Album Born To Be Singer, tampilkan karya lintas generasi

image

Target Pop, kembali merilis sebuah album kompilasi. Sebuah album lintas generasi, lintas genre musik, dipersembahkan oleh sejumlah talenta muda negeri ini. Album tersebut berjudul BORN TO BE SINGER, dilempar ke pasar musik digital iTunes dan bisa dinikmati di Spotify–portal musik streaming, awal bulan September ini.

Mempercayakan kemampuan vokalis muda seperti Barsena Bestandhi, Brianna Simorangkir, Kamasean Matthews, Fadil Jaidi dan Richard Chriss. Hadir pula lady rocker Nicky Astria, penyanyi jazz Syaharani yang menjadi sosok penguat di album ini.

Berikut, sedikit review versi saya setelah sesaat menyimak album ini secara full via portal streaming di Spotify.

image

KAU, TULANG RUSUKKU ●●● Barsena Bestandhi
Nama Barsena sempat melejit saat ajang pencarian bakat Nez Academy, Memiliki kemampuan olah vokal serta skill bermain alat musik, menjadi kelebihan pria asal Bandung ini. Timbre vokal yang mewah, menjadikan Barsena dipercaya menyanyikan lagu karya Seno. M. Hardjo & Dian P. Poetra. Andi Rianto dengan orkestra-nya melengkapi kemegahan lagu, menjadikan lagu ini semakin “berkilau”. Walau sebenarnya lagu ini agak berat, mengingatkan pada lagu-lagu festival. Tapi percayalah, lagu ini keren!

CINTA KITA ●●● Brianna Simorangkir
Tidaklah mudah membawakan lagu yang pernah berjaya dibawakan penyanyi lain. Adalah Brianna Simorangkir, wanita ayu asal Bali ini,  menyajikan lagu yang hits oleh penyanyi berkarakter vokal kuat
: Reza Artamevia. Berbalut arransemen dari Tohpati, menjadikan lagu ini bernuansa pop balads yang benar-benar cantik.

image

PEMBENARAN CINTA ●●● Fadil Jaidi
Pendatang baru lain yang mendapat kesempatan berkontribusi di album ini adalah Fadil Jaidi. Menyanyikan lagu bertema pop manis, pemuda ganteng berwajah arab ini nampaknya berusaha memberikan yang terbaik. Sayangnya, lagu jenis ini tampak terlalu “enteng” sehingga kemampuan Fadil belum tergali dengan maksimal.




Entah, mungkin selera saya yang berbeda….tapi saya kurang “klik” dengan lagu2 seperti ini….

HANYA KAMU CINTAKU ●●● Kamasean Matthews
Melejit manakala menjadi finalis Indonesian Idol, nama Kamaesan sempat digadang-gadang akan menuai sukses sebagai solois wanita. Mahir bermain piano dan juga gitar, ternyata belum cukup untuk seorang Kamasean bisa meraih impian. Sean–begitu ia disapa–pernah meluncurkan 2 buah singgel dan 1 album rohani. Kini, wanita berusia 21 tahun yang memiliki timbre vokal unik ini mempersembahkan singgel terbaru berjudul Hanya Kamu Cintaku. Mengusung musik up beat yang kekinian, Sean terdengar lebih fresh dibandingkan 2 singgel sebelumnya. Menarik!

MEMORI ●●● Richard Chriss
Ahaa!! Lagu ini menjadi pengisi album The Great Composer James F. Sundah & Oddie Agam.

Richard Chriss pernah berkontribusi di Album Dian PP & Fariz RM in Collaboration with. Kini, Bung Seno memberi kesempatan lagi kepada Richard untuk berkontribusi di album ini. Dengan balutan Orkhestra, Richard membawakan lagu yang dulu sangat-sangat populer oleh Ruth Sahanaya. Jangan bandingan antara Uthe dan Richard, karena akan ada banyak perbedaan. Tapi, lihatlah hasilnya….menurut saya Richard berhasil mengemas lagu ini dengan sangat keren. Richard tetap bisa membawa ‘ruh’ lagu ini, mengaduk2 perasaan. Arransemen musiknya dan arransemen vokalnya rapih, saya suka. Ada sedikit nada tinggi di refrein lagu ini, ditambah dengan backing vokal sebagai pemanis, membuat lagu ini klimaks. Cucok!

Review selengkapnya bisa klik disini

image

SECOND RATE  LOVE ●●● Brianna Simorangkir
Sebuah lagu dari composer asing Berry Conrad–dari kantung album ISTANA milik Brianna Simorangkir. Wanita cantik asal pulau dewata namun berdarah Batak ini sempat bermukim lama di Australia. Brianna, sempat mendampingi band rock Superman Is Dead (SID) selama hampir 3 tahun, dengan lagu Sunset di Tanah Anarki. Sementara, lagu Second Rate Love, adalah persembahan Brianna yang melengkapi album ini. Dengan musik pop kekinian, dan video musik yang menawan, Brianna percaya diri di ranah musik tanah air. Kini, bersama Be-United nama Brianna naik daun seiring keikutsertaannya di acara The Remix, kontes musik EDM di Net TV.

MENGAPA HARUS BERJUMPA ●●● Barsena Bestandhi duet Nicky Astria
Lintas generasi terjadi di lagu ini. Sebuah karya lawas dari band legendaris D’ Lloyd, berjudul Mengapa Harus Berjumpa dibawakan oleh duet Barsena & Nicky Astria. Genre musik keduanya jelas beda. Kolaborasi pun berujung indah. Baik Barsena maupun Nicky saling “memompa” lagu ini menjadi sebuah komposisi yang”wah”. Walaupun ini lagu lawas, bukan berarti menjadi usang. Justru makin kinclong, dengan lengkingan khas sang lady rocker yang berpadu dengan vokal serak Barsena. Arransemen musik masa kini, berpadu dengan dua vokalis yang berbeda rentang penggemar…. Juara!!



