Konser Marcell Anthology : Bukti Sebuah Eksistensi

image

Pembuktian sebuah eksistensi, kiprah dan sepak terjang seorang Marcell terangkum dalam sebuah konser berjudul Marcell Anthology. Bermuatan rangkaian spirit dan energi musikalitas yang membuncah, konser Marcell Anthology menyuguhkan sebuah pertunjukan musik yang maksimal.

image

Mempersembahkan semua koleksi hitsnya, Marcell yang tidak terasa sudah merilis 6 album, membuka pertunjukan ini dengan permainan drum. Menunjukkan keahlian bermain alat musik yang menjadi cikal bakal–awal mula Marcell berkarya di ranah musik tanah air. Lalu, sebuah lagu berjudul Denganmu dinyanyikan Marcell dengan sangat bagus. Melanjutkan aksi panggungnya, Marcell melanjutkan dengan hits Mau Dibawa Kemana dengan arransemen musik yang lebih nge groove dan rancak

Menghabiskan masa remaja, dan mengawali karir bermusik di kota kembang, bukan hal sulit bagi Marcell dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan penonton–yang diselingi dengan percakapan bahasa sunda. Walaupun, menurut penyanyi yang sekarang plontos ini, enggan terlalu banyak bicara, khawatir konsernya berubah menjadi acara talk show.

image

Marcell menggandeng band Homogenic yang tampil menyelingi konser ini. Selain Homogenic, tampil pula band beraliran pop rock bentukan Marcell bernama Konspirasi. Mengakar pada kemampuannya sebagai pemain drum, posisi Marcell disini tentu saja sebagai drummer. Secara umum kalo saya tidak salah pendengaran Band ini lebih mirip padi. Apalagi pada sebuah lagu berjudul Melawan Rotasi.

Yang menarik, justru saat Marcell berkolaborasi dengan band beraliran swing jazz, Mocca. Tampil membawakan 2 lagu, salah satunya berjudul Swing it Bob! Lagu yang aslinya dinyanyikan bersama Bob Tutupoly ini mengeksplorasi musik waltz, tarian samba, dan musik chacha. Alhasil, jadilah Arina dan Marcell menari-nari dan Marcell tampak kewalahan mengimbanginya. Kedekatan dengan Arina yang sempat memiliki hubungann keluarga/adik ipar membuat penampilan di lagu Swing it Bob benar2 menghibur.
image

Tanpa membuang waktu lebih lama, Marcell melanjutkan pertunjukan dengan melempar hits2 nya seperti Hanya Memuji, Takkan Terganti, Kini, Peri Cintaku, Semuim, Mendendam dan menutup pertunjukan kece ini — yang sebagiannya adalah ‘sing along’ dengan penonton– dengan lagu Ketika Kau Menyapa. Konser Marcell Anthology, adalah sebuah jawaban, sebuah bentuk tanggung jawab dan eksistensi seorang Marcell sebagai solois pria berkualitas, saat ini.

image

Bravo, Marcell!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s