WOT BATU, Gallery Batu Karya Seniman Sunaryo

image

WOT Batu, sejatinya adalah sebuah ruang terbuka yang menampilkan karya seniman terkenal Sunaryo. Terletak di kawasan Bukit Dago Pakar, tidak jauh dari gallery Selasar Sunaryo–gallery yang sudah terlebih dahulu terkenal di kawasan yang sama. Wot Batu, berada di ketinggian kota Bandung dan dikeliling oleh pegunungan yang indah dipandang mata.

Masuk ke Wot Batu, berarti kita akan menikmati sebuah suasana karya seni yang tidak bisa didefinisikan nilainya. Maka, harga tiket masuk seharga 50ribu rupiah per orang (umum) dan 30ribu rupiah (pelajar & mahasiswa) bukanlah sebuah ukuran mahal atau murah. Akan tetapi lebih mengarah pada apresiasi karya seni tinggi sang kreator, dimana seorang seniman seperti Sunaryo merefleksikan tatanan kehidupan beserta elemen-elemen alam menjadi sebuah karya seni sangat tinggi. Ada ikatan filosofi sangat kuat setiap karyanya.

Dipandu oleh seorang perempuan cantik-yang dengan ramah akan membantu menjelaskan dengan detail setiap bentuk batu yang ada disana. Tentu saja, karena sebagai orang awam, kita tidak pernah tau makna dibalik bentuk artistik yang tersaji. Disanalah fungsinya pemandu, yang menerangkan, menjelaskan dan membawa kita ke sebuah ruang bawah tanah gelap gulita untuk menyaksikan pemutaran video awal mula terjadinya kehidupan: BIG BANG!

Video berdurasi sekitar 4 menit yang menggambarkan terjadinya Big Bang, di putar di sebuah ruangan kecil dibawah tanah, gelap gulita. Video di refleksikan pada sebuah batu bulat dengan pencahayaan artistik yang sangat minimalist. Video menceritakan bagaimana awal mula terjadinya alam semesta dengan sebuah ledakan yang luar biasa, hingga terbentuk galaksi-galaksi–salah satunya galaxy yang kita tempati yaitu Bima Sakti. Bumi, hanya sebagian keciiiilll dari galaxy kita. Sound effect-nya bikin bulu kuduk merinding. Konon, sound effek tersebut direkam dari pergerakan bebatuan di dalam perut bumi dan pergeseran saat proses pembuatan batu-batu di galery ini. Luar Biasa!!

Tentu, yang paling menakjubkan dari bentuk2 karya seni ini adalah : tumpukan bebatuan di atas tepian kolam. Penataan yang sedemikian artistik dengan latar belakang pegunungan, memiliki kesan magis mendalam. Ternyata, bentuk artistik tersebut maknanya adalah refleksi alam kematian. Akan ada suatu waktu dimana kehidupan berakhir. Kita akan memasuki alam yang baru setelah kita meninggal. Alam kematian…..

Ada banyak cerita menarik dari sang seniman. Beliau menceritakan, bahwa setiap batu yang akan digunakan memiliki energi yang berbeda di setiap perletakannya. Memiliki cerita, bahwa darimana masing-masing bebatuan tersebut berasal. Memiliki cerita, bagaimana bentuk artistik bisa tercipta begini…..bisa tercipta begitu…. dan semuanya bukan kebetulan. Ada peran Sang Pencipta yang ikut menentukan setiap tatanan……

Kunjungan ke Wot Batu berakhir disebuah tempat nyaman berdinding kaca, untuk beristirahat. Pemandu menyajikan minuman dingin (refreshment). Minuman dingin berwarna ungu dengan rasa herbal dalam gelas kecil, dinikmati sambil menyaksikan video proses pembuatan galery tersebut. Walaupun pendampingan dengan pemandu berakhir, kita masih bisa menikmati ruang terbuka untuk berfoto2 dan mengabadikan setiap bentuk artistik yang ada disana.

Oh ya pengunjung tidak diperkenankan membawa kamera propfessional atau DSLR ya, hanya kamera handphone saja.

image

Menyempatkan berfoto bersama pemilik dan sang kreator Wot Batu : Pak Sunaryo (tengah berkacamata)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s