IWAKO Gardening, Jurnal dan Proses Kemajuan Taman Rancamanyar

image

Sebulan telah berlalu, sejak pembuatan taman di pekarangan rumah seorang kawan di Cluster Paniisan Rancamanyar. Alhamdulillah, selama 1 bulan usia taman tersebut, tumbuh baik. Rumput hijau dan tumbuh subur, rapat menutupi tanah. Tanaman tampak segar. Hanya saja tanaman teratai sedang tidak berbunga. Walaupun begitu, tanaman teratai yang saya simpan dalam baskom gerabah, tampak hijau dan segar. Penambahan patung air mancur (wanita membawa kendi air) dan patung air mancur kura2 menjadi aksen pemanis. Sebetulnya, saya hanya menyarankan satu patung saja. Tapi, pemilik rumah menghendaki patung kura2 juga. Well, tak masalah….tapi saya malah ingin menambahkan 1 bangau berukuran lebih kecil yang bentuknya berbeda sebagai penambah ornamen taman.

image

Saya masih belum punya formula, bagaimana agar tanaman Kastuba yang berdaun merah menyala itu tetap berwarna merah (dan jangan terlalu cepat berubah menjadi hijau) Atau minimal aweeet warna merahnya. Karena bila sudah lebih dari 3 bulan, bisa jadi tanaman Kastuba menjadi berwarna hijau semuanya….dan kurang cantik lagi.

image

Kepada pemilik rumah, saya mengusulkan untuk mengganti 2 buah batu ornamen. Yang ini, saya masih menggunakan batu pondasi sebagai penyeimbang warna hijau–penyeimbang kesan lembut. Idealnya, batu tersebut diganti dengan batu kali (atau batu dari pantai yang bertekstur lembut tapi sangat kuat). Biasanya batu di cat coating mengkilat agar terlihat tampak basah dan terlihat indah. Walaupun belum mendapat persetujuan dari pemilik rumah (mungkin terbentur dengan anggaran), tapi saya masih upayakan, agar seimbang dan lebih enak dipandang.

Demikian jurnal perawatan dan kemajuan taman ini. Untuk info pembuatan taman, dapat menghubungi :
IWAKO Gardening by Ridwan Spektra
Telp./WA : 0838.20100.971
Pin BBM : 765348FF (respon lebih cepat)

▪▪▪

Konser Marcell Anthology : Bukti Sebuah Eksistensi

image

Pembuktian sebuah eksistensi, kiprah dan sepak terjang seorang Marcell terangkum dalam sebuah konser berjudul Marcell Anthology. Bermuatan rangkaian spirit dan energi musikalitas yang membuncah, konser Marcell Anthology menyuguhkan sebuah pertunjukan musik yang maksimal.

image

Mempersembahkan semua koleksi hitsnya, Marcell yang tidak terasa sudah merilis 6 album, membuka pertunjukan ini dengan permainan drum. Menunjukkan keahlian bermain alat musik yang menjadi cikal bakal–awal mula Marcell berkarya di ranah musik tanah air. Lalu, sebuah lagu berjudul Denganmu dinyanyikan Marcell dengan sangat bagus. Melanjutkan aksi panggungnya, Marcell melanjutkan dengan hits Mau Dibawa Kemana dengan arransemen musik yang lebih nge groove dan rancak

Menghabiskan masa remaja, dan mengawali karir bermusik di kota kembang, bukan hal sulit bagi Marcell dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan penonton–yang diselingi dengan percakapan bahasa sunda. Walaupun, menurut penyanyi yang sekarang plontos ini, enggan terlalu banyak bicara, khawatir konsernya berubah menjadi acara talk show.

image

Marcell menggandeng band Homogenic yang tampil menyelingi konser ini. Selain Homogenic, tampil pula band beraliran pop rock bentukan Marcell bernama Konspirasi. Mengakar pada kemampuannya sebagai pemain drum, posisi Marcell disini tentu saja sebagai drummer. Secara umum kalo saya tidak salah pendengaran Band ini lebih mirip padi. Apalagi pada sebuah lagu berjudul Melawan Rotasi.

Yang menarik, justru saat Marcell berkolaborasi dengan band beraliran swing jazz, Mocca. Tampil membawakan 2 lagu, salah satunya berjudul Swing it Bob! Lagu yang aslinya dinyanyikan bersama Bob Tutupoly ini mengeksplorasi musik waltz, tarian samba, dan musik chacha. Alhasil, jadilah Arina dan Marcell menari-nari dan Marcell tampak kewalahan mengimbanginya. Kedekatan dengan Arina yang sempat memiliki hubungann keluarga/adik ipar membuat penampilan di lagu Swing it Bob benar2 menghibur.
image

Tanpa membuang waktu lebih lama, Marcell melanjutkan pertunjukan dengan melempar hits2 nya seperti Hanya Memuji, Takkan Terganti, Kini, Peri Cintaku, Semuim, Mendendam dan menutup pertunjukan kece ini — yang sebagiannya adalah ‘sing along’ dengan penonton– dengan lagu Ketika Kau Menyapa. Konser Marcell Anthology, adalah sebuah jawaban, sebuah bentuk tanggung jawab dan eksistensi seorang Marcell sebagai solois pria berkualitas, saat ini.

image

Bravo, Marcell!