Membuat Taman di Pekarangan Rumah Baru (BEFORE)

Kabar baik itu adalah ketika mendengar salah satu sahabat kita “punya rumah”. Kalo sudah begitu, saya jadi DEG-DEGAN atau lebih tepatnya ke-GR-an jangan-jangan saya diminta untuk bikin taman… Daaannn ternyata, benaaaarrr…… tercabik antara perasaan antusias dan bangga, saya pun men-survey dulu lokasi dan kontur tanah dan landsekap-nya. Setelah saya survey, hasilnya YESSS! Tidak terlalu sulit untuk saya buatkan taman. Lalu, saya iseng saja mengkonsep gambaran sederhana….menyamakan persepsi dan ide2. Ini penting. Mau diapakan pekarangan seluas 3 x 2,5m ini. Alhamdulillah, sahabat saya menyerahkan sepenuhnya kepada saya. Hanya saja, dia titip satu hal : pake kolam kecil, dan ada gemericik air.

image

Oke, lalu saya merencanakan dan menyampaikan gambaran kasarnya. Kolam berbentuk bulat di sudut dengan ornamen beberapa batu alam. Sudut lain akan diberi kontur lebih tinggi, sedangkan satu sudut lain akan saya beri gentong dengan tanaman ilalang hias. Setuju! Untuk mempermudah pekerjaan, sahabat saya memanggil tukang untuk pembuatan kolamnya. Asiiikk, berarti saya tinggal padu-padankan dengan rancang bangun yang ada di kepala saya. Siiiiiip!! Ini benar-benar mempermudah pekerjaan. Semuanya terasa menyenangkan….

Antusias menggebu berubah keesokan harinya. Khayalan rancang bangun yang sudah terbingkai indah langsung berubah seperti kue bolu yang bantat.. Kolam yang terbayang berbentuk bundar dengan tepian batu alam–nyatanya adalah kolam persergi panjang dengan tepian keramik. Nyaris persis seperti makam. Tinggal ditambah nisan saja, udah pas banget. Kening berkerut-kerut bagaikan papan gilesan. Si Tukang bilang, memang bentuk seperti itulah yang paling pas untuk rumah minimalis, tinggal ditambah blah blah blah….begitulah si Tukang berkilah dan menurutnya ini kereeeenn. Hmmm, oke…. saya pasrah saja… percuma mau berdebat juga, persoalannya memang konsep yang saya punya tidak terkomunkasikan pada si Tukang.

image

Well, saya sampaikan ide-ide berikutnya kepada si empunya rumah yang terkekeh melihat hasilnya. Begitulah kalo memberi pekerjaan kepada Tukang tanpa pendampingan. Lagi-lagi si empunya rumah membebaskan saya menumpahkan ide2 kreatif pada proses selanjutnya.

Besoknya, saya mulai mengumpulkan material kelengkapan. Mengangkut satu persatu sebisanya dengan sepeda motor. Bebatuan, foot stepping, gentong air, tanaman dan tektek bengek-nya saya angkut secara cicil. Idealnya memang pake kendaran roda 4, tapi yang ada cuma motor, maksimalkan saja. Setelah hampir semua material yang dibutuhkan terkumpul, saya mulai pengerjaannya.

Bersambung…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s