Project Gardening, yang pertama di Pesona Regency

image

Ini adalah project pertama saya di bidang gardening. Menata dan membuat taman di pekarangan rumah di kawasan kluster Pesona Regency–di kawasan Bandung timur.

Sebelumnya, saya sempat survey terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan untuk mengambil langkah termudah, hal apa yang bisa saya lakukan. Ide apa yang bisa saya terapkan, dan dicocokan dengan keinginan pemilik rumah.

Alhamdulillah, pemilik rumah menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk berkreasi sebebasnya. Dengan konsep “taman minimalis”, seperti yang diharapkan Ibu Tuti–pemilik rumah, jadilah taman seperti tampak di atas.

Di minggu kedua dan bulan pertama, saya masih memantau taman tersebut. Saya berikan maintenance dan memastikan bahwa tanaman tumbuh dengan semestinya. Rumput2 dan tanaman yang jabrik sempat dirapikan. Ini merupakan bagian dari service yang saya berikan.

Iklan

IWAKO Bdg, Antar – Jemput, Ojeg dan Kurir

image

Om….Tante…. berbagi info niiii…
Untuk kebutuhan antar jemput, ojeg dan kurir…. gunakan jasa IWAKO Bdg. Bisa carter juga sesuai kebutuhan….

Wisata Sendiri : Menelusuri Jalan Cigending sampai Ke Lembang (Bag 1)

Bosan mager di rumah, hari ini saya memilih berpetualang #WisataSendiri. Kali ini target saya adalah : Menelusuri Jl. Raya Cigending – Ujungberung, Bandung. Sebelumnya, saya pernah dapat info bahwa kalo diteruskan menelusurinya, maka kita akan sampai ke Lembang. Nah, sedikit penasaran maka pagi tadi saya beranikan diri untuk menyisir jalan yang setiap hari di lewati, tapi tidak pernah lebih jauh dari komplek rumah saya yaitu Griya Winaya. Selepas sarapan Kupat Tahu enak di Jl. Cagak Cinangka, saya meluruskan niat.

Bismillah…. saya mulai melaju dengan motor shogun kesayangan, tanpa menoleh ke kanan dimana ada pos satpam dan gapura bertuliskan Komplek GRIYA WINAYA. Saya mantap, menuju “jalan lurus” yang kemudian menanjak dan berbelok ke arah kanan. Menanjak…dan terus menanjak…pantas saja disebut Tanjakan Panjang. Tapi jalanan bagus, dibeton…jadi motor bisa melaju dengan nyaman. Setelah dirasa-rasa lebih dari 3 kilometer, jalanan mulai sepi. Rumah penduduk mulai jarang. Yang ada sawah-sawah berundak mengikuti kontur pegunungan, dengan latar gunung-gunung dihiasi awan tipis. Sayangnya walaupun langit cerah, cuaca tidak benar2 clear, sehingga pemandangan indah di depan mata terasa kurang beniiiiiing.

Seperti biasa, saya menepi dan memarkir motor di tempat yang aman. Berdiri memandang alam dan sekitarnya. Saya selalu takjub dan bahagia saat melihat keindahan alam seperti ini….

image

Andaikan cuaca lebih bersahabat dan mengijinkan saya melihat keindahan lekuk gunung itu… Hmmmm…..puas memandang lukisan Tuhan, saya lanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan kali ini, saya dimanjakan oleh alam yang menyuguhkan pemandangan indah.

Setelah melewati sawah, ladang dan perkebunan warga, berikutnya adalah hutan pinus. Walaupun tidak terlalu rapat, dan masih renggang, tapi dari kejauhan saya melihat lekukan2 gunung bergerigi yang mendeskripsikan kalo itu hutan pinus. Well, saya menjumpai mobil-mobil yang beristirahat setelah “melepas” sepeda gunungnya. Mereka beristirahat di sebuah kedai minum-yang ternyata saya tidak menemukan ada kedai lagi sejauh berkilo-kilometer di depan.

image

image

Oke….awan tampak sudah berwarna abu-abu. Saya hanya berharap tidak hujan di petualangan kali ini. Betapa repotnya kalo sampe hujan. Selain khawatir kabut turun, saya pun bingung karena tidak ada tempat buat neduh…. Dengan sedikit was-was, saya melanjutan perjalanan….

