Wisata Air Terjun Maribaya Lembang

image

Maribaya, sudah lama menjadi objek wisata alam yang sangat terkenal terletak di Kecamatan Lembang. Berjarak 5 km sebelah timur Lembang dan kira-kira 15 km dari Kota Bandung. Sempat beberapa waktu di tutup dan melakukan pembenahan dan renovasi. Kini, Maribaya telah berganti penampilan. Namanya pun berubah menjadi Natural Hot Spring Resort & Waterfall.

image

image

Seperti apa perubahan Maribaya yang sekarang?? Lebih kekinian. Contoh, untuk tiket masuk, sudah menerapkan sistem digital. Tiket berbentuk seperti ATM, yang diakses di pintu masuk yang dijaga oleh petugas. Arsitektur dan landsekap-nya pun lebih cantik dan menarik. Fasilitas lainnya seperti kolam rendam air panas, amphitheater untuk pertunjukan kesenian, kafe dan resto, foodcourt, sky bridge, dll. Bandingkan dengan sebelum renovasi, cuma ada penjual makanan seadanya dengan tenda biru dan gelar tikar, dan pengamen hilir mudik menyambangi pengunjung dengan agak memaksa.  Sekarang, sdh tidak ada lagi….

image

image

Harga tiket masuk 35ribu, katanya sih bonus air mineral. Tapi saya tidak ambil air mineralnya karena kurang mendapat informasi dimana saya bisa menukarnya. Harga tiket 35rb adalah masuk ke lokasi Maribaya saja. Jika berminat berendam, terapi ikan, arena permainan, ketangkasan, mini zoo dll, dikenakan tarif berbayar lagi. Lalu, yang menjadi catatan penting adalah : di pintu masuk tertera tulisan : pemeriksaan tas (DILARANG MEMBAWA MAKANAN DAN MINUMAN DARI LUAR). Artinya, kita memang diharuskan membeli makanan dan minuman di kafe dan resto yang ada di dalam objek wisata.

image

Iklan

Wot Batu

image

Established in 2015, Wot Batu is a configuration of stones conceptually and harmoniously laid out and planted in about 2000 square meter open space. Sunaryo created Wot Batu to be a spiritual bridge : the balance between the human soul and physical manifestations of life, and also to bring awareness on human existence in an infinite dimension of nature.

Taman Bunga Begonia, Lembang

Sebetulnya, saya agak enggan memposting kunjungan saya ke Taman Begonia Lembang. Yang namanya taman bunga, identik dengan perempuan… Dan, bagaimana bisa saya “tersesat” sampai ke Taman Begonia(n) ini…..

Jadi, awalnya saya dan teman2 bermaksud menyusuri jalan Dago, melalui Jl. Dago Giri dan tujuannya saat itu adalah Saung Mang Engking, Lembang. Karena datangnya kepagian dan belum waktunya makan siang, jadi kami mencari tempat singgahan, minimal sampe jam makan siang. Dan yang terdekat dari sana adalah Taman Begonia. Jadilah, kami masuk, hanya sekedar iseng apa sih Taman Begonia ini?? Tampaknya masih baru…

Setelah parkir, kami membayar tiket di depan pintu masuk seharga 10ribu rupiah. Tiket tersebut bisa ditukarkan dengan 1 buah es potong. Lumayan. Dengan agak canggung, saya memasuki taman yang di dominasi hamparan bunga begonia berwarna merah jambu. Disediakan topi anyaman untuk mengurangi panas yang menyengat. Saya mulai menelusuri, setiap depa yang nampak di depan mata. Taman sudah ramai dengan pengunjung-yang saya pun heran-dari mana pengunjung tahu ada taman baru ini….

