Tantangan Memotret #BIRU Hari ke #3

Tantangan hari ke #3 bertema #BIRU. Lampu-lampu sorot menghiasi panggung konser KLa Project, beberapa waktu lalu di Trans Studio Bandung. Mayoritas dihadiri oleh fans dan pecinta musik dari rentang zona 90an. Seru, bernostal-gila bersama….. – with Risna

View on Path

Tantangan Memotret #BIRU hari ke #2

Tantangan hari ke #2, masih bertema #BIRU. Foto ini diambil di pesawat pada perjalanan menuju Bali. Berangkat dari Bandung pk. 5.45 wib, maka di perjalanan mendapati pemandangan yang masih endol gurindol takendol-kendol. Ini sekitar jam 6.30-an wib. Saya selalu terpesona dengan view dari udara, atau pemandangan dari ketinggian…. – with Risna

View on Path

Tantangan Memotret #BIRU Hari ke #1

Menjawab tantangan yang dilemparkan Bu Dokter Isnen, yaitu memposting karya foto bertema #BIRU selama 1 minggu berturut-turut. Postingan #1 berjudul BUNGA TELANG. Bunga pekarangan rumah merambat yang bisa dipakai sebagai pewarna makanan alami. Difoto menggunakan kamera gadget Samsung Galaxy Tab 8 inchi, dengan fungsi macro mode. – with Juan, Dwie, and Risna

View on Path

Wisata Air Terjun Maribaya Lembang

image

Maribaya, sudah lama menjadi objek wisata alam yang sangat terkenal terletak di Kecamatan Lembang. Berjarak 5 km sebelah timur Lembang dan kira-kira 15 km dari Kota Bandung. Sempat beberapa waktu di tutup dan melakukan pembenahan dan renovasi. Kini, Maribaya telah berganti penampilan. Namanya pun berubah menjadi Natural Hot Spring Resort & Waterfall.

image

image

Seperti apa perubahan Maribaya yang sekarang?? Lebih kekinian. Contoh, untuk tiket masuk, sudah menerapkan sistem digital. Tiket berbentuk seperti ATM, yang diakses di pintu masuk yang dijaga oleh petugas. Arsitektur dan landsekap-nya pun lebih cantik dan menarik. Fasilitas lainnya seperti kolam rendam air panas, amphitheater untuk pertunjukan kesenian, kafe dan resto, foodcourt, sky bridge, dll. Bandingkan dengan sebelum renovasi, cuma ada penjual makanan seadanya dengan tenda biru dan gelar tikar, dan pengamen hilir mudik menyambangi pengunjung dengan agak memaksa.  Sekarang, sdh tidak ada lagi….

image

image

Harga tiket masuk 35ribu, katanya sih bonus air mineral. Tapi saya tidak ambil air mineralnya karena kurang mendapat informasi dimana saya bisa menukarnya. Harga tiket 35rb adalah masuk ke lokasi Maribaya saja. Jika berminat berendam, terapi ikan, arena permainan, ketangkasan, mini zoo dll, dikenakan tarif berbayar lagi. Lalu, yang menjadi catatan penting adalah : di pintu masuk tertera tulisan : pemeriksaan tas (DILARANG MEMBAWA MAKANAN DAN MINUMAN DARI LUAR). Artinya, kita memang diharuskan membeli makanan dan minuman di kafe dan resto yang ada di dalam objek wisata.

image

WOT BATU, Gallery Batu Karya Seniman Sunaryo

image

WOT Batu, sejatinya adalah sebuah ruang terbuka yang menampilkan karya seniman terkenal Sunaryo. Terletak di kawasan Bukit Dago Pakar, tidak jauh dari gallery Selasar Sunaryo–gallery yang sudah terlebih dahulu terkenal di kawasan yang sama. Wot Batu, berada di ketinggian kota Bandung dan dikeliling oleh pegunungan yang indah dipandang mata.

