Album Born To Be Singer, tampilkan karya lintas generasi

image

Target Pop, kembali merilis sebuah album kompilasi. Sebuah album lintas generasi, lintas genre musik, dipersembahkan oleh sejumlah talenta muda negeri ini. Album tersebut berjudul BORN TO BE SINGER, dilempar ke pasar musik digital iTunes dan bisa dinikmati di Spotify–portal musik streaming, awal bulan September ini.

Mempercayakan kemampuan vokalis muda seperti Barsena Bestandhi, Brianna Simorangkir, Kamasean Matthews, Fadil Jaidi dan Richard Chriss. Hadir pula lady rocker Nicky Astria, penyanyi jazz Syaharani yang menjadi sosok penguat di album ini.

Berikut, sedikit review versi saya setelah sesaat menyimak album ini secara full via portal streaming di Spotify.

image

KAU, TULANG RUSUKKU ●●● Barsena Bestandhi
Nama Barsena sempat melejit saat ajang pencarian bakat Nez Academy, Memiliki kemampuan olah vokal serta skill bermain alat musik, menjadi kelebihan pria asal Bandung ini. Timbre vokal yang mewah, menjadikan Barsena dipercaya menyanyikan lagu karya Seno. M. Hardjo & Dian P. Poetra. Andi Rianto dengan orkestra-nya melengkapi kemegahan lagu, menjadikan lagu ini semakin “berkilau”. Walau sebenarnya lagu ini agak berat, mengingatkan pada lagu-lagu festival. Tapi percayalah, lagu ini keren!

CINTA KITA ●●● Brianna Simorangkir
Tidaklah mudah membawakan lagu yang pernah berjaya dibawakan penyanyi lain. Adalah Brianna Simorangkir, wanita ayu asal Bali ini,  menyajikan lagu yang hits oleh penyanyi berkarakter vokal kuat
: Reza Artamevia. Berbalut arransemen dari Tohpati, menjadikan lagu ini bernuansa pop balads yang benar-benar cantik.

image

PEMBENARAN CINTA ●●● Fadil Jaidi
Pendatang baru lain yang mendapat kesempatan berkontribusi di album ini adalah Fadil Jaidi. Menyanyikan lagu bertema pop manis, pemuda ganteng berwajah arab ini nampaknya berusaha memberikan yang terbaik. Sayangnya, lagu jenis ini tampak terlalu “enteng” sehingga kemampuan Fadil belum tergali dengan maksimal.




Entah, mungkin selera saya yang berbeda….tapi saya kurang “klik” dengan lagu2 seperti ini….

HANYA KAMU CINTAKU ●●● Kamasean Matthews
Melejit manakala menjadi finalis Indonesian Idol, nama Kamaesan sempat digadang-gadang akan menuai sukses sebagai solois wanita. Mahir bermain piano dan juga gitar, ternyata belum cukup untuk seorang Kamasean bisa meraih impian. Sean–begitu ia disapa–pernah meluncurkan 2 buah singgel dan 1 album rohani. Kini, wanita berusia 21 tahun yang memiliki timbre vokal unik ini mempersembahkan singgel terbaru berjudul Hanya Kamu Cintaku. Mengusung musik up beat yang kekinian, Sean terdengar lebih fresh dibandingkan 2 singgel sebelumnya. Menarik!

MEMORI ●●● Richard Chriss
Ahaa!! Lagu ini menjadi pengisi album The Great Composer James F. Sundah & Oddie Agam.

Richard Chriss pernah berkontribusi di Album Dian PP & Fariz RM in Collaboration with. Kini, Bung Seno memberi kesempatan lagi kepada Richard untuk berkontribusi di album ini. Dengan balutan Orkhestra, Richard membawakan lagu yang dulu sangat-sangat populer oleh Ruth Sahanaya. Jangan bandingan antara Uthe dan Richard, karena akan ada banyak perbedaan. Tapi, lihatlah hasilnya….menurut saya Richard berhasil mengemas lagu ini dengan sangat keren. Richard tetap bisa membawa ‘ruh’ lagu ini, mengaduk2 perasaan. Arransemen musiknya dan arransemen vokalnya rapih, saya suka. Ada sedikit nada tinggi di refrein lagu ini, ditambah dengan backing vokal sebagai pemanis, membuat lagu ini klimaks. Cucok!

Review selengkapnya bisa klik disini

image

SECOND RATE  LOVE ●●● Brianna Simorangkir
Sebuah lagu dari composer asing Berry Conrad–dari kantung album ISTANA milik Brianna Simorangkir. Wanita cantik asal pulau dewata namun berdarah Batak ini sempat bermukim lama di Australia. Brianna, sempat mendampingi band rock Superman Is Dead (SID) selama hampir 3 tahun, dengan lagu Sunset di Tanah Anarki. Sementara, lagu Second Rate Love, adalah persembahan Brianna yang melengkapi album ini. Dengan musik pop kekinian, dan video musik yang menawan, Brianna percaya diri di ranah musik tanah air. Kini, bersama Be-United nama Brianna naik daun seiring keikutsertaannya di acara The Remix, kontes musik EDM di Net TV.

MENGAPA HARUS BERJUMPA ●●● Barsena Bestandhi duet Nicky Astria
Lintas generasi terjadi di lagu ini. Sebuah karya lawas dari band legendaris D’ Lloyd, berjudul Mengapa Harus Berjumpa dibawakan oleh duet Barsena & Nicky Astria. Genre musik keduanya jelas beda. Kolaborasi pun berujung indah. Baik Barsena maupun Nicky saling “memompa” lagu ini menjadi sebuah komposisi yang”wah”. Walaupun ini lagu lawas, bukan berarti menjadi usang. Justru makin kinclong, dengan lengkingan khas sang lady rocker yang berpadu dengan vokal serak Barsena. Arransemen musik masa kini, berpadu dengan dua vokalis yang berbeda rentang penggemar…. Juara!!



Golden memories bangeeeettt…

KUJATUH CINTA ●●● Fadil Jaidi
Pernah saya review tak lama setelah singge ini dirilis. dapat di baca disini

image

SEPERTI DIKEJAR DOSA ●●● Kamasean duet Syaharani
Pernah saya tulis review-nya di pertengahan bulan April 2016. Kira2, begini tulisan saya kala itu…..

