Info Kuliner di Bandung : Resto Ayam Oma Mien, Makan Enak Harga Pas!

image

Kabar gembira bagi Anda pecinta kuliner berbahan dasar ayam. Baru saja dibuka, sebuah restoran di kawasan Cipaganti, tepatnya di Jl. Boscha No. 45 (Belakang Pom Bensin Cipaganti). Nama resto ini AYAM OMA MIEN. Restoran yang menyajikan berbagai menu ISTIMEWA dengan berbagai resep dan bumbu rahasia yang diwariskan secara turun temurun sehingga menghasilkan berbagai racikan menu ayam yang lezat dengan harga terjangkau. Menyediakan menu western seperti Chicken Steak, Chicken Roll Fungi & Cordon Bleu. Ada pula menu asia, seperti : Chicken ala Thai, Chicken Katsu/Tepaniyaki. Makanan tradisional Indonesia seperti Nasi Tutug Oncom, Nasi Timbel Komplit, Ayam Penyet, Ayam Betutu dan aneka nasi macam goreng mulai 18ribuan.

image

Ada banyak menu andalan, yang bisa Anda coba di resto Ayam Oma Mien. Diantaranya adalah Ayam Oma Mien Saus Holland. Tersedia porsi 1 ekor dan 1/2 ekor. Menu andalan ayam panggang yang diolah sedemikian rupa, lalu dipanggang dengan oven. Pendampingnya adalah mashed potatoes yang rasanya lembut, pulen dengan racikan bumbu yang menggoda. Disajikan dengan saus apel diatasnya, menjadikan Ayam Oma Mien Saus Holland ini luar biasa. Sensasi gurih lezat dari ayam panggang empuk berpadu dengan kentang tumbuk berbumbu, namun ada sensasi manis dari saus apelnya. Wuuiiiihh, penasaran kaaaannn??

image

Menawarkan berbagai macam menu ayam, maka resto di Ayam Oma Mien juga menyediakan sayap dan ceker dalam berbagai olahan. Jangjang Kukuyuk merupakan andalan. Menu sayap ayam diolah crispy atau roast dengan bumbu pilihan original, seblak atau honey blackpepper. Jangjang Kukuyuk Bumbu Seblak merupakan salah satu menu lezat yang layak dijadikan pilihan. Dengan bumbu rempah lekoh nan pedas, menu ini sangat pas dimakan dengan nasi panas, dicocol-cocol gituuuuhh. Jangjang Kukuyuk ini dibandrol dengan harga 18rb per porsi isi 4pcs.

image

Resto Ayam Oma Mien juga menawarkan kudapan untuk menemani waktu sore Anda. Anda bisa memesan Poki-poki sebagai hidangan pembuka atau cemal cemil. Poki-poki seperti bola-bola daging ayam, digoreng dengan tepung panir, dan diatasnya ditaburi tumisan cabai rawit dan bawang bombay. Ini pas banget untuk yang suka pedas. Selain Poki-poki, tersedia juga Risoles Ayam, Chicken Bitterballen, Ceker Ayam Kukuyuk dll Cemal cemil nan lezat ini di banderol mulai 15ribuan per porsinya.

image

Untuk Anda penggemar nasi goreng, jangan khawatir, karena Resto Ayam Oma Mien juga menyediakan berbagai varian nasi goreng. Ada Nasi Goreng Kebuli, Nasi Goreng Thailand, Nasi Goreng Rempah, Nasi Goreng Mattah, Nasi Goreng Betutu dan Nasi Goreng Ayam. Tinggal pilih saja sesuai selera Anda. Nasi Goreng ini dibanderol mulai 18ribu sampai 20ribu saja.

image

Oh ya, saat ini Resto Ayam Oma Mien mengadakan promo selama bulan Mei.. GRATIS 1000 porsi Roasted Jangjang Ayam Original isi 4 pcs. Syaratnya Anda follow akun Instagram @AyamOmaMien. Lalu, Anda posting makanan atau foto selfie Anda di Resto Ayam Oma Mien. Jangan lupa tandai/tag ke akun Resto Ayam Oma Mien dan 5 orang teman Anda dengan caption menarik. Tunjukan pada petugas resto, dan dapatkan 1 porsi Roasted Jangjang Ayam Original isi 4 pcs, gratiiiisss.