Masuk ke Wot Batu, berarti kita akan menikmati sebuah suasana karya seni yang tidak bisa didefinisikan nilainya. Maka, harga tiket masuk seharga 50ribu rupiah per orang (umum) dan 30ribu rupiah (pelajar & mahasiswa) bukanlah sebuah ukuran mahal atau murah. Akan tetapi lebih mengarah pada apresiasi karya seni tinggi sang kreator, dimana seorang seniman seperti Sunaryo merefleksikan tatanan kehidupan beserta elemen-elemen alam menjadi sebuah karya seni sangat tinggi. Ada ikatan filosofi sangat kuat setiap karyanya.

Dipandu oleh seorang perempuan cantik-yang dengan ramah akan membantu menjelaskan dengan detail setiap bentuk batu yang ada disana. Tentu saja, karena sebagai orang awam, kita tidak pernah tau makna dibalik bentuk artistik yang tersaji. Disanalah fungsinya pemandu, yang menerangkan, menjelaskan dan membawa kita ke sebuah ruang bawah tanah gelap gulita untuk menyaksikan pemutaran video awal mula terjadinya kehidupan: BIG BANG!

Video berdurasi sekitar 4 menit yang menggambarkan terjadinya Big Bang, di putar di sebuah ruangan kecil dibawah tanah, gelap gulita. Video di refleksikan pada sebuah batu bulat dengan pencahayaan artistik yang sangat minimalist. Video menceritakan bagaimana awal mula terjadinya alam semesta dengan sebuah ledakan yang luar biasa, hingga terbentuk galaksi-galaksi–salah satunya galaxy yang kita tempati yaitu Bima Sakti. Bumi, hanya sebagian keciiiilll dari galaxy kita. Sound effect-nya bikin bulu kuduk merinding. Konon, sound effek tersebut direkam dari pergerakan bebatuan di dalam perut bumi dan pergeseran saat proses pembuatan batu-batu di galery ini. Luar Biasa!!

Tentu, yang paling menakjubkan dari bentuk2 karya seni ini adalah : tumpukan bebatuan di atas tepian kolam. Penataan yang sedemikian artistik dengan latar belakang pegunungan, memiliki kesan magis mendalam. Ternyata, bentuk artistik tersebut maknanya adalah refleksi alam kematian. Akan ada suatu waktu dimana kehidupan berakhir. Kita akan memasuki alam yang baru setelah kita meninggal. Alam kematian…..

Ada banyak cerita menarik dari sang seniman. Beliau menceritakan, bahwa setiap batu yang akan digunakan memiliki energi yang berbeda di setiap perletakannya. Memiliki cerita, bahwa darimana masing-masing bebatuan tersebut berasal. Memiliki cerita, bagaimana bentuk artistik bisa tercipta begini…..bisa tercipta begitu…. dan semuanya bukan kebetulan. Ada peran Sang Pencipta yang ikut menentukan setiap tatanan……

Kunjungan ke Wot Batu berakhir disebuah tempat nyaman berdinding kaca, untuk beristirahat. Pemandu menyajikan minuman dingin (refreshment). Minuman dingin berwarna ungu dengan rasa herbal dalam gelas kecil, dinikmati sambil menyaksikan video proses pembuatan galery tersebut. Walaupun pendampingan dengan pemandu berakhir, kita masih bisa menikmati ruang terbuka untuk berfoto2 dan mengabadikan setiap bentuk artistik yang ada disana.

Oh ya pengunjung tidak diperkenankan membawa kamera propfessional atau DSLR ya, hanya kamera handphone saja.

image

Menyempatkan berfoto bersama pemilik dan sang kreator Wot Batu : Pak Sunaryo (tengah berkacamata)

Project Gardening, yang pertama di Pesona Regency

image

Ini adalah project pertama saya di bidang gardening. Menata dan membuat taman di pekarangan rumah di kawasan kluster Pesona Regency–di kawasan Bandung timur.

Sebelumnya, saya sempat survey terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan untuk mengambil langkah termudah, hal apa yang bisa saya lakukan. Ide apa yang bisa saya terapkan, dan dicocokan dengan keinginan pemilik rumah.