Taman Bunga Begonia, separti taman pada umumnya…dipenuhi bunga yang di tata dengan baik. Hanya saja, karena (mungkin) lahan ini bekas ladang petani, jadi tidak ada satupun pohon besar yang menaungi. Alhasil, datang ke taman ini sekitar jam 10an adalah waktu yang kurang tepat. Panaaaassss. Ada beberapa saung di sediakan untuk berteduh, duduk santai sambil menikmati ‘panasnya’ taman ini. Hembusan bayu, udara Lembang yang sejuk, sedikit menolong suasana. Saya menukarkan sobekan tiket masuk dengan 1 buah es potong rasa buah yang rasanya lumayan, saat terik menyengat.

Mencoba berfoto2 di taman ini. Atuh da apa aku maaahh…setiap berfoto tampak sedang merem karena cuaca terik, sehingga wajah kita terbawa meringis saat difoto. Yah, karena taman ini masih baru, cukup oke lah. Tapi, entahlah beberapa bulan ke depan saat begonia sedang tidak berbunga….karena kebiasaan taman bunga, bagusnya di awal2 doang, yang mana bunga tersebut sedang bermekaran. Manakala bunga sedang gak musim, taman menjadi kurang menarik.

Kurang lebih 1 jam saya dan teman2 berada di taman ini, selebihnya saya melipir ke sebuah kedai Tahu Sumedang, yang gencar beriklan dengan nama TAHU SUMEDANG RENYAH. Kedai ini tak jauh dari Taman Bunga Begonia, kira 100 meter arah terminal Lembang. Setelah mencoba rasa tahu yang–yah enaak, tapi tetap aja tahu–kami pun meluncur ke Kedai Mang Engking untuk bersantap siang disana.

*ini juga tersimpan di draft, dan sudah setahun lalu mengendap–lalu skrg saya posting–tentu saja sudah tidak up to date*

Hihihi, postingan yang ngambang, tanpa ending yang jelas….tanpa foto2 pula….

Mengisi Akhir Pekan #4 : Taman Sejuta Umat, Taman Alun-alun Kota Bandung

image

Saya menyebutnya taman sejuta umat. Sudah 3x saya datang Taman Alun2 Bandung, tapi selalu penuuuhh. Maksud hati mau ikut2 main stream, berfoto selfie di lapangan yang terkenal gara2 rumput sintetis-nya ini, ada daya belum terlaksana. Kali kedua, pernah juga datang ke taman ini, di perjalanan sih cerah. Tapi, di taman alun2 baru saja selesai hujan. Alhasil, rumputnya basah…boro-boro bisa dipake duduk-duduk, selfie atau main bola… gagal maniiiing…..

Nah, selepas dari Taman Cibeunying, maksudnya kami mau cari taman lain, untuk menyantap perbekalan kami, Nasi Timbel. Tujuannya adalah Taman Musik Centrum (sebelumnya pas liat dari Bandros-tadi pas melintas-taman ini sepi, gak banyak orang), maka meluncurlah kami kesana. Sayang, begitu sampe sana, sdh ada banyak orang yang hendak mendirikan tenda. Sepertinya akan ada acara di Taman Musik. Tanpa berpikir panjang, kami sepakat meluncur ke Taman Alun-Alun Bandung.

Setelah parkir di basement, kami langsung menuju lapangan berumput sintetis. Cuaca cerah, bahkan panas. Keponakan langsung melepas sendal dan langsung berlarian di rumput. Sekejap, langsung mereka menepi. Rumputnya PANAASSS! Oh ya?? Begitu saya coba, iya juga rumputnya panas, dan tidak nyaman. Tapi aneh, masih saja banyak anak-anak bermain bola dan orang tua menunggui di tepi taman. Saya memutuskan untuk berteduh dan menunggu cuaca rada iyuh dulu. Awalnya kami mencari tempat di pinggiran taman alun2, rindang di bawah pohon. Tapi, setelah sholat dzhuhur, kami memutuskan bersantai di teras masjid. Lebih adem dan nyaman. Kami juga melihat, banyak pengunjung taman alun2 ini yang membawa bekal dan menyantap perbekalannya di teras masjid. Yah, selama tertib dan bisa menjaga kebersihan, ya kenapa tidak? Maka kami pun ikut membuka perbekalan kami, dan botram nasi timbel di teras Masjid Agung.