Wisata Air Terjun Maribaya Lembang

image

Maribaya, sudah lama menjadi objek wisata alam yang sangat terkenal terletak di Kecamatan Lembang. Berjarak 5 km sebelah timur Lembang dan kira-kira 15 km dari Kota Bandung. Sempat beberapa waktu di tutup dan melakukan pembenahan dan renovasi. Kini, Maribaya telah berganti penampilan. Namanya pun berubah menjadi Natural Hot Spring Resort & Waterfall.

image

image

Seperti apa perubahan Maribaya yang sekarang?? Lebih kekinian. Contoh, untuk tiket masuk, sudah menerapkan sistem digital. Tiket berbentuk seperti ATM, yang diakses di pintu masuk yang dijaga oleh petugas. Arsitektur dan landsekap-nya pun lebih cantik dan menarik. Fasilitas lainnya seperti kolam rendam air panas, amphitheater untuk pertunjukan kesenian, kafe dan resto, foodcourt, sky bridge, dll. Bandingkan dengan sebelum renovasi, cuma ada penjual makanan seadanya dengan tenda biru dan gelar tikar, dan pengamen hilir mudik menyambangi pengunjung dengan agak memaksa.  Sekarang, sdh tidak ada lagi….

image

image

Harga tiket masuk 35ribu, katanya sih bonus air mineral. Tapi saya tidak ambil air mineralnya karena kurang mendapat informasi dimana saya bisa menukarnya. Harga tiket 35rb adalah masuk ke lokasi Maribaya saja. Jika berminat berendam, terapi ikan, arena permainan, ketangkasan, mini zoo dll, dikenakan tarif berbayar lagi. Lalu, yang menjadi catatan penting adalah : di pintu masuk tertera tulisan : pemeriksaan tas (DILARANG MEMBAWA MAKANAN DAN MINUMAN DARI LUAR). Artinya, kita memang diharuskan membeli makanan dan minuman di kafe dan resto yang ada di dalam objek wisata.

image

Sulitnya Mencari Pekerjaan

Iya, sulit sekali yaaaa……terutama bagi saya yang tidak memiliki pendidikan formal, tidak memiliki keahlian khusus, tidak memiliki modal untuk wirausaha, dan selalu di jegal dengan umur. Jadi, kalo cari pekerjaan formal, usia menjadi kendala….

Disaat orang lain bergegas berkompetisi dengan MEA, saya malah terdepak dari perusahaan tempat saya bekerja, duh…. Lalu, apa yang bisa saya lakukan?? Berdiam diri dan meratapi nasib juga bukan solusi. Selepas diberhentikan dari sebuah perusahaan outsourcing security, saya harus berfikir jernih. Membenci perusahaan dan menyesali–itu juga tidak menghasilkan apapun, selain menimbun kedengkian…. Bagaimana saya bisa lolos dari jerat kehidupan yang semakin sulit ini dan bisa menyelesaikan kewajiban2 setiap bulannya?