Sebuah kejutan menarik baru saja dilemparkan oleh perusahaan rekaman Target Pop. Kejutan berupa singgel terbaru yang diputar serentak pada 15 April 2016 di 250 radio di seluruh Indonesia. Sebuah komposisi puitis karya Seno Hardjo yang dilantunkan oleh dua vokalis berbeda generasi, berbeda karakter dan berbeda genre musik. Judulnya adalah Seperti Dikejar Dosa satu komposisi unik, berhasil bawakan oleh Kamasean dan Syaharani dengan harmoni nyaris sempurna. Tidak ada yang sempurna, karena sempurna hanya milik Andra & The Backbone.

Seperti Dikejar Dosa, sejatinya merupakan project ego seorang produser dan penulis lagu Seno M. Hardjo. Sebuah karya bermuatan idealisme tingkat tinggi, bersisian dengan balutan musik kekinian racikan arranjer muda Aldi Nada Permana. Bait demi bait lagu, berhasil dibawakan oleh dua penyanyi Kamasean dan Syaharani dengan penghayatan yang PAS. Benar-benar pas, tidak berlebihan tapi enak didengar. Kehadiran Syaharani dengan karakter vokal sedikit serak menambah komposisi lagu ini menjadi makin sedap. Vokal sexy-nya yang terbiasa berada di zona jazz, kali ini harus kompromi dengan vokal Kamasean dalam balutan musik pop. Lalu, keduanya berpadu, berbagi bait, membaurkan nada, dan memolesnya dengan improvisasi. Kolaborasi pun menggulir. Keduanya saling menutupi-melengkapi-memperindah lagu ini dan menjadi klimaks dari sebuah karya, yang akhirnya ingin didengarkan lagi….lagi….dan lagi
….
….
….
Kolaborasi-kolaborasi begini nih yang saya harapkan…unik kaann??

image

MY HEART ●●● Harsya Rieupassa
Ternyata, ini adalah lagu re-make. Sebelumnya dinyanyikan dengan manis oleh aktris Acha Septriasa untuk soundtrack film yang sama. Dinyanyikan ulang oleh nyong Ambon yang pernah memenangkan Golden Award di Pop Music The Asean Television Golden Melodies @ HTV Vietnam. Saya, belum pernah mendengar nama Harsya Rieupassa sebelumnya. Mungkin karena namanya yang sulit diucapkan, atau sulit ditulis–entahlah.

Tetapi jenis musik dan lagu seperti ini bukan jenis lagu yang saya suka. Ya, kembali soal selera sih…

image

SELAMANYA MILIKKU ●●● Richard Chriss
Richard Chriss hampir selalu ada di album kompilasi keluaran Target Pop. Selain ikut andil di album Dian PP & Fariz RM in Collaboration With, Richard juga mengisi konten album MOMENTUM. Lagu Selamanya Milikku adalah hasil karya pencipta lagu era 80-an, Dian Pramana Poetra. Komposisi idealis dengan iringan denting piano yang indah. Namun, tidak semua orang bisa menikmati karya seperti ini…

SEPTEMBER CERIA ●●● Maruli Tampubolon
Mencoba mendengarkan lagu ini dengan saksama, sepintas suaranya mirip Afgan. Tapi bukan! Ini adalah musisi muda, pengusaha sekaligus lawyer bernama Maruli Tampubolon. Seno M. Hardjo selaku produser tentu sudah melihat bakat luar biasa pada anak muda berdarah batak ini. Musik orkestra yang mengiringi vokal hebat Maruli di lagu September Ceria menjadikan lagu ini makin berkesan grande dan mahal. Putra dari praktisi hukum kenamaan Yuan Felix Tampubolon–sempat berkolaborasi dengan penyanyi cantik Raisa dan baru saja mengeluarkan singgel terbaru berjudul  Saat Kau Ucap Selamat Tinggal.

Review selengkapnya dapat diklik The Great Composers James F. Sundah & Oddie Agam



Sejatinya album ini merupakan sebuah album kompilasi–various artist. Tapi saya tidak mengira, kalo Mas Seno Hardjo–selaku produser eksekutif, mencomot memasukan kembali konten lagu yang sudah ada di album-album sebelumnya. Eksepktasi saya sebenarnya akan ada banyak kolaborasi yang edun. Selain duet Barsena & Nicky Astria serta Duet Kamasean dan Syaharani, saya berharap ada duet2 lain yang bisa dijadikan amunisi untuk album ini.

Walaupun begitu, saya tetap angkat jempol untuk peluang yang diberikan kepada bakat-bakat muda potensial. Semoga menjadi pembuka pintu kesempatan  untuk project yang lebih besar dengan hasil karya yang juga menakjubkan.

Semoga albumnya sukses…! Maju terus karya musik Indonesia.

Kataji dengan Intuisi Yura Yunita

Lucu juga, membaca postingan seorang sahabat yang benar-benar kataji dengan penampilan Yura. Kagum dan terpesona dengan penampilan Yura, tapi kecewa karena tidak berhasil mendapatkan tandatangan atau foto bersama. Yap, pada hari sabtu 6 Agustus yang lalu, Yura tampil di sebuah acara family gathering Bio Farma. Acara berlangsung di amphiteater Trans Studio Bandung. Melalui seorang kolega yang bekerja di Bio Farma, kami berhasil “menyelinap” dan ikut menyaksikan penampilan bintang tamu yang sudah ditunggu sejak jam 9 pagi.

Kami, begitu antusias dan duduk bersila di lantai–bersorak paling depan saat Yura membuka pertunjukan dengan lagu berbahasa sunda, Kataji. Dilanjut dengan lagu kedua, kami makin antusias. Sesekali saya naik ke bibir panggung untuk memotret dari jarak lebih dekat penyanyi berponi cantik itu. Beruntung, Yura tanggap dengan hal itu. Di lagu berikutnya, Yura turun dari panggung dan menyanyikan lagu Kasih Jangan Kau Pergi. Cukup komunikatif mengajak dialog dengan penonton–ini jauh lebih baik ketika saya nonton pertama kali dulu di konser Balada Sirkus. Liputan Konser Yura Balada Sirkus, dapat dilihat disini.

