Stage Bus Jazz Tour 2016 Ciwalk : Teza Sumendra, kereeenn!!!

image

Publik kota Bandung, boleh jadi merasa dimanjakan dengan sejumlah pertunjukan musik yang digelar di kota kembang. Setelah minggu lalu Stage Bus Jazz hadir di Jl. Braga dengan penampil Yura Yunita dan Barry Likumahuwa, kali ini acara yang di sponsori oleh MLD Spot digelar mall di kawasan Cihampelas atau Ciwalk. Bintang tamu andalan untuk edisi kali ini adalah Sierra Soetedjo dan Teza Sumendra.

image

Setiap ada acara musik, hati selalu antusias untuk bisa hadir menyaksikan.

image

Foto : MLD Spot

Acara yang dimulai sejak pukul 15.00wib ini sempat terhenti karena hujan. Beruntung, menjelang malam hari, hujan berhenti dan acara berlanjut dengan meriah. Penampilan DJ Irham & Tradisi, Kata Kita dan hiburan magical street serta stand up comedy dihadirkan lebih awal memeriahkan panggung sebelum penampil utama mentas.

image

Sedikit berbeda dengan dekorasi Stage Bus Jazz sebelumnya, dekor kali ini dihiasi dengan lampion benderang menggantung di setiap pohon pinus Ciwalk. Ada juga dekorasi sejumlah foto acara Stage Bus Jazz disetiap kota, yang di rangkum dalam frame glow in the dark. Foto2 tersebut dipamerkan sekaligus menunjukan kesuksesan MLD SPOTmenggelar acara di berbagai kota.

image

Menjelang pukul 20.00wib, penyanyi cantik SIERRA SOETEDJO naik ke pentas. Membawakan sejumlah singgel yang saya pun masih asing mendengarnya. Walaupun begitu, suasana tetap asyik mengingat Sierra cukup komunikatif dan mengajak penonton bernyanyi bersama. Bersuara bening, menjangkau nada-nada tinggi, penyanyi yang yang piawai skecth vokal ini seringkali unjuk kebolehan di setiap lagunya. Padadap subiduw biduw paripapaaww nainaninaninania….. *ala ala Tompi gitu deh*

image

Terakhir, sebagai penutup….nama TEZA SUMENDRA pun di panggil, disambut teriakan grupies, yang meringsek hingga ke bibir panggung. Fans2 yang sebagian besar cewek2 menjerit histeris. Ahhhh, rupanya Teza memiliki kelebihan, ada sesuatu dalam diri seorang Teza Sumendra sampai disambut histeris begitu rupa, yang nyata-nyata Teza belum naik ke atas panggung 😅😅😅

Saya masih memicingkan mata dan menunggu Teza muncul di Panggung…

Sebuah intro…dari lagu….Hang Up (interlude) mulai mengalu….dan tak lama kemudian Teza muncul dipanggung disambut histeria bak superstar! Wuiiiiihh…. dengan gayanya yang santai sedikit tengil, berbahasa inggris cas cis cuuz, Teza cukup percaya diri tampil di acara Stage Bus Jazz ini. Bermodal vokal super duper keren, dengan timbre yang unik, sedikit serak jarang dipunyai vokalis pria pada umumnya. Suara Teza, agak mirip Brian Mc Knight, tapi tapi serak2nya kadang mirip Brian Adam. Jika di Indonesia ada Sandy Sondoro yang vokalnya berkarakter, Teza juga!!

image

Lagu demi lagu dipersembahkan Teza dengan tepukan meriah. Tidak perlu tau sedang menyanyikan lagu apa, karena komposisi musik jazz yang dibawakan Teza & Band sudah cukup nge-groove. Sangat asyik dinikmati. Nuansa soul pada warna vokal menyatu dengan musiknya. Sekalipun begitu, Teza tampak tidak percaya diri saat beeduet dengan Sierra Sutedjo, dimana ada bagian Sketch Battle Vokal–dan vokal Sierra tampak jago meliuk ber padadap subiduw dam dama dubiduw….