Awalnya, terpikirlah untuk membuat usaha jasa. Sebuah jasa menata dan membuat taman. Kenapa pilihannya menata taman?? Karena pada saat itu, saya sedang getol2nya menata dan mempercantik pekarangan rumah. Berbekal pengalaman tersebut, dan berbekal foto2 pekarangan rumah sendiri, saya pun berharap ada yang tertarik untuk dibuatkan taman atau dipercantik pekarangannya. Dengan gencar, saya pun mulai promosi di berbagai media. Menjalani selama 1 bulan, ternyata….ini bukanlah usaha yang cocok buat saya. Saya tidak mahir mencangkul, saya juga tidak ahli menembok manakala ada bagian2 yang harus di tembok dengan adukan semen dan bata. Tenaga saya juga terkuras habis, dan saya nyaris kecapaian saat melaksanakan pekerjaan ini.

image

Saya pun banting stir. Dulu, saya pernah bergerak bidang ojeg online atau kurir online, dengan nama IWAKO. Jaaauuuhh, sebelum ada Gojek atau GrabOjek atau OKJek atau apalah apalah itu namanya. Dulu, usaha ini sempat terhenti karena tertarik bekerja di perusahaan orang lain. Ah, ternyata berjuang di bidang ini pun tidak mudah. IWAKO harus bersaing dengan perusahaan raksasa seperti GOJEK. Masih untung, ada beberapa teman yang setia menggunakan jasa IWAKO, ada yang abodemen membayar rutin per bulan (antar ke kantor setiap pagi), ada juga yang sesekali atau saat membutuhkan saja.

image

Pada perjalanannya, saya sebagai IWAKO menawarkan jasa untuk keliling kota Bandung, baik menggunakan roda 2 ataupun dengan roda 4 (mobil). Lebih mirip menjadi seorang pemandu wisata. Pernah mendapatkan tamu dari luar kota, dan saya sebagai pemandu wisata berkeliling Bandung Utara, Bandung Selatan, sampe belanja2 di Pasar Baru. Menyenangkan, tapi hal itu cuma terjadi saat musim liburan saja. Diluar itu, sepiiii…..

Duuuh, sulit sekali ya….bahkan untuk bertahan hidup sekalipun. Saya bertahan menjalankan IWAKO, sesekali menjadi pemandu wisata. Doakan ya teman2, semoga usaha ini dipermudah…dan lancaaarr. Untuk sementara, hanya ini yang bisa saya lakukan….

Taman Bunga Begonia, Lembang

Sebetulnya, saya agak enggan memposting kunjungan saya ke Taman Begonia Lembang. Yang namanya taman bunga, identik dengan perempuan… Dan, bagaimana bisa saya “tersesat” sampai ke Taman Begonia(n) ini…..

Jadi, awalnya saya dan teman2 bermaksud menyusuri jalan Dago, melalui Jl. Dago Giri dan tujuannya saat itu adalah Saung Mang Engking, Lembang. Karena datangnya kepagian dan belum waktunya makan siang, jadi kami mencari tempat singgahan, minimal sampe jam makan siang. Dan yang terdekat dari sana adalah Taman Begonia. Jadilah, kami masuk, hanya sekedar iseng apa sih Taman Begonia ini?? Tampaknya masih baru…

Setelah parkir, kami membayar tiket di depan pintu masuk seharga 10ribu rupiah. Tiket tersebut bisa ditukarkan dengan 1 buah es potong. Lumayan. Dengan agak canggung, saya memasuki taman yang di dominasi hamparan bunga begonia berwarna merah jambu. Disediakan topi anyaman untuk mengurangi panas yang menyengat. Saya mulai menelusuri, setiap depa yang nampak di depan mata. Taman sudah ramai dengan pengunjung-yang saya pun heran-dari mana pengunjung tahu ada taman baru ini….

Taman Bunga Begonia, separti taman pada umumnya…dipenuhi bunga yang di tata dengan baik. Hanya saja, karena (mungkin) lahan ini bekas ladang petani, jadi tidak ada satupun pohon besar yang menaungi. Alhasil, datang ke taman ini sekitar jam 10an adalah waktu yang kurang tepat. Panaaaassss. Ada beberapa saung di sediakan untuk berteduh, duduk santai sambil menikmati ‘panasnya’ taman ini. Hembusan bayu, udara Lembang yang sejuk, sedikit menolong suasana. Saya menukarkan sobekan tiket masuk dengan 1 buah es potong rasa buah yang rasanya lumayan, saat terik menyengat.