Golden memories bangeeeettt…

KUJATUH CINTA ●●● Fadil Jaidi
Pernah saya review tak lama setelah singge ini dirilis. dapat di baca disini

image

SEPERTI DIKEJAR DOSA ●●● Kamasean duet Syaharani
Pernah saya tulis review-nya di pertengahan bulan April 2016. Kira2, begini tulisan saya kala itu…..

Sebuah kejutan menarik baru saja dilemparkan oleh perusahaan rekaman Target Pop. Kejutan berupa singgel terbaru yang diputar serentak pada 15 April 2016 di 250 radio di seluruh Indonesia. Sebuah komposisi puitis karya Seno Hardjo yang dilantunkan oleh dua vokalis berbeda generasi, berbeda karakter dan berbeda genre musik. Judulnya adalah Seperti Dikejar Dosa satu komposisi unik, berhasil bawakan oleh Kamasean dan Syaharani dengan harmoni nyaris sempurna. Tidak ada yang sempurna, karena sempurna hanya milik Andra & The Backbone.

Seperti Dikejar Dosa, sejatinya merupakan project ego seorang produser dan penulis lagu Seno M. Hardjo. Sebuah karya bermuatan idealisme tingkat tinggi, bersisian dengan balutan musik kekinian racikan arranjer muda Aldi Nada Permana. Bait demi bait lagu, berhasil dibawakan oleh dua penyanyi Kamasean dan Syaharani dengan penghayatan yang PAS. Benar-benar pas, tidak berlebihan tapi enak didengar. Kehadiran Syaharani dengan karakter vokal sedikit serak menambah komposisi lagu ini menjadi makin sedap. Vokal sexy-nya yang terbiasa berada di zona jazz, kali ini harus kompromi dengan vokal Kamasean dalam balutan musik pop. Lalu, keduanya berpadu, berbagi bait, membaurkan nada, dan memolesnya dengan improvisasi. Kolaborasi pun menggulir. Keduanya saling menutupi-melengkapi-memperindah lagu ini dan menjadi klimaks dari sebuah karya, yang akhirnya ingin didengarkan lagi….lagi….dan lagi
….
….
….
Kolaborasi-kolaborasi begini nih yang saya harapkan…unik kaann??

image

MY HEART ●●● Harsya Rieupassa
Ternyata, ini adalah lagu re-make. Sebelumnya dinyanyikan dengan manis oleh aktris Acha Septriasa untuk soundtrack film yang sama. Dinyanyikan ulang oleh nyong Ambon yang pernah memenangkan Golden Award di Pop Music The Asean Television Golden Melodies @ HTV Vietnam. Saya, belum pernah mendengar nama Harsya Rieupassa sebelumnya. Mungkin karena namanya yang sulit diucapkan, atau sulit ditulis–entahlah.

Tetapi jenis musik dan lagu seperti ini bukan jenis lagu yang saya suka. Ya, kembali soal selera sih…

image

SELAMANYA MILIKKU ●●● Richard Chriss
Richard Chriss hampir selalu ada di album kompilasi keluaran Target Pop. Selain ikut andil di album Dian PP & Fariz RM in Collaboration With, Richard juga mengisi konten album MOMENTUM. Lagu Selamanya Milikku adalah hasil karya pencipta lagu era 80-an, Dian Pramana Poetra. Komposisi idealis dengan iringan denting piano yang indah. Namun, tidak semua orang bisa menikmati karya seperti ini…

SEPTEMBER CERIA ●●● Maruli Tampubolon
Mencoba mendengarkan lagu ini dengan saksama, sepintas suaranya mirip Afgan. Tapi bukan! Ini adalah musisi muda, pengusaha sekaligus lawyer bernama Maruli Tampubolon. Seno M. Hardjo selaku produser tentu sudah melihat bakat luar biasa pada anak muda berdarah batak ini. Musik orkestra yang mengiringi vokal hebat Maruli di lagu September Ceria menjadikan lagu ini makin berkesan grande dan mahal. Putra dari praktisi hukum kenamaan Yuan Felix Tampubolon–sempat berkolaborasi dengan penyanyi cantik Raisa dan baru saja mengeluarkan singgel terbaru berjudul  Saat Kau Ucap Selamat Tinggal.

Review selengkapnya dapat diklik The Great Composers James F. Sundah & Oddie Agam



Sejatinya album ini merupakan sebuah album kompilasi–various artist. Tapi saya tidak mengira, kalo Mas Seno Hardjo–selaku produser eksekutif, mencomot memasukan kembali konten lagu yang sudah ada di album-album sebelumnya. Eksepktasi saya sebenarnya akan ada banyak kolaborasi yang edun. Selain duet Barsena & Nicky Astria serta Duet Kamasean dan Syaharani, saya berharap ada duet2 lain yang bisa dijadikan amunisi untuk album ini.

Walaupun begitu, saya tetap angkat jempol untuk peluang yang diberikan kepada bakat-bakat muda potensial. Semoga menjadi pembuka pintu kesempatan  untuk project yang lebih besar dengan hasil karya yang juga menakjubkan.

Semoga albumnya sukses…! Maju terus karya musik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s