikapayang, menjadi proyek percontohan, dimana sungai ada proses penyaringan air sungai, sehingga air yang mengalir setelah proses penyaringan tersebut, menjadi air yang bersih. Trotoarnya menjadi luas, dengan hijau pepohonan dan bebatuan. Tentu ini menjadi tempat yang menyenangkan. Baik untuk sekedar duduk menikmati suasana pagi ataupun sore hari…Saya pun demikian, duduk santai menikmati pagi, sambil berjemur.
image

Berjalan-sore ke arah selatan, ke sebelah bawah….mengitari jalan ini sungguh menyenangkan. Bisa berjalan ber3 atau ber4 tanpa harus berdesakan, seru aja! Apalagi dengan disediakan kursi2 untuk duduk2. Aaaahhh, semakin menyempurnakan acara jalan2 sorenya. Trus, sudah selesai?? Belum, pedestrian ini menyambung terus hingga ke sebelah selatan (pas di belokan depan BI — seberang Taman Vanda.). Dibelokan ini, ada area yang lebih luas. Ornamen batu menjulang mengingatkan saya pada film animasi Brave, bedanya : batu2 menjulang disini dibuat ‘funky’ disorot lampu2 led berwarna warni.
image

Masih di sekitar taman Sungai Cikapayang, tepatnya di sebrang SD Banjarsari. Sebuah area terbuka yang asik buat ngadem. Ada sebuah pohon karet/beringin tua…dengan surai2 menjulur ke bawah. Di akun instagram Pak Walikota–Ridwan Kamil, ada postingan Pak Wali sedang gelayutan di sulur pohon. Ini menjadi seru, karena akhirnya banyak ikut2 glayutan dan berfoto disini.

Hyuuukkk, jalan2 ke Taman Kota yang ada di Bandung…..seru looh…..
image
*postingan yang terlambat karena ini adalah tulisan awal tahun baru yang tersimpan di draft dan belum sempat di posting*

Alhamdulillah, terima kasih iDEA

image

Datang ke rumah jam 9 malam, saya dikejutkan oleh sebuah kiriman yang dititipkan oleh TIKI ke tetangga depan rumah. Hmmm, tidak merasa belanja online, saya berfikir keras…bingkisan apa yang menghampiri saya kali ini. Disampulnya tertulis nama dan alamat saya dengan benar. Ada tulisan iDEA End Year Story.

Whaaaattt??

Apakah saya salah satu pemenangnya?? Lalu saya ingat, menjelang akhir tahun 2015, dibulan Desember, saya pernah submit sebuah cerita/sharing pengalaman tentang rumah serta harapan2 saya terhadap iDEA Online–portal berita yang banyak menginspirasi dengan konten seputar rumah, desain interior, eksterior.

Jadilah dengan antusias saya melacak jejak kebenarannya (karena saya tidak mendapat konfirmasi sebelumnya–atau mungkin ada konfirm tapi saya gak ngeuh). Saya mengunjungi website dan melihat2 barangkali ada pengumuman pemenang. Ternyata benar, saya termasuk sepuluh orang yang beruntung mendapatkan hadiah berupa merchandise dan voucher belanja di Ace Hardware.

Alhamdulillah, terima kasih iDEA.