Mencoba berfoto2 di taman ini. Atuh da apa aku maaahh…setiap berfoto tampak sedang merem karena cuaca terik, sehingga wajah kita terbawa meringis saat difoto. Yah, karena taman ini masih baru, cukup oke lah. Tapi, entahlah beberapa bulan ke depan saat begonia sedang tidak berbunga….karena kebiasaan taman bunga, bagusnya di awal2 doang, yang mana bunga tersebut sedang bermekaran. Manakala bunga sedang gak musim, taman menjadi kurang menarik.

Kurang lebih 1 jam saya dan teman2 berada di taman ini, selebihnya saya melipir ke sebuah kedai Tahu Sumedang, yang gencar beriklan dengan nama TAHU SUMEDANG RENYAH. Kedai ini tak jauh dari Taman Bunga Begonia, kira 100 meter arah terminal Lembang. Setelah mencoba rasa tahu yang–yah enaak, tapi tetap aja tahu–kami pun meluncur ke Kedai Mang Engking untuk bersantap siang disana.

*ini juga tersimpan di draft, dan sudah setahun lalu mengendap–lalu skrg saya posting–tentu saja sudah tidak up to date*

Hihihi, postingan yang ngambang, tanpa ending yang jelas….tanpa foto2 pula….

Kado Tahun Baru 2016, untuk warga Bandung

Yap, awal tahun 2016 yang lalu, Ridwan Kamil menghadiahkan dua ruang terbuka publik yang bisa dinikmati warga Bandung. Yang pertama adalah Teras Cikapundung, berlokasi di Babakan Siliwangi. Lalu, yang kedua adalah Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang, berlokasi Jl. Merdeka, sepanjang tepian anak sungai Cikapayang di samping Balaikota, persis!!
image

Yang pertama saya kunjungi adalah Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang. Dulu, sepanjang lereng sungai ini hanya trotoar licin biasa. Trotoar kecil yang kalo orang berpapasan harus mengalah salah satunya. Iya…trotoar kecil dengan pembatas pipa besi sebaagai penghalang antara trotoar dan sungai.
image

Sekarang, sepanjang Jl. Merdeka ini, trotoar tersebut disulap menjadi pedestrian icon kota modern. Trotoar dari batu alam yang luas, lengkap dengan kursi2 untuk duduk2 dan lampu jalan yang serasi. Dilengkapi dengan papan informasi terkait Revitalisasi Sungai Cikapayang. Anak sungai Cikapayang, menjadi proyek percontohan, dimana sungai ada proses penyaringan air sungai, sehingga air yang mengalir setelah proses penyaringan tersebut, menjadi air yang bersih. Trotoarnya menjadi luas, dengan hijau pepohonan dan bebatuan. Tentu ini menjadi tempat yang menyenangkan. Baik untuk sekedar duduk menikmati suasana pagi ataupun sore hari…Saya pun demikian, duduk santai menikmati pagi, sambil berjemur.
image

Berjalan-sore ke arah selatan, ke sebelah bawah….mengitari jalan ini sungguh menyenangkan. Bisa berjalan ber3 atau ber4 tanpa harus berdesakan, seru aja! Apalagi dengan disediakan kursi2 untuk duduk2. Aaaahhh, semakin menyempurnakan acara jalan2 sorenya. Trus, sudah selesai?? Belum, pedestrian ini menyambung terus hingga ke sebelah selatan (pas di belokan depan BI — seberang Taman Vanda.). Dibelokan ini, ada area yang lebih luas. Ornamen batu menjulang mengingatkan saya pada film animasi Brave, bedanya : batu2 menjulang disini dibuat ‘funky’ disorot lampu2 led berwarna warni.
image

Masih di sekitar taman Sungai Cikapayang, tepatnya di sebrang SD Banjarsari. Sebuah area terbuka yang asik buat ngadem. Ada sebuah pohon karet/beringin tua…dengan surai2 menjulur ke bawah. Di akun instagram Pak Walikota–Ridwan Kamil, ada postingan Pak Wali sedang gelayutan di sulur pohon. Ini menjadi seru, karena akhirnya banyak ikut2 glayutan dan berfoto disini.