Yura, dengan busana gombrong keemasan (mirip baju bodo, tapi kayaknya bukan–mungkin baju pintar), dengan hiasan di kepala menyerupai dewi malam tampil di siang bolong. Yura, memenuhi permintaan kami untuk menyanyikan lagu Intuisi yang menjadi singgel terbaru dan sedang hits di radio-radio. Kami pun bernyanyi bersama. Lalu, Yura menyanyikan lagu Katakan Saja milik Harvey Malaiholo.

Kembali naik ke panggung amphiteater, Yura menyanyikan lagu Berawal dari Tatap, sambil bermain piano. Akhirnya, Yura mempersilahkan kami mendekat ke panggung agar lebih meriah. Tanpa dikomando 2 kali, penonton yang sudah sedari tadi duduk bersila dan formil, langsung melesat menyeruak berdiri dan berdesakan depan panggung (maaf yaaaa…. bukan tidak menghargai pejabat2 Bio Farma yang duduk manis di kursi undangan). Yura, mengajak semua penonton menyanyikan bersama-sama lagu Cinta dan Rahasia, yang ternyata merupakan lagu penutup.

Usai lagu tersebut, Yura bergegas ke belakang panggung. Saya dan teman2 yang tanpa sadar seolah mengibarkan panji Hip-hip Yura–ikut bergegas ke belakang panggung. Dihalau security, dikatakan bahwa Yura sudah meluncur ke lantai bawah. Kami pun semua kecewaaaa. Kami sudah membawa CD dan menyiapkan spidol untuk minta tanda tangan….tapi sayang, Yura yang sekarang berbeda dengan Yura 2 tahun lalu.

Hampir 2 tahun lalu, saya dan seorang sahabat menonton konser tunggal, Yura. Sebuah konser perdana berajuk : Konser Balada Sirkus, bertempat di Gedung IFI CCF, berkapasitas sekitar 500 orang. Tidak thu banyak tentang siapa Yura Yunita. Hanya saja, kami cukup tertarik dengan konten albumnya yang menurut kami :KEREEENN!!
Setelah itu, saya selalu mengikuti berbagai gigs Yura. Bila manggung di mall atau di kampus2, saya biasanya datang. Sebelumnya, saya sempat menyaksikan Yura di MLD Jazz on the Bus, di Jl. Braga, beberapa waktu lalu. Liputannya bisa dibaca disini

Sayang, semakin hits seorang artis, semakin sulit untuk ditemui… bahkan untuk dimintai tanda tangan sekalipun…sabar ya kawan, suatu hari nanti pasti kan bercahaya…pintu akan terbuka… nanana.. nanana… bertemu Yura!  Jadi, gak usah ngontrog lagi….Qiqiqiqiqiii

Konser Marcell Anthology : Bukti Sebuah Eksistensi

image

Pembuktian sebuah eksistensi, kiprah dan sepak terjang seorang Marcell terangkum dalam sebuah konser berjudul Marcell Anthology. Bermuatan rangkaian spirit dan energi musikalitas yang membuncah, konser Marcell Anthology menyuguhkan sebuah pertunjukan musik yang maksimal.

image

Mempersembahkan semua koleksi hitsnya, Marcell yang tidak terasa sudah merilis 6 album, membuka pertunjukan ini dengan permainan drum. Menunjukkan keahlian bermain alat musik yang menjadi cikal bakal–awal mula Marcell berkarya di ranah musik tanah air. Lalu, sebuah lagu berjudul Denganmu dinyanyikan Marcell dengan sangat bagus. Melanjutkan aksi panggungnya, Marcell melanjutkan dengan hits Mau Dibawa Kemana dengan arransemen musik yang lebih nge groove dan rancak

Menghabiskan masa remaja, dan mengawali karir bermusik di kota kembang, bukan hal sulit bagi Marcell dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan penonton–yang diselingi dengan percakapan bahasa sunda. Walaupun, menurut penyanyi yang sekarang plontos ini, enggan terlalu banyak bicara, khawatir konsernya berubah menjadi acara talk show.

image

Marcell menggandeng band Homogenic yang tampil menyelingi konser ini. Selain Homogenic, tampil pula band beraliran pop rock bentukan Marcell bernama Konspirasi. Mengakar pada kemampuannya sebagai pemain drum, posisi Marcell disini tentu saja sebagai drummer. Secara umum kalo saya tidak salah pendengaran Band ini lebih mirip padi. Apalagi pada sebuah lagu berjudul Melawan Rotasi.

Yang menarik, justru saat Marcell berkolaborasi dengan band beraliran swing jazz, Mocca. Tampil membawakan 2 lagu, salah satunya berjudul Swing it Bob! Lagu yang aslinya dinyanyikan bersama Bob Tutupoly ini mengeksplorasi musik waltz, tarian samba, dan musik chacha. Alhasil, jadilah Arina dan Marcell menari-nari dan Marcell tampak kewalahan mengimbanginya. Kedekatan dengan Arina yang sempat memiliki hubungann keluarga/adik ipar membuat penampilan di lagu Swing it Bob benar2 menghibur.
image

Tanpa membuang waktu lebih lama, Marcell melanjutkan pertunjukan dengan melempar hits2 nya seperti Hanya Memuji, Takkan Terganti, Kini, Peri Cintaku, Semuim, Mendendam dan menutup pertunjukan kece ini — yang sebagiannya adalah ‘sing along’ dengan penonton– dengan lagu Ketika Kau Menyapa. Konser Marcell Anthology, adalah sebuah jawaban, sebuah bentuk tanggung jawab dan eksistensi seorang Marcell sebagai solois pria berkualitas, saat ini.

image

Bravo, Marcell!

