Wot Batu

image

Established in 2015, Wot Batu is a configuration of stones conceptually and harmoniously laid out and planted in about 2000 square meter open space. Sunaryo created Wot Batu to be a spiritual bridge : the balance between the human soul and physical manifestations of life, and also to bring awareness on human existence in an infinite dimension of nature.

IWAKO Bdg, Antar – Jemput, Ojeg dan Kurir

image

Om….Tante…. berbagi info niiii…
Untuk kebutuhan antar jemput, ojeg dan kurir…. gunakan jasa IWAKO Bdg. Bisa carter juga sesuai kebutuhan….

Info : Jajan Baso Enak? Jl. Puter Depan Toko Eng Seng

Tau jalan Puter?? Pasti yang terbayang adalah jalan untuk memutar arah atau U turn. Tapi, bukan itu maksudnya. Jalan Puter yang saya maksud ada di sekitar belakang Gedung Telkom Surapati. Disekitarnya, ada jalan dengan nama burung-burungan. Ada Jl. Japati (Plaza Telkom) Jl. Merak (Warnet Blazt dan Cafe Eat), Jl. Gagak, Jl. Titimplik (Sari Bundo), Jl. Caladi (Pusat kaos C-59), Jl. Tekukur, Jl. Tilil (atau lebih populer di sebut Gang Tilil-ups…awaaass jangan sampe kepeleset nyebutinnya 😆). Nah, Jl. Puter, tidak jauh dari Jl. Merak. Kalo dari Gasibu arah Caheum, maka letaknya ditengah2 antara Jl. Merak dan Jl. Gagak sebelah kiri Jl. Surapati, sebelum mamasuki kawasan sentra pengusaha kaos, percetakan dan sablon.

Emang ada apa di Jl. Puter?? Ada tukang bakso enak! Weeekkss. Jadi, tidak jauh sekitar 100 meter setelah masuk ke Jl. Puter, ada persimpangan. Nah, sebelah kanan jalan, pas belokan banget ada Toko Eng Seng. Di depan Toko Eng Seng inilah mangkalnya tukang bakso enak yang saya maksud.

image

Seberapa enaknya?? Lumayan untuk ukuran harga 8ribu. Kita bisa numpang duduk di kursi-meja yang disediakan Toko Engseng, sambil beli minum atau camilan ke toko tersebut. Kalopun tidak–kalo Toko Engseng-nya tutup, kita bisa duduk di bangku pelastik yang di sediakan si Mas Baso. Tapi, seringnya sih gak kebagian kursi…

image

Porsi baso 8 ribu tuh yaaa….sudah termasuk mie campur, bakso urat sedang, 3 bakso kecil, tahu kering/basah yang dipotong2, siomay basah, gorengan (atau entahlah yang seperti gorengan/lumpia kering-juga dipotongin) dan 1 pangsit. Kuah basonya juga enak. Cobain deehhh….daripada makan bakso yang harganya belasan ribu, nunggu 1/2 jam duduk berdesakan. Mending oge, disini wade….(ala Haruka JKT 48) *baca : disini wae* 😆

image

Pengalaman pertama, mengangkasa ke Surabaya

Tanggal 11 Maret, juga merupakan hari yang bersejarah buat saya. Hari dimana untuk pertama kalinya saya naik pesawat terbang. Selasa, 11 Maret saya mendapat tugas untuk pembuktian dokumen lelang ke Surabaya. Nah, jadilah saya berangkat dari Bandung menggunakan pesawat Lion Air jam 6.10 pagi. Sejak subuh, jam 4.30 pagi, saya sudah meluncur menuju bandara. Setelah check in, dan membayar airport tax, saya pun duduk di ruang tunggu. Dengan sekoper besar berisi dokumen kontrak asli, saya berlagak jaim di Bandara. Walaupun agak deg2 an (maklum, pertama kali di Bandara, sendirian pula) tapi berusaha agar tidak terlalu celingukan sih…

Begitu pintu pemeriksaan tiket dibuka, dan kami dipersilahkan masuk, gairah saya mulai memuncak. Tidak sabar rasanya untuk melihat, pesawat mana yang akan saya tumpangi. Saya bergegas menuju burung besi berwarna putih dengan motif merah terang “Lion Air” yang sudah menunggu di keremangan pagi. Saya masuk pesawat dari arah pintu depan, dengan ucapan selamat pagi dari seorang pramugara ganteng yang berjaga didekat pintu masuk. Saya mulai mencari nomor kursi yang sesuai, yaitu 25A. Menelusuri sepanjang kabin. Aahh, disini ternyata, hampir pas ditengah2 dengan posisi disamping jendela, persis! Setelah menyimpan koper di bagasi kabin, saya duduk, dan mulai menikmati setiap jengkal interior pesawat, menyapu pandangan ke segala arah, dan memandang ke arah luar dimana pesawat2 lain yang tengah di parkir. Begitu pesawat mulai bergerak pelan, saya berdoa. Ada gairah, ada senang, ada syukur ada cemas, bercampur aduk jadi satu. Saat perlahan pesawat mengangkasa, saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya…

image

Sepanjang perjalanan selama 1 jam 15 menit perasaan saya campur aduk. Saya sudah menahan diri, untuk tidak memotret, khawatir nampak katrok dan ketahuan banget kalo saya baru pertama naik pesawat. Tapi, akhirnya saya menyerah pada situasi. Tidak mungkin saya membiarkan lolos pemandangan indah diangkasa, saat pagi cerah begini. Beberapa kali saya memotret gumpalan2 awan yang berpadu dengan langit biru, diterangi cahaya matahari pagi.  Sayap pesawat yang tepat berada di depan mata, menjadi objek yang begitu menarik selama pesawat mengangkasa. Setelah 1 jam mengangkasa, kemudian pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Surabaya. Alhamdulillah, puji syukur… Yap, tanpa membuang waktu lama, fokus saya mulai berbeda… sekarang saatnya bekerjaaaaa… !

image