Ternyata, bersantap di teras masjid agung itu nikmaaaaattt. Pantas saja banyak orang yang melakukan hal yang sama. Mungkin karena kami sedang lapar, jadi makanan apapun terasa nikmat. Tapi kami menganggap, ini berkah masjid umat heheheh. Selesai makan dan memastikan bahwa kami sudah merapikan dan membuang sampah pada tempat semestinya. Kami duduk2 saja mengobrol sambil menunggu cuaca sedikit bersahabat.

image

Menjelang ashar, cuaca sore sangat pas, hangat dan tidak panas. Kami orang2 sdh semakin banyak mengunjungi taman alun2. Kami mencari tempat nyaman…dan seperti kebanyakan pengunjung lain, kami membeli bola pada pedagang asongan yang menyamar menjadi pengunjung taman. Dan membiarkan keponakan2 kecil bermain bola. Di taman alun2 ini, semua harus tertib. Tidak diperbolehkan ada orang berjualan dan diawasi ketat oleh petugas Satpol PP. Ini untuk menghindari terjadinya hal2 yang tidak diinginkan. Jangan sampai, taman yang sdh cantik, berubah jadi pasar dan dikuasai lagi oleh para PKL.

Melalu thoa yaang dikeraskan suaranya, petugas Satpol PP kerap mengingatkan kepada pengunjung agar menjaga kebersihan terutama yang membawa perbekalan dan makanan. Mengingatkan untuk tetap waspada dengan barang2 bawaan dan menegur pengunjung yang menggunakan sendal atau sepatu. (Dan yang menyebalkan, pengunjung pura2 tidak mendengar dan terus melenggang dengan tidak tahu malu-yah, itulah Indonesia!)

Semakin sore, semakin ramai dan lapangan rumput mulai duk dek. Beginilah warga kota Bandung menikmati kotanya saat sore hari di akhir pekan. Kami, mengobrol panjang lebar dengan pengunjung lain yang sebelumnya tidak kami kenal, hanya karena kami sama2 membawa bayi dan menjejerkannya di lapangan rumput bagaikan sedang kontes. Sambil mengawasi keponakan2 yang bermain bola agar tidak terlampau jauh dari pantauan, kami menikmati sore dengan sisa perbekalan yaitu minuman dan snack yang kami bawa.

image

Selepas jam 4 sore, kami memutuskan pulang. Sebelumnya, kami bermaksud mengitari jalan Cikapundung dan jalan Braga Pendek terlebih dulu….

Foto :
SuaraMahasiswa.info

Mengisi Akhir Pekan #3 : Taman Super Hero, Taman Favorit di Bandung!

Kenapa saya sebut sebagai taman favorit?? Sepanjang hari senin sampai dengan hari sabtu, Taman Super Hero ini selalu penuh. Ramai. Hari Minggu, lebih ramai lagi. Penuuuhh bahkan untuk mendapatkan parkir motor saja susah.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil berhasil membuat taman tematik yang sukses menjadi identitas kota Bandung. Dari sekian banyak taman kota ada, tercatat seperti Taman Kandaga Puspa, Pet Park, Cibeunying Park, Taman Lansia, Taman Film, Taman Jomblo, Taman Fotografi, Taman Musik, Taman Fitnes, dan masih banyak lagi. Sebagian taman-taman itu ramai saat tertentu atau manakala saat baru peresmian, ada even atau saat akhir pekan. Tapi, berbeda dengan Taman Super Hero (dan Taman Alun2 Kota Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya). Sejak diresmikan beberapa waktu lalu, taman ini selalu penuh dikunjungi warga yang ingin menikmati kesejukan kota sambil mengasuh anak2nya.
image