Konser Afgan S I D E S Indonesia Tour 2016, Meriah!!

image

Menandai peluncuran album ke 4, penyanyi pria muda berbakat Afgan, mempersembahkan sebuah konser berjudul SIDES Indonesia Tour 2016. Rangkaian tour di tahun 2016 ini diawali di Kota Bandung, semalam di Trans Convention Centre. Dihadiri ribuan penggemarnya yang datang dari berbagai kota–dan bahkan dari Malaysia dan Brunai–konser semalam berlangsung meriah.

image

Dua jam sebelum gerbang dibuka, antrian dan kerumunan fans Afgan sudah terlihat mengular di depan gerbang Trans Convention sejak pukul 17.30. Dengan sabar, mereka menunggu untuk bertemu dengan penyanyi pujaannya yang akan membawakan singgel terbarunya berjudul Kunci Hati. Suasana di sekitar convention diramaikan oleh booth dari produk sponsor yang menyediakan spot unik untuk berfoto.

image

Konser dimulai pukul 20.00, dan Afgan menggebrak dengan lagu-lagu bertempo cepat, seperti lagu Pesan Cinta & Katakan Tidak. Selanjutnya, konser mengalir seperti biasanya. Cara Afgan berinteraksi dengan penonton juga biasa saja, tidak ada gimik yang menggigit. Bahkan Afgan tidak menyapa dalam bahasa sunda, celetukan bahasa daerah yang digunakan masyarakat pada umumnya di kota Bandung. Padahal, jika ini dilakukan, walaupun ucapannya salah biasanya akan menjadi momen intim bersama penonton dan menjadi gimik kelucuan yang menghibur, mengangkat kearifan budaya lokal. Dan Afgan tidak mengambil poin disana……

Persembahan Afgan sedikit menarik di lagu Knock Me Out. Lagu yang dibawakan dengan perpaduan video mapping–dimana Afgan menari dengan berlatar shiluet/bayangannya sendiri dalam beberapa bagian lagu, itu terlihat artistik dan berkonsep. Afgan pun memperkenalkan beberapa lagu baru yang ada dalam album SIDES, diantaranya berjudul Kunci Hati, singgel yang baru saja dirilis beberapa hari lalu. Sedikit menceritakan proses kreatif dalam pembuatan album SIDES, dimana Afgan terlibat dalam pembuatan lagu, penulisan lirik. Afgan menyebutnya bahwa proses “menjadi dewasa”.

image

Afgan membawakan hitsnya seperti Bawalah Cintaku, Jodoh Pasti Bertemu, Percayalah, dan lalinnya. Melengkapi kemeriahan, Afgan menyajikan tributes kepada sang idola, Michael Jackson, mengcover lagu Coldplay serta lagu Sorry-nya Justin Bieber. Kehadiran sang diva Rossa, berduet di lagu We Dont Talk Anymore dan lagu Kamu Yang Kutunggu benar-benar serasa bintang tamu tempelan sesaat. Kurang greget! Banyak peluang untuk bisa memancing emosi penonton, dan komunikasi lebih santai mengingat Rossa adalah orang sunda. Tapi sayang, sang diva tampil seperti terburu-buru, lalu menyanyikan 2 lagu, setelah itu bhay!

Konser SIDES Indonesia Tour 2016 ditutup dengan lagu Terima Kasih Cinta dan Panah Asmara. Dihadiri oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Ibu Atalia, konser ini seperti layaknya konser-konser Afgan yang pernah ditayangkan di stasiun TV swasta pada umumnya. Cukuplah untuk mengisi malam mingguan. Sebagai penyanyi, Afgan makin matang, dewasa terlihat banyak kemajuan. Tetapi sebagai penghibur dalam sebuah pagelaran konser–yang biasanya memiliki kekuatan memorable, sepertinya Afgan masih harus belajar banyak.



Semoga album SIDES-nya sukses!!

***

Marcell Persiapkan Konser Anthology

image

Konser Anthology
Marcell, merangkum perjalanan karir bermusiknya dalam sebuah konser akbar berkonsep anthology. Sebuah konser besar, yang di gagas oleh Marcell dan Gironoemi Production akan menghadirkan momentum, dimana Marcell akan merefleksikan 16 tahun pengabdiannya di bidang musik melalui sebuah sebuah pertunjukan konser musik. Konser terbesar sepanjang karirnya itu diberi judul MARCELL ANTHOLOGY. Menggandeng musisi seperti Mocca, Konspirasi Band, Homogenic dan teman duet di awal karirnya Shanty. Konser Marcell Anthology akan digelar tanggal 2 Juni 2016 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung.

Perjalanan Karir Musik Marcell
Bermula dari drummer sebuah grup band indie beraliran underground, Puppen–demikian nama band tersebut–Marcell justru meraih popularitas saat menjadi penyanyi tamu di album Shanty. Lewat singgel Hanya Memuji, nama Marcell ikut melejit bersama Shanty–solois mantan VJ MTV yang kala itu sedang beken-bekennya. Duet ikonik, menjadi penyegar diantara hingar bingarnya grup band yang mendominasi musik Indonesia kala itu.

Tak lama berselang, di awal tahun 2003 Marcell mengeluarkan album solo-nya yang pertama, bertitel : MARCELL. Album ini berhasil meramaikan bursa musik Indonesia, ditengah minimnya penyanyi solo pria. Album kedua DENGANMU, lalu Album HIDUP, dan seterusnya AND THE STORY CONTINUES, PLATINUM PLAYLIST-review album platinum playlist dapat dibaca disini dan yang terakhir JADI MILIKKU.

Dari 6 Album yang sudah dirilis, selain lagu duet Hanya Memuji, Marcell berhasil menelurkan hits seperti Semusim, Firasat, Jangan Pernah Berubah, Mendendam, Denganmu, Jelita, Semua Yang Terlambat, Candu Asmara, Peri Cintaku, Tanpa Kata (duet bersama Dewi Sandra), beberapa lagu cover yang nge-hits kembali seperti Mau Dibawa Kemana, Takkan Terganti, Sisa Semalam, Demi Waktu, Bahasa Kalbu dan beberapa original soundtrack film Andai Dia Tau, Film Merry Riana dll.

Ditengah kesibukan sebagai penyanyi solo, alumnus Fakultas Hukum Universitas Parahyangan ini masih tetap bisa menyalurkan kemampuannya bermain drum. Bersama Band bentukannya bernama Konspirasi, Marcell tetap eksis sebagai drummer. Band beraliran pop-rock ini sempat mengeluarkan album dengan singgel Melawan Rotasi.