Hutan pinus sudah mulai rapat….sangat rapat bahkan. Udara mulai terasa lebih dingin. Angin berhembus sangat segar….. sejauh mata memandang, hanya hutan pinus saja. Saya jarang berpapasan dengan pengendara motor lain. Tapi, ada beberapa mobil bak terbuka membawa sepeda gunung-sepertinya hendak berwisata sepeda melintas hutan pinus.

image

Jalanan tampak sepi, dengan hutan pinus sebelah kanan. Hutan pinus ini sangat rapat…. sedangkan sebelah kiri tidak terlalu rapat.

image

Beginilah medan yang ditempuh, jalan bagus dan mulus. Hanya saja sepi. Sepi sepi sendiri aku benci, pecahkan saja gelasnya biar ramai *melantur*, sampai saya ragu-antara melanjutkan perjalanan atau balik kembali ke Ujungberung….

Banyak pemandangan bagus dan indah. Tetapi, perasaan saya masih tercabik antara menyenangkan dan khawatir kehabisan bensin, karena saya belum bisa memprediksi, sejauh mana kira2 saya bisa sampai ke Lembang. Tak lama setelah melewati perkampungan kecil saya sedikit bernafas lega. Kembali melipir pingiran jalan untuk mencari informasi, dimanakah saya berada. Hutan yang ada menghampar di hadapan sudah bukan lagi pinus, tapi hutan kina.

image

Pemandangan yang menghampar dibawah sana, tak berbeda jauh dengan pmandangan di Tebing Keraton. Ujung pohon pinus yang lancip, membentuk gerigi yang indah berpadu dengan hutan kina.

image

…dan begini keterangannya :

image

Oouuuwwww…..ternyata saya memasuki area Wisata Kebun Kina milik PT. Perkebunan Negara VIII. Ya….ya… Lalu, Lembangnya sebelah mana, entahlah…..pastinya masih jauh. Karena belum ada tanda atau penunjuk arah yang menunjuk ke Lembang. Tidak boleh putus asa, tidak boleh ragu, harus mantap melanjutkan petualangan ini. Beberapa puluh meter setelah melanjutkan perjalanan, saya harus menerima kenyataan bahwa kali ini jalanan yang dilalui tidak seindah yang tadi. Jalanan berbatu, sedikit terjal dan licin-yang sepertinya-kalo tidak hati2 motor akan mudah tergelincir. Ya Alloh, jangan sampe motor saya mendadak kempes ban atau bocor ditempat terpencil dengan medan seperti ini….

Kira-kira sejauh apa ya jalanan berbatu ini…..

*bersambung*

Jurnal Menanam Cabai Habanero #1

Beberapa waktu lalu, saya pernah sharing tentang Cabai Habanero. Akhirnya saya tergoda untuk mencoba menanam cabai yang berbentuk lucu ini di pekarangan rumah.
image

Saya memetik 4tangkai cabe dari pohon induk, lalu cabai2 tersebut saya biarkan terlebih dahulu hingga peot dan mengering. Setelah itu saya mengeluarkan biji2nya dan ditaburkan pada media tanam-berupa pot berukuran sedang. Tentu saja pot tersebut sudah diisi tanah yang sudah digemburkan. Sesudah itu, potnya saya biarkan saja di teras rumah. Yang terpenting adalah pot selalu terkena sinar matahari dan disiram setiap pagi atau sore.

Seminggu kemudian, biji2 cabai mulai berkecambah. Saya semakin hati2 saat menyiram. Membiarkannya tumbuh sekitar 2 minggu, sampai tanaman bisa dipindahkan pada media tanam lain, biar tidak menggunduk berkelompok. Karena keterbatasan pot, maka saya saya hanya mengambil sekitar 10bibit saja. Saya pindahkan pada pot kecil-kecil. Satu media tanam, bisa 1-3 bibit cabai. Saya tetap meletakan pot-pot tersebut di pekarangan untuk memastikan cukup mendapat sinar matahari. Beruntung, bulan nopember dan Desember ini sdh memasuki musim hujan, jadi saya tidak terlalu sering menyiram. Inilah penampakan tanaman Cabai Habanero saya, yang berumur kurang lebih 2bulan, dengan perawatan sekedarnya.

image