image

Satu-satunya singgel berbahasa Indonesia yang ada di Album Teza Sumendra berjudul Satu Rasa di bawakan juga disini. Teza cukup komunikatif dan menghibur. Tidak sah rasanya jika Teza manggung tidak membawakan lagu I WANT YOU, LOVE. Sebuah singgel yang videonya dibintangi oleh Tarra Basro. Video dengan genre 21+ alias parental advisory. Bagaimana tidak, video ini hot dengan adegan2 antara Tarra Basro dan Teza Sumendra. Lagu ini disambut koor penonton barisan depan yang umumnya cewek. Setiap Teza menyodorkan mic untuk mengajak nyanyi bersama, disambut jeritan….dengan gemas Teza pun berteriak “heh nyanyi….bukan jerit-jerit!”. Hahahhaa Penampilan Teza ditutup dengan lagu Girlfriend, masih dari kantung albumnya Teza.

image

Foto : MLD Spot

Sama seperti pertunjukan MLD Spot sebelumnya di Braga, acara di Ciwalk ini sukses. Publik di kota Bandung mengapresiasi musik dengan sangat baik. Itulah kenapa, Bandung selalu dijadikan acuan barometer musik. Kalo sudah sukses tampil di Bandung, jangan khawatir tampil di kota lain. Sebaliknya, jika di kota lain sukses, di Bandung belum tentu, bahkan bisa jadi gagal, dan itu sudah sering terjadi.

Bravo MLD Spot, maju terus bersama musik Indonesia….

Ulasan sekilas : Perjalanan Musik Krakatau di Era Tahun 90-an.

image

Kabar baik bagi Anda penggemar musik era tahun 90an. Krakatau, band beraliran jazz-fussion yang terkenal pada era tersebut akan menggelar konser reuni. Konser yang bertajuk Exclusive Concert KRAKATAU Reunion. Band yang beranggotakan Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan, Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, Pra Budi Dharma dan vokalis bersuara kece Trie Utami, kembali satu dalam konser reuni yang akan di gelar di Harris Hotel, Fetival CityLink Bandung, pada tanggal 7 Mei 2016.

Pasti Anda masih ingat, lagu-lagu Krakatau yang merajai khazanah musik tanah air. Sekedar mengingatkan kembali, Krakatau menggebrak blantika musik Indonesia di pertengahan tahun 1987. Album pertama KRAKATAU, menghasilkan hits radio seperti Gemilang, Imaji, Dirimu Kasih. Trie Utami sebagai vokalis melejit menjadi penyanyi wanita yang mendapat banyak pujian kala itu.

Album kedua bertitel The Second Album, dirilis tahun 1988. Lagu La Samba Primadona, menjadi lagu andalan yang ngehits di acara Selekta Pop TVRI. Mengiringi hits di album tersebut ada Cita Pasti, Sayap-sayap Beku. Di tahun 1990, Krakatau mengeluarkan mini album berisi 4 lagu, dengan hits single Kau Datang, Feels Like Forever, Rasa dan Treasure. Sempat vakum karena kesibukan masing-masing, akhirnya Karakatau kembali bergabung dan mengeluarkan album di tahun 1995. Album Kembali Satu menunjukan bahwa Krakatau masih bisa eksis. Selain hits kembali satu, ada lagu Perjalanan dan Seraut Wajah yang menjadi radio hits.

Walaupun akhirnya Krakatau harus bongkar pasang personel setelah album Kembali Satu. Tanpa Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan, Krakatau masih survive mengeluarkan album Sekitar Kita dan Album Mistical Myst. Krakatau juga mengeluarkan beberapa album eksperimen beraliran jazz dalam kemasan world music, juga. Setelah itu, Krakatau menghilang tidak terdengar kabarnya, dan setiap personil sibuk dengan kegiatan sendiri-sendiri.

Awal tahun 2014, Krakatau hadir di acara Java Jazz, dengan formasi lengkap. Bak reunion yang ditunggu pecinta musik jazz 90an, pertunjukan Krakatau di Java Jazz menuai sukses. Yang akan datang, 7 Mei 2016, Krakatau kembali menggelar konser reunion, di Bandung. Konser ini akan menjadi sebuah konser nostagia, dimana Krakatau menyajikan kembali lagu2 hitsnya dalam arransemen yang hampir sama seperti 20 tahun lalu. Bagi Anda yang ingin merasakan rendevouz, silahkan datang ke konser : Exclusive Concert KRAKATAU Reunion  Tiket dapat dibeli di tempat2 yang tertera di poster.