Marcell, baru saja melempar singgel ke dua, berjudul Belahan Jiwaku dari kantung album yang terakhir, berjudul JADI MILIKKU. Singgel pertama berjudul Cinta Mati, di rilis sekitar 4 bulan yang lalu. Album ini menjadi bukti eskistensi seorang Marcell.

Nah, bagaimana perjalanan karir musik seorang Marcell Siahaan bila dirangkum menjadi satu kesatuan dalam kemasan konser, bertajuk Marcell Anthology…. kejutan2 apa yang akan diberikan Marcell kepada penonton?? kita lihat saja nanti. Semoga konsernya berjalan sukses.

Konser Reunion, Bernostalgia Bersama KRAKATAU

Save The Whales…..(taken from album Kembali Satu, 1990)
Lalu sebuah video menayangkan keindahan laut….keindahan makhluk raksasa yang anggun melayang di samudera biru, berkakhir dengan pembantaian mamalia laut yang sekarang nyaris punah…. sebuah lagu dengan arransemen musik yang menggambarkan dunia ikan paus, terasa sempurna setelah divisualkan….

selamatkan ikan paus…..lindungi ikan paus….

*

Sudah diduga, sesuai judul konser ini yaitu KRAKATAU REUNION maka materi konser akan membawa nuansa ke era tahun 90an. Konser ini menarik kembali ingatan pada kejayaan dimana radio dan kaset menjadi hiburan paling membahagiakan. Konser dibuka dengan menayangkan video perjalanan karir musik grup band beraliran jazz fusion ini. Cuplikan video Gemilang, La Samba Primadona, Kau Datang mengingatkan kembali pada acara musik TVRI yaitu Selekta Pop, dan Krakatau merupakan Band yang sering muncul dan paling ditunggu setiap episodenya. Cuplikan video dengan deskripsi pencapaian prestasi yang diraih Krakatau pada masa itu. Krakatau adalah rekor, dimana sebuah grup band jazz yang penjualannya mencapai ratusan ribu copy, bahkan 1 juta copy untuk Mini Album Single Hits dengan lagu Kau Datang.

image

Wow…Trie Utami, masih memukau….
Dibuka dengan sebuah lagu instrumental khas Krakatau, konser dlanjut dengan lagu KEMELUT. Lagu dinamis dari kantung album pertama ini dibawakan sangat apik oleh Trie Utami. Bahasa tubuhnya menyatu dengan hentakan dan irama musiknya. Selalu begitu, kereeenn!! Vokalnya kece badaaaaiiii, dengan not not yang selalu pas dan indah berdinamika. Lagu IMAJI, DIRIMU KASIH, SERAUT WAJAH dibawakan Iie-begitulah ia akrab disapa- dengan enerjik. Komunikatif di panggung, apalagi ini kota kelahirannya sendiri, seolah panggung adalah kerajaan kecil yang mudah dikuasai. Berceloteh di panggung tentang masa-masa indah tahun 90an dan sesekali menceritakan kembali awal terbentuknya Krakatau.

image

Album Baru Krakatau
Tidak mau kehilangan momen, Krakatau memperkenalkan lagu-lagu barunya Lagu-tersebut akan ada dalam album yang segera dirilis setelah lebaran tahun ini. Lagu berjudul AKU KAMU DAN KITA, adalah lagu pertama yang diperkenalkan. Lagu berirama medium beat dengan musik yang ringan easy listening, namun tetap khas Krakatau. Lalu, ada lagu CERMIN HATI, lagu artistik bertempo lambat dengan melodi yang enak untuk didengarkan. Krakatau masih concern dengan isu sosial yang terjadi, lagu berjudul DARI MATA KE MATA, adalah lagu baru berikutnya yang diangkat dari isu2 masyarakat saat ini.

image

Tidak sabar rasanya menunggu album terbaru mereka. Dengan usia yang sudah tidak lagi muda, pastinya akan menjadi tantangan tersendiri, strategi apa yang akan dilakukan untuk bisa eksis di pasar musik tanah air apalagi toko cd dan kaset pun sudah tidak ada Keluarga Krakatau, sebutan untuk fans Krakatau, mungkin masih loyal an akan mengapresiasi. Tetapi, akan lebih mantap jika karya musik Krakatau diapresiasi pula oleh anak muda masa kini. Krakatau dalam balutan kekinian, kenapa tidak?

Keluarga Krakatau
Tak henti2nya Trie Utami mengucapka terima kasih kepada pendukung Krakatau. Iie bahkan menegaskan bahwa pendukung atau fans Krakatau yang menjadikan Krakatau tetap ada hingga saat ini adalah Keluarga Krakatau. Sebuah pengakuan yang mungkin akan lebih terasa keberadaanya jika ada wadahnya. Sebuah wadah yang menampung fans dan pendukung Krakatau dalam Keluarga Krakatau.

image

Keluarga Krakatau semakin antusias saat intro lagu LA SAMA PRIMADONA berkumandang. Sebagian penonton berdiri dan bergoyang menikmati musik dinamis yang menghentak. Lalu bernyanyi bersama. Duh, Krakatau….seharusnya kalian tidak vakum terlalu lama, tidakkah kalian lihat, kerinduan penonton dengan energi yang luar biasa ini?

Disambung dengan lagu KAU DATANG, gairah penonton semakin memuncak. Gimik-gimik panggung yang dihadirkan Trie Utami saat menyanyi lagu ini benar-benar menghibur. Setiap orang tampak berbinar dan wajahnya tampak menyenangkan….semuanya sumringah….

image

Menjelang akhir konser, lagu SEKITAR KITA menjadi lagu penutup. Trie Utami mendaulat penonton untuk menjadi choir di bagian reffrein-nya. Yang awalnya malu-malu, akhirnya puluhan orang berebut naik ke panggung untuk bisa bernyanyi bersama…..“bayangkanlah kita semua, berjalan bersamaaa….menuju hidup damai sejahtera…..sempatkanlah untuk melihat disekitar kitaaaa….ada kesenjangan antara manusiaa, lihat sekitar kitaaa……” demikian sepenggal lagu yang dinyanyikan bersama-sama…. Personil Krakatau meninggalkan alat musiknya masing-masing, berjejer di depan panggung, membungkuk bersama-sama, pertanda konser ini disudahi…..