Alhamdulillah, pemilik rumah menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk berkreasi sebebasnya. Dengan konsep “taman minimalis”, seperti yang diharapkan Ibu Tuti–pemilik rumah, jadilah taman seperti tampak di atas.

Di minggu kedua dan bulan pertama, saya masih memantau taman tersebut. Saya berikan maintenance dan memastikan bahwa tanaman tumbuh dengan semestinya. Rumput2 dan tanaman yang jabrik sempat dirapikan. Ini merupakan bagian dari service yang saya berikan.

Hasil Foto2 dari Atas Bandros

Kalo orang lain pengen selfie saat naik Bis Bandros, maka saya berbeda. Saya ingin memotret apa yang saya lihat, apa yang saya jumpai, apa yang kita lewati saat melintas dengan bis tingkat 2 berwarna merah tersebut. Hasilnya bagus atau tidak, tak masalah…dibilang objek fotonya terlalu umum, juga tak menjadi soal. Memotret dari ketinggian saat Bis Bandros sedang berjalan, adalah sesuatu yang menarik.

Yang belum tahu rute Bis Bandros, melewati jalan mana saja, silahkan ikuti foto2 berikut ya. Start dari Taman Cibeunying, Bis bergerak mengarah ke jalan Citarum, dan berikut ini beberapa ratus meter sebelum berbelok ke Jl. Diponegoro.

image

Saat melintas Jl. Diponegoro, depan RRI Bandung, jalanan masih lengang dan sepi… ada kabel rendah membantang, yang membuat kami harus merunduk.

image

Di Jalan Diponegoro, objek foto yang wajib dibidik adalah Gedong Sate. Nah, melintas beberapa detik di depan Gedung yang menjadi ikon kota Bandung, bisakah mendapatkan momen?? 😆

image

Jawabannya adalah BISA!!

Dari Gedong Sate, bis meluncur ke Jalan Dago. Tidak ada yang spesifik sepanjang Dukomsel sampai dengan BIP, hanya saja jalan yang biasanya padat dengan kendaraan, sabtu pagi teras lengang. Itulah salah satu alasan saya memilih naik Bandros hari sabtu pagi : bebas macet!

image

Selepas Jl. Dago, disambung Jalan Merdeka. Ada gedung baru, menjulang di depan BIP. Sebuah kondotel : kondominium-hotel,  baru nan cantik. Berbanding terbalik dengan gedung jadul di sebelahnya yakni Panti Karya.

image

Masih di Jl. Merdeka kita akan melewati Balai Kota. Yang terbaru di Jalan Merdeka adalah Taman Vanda. Taman ini baru saja selesai dikerjakan untuk menghiasi acara KAA. Walaupun tidak terkejar waktunya (saat KAA, taman ini belum rampung 100%).

image

Sayang, saat melintas taman ini, air mancur-nya lagi gak jalan. Untungnya, taman dengan latar gedung BI ini masih fotogenic, sehingga tetap terlihat ‘geulis’ hehehe…

image

Ini adalah Gereja Katderal yang legendaris. Bangunan vintage ini tetap indah dan anggun. Sayang, saya tidak mendapat gambar yang lebih baik dari atas bandros. Kecepatan bis melintas, tidak bisa berbanding dengan ketepatan, dari mana saya harus memotret gereja cantik tersebut….

image

Masih di Jl. Merdeka, ini adalah hotel Panghegar, tepat disamping rel kereta Api.