Hyuuukkk, jalan2 ke Taman Kota yang ada di Bandung…..seru looh…..
image
*postingan yang terlambat karena ini adalah tulisan awal tahun baru yang tersimpan di draft dan belum sempat di posting*

Alhamdulillah, terima kasih iDEA

image

Datang ke rumah jam 9 malam, saya dikejutkan oleh sebuah kiriman yang dititipkan oleh TIKI ke tetangga depan rumah. Hmmm, tidak merasa belanja online, saya berfikir keras…bingkisan apa yang menghampiri saya kali ini. Disampulnya tertulis nama dan alamat saya dengan benar. Ada tulisan iDEA End Year Story.

Whaaaattt??

Apakah saya salah satu pemenangnya?? Lalu saya ingat, menjelang akhir tahun 2015, dibulan Desember, saya pernah submit sebuah cerita/sharing pengalaman tentang rumah serta harapan2 saya terhadap iDEA Online–portal berita yang banyak menginspirasi dengan konten seputar rumah, desain interior, eksterior.

Jadilah dengan antusias saya melacak jejak kebenarannya (karena saya tidak mendapat konfirmasi sebelumnya–atau mungkin ada konfirm tapi saya gak ngeuh). Saya mengunjungi website dan melihat2 barangkali ada pengumuman pemenang. Ternyata benar, saya termasuk sepuluh orang yang beruntung mendapatkan hadiah berupa merchandise dan voucher belanja di Ace Hardware.

Alhamdulillah, terima kasih iDEA.

Hujan deras….hati2 di perjalanan ya Bro….

image

Hujan sejak jam 3 sore, mengguyur kota Bandung. Hingga saat ini, pukul 18.30, hujan masih belum berhenti….ada kemungkinan beberapa ruas jalan terjadi genangan dan bahkan banjir. Pantauan melalui media sosial, netizen melaporkan kemacetan dimana-mana. Biasanya akibat genangan atau banjir yang membuat kendaraan melambat atau bahkan mogok.

Kepada semua pengguna jalan, baik R2 maupun R4, hati2 di perjalanan. Bila hujan terlampau deras dan genangan air cileuncang terlalu tinggi untuk dilewati, tidak ada salahnya menepi dan berteduh dulu. Jangan dipaksakan. Sekali lagi, berhati2 ya, keluarga Anda menanti di rumah.

Salam Iwako!

IWAKO, terbangun dari mati suri…

image

Jadi, sebenarnya IWAKO Bdg, sudah ada jauuuuuhh sebelum ada go*ek ataupun OKj*g, GrabOj#k, dan sebagainya. IWAKO, sudah ada di pertengahan tahun 2014, terinspirasi dari BdgTaxiBike–yang lebih dulu merintis bisnis ini. Karena ada satu dan lain hal, maka IWAKO sempat vakum, dan mati suri.

Sampai akhirnya pada awal tahun 2016, IWAKO hadir kembali. Masih dengan nomor kontak yang sama, pin BBM yang sama, armada yang sama, yaitu Shogun 125 warna biru dan rider yang sama, si eta pokokna mah….

Untuk kebutuhan transportasi kendaraan roda 4, untuk keliling Bandung bersama teman atau keluarga, IWAKO siap membantu. Tersedia Avanza ataupun Xenia dengan harga kompetitif. Untuk perjalanan lebih nyaman, tersedia pula Kijang Innova. Sedangkan untuk muatan lebih banyak, kami sediakan kendaraan HIACE yang bisa memuat hingga 12orang.