Lampu-lampu dinyalakan, konser pun usai…..

Tapi, penonton tahu ini pasti belum usai. Karena masih ada lagu yang belum dibawakan. Penonton masih duduk di tempatnya masing-masing. Tepuk tangan berirama dan berteriak lagi…lagi…..lagi….lagiiii!!! lagi…lagi…..lagi….lagiiii!!!

Trie Utami kembali ke panggung sambil berkata “Eeehh, naha lain geura baralik ieu teh?? Emang hayang lagu naon deui??” Sontak penonton menjawab Gemilaaaaangggg!! Lalu, Trie Utami memanggil teman2nya untuk kembali ke panggung. Menurut Iie, enaknya menyanyikan lagu Gemilang sambil berdiri. Tanpa dikomando, semua penonton berdiri, melesat maju ke tepi panggung bak nonton di area festival. Dalam hitungan detik, penonton yang mayoritas bapak-bapak dan ibu-ibu berhijab ini jejingkrak menikmati lagu GEMILANG. Kilat dan cahaya lampu ponsel bertebaran, semua kamera dan gadget menghadap ke atas. Menangkap momen bedekatan dengan sang idola, musisi dan penyanyi kebanggaanya.

Lagu berjudul Gemilang pun usai, diakhiri dengan tepukan meriah. Dan penonton yang sudah meringsek di depan panggung belum mau bubar. Masih berteriak lagi….lagi…..lagiiii!! Dan Trie Utami pun berseloroh “Oke, konser kita lanjutkan sampe shubuuhh….” disambut tepukan dan penonton yang tertawa terbahak…..hahahaha. Sesuai permintaan penonton, sebuah lagu dinyanyikan kembali…. judul lagu KEMBALI SATU, benar-benar menjadi lagu penutup di konser Krakatau Reunion kali ini. Sepertinya, konser ini benar-benar menjadi obat rindu bagi Keluarga Krakatau, menjadi obat penyemangat bagi pecinta musik tahun 90an, dan semoga menjadi energi yang selalu menjadikannya tetap sehat….sehingga bisa terus berkarya….

berlari bebas, menembus waktu…tinggalkan hati, tiada menentu….gapai selalu masa depanku, yang pasti KEMBALI SATU……

Stage Bus Jazz Tour 2016 Ciwalk : Teza Sumendra, kereeenn!!!

image

Publik kota Bandung, boleh jadi merasa dimanjakan dengan sejumlah pertunjukan musik yang digelar di kota kembang. Setelah minggu lalu Stage Bus Jazz hadir di Jl. Braga dengan penampil Yura Yunita dan Barry Likumahuwa, kali ini acara yang di sponsori oleh MLD Spot digelar mall di kawasan Cihampelas atau Ciwalk. Bintang tamu andalan untuk edisi kali ini adalah Sierra Soetedjo dan Teza Sumendra.

image

Setiap ada acara musik, hati selalu antusias untuk bisa hadir menyaksikan.

image

Foto : MLD Spot

Acara yang dimulai sejak pukul 15.00wib ini sempat terhenti karena hujan. Beruntung, menjelang malam hari, hujan berhenti dan acara berlanjut dengan meriah. Penampilan DJ Irham & Tradisi, Kata Kita dan hiburan magical street serta stand up comedy dihadirkan lebih awal memeriahkan panggung sebelum penampil utama mentas.

image

Sedikit berbeda dengan dekorasi Stage Bus Jazz sebelumnya, dekor kali ini dihiasi dengan lampion benderang menggantung di setiap pohon pinus Ciwalk. Ada juga dekorasi sejumlah foto acara Stage Bus Jazz disetiap kota, yang di rangkum dalam frame glow in the dark. Foto2 tersebut dipamerkan sekaligus menunjukan kesuksesan MLD SPOTmenggelar acara di berbagai kota.

image

Menjelang pukul 20.00wib, penyanyi cantik SIERRA SOETEDJO naik ke pentas. Membawakan sejumlah singgel yang saya pun masih asing mendengarnya. Walaupun begitu, suasana tetap asyik mengingat Sierra cukup komunikatif dan mengajak penonton bernyanyi bersama. Bersuara bening, menjangkau nada-nada tinggi, penyanyi yang yang piawai skecth vokal ini seringkali unjuk kebolehan di setiap lagunya. Padadap subiduw biduw paripapaaww nainaninaninania….. *ala ala Tompi gitu deh*

image

Terakhir, sebagai penutup….nama TEZA SUMENDRA pun di panggil, disambut teriakan grupies, yang meringsek hingga ke bibir panggung. Fans2 yang sebagian besar cewek2 menjerit histeris. Ahhhh, rupanya Teza memiliki kelebihan, ada sesuatu dalam diri seorang Teza Sumendra sampai disambut histeris begitu rupa, yang nyata-nyata Teza belum naik ke atas panggung 😅😅😅

Saya masih memicingkan mata dan menunggu Teza muncul di Panggung…

Sebuah intro…dari lagu….Hang Up (interlude) mulai mengalu….dan tak lama kemudian Teza muncul dipanggung disambut histeria bak superstar! Wuiiiiihh…. dengan gayanya yang santai sedikit tengil, berbahasa inggris cas cis cuuz, Teza cukup percaya diri tampil di acara Stage Bus Jazz ini. Bermodal vokal super duper keren, dengan timbre yang unik, sedikit serak jarang dipunyai vokalis pria pada umumnya. Suara Teza, agak mirip Brian Mc Knight, tapi tapi serak2nya kadang mirip Brian Adam. Jika di Indonesia ada Sandy Sondoro yang vokalnya berkarakter, Teza juga!!

image

Lagu demi lagu dipersembahkan Teza dengan tepukan meriah. Tidak perlu tau sedang menyanyikan lagu apa, karena komposisi musik jazz yang dibawakan Teza & Band sudah cukup nge-groove. Sangat asyik dinikmati. Nuansa soul pada warna vokal menyatu dengan musiknya. Sekalipun begitu, Teza tampak tidak percaya diri saat beeduet dengan Sierra Sutedjo, dimana ada bagian Sketch Battle Vokal–dan vokal Sierra tampak jago meliuk ber padadap subiduw dam dama dubiduw….