Apa yang membuat Taman Superhero ini menarik masyarkat?? Yap, sesuai namanya SUPER HERO, maka di taman ini ada patung2 super hero terkenal seperti Superman, Batman, Spiderman, Flash, bahkan Robot Gatot Kaca! Dan seperti taman-taman khususnya untuk anak-anak, di taman ini ada ayunan, prosotan dan permainan khas untuk anak-anak. Kalo dulu, warga harus ke taman bermain untuk bisa main ayunan dan prosotan, dikenakan tarif tiket. Nah, di Taman Super Hero, Pak Walikota memberikan semuanya untuk warga Bandung, gratiiiisss.

image

Dibandingkan dengan tokoh Superman, Batman atau The Flash, Spiderman, merupakan tokoh paling favorit anak. Hampir setiap anak, pasti berfoto dengan tokoh manusia laba-laba tersebut.

image

Bahkan, tempat ini menjadi kreaifitas yang menghasilkan uang. Ada seorang yang berkostum robot dan kostum Spiderman. Saya jadi kepikiran untuk mengisi hari libur dengan berkostum super hero lain, dan ikut mendulang rejeki disana…kira2 tokoh super hero apa yaaa…..wkwkwkw

image

Hahahaha, baik Spriderman maupun si robot memberikan 3 gaya pose potret. Kalo si Robot Hijau, memberikan foto yang naratif. Diawali dengan persahabatan, lalu pertarungan, dan diakhiri dengan kekalahan sang Robot. Sedangkan Spiderman memilih memberikan pose-pose khas Spiderman. Dan untuk berpose dengan orang berkostum tersebut, tarifnya adalah kencleng se-ikhlasnya.

image

image

Berbeda dengan anak-anak perempuan. Mereka lebih suka main ayunan dan prosotan. Ayunan disini cukup banyak. Begitupun tempat duduk yang disediakan di taman ini, cukup banyak. Saya mendapati beberapa orang tua, yang tampak botram, membuka bekal dan timbel-nya ditaman ini. Duh jadi kabita untuk botram juga…
image

Tapi, seperti biasa. Untuk urusan kebersihan, warga kita memang belum bisa disamakan dengan negara lain. Negera kita lebih primitif kalo masalah kebersihan. Saya mendapati sampah berserakan. Kebiasaan buruk yang susah diubah. Bahkan, hanya untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pun masih tidak bisa. Bagaimana jika tidak disediakan tempat sampah…
image

Tuh kan, hanya tinggal membuka tutup tempat sampah saja, dan memasukan sampah bekas sendiri ke dalamnya, warga kita masih tidak mau. Tidak disiplin. Itu sebabnya, untuk urusan “penampilan wajah kota” negara kita tidak akan bisa bersaing, baik dengan negara tetangga seperti Malaysia maupun negara lain yang lebih maju.

Lalu, saya pun meninggalkan taman ini….dan melanjutkan piknik ini ke Taman Alun2 Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya….

*Meluncur ke Alun-alun Kota Bandung*

Keindahan Senja

Ada banyak orang, yang beruntung bisa menyaksikan keindahan langit senja. Sebagian mungkin tidak peduli. Sebagian lain, mungkin mengabadikannya. Ada juga yang sengaja menunggu senja baik di pantai maupun di pegunungan. Trus, kalo yang mengejar senja?? Ada! Saya dan rombongan termasuk yang pernah mengejar senja, khawatir sunset yang hanya beberapa menit itu terlewatkan.

Berikut ini, pengalaman saya menyaksikan keindahan langit senja yang sempat saya capture.
image

Ini adalah senja di langit borneo. Beberapa saat sebelum mendarat di Kalimantan, saya mendapat suguhan sebuah pemandangan luar biasa indah. Sunset dari angkasa dengan pemandangan yang amat sangat luas, tanpa batas…
image

Saya berada di Masjid Unisba, mau sholat maghrib. Pada saat saya mengcapture gambar ini, saya takjub dengan permukaan awan seperti kabut yang berwarna merah, sementar nun jauh di sebelah barat, langit tanpa awan berwarna keperakan. Shiluet hotel Novotel terlihat jelas dari arah Jl. Tamansari.