_______________________

IWAKO Bdg
Telp/WA 0838-20100971
Pin BBM : 765348FF

_______________________

Nomor kontaknya boleh banget disimpan, siapa tahu sekali waktu Anda memerlukannya.

Wisata Keliling Kota Bandung

Hyuuuk, Wisata Keliling Kota Bandung

image

● Mau ke Bandung Utara? Kita ke Dusun Bambu, lanjut Tangkuban Perahu, pulangnya sekalian ke Floating Market, dan jangan lewatkan Farm House-yang terkenal dengan rumah hobbit-nya dan melipir ke Rumah Mode (kalo mau belanja ke FO) dan makan malam di Iga Bakar Pak Jangkung di Jl. Cipaganti

● Atau mau ke Bandung Selatan? Ke Kawah Putih (siapkan jaket atau baju tebal, karena disini hawanya dingiiiiinn), lanjut ke Danau Situ Patengaan, yang sepanjang jalan pemandangan terhampar kebun teh — nyeberang  pake perahu ke Pulau Batu Cinta dan menikmati pemandangan disana–Tak lupa pulangnya mampir ke sentra sepatu Cibaduyut dan jajan batagor di sekitaran jalan kopo.

● Mau di Bandung kota?? Boleh juga. Ke Taman Balaikota, lanjut ke Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang, Trus ke Taman Vanda…..berjalan kaki ke Braga (berfoto2 disana), Gedung Merdeka, lanjut ke Taman Alun2 yang terkenal dengan rumput sintetis-nya. Makan siang di Warung Nasi Khas Sunda yang sambel-nya pedas aduhai…. lanjut ke Taman Teras Cikapundung, jajan lumpia basah enak di sekitaran Ganesa, trus ke Gedong Sate (berfoto2 disana). Dan kalo belum pernah ke Masjid Pusdai, bisa sekalian sholat Maghrib disana.

● Atau mau Wisata Museum? Kita bisa ke Museum Pos yang ada patung2 diorama dan aneka perangko2 langka, lanjut ke Museum Geologi (satu2nya museum fosil2 dan bebatuan mineral di Indonesia). Berlanjut ke Museum KAA di Gedung Merdeka. Pernah ke Museum Nike Ardilla?? Naaahh, bagi yang belum pernah bisa coba kunjungi kesana….melihat2 peninggalan dan memorabilia sang legenda cantik NIKE ARDILLA.

● Mencoba Wisata Kuliner? Ini lebih asyik….
Dari mulai sarapan pagi di Kupat Tahu Gempol, atau roti bakar di Roti Gempol. Jajan Seblak basah pedas di pinggiran jalan, icip2 kue cubit green tea di sekitaran Cisangkuy sambil nyeruput yoghurt. Makan siang Nasi Timbel di sekitaran Istiqomah atau mau coba masakan sunda Ibu Imas di Kebon Kelapa?? Yang racikan sambilnya endooolll!!  Atau mau mih Kocok & Sop Kaki “Mang Dadeng” di Jl. Banteng?? Nah, jangan lupa
sop buah Mang Ewok di belakang Gedong Sate. Lanjut jajan Lumpia basah enak di Jalan Ganesa. Hayuukk saya siap mengantaaar…dan siap di traktir tentunya. Gak nolaaakkk.
Mau pake motor (kalo wisata taman kota), tentu bisa.
Mau pake mobil (rame2 bareng keluarga/teman), bisa pake Xenia atau Avanza. Mobilnya ber AC lengkap dengan sopir maksimal 6 Orang.
Mau menjajal semuanya, boleeehh…hayukk aahhh.
Sesuaikan saja dengan kebutuhan….
Bonusnya saya fotoin deh…. hehehe

Tinggal kontak saja
RIDWAN SPEKTRA
via WA di 083820100971
atau via BBM : 765348FF

Semoga saya bisa membantu teman2 yang ingin berwisata di kota Bandung….lengkap dengan foto2 bagus yang bisa dipajang di instagram dan facebook.