Kemudian, Bandros mengarah ke Lembong, lalu ke kanan yaitu Lengkong. Dan yang menarik buat saya adalah Hotel Preanger. Walaupun hotel ini terlihat megah dan modern, tapi tidak ‘menganggu’ bangunan aslinya yang dibiarkan retro dan menjadi salah satu heritage kota Bandung.

image

Nah, dari dari sini, Bis Bandros berbelok ke kanan, yaitu jalan Asia Afrika. Bersyukur, karena dipersimpangan lain sedang lampu merah, maka saat Bis Bandros melintas, jalan Asia Afrika tampak lengang dan indah.

image

Jalan ini masih cantik paska perayaan KAA. Pot bunga yang berjejer rapi di sepanjang jalan, bola batu yang bertuliskan nama2 negara peserta KAA, kursi besi berwarna tembaga semakin menguatkan retrospective jalan ini. Sedaaapppp…

image

Melewati hotel Homan….

image

Masih ada sisa-sisa nuansa KAA

image

Mencoba membidik gedung Huis Van de Vries…

Terus semakin ke barat, maka memotret pun menjadi semakin bergairah, tercabik antara ingin mengambil dengan angel yang beda tetapi Bis Bandros terlampau melaju dengan cepat walaupun sebenarnya gak cepat2 amat sih, tapi tetap aja serasa gak keburu, fiuuhh.

image

Sempat menjadi pusat perhatian saat melewati segerombolan anak TK yang sedang mengunjungi museum KAA di Gedung Merdeka lalu kami pun dadah dadah dari Bandros….😂

image

Melewati 2 Menara “Two Towers” yang menjadi ikon alun-alun Bandung….

Dan masih sempat memotret gedung SWARHA yang cukup legend…

image

Dari sini, bis belok ke kanan, Jl. Banceuy. Saya sudah tidak memperhatikan penjelasan tour guide, *disebelah kanan kita adalah penjara Presiden Soekarno blah..blah…blah….*

Masuk ke jalan Braga, saya benar2 tidak sempat memotret Gedung Bank BJB, karena tepat di belokan tersebut ada kabel semerawut yang sangat-sangat rendah, sehingga kami semua harus kembali merunduuuukkkk….

image

Yang istimewa di Jl. Braga adalah sepanjang jalan tersebut tidak ada kabel listrik yang membentang. Kami, dipersilahkan untuk selfie sukaesih, karena di jalan ini Bus Bandros melelaju dengan sangat pelan….

image

Coba perhatikan, jalan yang sarat dengan nostalgia orang2 Belanda, dengan bangunan yang serba retro, vintage semakin sempurna dengan tidak adanya kabel yang membentang…. suka deh…

image

Memandang langit Braga…

Dari Braga, Bis Bandros berbelok ke kanan, yaitu jalan Lembong (lagi). Nah disini saya sudah wanti-wanti, akan membidik taman di pertigaan Jl. Veteran, yaitu taman yang ada patung Adjat Sudradjat, pemain Persib yang sohor tahun 80-an. Oke, saya pun bersiap….

image

Tadaaaa….hehehe obsesi yang terlaksana…

Oke, Bis Bandros melaju ke Jl. Veteran, lalu ke jalan Sunda dan sekitarnya. Sebetulnya saya sempat memotret rumah tempo doeloe di sekitar Gor Saparua Bandung. Rumah tersebut disebut terkenal dengan sebutan Rumah Kentang, yang mana jika kita melewati rumah tersebut dan mendapati bau kentang, maka konon sedang ada penampakan. Sayangnya, pada saat memotret rumah tersebut hasilnya “blur”. 😕

Memasuki jalan, Riau dan Bis Bandros jelang kembali ke Taman Cibeunying. Sebelum tiba di Taman Cibeunying, seluruh awak dan penumpang Bis Bandros diajak menyanyikan lagu Halo-halo Bandung, yang disambut dengan antusias.

Demikian reportase (dan pamer foto)-yang berkepanjangan. Beneran, ini reportasenya kepanjangan…. sori ya temanz, semoga niat saya “ngabibita” naik Bandros, berkeliling Bandung di akhir pekan ini benar-benar menjadi pelatuk, sehingga kalian benar2 pengen keliling seperti saya….. *harapan yang rada maksa* 😆

Mengisi Akhir Pekan #3 : Taman Super Hero, Taman Favorit di Bandung!