image

Satu-satunya singgel berbahasa Indonesia yang ada di Album Teza Sumendra berjudul Satu Rasa di bawakan juga disini. Teza cukup komunikatif dan menghibur. Tidak sah rasanya jika Teza manggung tidak membawakan lagu I WANT YOU, LOVE. Sebuah singgel yang videonya dibintangi oleh Tarra Basro. Video dengan genre 21+ alias parental advisory. Bagaimana tidak, video ini hot dengan adegan2 antara Tarra Basro dan Teza Sumendra. Lagu ini disambut koor penonton barisan depan yang umumnya cewek. Setiap Teza menyodorkan mic untuk mengajak nyanyi bersama, disambut jeritan….dengan gemas Teza pun berteriak “heh nyanyi….bukan jerit-jerit!”. Hahahhaa Penampilan Teza ditutup dengan lagu Girlfriend, masih dari kantung albumnya Teza.

image

Foto : MLD Spot

Sama seperti pertunjukan MLD Spot sebelumnya di Braga, acara di Ciwalk ini sukses. Publik di kota Bandung mengapresiasi musik dengan sangat baik. Itulah kenapa, Bandung selalu dijadikan acuan barometer musik. Kalo sudah sukses tampil di Bandung, jangan khawatir tampil di kota lain. Sebaliknya, jika di kota lain sukses, di Bandung belum tentu, bahkan bisa jadi gagal, dan itu sudah sering terjadi.

Bravo MLD Spot, maju terus bersama musik Indonesia….

Ada Idealisme dan Pendewasaan Jati Diri di Album Handmade, Raisa!

image

Yap, Raisa baru saja melaunching album terbaru. Ini adalah albumnya yang ketiga, tersemat judul HANDMADE. Sebuah album pendewasaan karir bermusik dari penyanyi berwajah cantik nan mempesona ini. Memiliki kelebihan vokal dengan timbre yang ’empuk’ rentang vokal yang luas, pastinya memperkaya album Handmade menjadi sedikit berbeda. Mempersembahkan 11 lagu dengan harmonisasi beragam dipersembahkan Raisa untuk YourRaisa-sebutan untuk fans Raisa- yang sabar menantikan album ini dalam kurun waktu 3 tahun.

Mendapati 11 komposisi lagu yang ada di album HANDMADE album ini masih berada di zona musik yang sama, yaitu jenis pop. Album ini dijual ekslusif secara online di situs belanja untuk versi boxset (edisi kolektor, biasanya berisi memorabilia sang idola : CD, DVD Konser Pemeran Utama, Stiker, T-Shirt, Agenda Memo dll). Sebagai gebrakan awal dari album ini, Raisa melempar singgel Kali Kedua di akhir bulan Maret 2016. Penulis novel Supernova Dewi Dee Lestari, sengaja membuatkan lagu ini khusus untuk Raisa. Lagu Kali Kedua memiliki syair yang kuat khas Dee. Vokal Raisa tidak terlalu sulit menaklukan lagu ini, mengingat sang pencipta lagu tahu betul karakter vokal Raisa.

Sebelumnya, Raisa mengeluarkan singgel Jatuh Hati yang menjadi hits di chart radio dan di chart penjualan musik digital. Disusul singgel duet-nya bersama Afgan dalam sebuah kolaborasi harmonis dengan musik megah berjudul Percayalah. Kedua lagu tersebut melengkapi konten album Handmade. Yang menarik, Raisa merekam ulang lagu Percayalah dalam balutan akustik, dengan art petikan gitar dan saxophone. Ini tentu akan membuat sebagian penggemar mengkerutkan kening, dan memunculkan respon beragam. Lagu Percayalah versi akustik ini, menunjukan ketegasan idealisme seorang Raisa.

Album Handmade, masih menyiapkan amunisi yang lain untuk mencuri perhatian publik. Sebuah lagu berjudul Sang Rembulan, bolehlah dijadikan singgel berikutnya. Lagu Tentang Cinta, Sampai Disini dan Biarkanlah, masih dengan warna Raisa, seperti album-album sebelumnya. Menyisipkan dua lagu berbahasa Inggris, yang ada dalam album ini Letting Go dan Love You Longer cukuplah menjadikannya sebagai eksistensi.

Raisa pun mulai berani mempersembahkan sebuah komposisi lagu yang berbeda seperti Nyawa dan Harapan. Brand ambasador produk es krim premium dan situs belanja online ini mengusung idealismenya dengan sangat jelas.. Raisa berhasil menjiwai lagu ballads bertema kemanusiaan ini. Lagu ini membumi. Boleh jadi, ini merupakan satu-satunya lagu Raisa yang memiliki passion yang sangat luar biasa. Dikemas dalam musik ballads, namun membahana. Raisa, menitipkan pesan moral kepada kita akan pentingnya kelestarian dan keseimbangan alam, yang semakin tergerus keserakahan manusia.

Semoga, album HANDMADE ini sukses. Adanya perubahan, perbaikan dan ‘kenaikan kelas’ di album ini, sangat layak untuk diapresiasi.




Jadi, selama ini Raisa kemana aja ya….??

Stage Bus Jazz Tour 2016, di Braga Bandung

image

Ada sebuah acara seru, yang saya panteng dan saya tunggu-tunggu di akhir bulan ini, yaitu STAGE BUS JAZZ Tour 2016. Untuk Kota Bandung, terpilih di Jl. Braga Pendek dengan penampil utama Yura Yunita dan Barry Likumahuwa. Untuk jadwal kota-kota lainnya, bisa follow akun instagramnya @MLDSpot kunjungi situs resminya disini

Acara dimulai sejak pukul 16.30, tapi saya baru bisa hadir sekitar jam 20wib, yaitu sesaat menjelang penampilan musisi muda Barry Likumahuwa. Ada Band lain yang sedang perform saat saya datang. Acara dilanjutkan dengan penampilan stand up, dari satu komika. Saya lebih memilih berkeliling, untuk melihat suasana….. ada apa saja disini…..

image

Pintu gerbang-nya saja sudah berbentuk unik, yaitu berbentuk bis, sesuai dengan tema acara : Stage Bus Jazz. Ada boot minuman, ada booth sponsor yaitu MLD dari Djarum Super, booth untuk berfoto-foto, ini juga keren karena bentuknya menyerupai bis, dan tentu saja panggung sebuah bis yang dibuat sedemikian rupa, sehingga bis tersebut berubah menjadi “istana” mungil bagi musisi pengisi acara.