Konser Symphonesia, keren sih tapiiiiii……

image

Hari sabtu lalu, tanggal 7 Nopember  2015, seorang sahabat mengajak nonton sebuah pertunjukan musik bertajuk SYMPHONESIA. Acara pertunjukan musik yang digagas oleh Mahasiswa UNPAD jurusan HI. Pertunjukan musik ini sudah rutin digelar sejak tahun 2018. Biasanya menampilkan sejumlah musisi papan atas, atau musisi yang sedang hits. Nah, untuk pertunjukan kali ini, Symphonesia menampilkan Once feat Piyu Padi, Maliq & D’Esentials, Bara Suara, The SIGIT, White Shoes & The Couple Company dan lain-lain.

Melihat sederet musisi yang akan tampil, rasanya sayang jika dilewatkan. Apalagi penawaran menonton GRATIS, karena teman yang mengajak merupakan MD di sebuah radio swasta yang media partner. Oke syiiiippp, saya pun menyatakan OK!

Apa daya, menjelang tanggal 7, pekerjaan kantor cukup menumpuk. Bahkan, hari sabtu saya harus mengikuti apel pagi dan meeting bersama user sampai dengan jam 11, dilanjut dengan pertemuan intern sampai dengan jam 14. Suasana hujan saat itu membuat saya merasa nyaman leyeh2 di sofa kantor hingga nyaris tertidur. Kalo bukan karena sudah berjanji OK–mau nonton konser, rasanya enggan body ini bergeser sedikitpun dari empuknya sofa. Tapi janji adalah janji. Maka, jam 17.00, saya meluncur menuju SABUGA.

Saat masuk ke gedung pertunjukan, band yang sedang tampil saat itu adalah The SIGIT. Yang saya tau, The SIGIT adalah band indie label beraliran metal. Kemampuan musikalitasnya luar biasa dan sudah di akui di mancanegara. Mendengarkan musik metal dari The SIGIT, sangat asyik. Saya antusias menyimak performa, walaupun saya tidak hafal lagu2 mereka. Saya memuji sound engineer-nya yang bisa mensetting audio sedemikian rupa. Instrumen yang dimunculkan begitu detail dan jernih. Bahkan, saya merasa nyaman mendengarkan musik cadas dengan audio yang “santun”, tanpa memekakan telinga. Kereeeeennn!!!

Penampil berikutnya setelah The SIGIT adalah White Shoes & The Couple Company. Tidak banyak lagu yang saya tau dari band unik yang mengusung konsep retro ini. Vokalisnya berbusana ala penyanyi Ida Royani (biduan tahun 70an), minimalis. Musiknya, ya retro dengan sedikit balutan pop jazz dengan skill yahuud. Selain lagu Senandung, ada lagu berjudul MALU-MALU KUCING, yang dinyanyikan dengan ekspresif dan dinamis. Lagu jadul yang–dinyanyikan dengan sangat menarik. Begitu juga saat band ini menyajikan lagu berbahasa sunda CANGKURILEUNG. Musikalitas White Shoes & The Couple Company sangat teruji disini. Mengemas lagu daerah, menjadi sesuatu yang layak mendapat apresiasi. Sangat bagus….