Kau datang, demi kebahagianku yang kucari…..oh….

Ada Idealisme dan Pendewasaan Jati Diri di Album Handmade, Raisa!

image

Yap, Raisa baru saja melaunching album terbaru. Ini adalah albumnya yang ketiga, tersemat judul HANDMADE. Sebuah album pendewasaan karir bermusik dari penyanyi berwajah cantik nan mempesona ini. Memiliki kelebihan vokal dengan timbre yang ’empuk’ rentang vokal yang luas, pastinya memperkaya album Handmade menjadi sedikit berbeda. Mempersembahkan 11 lagu dengan harmonisasi beragam dipersembahkan Raisa untuk YourRaisa-sebutan untuk fans Raisa- yang sabar menantikan album ini dalam kurun waktu 3 tahun.

Mendapati 11 komposisi lagu yang ada di album HANDMADE album ini masih berada di zona musik yang sama, yaitu jenis pop. Album ini dijual ekslusif secara online di situs belanja untuk versi boxset (edisi kolektor, biasanya berisi memorabilia sang idola : CD, DVD Konser Pemeran Utama, Stiker, T-Shirt, Agenda Memo dll). Sebagai gebrakan awal dari album ini, Raisa melempar singgel Kali Kedua di akhir bulan Maret 2016. Penulis novel Supernova Dewi Dee Lestari, sengaja membuatkan lagu ini khusus untuk Raisa. Lagu Kali Kedua memiliki syair yang kuat khas Dee. Vokal Raisa tidak terlalu sulit menaklukan lagu ini, mengingat sang pencipta lagu tahu betul karakter vokal Raisa.

Sebelumnya, Raisa mengeluarkan singgel Jatuh Hati yang menjadi hits di chart radio dan di chart penjualan musik digital. Disusul singgel duet-nya bersama Afgan dalam sebuah kolaborasi harmonis dengan musik megah berjudul Percayalah. Kedua lagu tersebut melengkapi konten album Handmade. Yang menarik, Raisa merekam ulang lagu Percayalah dalam balutan akustik, dengan art petikan gitar dan saxophone. Ini tentu akan membuat sebagian penggemar mengkerutkan kening, dan memunculkan respon beragam. Lagu Percayalah versi akustik ini, menunjukan ketegasan idealisme seorang Raisa.

Album Handmade, masih menyiapkan amunisi yang lain untuk mencuri perhatian publik. Sebuah lagu berjudul Sang Rembulan, bolehlah dijadikan singgel berikutnya. Lagu Tentang Cinta, Sampai Disini dan Biarkanlah, masih dengan warna Raisa, seperti album-album sebelumnya. Menyisipkan dua lagu berbahasa Inggris, yang ada dalam album ini Letting Go dan Love You Longer cukuplah menjadikannya sebagai eksistensi.

Raisa pun mulai berani mempersembahkan sebuah komposisi lagu yang berbeda seperti Nyawa dan Harapan. Brand ambasador produk es krim premium dan situs belanja online ini mengusung idealismenya dengan sangat jelas.. Raisa berhasil menjiwai lagu ballads bertema kemanusiaan ini. Lagu ini membumi. Boleh jadi, ini merupakan satu-satunya lagu Raisa yang memiliki passion yang sangat luar biasa. Dikemas dalam musik ballads, namun membahana. Raisa, menitipkan pesan moral kepada kita akan pentingnya kelestarian dan keseimbangan alam, yang semakin tergerus keserakahan manusia.

Semoga, album HANDMADE ini sukses. Adanya perubahan, perbaikan dan ‘kenaikan kelas’ di album ini, sangat layak untuk diapresiasi.




Jadi, selama ini Raisa kemana aja ya….??