Kenapa saya sebut sebagai taman favorit?? Sepanjang hari senin sampai dengan hari sabtu, Taman Super Hero ini selalu penuh. Ramai. Hari Minggu, lebih ramai lagi. Penuuuhh bahkan untuk mendapatkan parkir motor saja susah.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil berhasil membuat taman tematik yang sukses menjadi identitas kota Bandung. Dari sekian banyak taman kota ada, tercatat seperti Taman Kandaga Puspa, Pet Park, Cibeunying Park, Taman Lansia, Taman Film, Taman Jomblo, Taman Fotografi, Taman Musik, Taman Fitnes, dan masih banyak lagi. Sebagian taman-taman itu ramai saat tertentu atau manakala saat baru peresmian, ada even atau saat akhir pekan. Tapi, berbeda dengan Taman Super Hero (dan Taman Alun2 Kota Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya). Sejak diresmikan beberapa waktu lalu, taman ini selalu penuh dikunjungi warga yang ingin menikmati kesejukan kota sambil mengasuh anak2nya.
image

Apa yang membuat Taman Superhero ini menarik masyarkat?? Yap, sesuai namanya SUPER HERO, maka di taman ini ada patung2 super hero terkenal seperti Superman, Batman, Spiderman, Flash, bahkan Robot Gatot Kaca! Dan seperti taman-taman khususnya untuk anak-anak, di taman ini ada ayunan, prosotan dan permainan khas untuk anak-anak. Kalo dulu, warga harus ke taman bermain untuk bisa main ayunan dan prosotan, dikenakan tarif tiket. Nah, di Taman Super Hero, Pak Walikota memberikan semuanya untuk warga Bandung, gratiiiisss.

image

Dibandingkan dengan tokoh Superman, Batman atau The Flash, Spiderman, merupakan tokoh paling favorit anak. Hampir setiap anak, pasti berfoto dengan tokoh manusia laba-laba tersebut.

image

Bahkan, tempat ini menjadi kreaifitas yang menghasilkan uang. Ada seorang yang berkostum robot dan kostum Spiderman. Saya jadi kepikiran untuk mengisi hari libur dengan berkostum super hero lain, dan ikut mendulang rejeki disana…kira2 tokoh super hero apa yaaa…..wkwkwkw

image

Hahahaha, baik Spriderman maupun si robot memberikan 3 gaya pose potret. Kalo si Robot Hijau, memberikan foto yang naratif. Diawali dengan persahabatan, lalu pertarungan, dan diakhiri dengan kekalahan sang Robot. Sedangkan Spiderman memilih memberikan pose-pose khas Spiderman. Dan untuk berpose dengan orang berkostum tersebut, tarifnya adalah kencleng se-ikhlasnya.

image

image

Berbeda dengan anak-anak perempuan. Mereka lebih suka main ayunan dan prosotan. Ayunan disini cukup banyak. Begitupun tempat duduk yang disediakan di taman ini, cukup banyak. Saya mendapati beberapa orang tua, yang tampak botram, membuka bekal dan timbel-nya ditaman ini. Duh jadi kabita untuk botram juga…
image

Tapi, seperti biasa. Untuk urusan kebersihan, warga kita memang belum bisa disamakan dengan negara lain. Negera kita lebih primitif kalo masalah kebersihan. Saya mendapati sampah berserakan. Kebiasaan buruk yang susah diubah. Bahkan, hanya untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pun masih tidak bisa. Bagaimana jika tidak disediakan tempat sampah…
image

Tuh kan, hanya tinggal membuka tutup tempat sampah saja, dan memasukan sampah bekas sendiri ke dalamnya, warga kita masih tidak mau. Tidak disiplin. Itu sebabnya, untuk urusan “penampilan wajah kota” negara kita tidak akan bisa bersaing, baik dengan negara tetangga seperti Malaysia maupun negara lain yang lebih maju.

Lalu, saya pun meninggalkan taman ini….dan melanjutkan piknik ini ke Taman Alun2 Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya….