image

Kalo yang ini, saya berada di ketinggian kawasan Dago, tepatnya di Bukit Dago Pakar. Saya berada di parkiran sebuah kafe yang tidak terhalang pembatas, sehingga pemandangan ke arah matahari tenggelam bisa di capture dengan leluasa.

image

Ini di sebuah tempat, yang beken di tahun 2014 kemarin. Yap, ini di Dulang! Saya mendapat pemandangan misty berkabut sesaat setelah hujan gerimis. Awan bergumpal bagian tengah tampak seperti celah terbuka dan berwarna keperakan terpantul semburat sisa2 sinar matahari yang akan tenggelam. Beruntung, menjelang sunset, langit kembali clear, beniiing.

image

Pelangi indah ini saya dapatkan menjelang tahun baru 2015 di Jl. Jakarta Antapani, arah Arcamanik. Jadi, saat itu saya baru pulang dari Kircon dan sempat berteduh karena hujan. Saya selalu senang melihat pelangi, apalgi kalo warnanya tebal-tidak bias atau pucat. Pelangi yang saya lihat ini melengkung setengah lingkaran, seakan membelah langit. Kereen!

Nasi Goreng @ Hummingbird

Kali-kali, posting gambar sagede gaban…. 😆

Jadi kemana pun saya pergi, mentok2nya paling pesen nasi goreng. Nah yang ini namanya Hawker Nasi Goreng, salah satu menu Indonesia di Hummingbird. Rasanya enak, pada nasi gorengnya ada potongan ayam dadu dan udang-disajikan dengan telur mata sapi, acar wortel dan kerupuk udang.

Hawker Nasi Goreng ini cukup ‘fotogenik’ saat saya foto. Tampil cantik tanpa perlu edit ini itu. Mau coba?? Siniiii….. 🙂 – at Hummingbird

View on Path

Betutu Lalah, Rasa Bali Otentik di Kawasan Priangan

Bila ingin mencicipi hidangan atau masakan khas Bali, gak usah jauh2 datang ke Bali. Kita bisa datang ke sebuah resto yang menyajikan hidangan Bali dengan rasa rempah-rempah yang otentik. Adalah Betutu Lalah, sebuah restoran kecil di Jl. Cihampelas Bandung, tepatnya disamping kedai Baso Semar.

image

Disini, lidah kita akan dimanjakan dengan hidangan khas ala bali. Ada Ayam Betutu, Bebek Betutu, Nasi Campur Bali, Sambal Mattah, Sate Pusut atau Sate Lilit, dan lain2nya. Desain interior resto dilengkapi dengan lukisan-lukisan dan ornamen2 khas bali. Musik gamelan khas bali, mengalun pelan dan lembut, menambah suasana menjadi lebih eksotis.

image

Ayam Betutu yang disajikan disini, menurut saya enak. Dagingnya empuk, bumbu rempahnya meresap dan ukurannya cukup untuk menambah nasi 1 porsi lagi. Disajikan dengan kuah terpisah, kuah kuning ini seperti kuah kari atau gulai dengan aroma khas. Ada tetelan daging, irisan serai dan bayam. Rasanya legit, enak! Sedangkan untuk sayurannya, Lalap adalah paduan yang pas. Lalap yang dimaksud disini adalah potongan kacang panjang muda, yang dipotong melintang, dimasak dengan santan. Lagi-lagi, sayuran ini juga enak. Bila sebelumnya kurang suka tumis kacang panjang, insha Alloh, kalo mencicipi masakan kacang panjang ini, pasti jadi suka, karena menggunakan kacang panjang muda yang empuk dan lembut saat digigit. Hmmmm lezzaaattt.

image

Sedangkan Nasi Campur Bali, adalah sepaket nasi lengkap dengan lauk pauknya, yang tentu saja khas Bali. Nasi Putih, dilengkapi dengan dendeng sapi, lalap, telur bumbu bali, sate lilit, rempeyek dan sambal mattah. Porsi ini cukup lengkap dan memuaskan. Tapi buat saya, tetap harus nambah nasi 1 atau 1/2 porsi lagi hehehe.