Taman Kota di Bandung : Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang

image

Sepanjang jalan Merdeka setelah BIP, taman ini membentang di sayap kiri Balaikota Kota Bandung. Anak Sungai Cikapayang yang direvitalisasi, dibendung dan diberaihkan dari hulu, hingga mengalir bersih ke hilir dan layak untuk cuci kaki, atau sekedar basah2an bermain air.

image

Sungai Cikapayang ini menjadi pedestrian kota sepanjang jalan Merdeka. Trotoar yang hiasi tanaman dan bebatuan. Ada tempat duduk berupa bangku2, dan ada pula petunjuk dan informasi sosialisasi tentang sungai. Tulisan dan himbauan sosialisasi agar kita lebih peduli pada lingkungan terutama sungai terpampang dalam bentuk plang khusus.

Berjalan terus ke selatan ke arah bawah pesdestrian ini bukan hanya trotoar cantik dengan sungai kecil. Bangku dan lampu jalan yang melengkapinya, sungguh menunjukkan kemajuan kota Bandung sangat pesat. Sungai Cikapayang yang airnya sudah tersaring bersih, mengalir dangkal ke bagian sungaiberbatu-batu yang sudah didesain sedemikian rupa. Anak-anak, biasa bermain disana dan berbasah-basah dengan riang gembira. Ada juga play ground, seperti ayunan dan perosotan, membuat taman ini menjadi makin di favoritkan oleh setiap keluarga.

image

Tak jauh dari sana, tepat di seberang SD Banjarsari, terdapat ruang terbuka yang lebih luas. Taman dengan ornamen bebatuan (mengingatkan pada film animasi Brave), bersanding dengan tanaman hijau diteduhi pohon2 besar. Salah satu pohon karet besar dwngan janggut menjuntai, menjadi favorit untuk sekedar gelayutan disana. Bahkan menurut pak Walikota Ridwan Kamil, janggut pohon karet tersebut sudah biasa digelayuti sejak masih SD, pada jam istirahat. (Pak Wali bersekolah di SD Banjarsari).

image

Seruuu, coba deh datang ke taman ini……

image

Cobain Mampir ke Tukang Soto Ini, Muraaaahh…..

Jadi ceritanya, malam ini sepulang dari Jl. Cipaganti, saya melipir (lagi) ke warung soto tenda pinggir jalan, tepatnya disamping pom bensin Ujungberung (Seberang kantor PLN /Bank Mandiri). Saya lihat antriannya : Gustiiiii, semoga makhluk yang sedang lapar ini diberi ketabahan–menunjuk diri sendiri.

Saya pesan :  1 soto babat, makan disini. Lalu menunggu. Sabaar…sabaaarrr…..hampir 10 menit menunggu, barulah semangkok soto babat panaass ngebuulll dengan sepotong telur dan sepiring nasi terhidang di meja.

Dalam sekejap, soto babat itu liciiiiinnn dari mangkoknya. Lebih paripurna karena penjual soto menyuguhkan pula 1 gelas teh tawar panas yang nikmatnya dunia akhirat. Kemudian Saya pesan 1 porsi lagi, dibungkus tanpa nasi (buat besok pagi sarapan). Saat membayar–sekarang sih sudah bisa menebak, kenapa soto ini antriannya bikin tepok jidat– saya hanya membaya 13ribu saja.

Ini penampakan soto-nya. Lumayan endooollll….. apalagi kalo lagi lapeerrr…..😆😆😆

image

Tantangan Memotret #NATURE (Tentang Alam) hari ke #6

Masih menjawab tantangan foto bertema #NATURE, kali ini memasuki hari yang ke #6. Ini adalah bukit2 di dataran Cimenyan Kab. Bandung saat perjalanan ke Bukit Moko. Udah pada tau kaaaan, bukit Moko?? Dari Cartil kesana lagi dikiiiiiit, iya sdikit! 😆. Nah, beginilah pemandangan senja menuju bukit Moko. Saran menuju ke Bukit Moko : persiapkan kendaraan dalam kondisi baik. Pastikan skill mengemudi-mu. Udah, gitu ajah! 😅 – with Risna

View on Path

Stage Bus Jazz Tour 2016, di Braga Bandung

image

Ada sebuah acara seru, yang saya panteng dan saya tunggu-tunggu di akhir bulan ini, yaitu STAGE BUS JAZZ Tour 2016. Untuk Kota Bandung, terpilih di Jl. Braga Pendek dengan penampil utama Yura Yunita dan Barry Likumahuwa. Untuk jadwal kota-kota lainnya, bisa follow akun instagramnya @MLDSpot kunjungi situs resminya disini