Akhirnya, musisi yang saya tunggu-tunggu yaitu Barry Likumahuwa tampil diatas pentas. Membawakan sejumlah komposisi instrumental dengan musik jazz yang groovy banget. Tidak puas hanya bermain instrumental, musisi yang asik memainkan gitar ini memanggil 3 rekannya (Barry menyebutnya pesinden Lol). Mereka manambah hangat suasana dengan menyanyikan sejumlah karya, diantaranya lagu BONGKAR, lagu lama milik kelompok SWAMI (Iwan Fals dkk), dipersembahkan dalam versi jazz-groove yang asik buat goyang.

Tak sampai situ, Barry yang sangat komunikatif dengan penonton membawakan beberapa komposisi yang ada di albumnya. Diantaranya kompoisisi dari album-albumnya BLP Project yaitu Generasi Synergi dan album keduanya Innerlight. Kejutan diberikan saat Barry memanggil Yura Yunita untuk berkolaborasi dalam sebuah kompoisisi (yang judulnya saya tidak tahu), tapi ASLI, penampilan kolaborasi ini kereeennn.

Di penghujung acara, Yura Yunita tampil mempesona. Penyanyi cantik yang paling ditunggu-tunggu ini menggebrak penampilannya dengan lagu berjudul Superlunar. Melanjutkan persembahan berikutnya, berturut Yura membawakan lagu2 yang ada dalam albumnya, termasuk lagu berbahasa sunda berjudul Kataji (dalam bahasa Indonesia artinya terpikat). Lagu berbahasa sunda dalam kemasan musik jazz brodway yang selalu menarik saat dinyanyikan di panggung.
image

Menyusul penampilannya, Yura yang makin percaya diri dengan kemampuan berkomunikasinya dengan penonton. Berinteraksi dalam setiap lagu, bahkan Yura tidak segan-segan turun dari panggung bis, menghampiri penonton bagian depan dan mengajaknya bernyanyi bersama. Yura makin pandai memainkan gimik-gimik yang membuat mata penonton tidak lepas memandang penampilannya.

Yura, tidak perlu susah payah mengajak penonton bernyanyi bersama secar koor. Singgel Get A Long With You, lagu galau sejuta umat Berawal Dari Tatap disambung, lagu Cinta dan Rahasia sukses dibawakan dengan komunikatif. Ditutup dengan lagu Juwita Malam, acara Stage Bus Jazz ini sukses! Wajah pengunjung terlihat berbinar dan nampak bahagia. Yap, sebuah keberhasilan pertunjukan musik dapat dilihat selama acara berlangsung. Lancar, tanpa kendala, penonton banyak namun tertib, dan yang pasti memberi kesan kepada pengunjung.

Bravo MLD, sukses di kota-kota lainnya.

Tawarkan Pop Akustik, Fadil Jaidi Persembahkan Ku Jatuh Hati

image

Setiap kemunculan penyanyi baru katagori solois pria, selalu mendapat sorotan, selalu mendapat perhatian, dan menggelitik untuk dipertanyakan : apa yang bisa diberikan kepada penikmat musik jaman sekarang yang terbilang “pilih-pilih” dan kritis dengan kualitas musikalitas. Bukan sekedar bisa nyanyi dan tampang keren saja, karena kalo cuma gitu doang, bisa jadi setelah mengeluarkan singgel pertama, lalu BHAY!!

Satu diantara pendatang baru yang mencoba eksis di kancah musik, adalah Fadil Jaidi yang baru saja merilis singgel berjudul Ku Jatuh Hati.. Pemuda ganteng ini menjajaki industri musik di wilayah penyanyi solo. Tidak banyak memang penyanyi di genre ini. Selain Tulus, Rizki Febian ataupun Teza Sumendra, rasanya belum ada penyanyi solo yang benar-benar mencuri perhatian.

image

Fadil Jaidi, hadir (kembali) dengan lagu terbarunya berjudul Ku Jatuh Hati. Sebuah lagu pop easy listening dengan balutan akustik dengan petikan gitar yang manis dan artistik. Syair lagu ini menceritakan kekaguman dan rasa cinta yang tidak tergapai. Materi lagu ini terbilang biasa saja, syairnya tidak “mencakar”, melodinya pun tidak memberi kejutan. Mungkin Fadil sudah menyajikannya dengan baik, tapi masih belum menunjukan karakter vokal, yang menunjukkan jati diri. Tidak diketahui, apakah Fadil bisa bermain musik atau tidak. Tapi, ini akan berpengaruh pada “rasa” saat menyanyikan lagu yang diulik sedemikian rupa.

Lagu Ku Jatuh Hati, benar-benar berbalut pop. Pilihan yang kurang bijaksana, mengingat polesan musik R&B atau sedikit jazz bisa mungkin membuat lagu ini menjadi kaya. Lebih kaya improvisasi dan bisa lebih berdinamika baik secara vokal maupun instrumen musik. Terlepas dari itu, sentuhan R&B bisa membuat lagu menjadi lebih gaya, karena kemampuan vokal seseorang teruji di musik genre ini. Kemampuan Fadil pun sebetulnya tak perlu diragukan, saat unjuk kabisa di akun youtube-nya. Fadil mengcover lagu ballads When I Was Your Man milik Bruno Mars dengan ‘rasa’ dan polesan improvisasi yang elok.
image

Tidak berlebihan jika penikmat musik mengharap setiap penyanyi untuk lebih menunjukkan dirinya sebagai musisi darpada sekadar pegang mic dan lalu bernyanyi. Bravo Fadil, semoga karya berikutnya semakin tegas dan bisa menunjukkan karakter yang kuat.