Setiap hidangan disini, dilengkapi dengan sambal mattah, yaitu sambal yang terdiri dari irisan bawang merah mentah, cengek, garam dan bumbu yang disiram dengan minyak sayur. Rasanya enak, dicocol nasi. Bahkan, saya sampe minta tambahan sambal mattah-nya, dan diberi seporsi lagi….(saya gak ngecek di bill, apakah ditambahkan ke bill atau tidak-tapi siapa peduli, kalo rasanya enak dan bikin makan tambah nikmat).

image

Disini, ada juga sate ayam. Soal bumbunya, saya tidak merasa ada yang aneh, mirip sate2 pada umumnya. Yang jelas, ayamnya empuk (tanpa lemak) dan bumbu kacangnya juga enak. Saya kira akan ada rasa ‘bali’-nya, atau penambahan rempah apa gituh, yang asing di lidah. Ternyata tidak, mirip sate pada umumnya, dan satenya enak.

Jadi, buat yang suka hidangan berempah khas Bali, gak usah jauh2 datang Bali, kesini saja. Rasanya lezat, harganya terjangkau (walaupun berbicara harga mah relatif, tapi menurut saya masih standarlah). Dan pramusajinya mengatakan hidangan disini halal, nah itu yang penting!

KrangKring

Beberapa bulan terakhir ini saya dan teman2 punya tempat nongkrong favorit. Pada awalnya hampir tiap hari nongkrong disana, baik itu sekadar ngobrol2 gak penting sampai membahas obrolan2 serius bagaikan rapat yang tak kunjung usai. Baik sekedar pesan minuman saja atau memang mau kalap seperti orang yang sudah berpuasa seminggu, gak masalah… Sebuah tempat yang akhirnya menjadi seperti markas bagi saya dan teman-teman pada saat meet up. Walaupun pada akhirnya tidak sesering dulu (yang hampir tiap hari), tapi dalam seminggu selalu ada jadwal atau mampir kesana….
image

Adalah KrangKring, sebuah tempat yang terletak dijalan Ciliwung no 1-3 Bandung. Berada di kawasan yang masih rimbun dengan pohon2 besar, sejuk dan strategis karena mudah diakses dari berbagai lokasi. Tidak jauh dari Jl. Riau, dekat Masjid Istiqomah, Pusdai dan Supratman. Kalo sehabis dari sini hendak melanjutkan ke tempat lain pun aksesnya menjadi mudah ke segala arah…
image

KrangKring menyediakan berbagai makanan, minuman, gerai fashion, aksesoris dan movie room. Menurut kami, KrangKring memiliki fasilitas yang lengkap. Mau duduk di sofa atau kursi biasa, mau indoor atau menghadap taman bisa pilih selama belum ditempati atau belum dipesan. Toiletnya bersih dan disedikan mushola. Satu hal yang bikin betah adalah fasilitas wifi-nya. Mendonlot video musik kualitas HD 1080 dari youtube ukuran 80MB – 120MB selesai dalam beberapa menit saja….
image

Konsep yang ditawarkan di KrangKring adalah seperti foodcourt. Ada banyak kedai berjejer dengan tulisan menu2 dan contoh makanan dan gambar2. Ada Nasi Goreng Mafia, Es Campur Pak Oyen, gudeg, Soto Bandung Ojolali, soto betawi, nasi goreng kampung, lotek, gado2, empek2, sate, sop iga, dll. Ada juga berbagai makanan ala korea seperti bulgogi, bimbap, dan sebagainya. Ada de’Risol, sushi, takoyaki, iCup, paket2 bakso, yamin dan mie ayam/jamur yang disajikan hot plate dan masih banyak yang lain… Favorit saya disana adalah Nasi Goreng Mafia. Pilihan saya biasanya Yakuza level 2. Yakuza adalah nasi goreng kikil dengan bumbu rempah dan sedikit kecap (saya tidak terlalu suka nasi goreng yang manis berlumur kecap). Dengan tingkat kepedasa level 2, tambahan telor cepok dan kerupuk cukuplah buat saya….ditambah segelas teh leci… Harganya sih, menurut saya masuk akal…
image