Acara dimulai sejak pukul 16.30, tapi saya baru bisa hadir sekitar jam 20wib, yaitu sesaat menjelang penampilan musisi muda Barry Likumahuwa. Ada Band lain yang sedang perform saat saya datang. Acara dilanjutkan dengan penampilan stand up, dari satu komika. Saya lebih memilih berkeliling, untuk melihat suasana….. ada apa saja disini…..

image

Pintu gerbang-nya saja sudah berbentuk unik, yaitu berbentuk bis, sesuai dengan tema acara : Stage Bus Jazz. Ada boot minuman, ada booth sponsor yaitu MLD dari Djarum Super, booth untuk berfoto-foto, ini juga keren karena bentuknya menyerupai bis, dan tentu saja panggung sebuah bis yang dibuat sedemikian rupa, sehingga bis tersebut berubah menjadi “istana” mungil bagi musisi pengisi acara.

Akhirnya, musisi yang saya tunggu-tunggu yaitu Barry Likumahuwa tampil diatas pentas. Membawakan sejumlah komposisi instrumental dengan musik jazz yang groovy banget. Tidak puas hanya bermain instrumental, musisi yang asik memainkan gitar ini memanggil 3 rekannya (Barry menyebutnya pesinden Lol). Mereka manambah hangat suasana dengan menyanyikan sejumlah karya, diantaranya lagu BONGKAR, lagu lama milik kelompok SWAMI (Iwan Fals dkk), dipersembahkan dalam versi jazz-groove yang asik buat goyang.

Tak sampai situ, Barry yang sangat komunikatif dengan penonton membawakan beberapa komposisi yang ada di albumnya. Diantaranya kompoisisi dari album-albumnya BLP Project yaitu Generasi Synergi dan album keduanya Innerlight. Kejutan diberikan saat Barry memanggil Yura Yunita untuk berkolaborasi dalam sebuah kompoisisi (yang judulnya saya tidak tahu), tapi ASLI, penampilan kolaborasi ini kereeennn.

Di penghujung acara, Yura Yunita tampil mempesona. Penyanyi cantik yang paling ditunggu-tunggu ini menggebrak penampilannya dengan lagu berjudul Superlunar. Melanjutkan persembahan berikutnya, berturut Yura membawakan lagu2 yang ada dalam albumnya, termasuk lagu berbahasa sunda berjudul Kataji (dalam bahasa Indonesia artinya terpikat). Lagu berbahasa sunda dalam kemasan musik jazz brodway yang selalu menarik saat dinyanyikan di panggung.
image

Menyusul penampilannya, Yura yang makin percaya diri dengan kemampuan berkomunikasinya dengan penonton. Berinteraksi dalam setiap lagu, bahkan Yura tidak segan-segan turun dari panggung bis, menghampiri penonton bagian depan dan mengajaknya bernyanyi bersama. Yura makin pandai memainkan gimik-gimik yang membuat mata penonton tidak lepas memandang penampilannya.

Yura, tidak perlu susah payah mengajak penonton bernyanyi bersama secar koor. Singgel Get A Long With You, lagu galau sejuta umat Berawal Dari Tatap disambung, lagu Cinta dan Rahasia sukses dibawakan dengan komunikatif. Ditutup dengan lagu Juwita Malam, acara Stage Bus Jazz ini sukses! Wajah pengunjung terlihat berbinar dan nampak bahagia. Yap, sebuah keberhasilan pertunjukan musik dapat dilihat selama acara berlangsung. Lancar, tanpa kendala, penonton banyak namun tertib, dan yang pasti memberi kesan kepada pengunjung.

Bravo MLD, sukses di kota-kota lainnya.

Taman Kota di Bandung : Taman Fotografi

image

Taman ini terletak di Jl. Cempaka, di sekitar Gandapura – Riau. Dinaungi pohon-pohon besar, taman ini sering dijadikan tempat berkumpul komunitas pencinta fotografi. Ada playground tempat bermain anak2, tempat duduk dan Wifi Bandung Juara. Tak heran, disini banyak orang2 baik duduk di motor atau di bangku taman untuk memanfaatkan sinyal wifi gratiiiiissss.

image