*Meluncur ke Alun-alun Kota Bandung*

Keindahan Senja

Ada banyak orang, yang beruntung bisa menyaksikan keindahan langit senja. Sebagian mungkin tidak peduli. Sebagian lain, mungkin mengabadikannya. Ada juga yang sengaja menunggu senja baik di pantai maupun di pegunungan. Trus, kalo yang mengejar senja?? Ada! Saya dan rombongan termasuk yang pernah mengejar senja, khawatir sunset yang hanya beberapa menit itu terlewatkan.

Berikut ini, pengalaman saya menyaksikan keindahan langit senja yang sempat saya capture.
image

Ini adalah senja di langit borneo. Beberapa saat sebelum mendarat di Kalimantan, saya mendapat suguhan sebuah pemandangan luar biasa indah. Sunset dari angkasa dengan pemandangan yang amat sangat luas, tanpa batas…
image

Saya berada di Masjid Unisba, mau sholat maghrib. Pada saat saya mengcapture gambar ini, saya takjub dengan permukaan awan seperti kabut yang berwarna merah, sementar nun jauh di sebelah barat, langit tanpa awan berwarna keperakan. Shiluet hotel Novotel terlihat jelas dari arah Jl. Tamansari.

image

Kalo yang ini, saya berada di ketinggian kawasan Dago, tepatnya di Bukit Dago Pakar. Saya berada di parkiran sebuah kafe yang tidak terhalang pembatas, sehingga pemandangan ke arah matahari tenggelam bisa di capture dengan leluasa.

image

Ini di sebuah tempat, yang beken di tahun 2014 kemarin. Yap, ini di Dulang! Saya mendapat pemandangan misty berkabut sesaat setelah hujan gerimis. Awan bergumpal bagian tengah tampak seperti celah terbuka dan berwarna keperakan terpantul semburat sisa2 sinar matahari yang akan tenggelam. Beruntung, menjelang sunset, langit kembali clear, beniiing.

image

Pelangi indah ini saya dapatkan menjelang tahun baru 2015 di Jl. Jakarta Antapani, arah Arcamanik. Jadi, saat itu saya baru pulang dari Kircon dan sempat berteduh karena hujan. Saya selalu senang melihat pelangi, apalgi kalo warnanya tebal-tidak bias atau pucat. Pelangi yang saya lihat ini melengkung setengah lingkaran, seakan membelah langit. Kereen!

Arief Riefra Pelukis Sketsa, Ciamikkk!!

Banyak pelukis sketsa wajah di belahan bumi nusantara. Pelukis sketsa wajah, biasanya mahir memainkan pensil dijemarinya. Lewat arsirannya yang luar biasa terciptalah lukisan yang akurasinya sangat mirip dengan foto aslinya, sangat hidup. Seringkali, kita dibuat kagum dengan lukisan sketsa. Sebagai orang yang awam terhadap seni lukis, saya lebih bisa menikmati seni sketsa ini, dibandingkan seni lukis lain yang bersifat abstrak.

image

Salah seorang seniman pelukis sketsa yang saya kenal adalah Arief Riefra. Sahabat saya ini, sudah sering melukis sketsa wajah selebritis, baik selebritis Indonesia maupun seleberitis dunia. Beberapa karyanya masih terpampang di website resmi Mariah Carey (bagian fans art). Tak jarang, lukisan karya Riefra-begitu biasa saya memanggilnya-mendapat pujian dari tokoh selebritas yang dilukisnya. Tak kurang aktor seperti Chaning Tatum, penyanyi Anggun, Titi Dj dan novelis Dewi ‘Dee’ Lestari memuji kemampuan sketsa Riefra. Lukisan sketsa wajah karya Riefra, dapat dilihat di website devianart, klik disini

image
Beberapa testimonial dari selebritis yang dilukisnya 🙂

image

image
image

Berawal dari menonton film Titanic, dimana ada satu adegan pelukis Jack Dawson yang diperankan Leonardo Dicaprio melukis kekasihnya, Rosse yang diperankan Kate Winslet. Riefra, memperhatikan bagaimana teknik melukis sketsa yang dilakukan Jack di film tersbut. Film Titanic benar-benar telah menginspirasi. Beberapa kali mencoba melukis sketsa dirumah, akhirnya pria kelahiran 5 Oktober ini berhasil membuat sketsa yang pertama, yaitu lukisan sketsa wajah Kate Winslet yang menginspirasinya untuk melukis sketsa. Ssstttt…saya berhasil membujuk Riefra untuk memperlihatkan karya pertamanya, ini dia tadaaaaa…..
image