Kenyamanan audio yang saya bilang “santun” tidak terjadi pada penampilan sesudahnya. Setelah White Shoes & The Couple Company, band yang berikutnya tampil adalah : BARA SUARA. Entahlah, settingan seperti apa yang dilakukan oleh sound engineer-nya. Yang jelas, saat band ini tampil, audio yang muncul tidak sebagus kedua band sebelumnya. Setiap cabikan gitar, terasa menyakitkan telinga. Begitu pun suara vocal yang muncul dari mic, terdengar sember. Kacau niiihh!! Pertunjukan musik menjadi tidak asik. Di lagu pertama, Bara Suara menampilkan performa yang secara panggung-sangat meyakinkan dan percaya diri. Lagunya semacam eksperimental pada jaman Kantata Takwa di tahun 90an. Rancak, dengan 2 backing vocal sexy yang ikut meliuk-liuk. Sayang seribu sayang, audio yang buruk, suara mic yang sember ditambah lagu2 baru yang belum populer membuat Band Bara Suara menjadi band penghantar tidur yang paling pas. Lagu ke 2…. ke 3 dan seterusnya, saya TERTIDUR. Hingga menjelang lagu terakhir, barulah saya sedikit terbangun dan berharap bahwa saya terbangun dari mimpi buruk. Ternyata tidak….diakhir penampilannya, Bara Suara masih menggelegar dengan audio yang gahar yang tidak ramah.

Kecewa dengan sound di penampilan Bara Suara–yang kalo sound-nya bagus, pasti Bara Suara saya acungi jempoool–saya masih berharap di penampilan Maliq & D’Essentials. Band sekaliber MALIQ, pasti ada sound engineer yang bisa ‘meracik sound’ menjadi lebih CLING. Apalagi hampir setengah jam jeda–menjelang Maliq naik panggung–cukuplah membuat saya berharap ada perbaikan sound menjadi kembali jernih. Sampai tibalah waktunya dua MC centil yang wak wek wok dan nampak sudah kehabisan ide untuk mengisi jeda, memanggil grup band Maliq yang disambut dengan tepuk tangan dan teriakan gegap gempita.

Intro lagu Setapak Sriwedari pun mengalun disambut histeria. Saya masih mengkerutkan kening. Ya Allah, apa telinga saya salah?? Audio-nya malah makin paraaaaahh. Suaranya instrumennya mendem dan saya tidak bisa menangkap suara vocal dengan jelas. Oh my God! Ini sungguh mengecewakan. Tidak biasanya saya menonton penampilan Maliq dengan sangat tidak antusias. Beberapa lagu dari Maliq membuat saya mengantuk dan saya masih manyun. Tiba di sebuah lagu berjudul Funk Flow, dimana Indah sebagai vokalis cewek, mendapat porsi yang lebih banyak. Sayang bangeeeet, suara Indah tidak sebagus biasanya. Lebih mirip suara chipmunk. Wooww….menakjubkan!!! Padahal lagu Funk Flow asik dinikmati karena sangat dinamis dan dibawakan atraktif.

Akhirnya batas toleransi kuping saya habis sudah. Manakala Maliq membawakan lagu dengan gimik dangdut berjudul Drama Romantika dengan suara yang–ya Alloh tolongin Baim–saya pun bergegas pulang. Penonton di barisan festival masih berjoget dan tidak peduli dengan audio yang gak karu-karuan. Melintasi kursi2 penonton sambil tak lupa mengucapkan punten….puntenn numpang lewat, saya mendapat beberapa penonton lain yang tertidur di kursinya masing-masing.

Yah, tadinya saya masih mau menunggu penampilan Once feat Piyu Padi. Tapi, saya kurang yakin dengan hasil akhir audio-nya. Dugaan saya, pasti tidak jauh beda. Saya pulang dengan sedikit ketidakpuasan. Kalo saja saya mengeluarkan uang sebesar150rb atau 200rb rupiah untuk duduk atau berdiri di festival pertunjukan ini, pasti saya akan sangat kecewa. Satu hal yang saya heran : kenapa saat The SIGIT tampil, suara sound yang terdengar begitu harmony, begitu nyaman dikuping, sekalipun musiknya metal. Audio-yang muncul begitu santun. Distorsi gitar terasa tajam tapi tidak bikin pekak. Begitupun saat White Shoes &The Couple Company tampil, suaranya sangat CLING dan menawan. Hmmm…heran…hmmm ya sudah lah……