image

Ada beberapa gerai fashion dan pernak pernik aksesoris dan tas di sayap sebelah kiri KrangKring. Beberapa kali kesini dengan teman atau keponakan perempuan, pasti melipir ke salah satunya. Keponakan saya pernah dengan girangnya memperlihatkan giwang yang dibelinya dengan antusias. Giwang itu berbentuk sendal yang lucu Heeeeuuu…dasar awéwé
image

Kalo saya, selain makan dan download-kalo ada yang perlu di download- saya lebih tertarik dengan Movie Room-nya. Movie Room merupakan salah satu toko DVD favorit saya, selain tempatnya luas, koleksinya lengkap dan disediakan tidak kurang 10 televisi untuk mencoba dvd yang kita pilih. Disini kita bisa menjumpai berbagai koleksi dvd mulai dvd musik, konser, animasi, serial asia, serial populer, action terbaru, game sampe film 90an. Gak usah berdesakan ke Pasar Kota Kembang untuk penyuka DVD. Saya kira disini cukup lengkap…bahkan disini tersedia jasa isi film berkualitas HD 1080 dengan harga 15rb/film. Tinggal bawa hardisk eksternal saja….

Melipir ke Taman Musik Centrum

image
Pernah berkunjung ke Taman Musik Centrum?? Sebuah ruang publik yang didedikasikan untuk kegiatan musik, seni dan olah raga. Ini merupakan salah satu taman tematik yang digagas oleh Bapak Ridwan Kamil, Walikota Bandung-melengkapi taman-taman tematik yang lain seperti Taman Pustaka Bunga, Taman Jombo, Taman Fotografi (Taman Cempaka) dan yang lainnya. Taman ini letaknya di jalan Belitung, disamping SMA N 3 dan 5.

image

Memasuki taman ini di siang hari, saya mendapati sebuah ruang publik yang menyenangkan. Beberapa pemuda tampak asik melakukan sesi pemotretan di depan sebuah plat besi baja berbentuk gitar-menyerupai gitar raksasa. Rupanya, gitar raksasa ini merupakan ikon di tempat ini. Menyapu pandangan ke tempat lain, saya mendapat. Berbagai patung besi bercat merah yang semuanya bernuansa musik atau sedang memainkan alat musik.

image
image
Duduk-duduk disini sangat menyenangkan…hawanya sejuuukkk… sedikit berisik dengan bunyi “Turaés”-nyanyian alam yang katanya sih pertanda musim kemarau akan segera tiba. Saya memilih tempat duduk sayap kiri taman. Ada semacam gazebo kecil lengkap dengan steker-colokan kalo kita mau sambil nge-charge. Saya tidak sempat mencoba-apakah ada arus listriknya atau tidak. Saya hanya mencoba mencari koneksi Wifi Bandung Juara-yang sayangnya-tidak ditemukan disini. Kalo ada, pastinnya saya sudah menemukan sejumlah orang yang membuka laptop disini. 😀 😀 😀

image
image

Sejatinya yang namanya Taman Musik, maka taman ini dipersiapkan untuk pertunjukan musik dan kesenian. Coba perhatikan tempat duduk yang mengelilingi taman ini, dibuat berundak-undak dan dicat warna-warni. Bahwasanya setiap penonton bisa melihat dengan jelas ke arah panggung pementasan, dari segala arah. Panggung-nya sendiri berada di tengah lapangan berbentuk bundar, dengan permukaan agak naik (tapi tidak terlalu tinggi juga) jadi, tetap nyaman.

Mungkin, suatu hari nanti saya kudu datang ke Taman Musik Centrum ini, disaat ada pertunjukkan atau showcase. Cuuzz aahh…nanti kalo ada lagi, mau nonton aaahhh….