Baguuus, untuk standar melukis perdana. Mungkin bakatlah yang lebih kuat, karena kalo hanya mengandalkan nonton Titanic saja, saya kira hasil sketsa-nya pasti plintat plintut, hehehe. Walaupun, menurut pengakuan Riefra-di sketsa perdana ini, Kate Winslet bagaikan pake bedak dari arang (atau dalam bahasa sunda mah mehooong) alias ada gemblok-gemblok hitam diwajahnya. Hahaha…. Tapi seiring berjalannya waktu, seiring latihan dan jam terbang…maka hasil karya Riefra untuk lukisan sketsa Kate Winslet menjadi lebih hidup dan sangat smooth…seperti ini misalnya…

image
Lukisan Kate Winslet tahun 2010 karya, Arief Riefra

image

Iseng dan uji coba melukis sketsa wajah dilakukan pada selebritis favoritnya, atau selebritis yang dirasa memiliki karakter cukup kuat untuk dijadikan media sketsa. Mariah Carey, Anggun, Angelina Jolie, Chaning Tatum, Rio Ferdinand, Dian Sastro, Titi Dj, Dewi Sandra dan sederet selebritis lain, berhasil dilukis dengan tingkat kemiripan yang luar biasa. Kadang untuk menambah ‘kekuatan’ saat melukis sketsa penyanyi tertentu, Riefra sengaja memutar lagu2 dari artis yang dilukisnya. Misal saat melukis almarahumah Nike Ardilla, maka lagu2 Nike mengalun saat proses melukis, dan hasilnya bisa menjadi lebih bagus.

image

Saya pun pernah dilukis oleh, Riefra, silahkan dinilai…apakah lukisan ini mirip saya??
image

Dibawah ini adalah lukisan sketsa favorit Riefra. Lukisan Monica Belluci ini terjual di helatan 5 tahunan PASAR SENI ITB, tahun 2010 silam. Riefra berharap, pembelinya menyimpan dan merawat lukisan ini. Membeli karena memang menyukai seni lukis, dan menghargai karya karena memang pantas dihargai. Bukan sekedar karena mampu membeli kenang Riefra, pada suatu kesempatan.

image

Tertarik untuk membuat lukisan sketsa orang yang terkasih, sahabat atau keluarga sebagai hadiah atau kado?? Silahkan kirim email ke riefra2@yahoo.com atau kirim DM via saya, nanti saya kasih nomor kontaknya. Tinggal siapkan saja foto yang ingin dilukis sketsa wajahnya, sebisa mungkin foto dengan resolusi kualitas baik, agar hasilnya bisa lebih bagus dan detail. Jangan takut soal harga, karena Riefra bukan tipe yang asas manfaat atau aji mumpung. Tapi, harus sabar juga, jika mood melukisnya belum muncul, karena memang tidak bisa dipaksakan. Kembali ke soal harga dilukis sketsa sama Riefra, nanti saya bisikin deehh….

image

Bila tertarik mengapresiasi seni lukis sketsa, bergabunglah dengan Riefra’s Art di Facebook dengan like FansPage untuk mendapatkan update terbaru seputar lukisan sketsanya. Boleh juga follow dan mention ke @AriefRiefra untuk pertanyaan dan diskusi (walaupun beberapa bulan terakhir, Riefra tampak kurang aktif berkicau di twitter).

Selamat ulang tahun, ya Riefra…semoga dari pensil2 ditanganmu, selalu muncul karya-karya seni sketsa terbaik…. teruslah berkarya…!!

Foto2 diambil dari DevianArt dan Facebook Fans Page Riefra’s Art