Wisata Keliling Kota Bandung

Hyuuuk, Wisata Keliling Kota Bandung

image

● Mau ke Bandung Utara? Kita ke Dusun Bambu, lanjut Tangkuban Perahu, pulangnya sekalian ke Floating Market, dan jangan lewatkan Farm House-yang terkenal dengan rumah hobbit-nya dan melipir ke Rumah Mode (kalo mau belanja ke FO) dan makan malam di Iga Bakar Pak Jangkung di Jl. Cipaganti

● Atau mau ke Bandung Selatan? Ke Kawah Putih (siapkan jaket atau baju tebal, karena disini hawanya dingiiiiinn), lanjut ke Danau Situ Patengaan, yang sepanjang jalan pemandangan terhampar kebun teh — nyeberang  pake perahu ke Pulau Batu Cinta dan menikmati pemandangan disana–Tak lupa pulangnya mampir ke sentra sepatu Cibaduyut dan jajan batagor di sekitaran jalan kopo.

● Mau di Bandung kota?? Boleh juga. Ke Taman Balaikota, lanjut ke Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang, Trus ke Taman Vanda…..berjalan kaki ke Braga (berfoto2 disana), Gedung Merdeka, lanjut ke Taman Alun2 yang terkenal dengan rumput sintetis-nya. Makan siang di Warung Nasi Khas Sunda yang sambel-nya pedas aduhai…. lanjut ke Taman Teras Cikapundung, jajan lumpia basah enak di sekitaran Ganesa, trus ke Gedong Sate (berfoto2 disana). Dan kalo belum pernah ke Masjid Pusdai, bisa sekalian sholat Maghrib disana.

● Atau mau Wisata Museum? Kita bisa ke Museum Pos yang ada patung2 diorama dan aneka perangko2 langka, lanjut ke Museum Geologi (satu2nya museum fosil2 dan bebatuan mineral di Indonesia). Berlanjut ke Museum KAA di Gedung Merdeka. Pernah ke Museum Nike Ardilla?? Naaahh, bagi yang belum pernah bisa coba kunjungi kesana….melihat2 peninggalan dan memorabilia sang legenda cantik NIKE ARDILLA.

● Mencoba Wisata Kuliner? Ini lebih asyik….
Dari mulai sarapan pagi di Kupat Tahu Gempol, atau roti bakar di Roti Gempol. Jajan Seblak basah pedas di pinggiran jalan, icip2 kue cubit green tea di sekitaran Cisangkuy sambil nyeruput yoghurt. Makan siang Nasi Timbel di sekitaran Istiqomah atau mau coba masakan sunda Ibu Imas di Kebon Kelapa?? Yang racikan sambilnya endooolll!!  Atau mau mih Kocok & Sop Kaki “Mang Dadeng” di Jl. Banteng?? Nah, jangan lupa
sop buah Mang Ewok di belakang Gedong Sate. Lanjut jajan Lumpia basah enak di Jalan Ganesa. Hayuukk saya siap mengantaaar…dan siap di traktir tentunya. Gak nolaaakkk.
Mau pake motor (kalo wisata taman kota), tentu bisa.
Mau pake mobil (rame2 bareng keluarga/teman), bisa pake Xenia atau Avanza. Mobilnya ber AC lengkap dengan sopir maksimal 6 Orang.
Mau menjajal semuanya, boleeehh…hayukk aahhh.
Sesuaikan saja dengan kebutuhan….
Bonusnya saya fotoin deh…. hehehe

Tinggal kontak saja
RIDWAN SPEKTRA
via WA di 083820100971
atau via BBM : 765348FF

Semoga saya bisa membantu teman2 yang ingin berwisata di kota Bandung….lengkap dengan foto2 bagus yang bisa dipajang di instagram dan facebook.

Iklan

Mengisi Akhir Pekan #4 : Taman Sejuta Umat, Taman Alun-alun Kota Bandung

image

Saya menyebutnya taman sejuta umat. Sudah 3x saya datang Taman Alun2 Bandung, tapi selalu penuuuhh. Maksud hati mau ikut2 main stream, berfoto selfie di lapangan yang terkenal gara2 rumput sintetis-nya ini, ada daya belum terlaksana. Kali kedua, pernah juga datang ke taman ini, di perjalanan sih cerah. Tapi, di taman alun2 baru saja selesai hujan. Alhasil, rumputnya basah…boro-boro bisa dipake duduk-duduk, selfie atau main bola… gagal maniiiing…..

Nah, selepas dari Taman Cibeunying, maksudnya kami mau cari taman lain, untuk menyantap perbekalan kami, Nasi Timbel. Tujuannya adalah Taman Musik Centrum (sebelumnya pas liat dari Bandros-tadi pas melintas-taman ini sepi, gak banyak orang), maka meluncurlah kami kesana. Sayang, begitu sampe sana, sdh ada banyak orang yang hendak mendirikan tenda. Sepertinya akan ada acara di Taman Musik. Tanpa berpikir panjang, kami sepakat meluncur ke Taman Alun-Alun Bandung.

Setelah parkir di basement, kami langsung menuju lapangan berumput sintetis. Cuaca cerah, bahkan panas. Keponakan langsung melepas sendal dan langsung berlarian di rumput. Sekejap, langsung mereka menepi. Rumputnya PANAASSS! Oh ya?? Begitu saya coba, iya juga rumputnya panas, dan tidak nyaman. Tapi aneh, masih saja banyak anak-anak bermain bola dan orang tua menunggui di tepi taman. Saya memutuskan untuk berteduh dan menunggu cuaca rada iyuh dulu. Awalnya kami mencari tempat di pinggiran taman alun2, rindang di bawah pohon. Tapi, setelah sholat dzhuhur, kami memutuskan bersantai di teras masjid. Lebih adem dan nyaman. Kami juga melihat, banyak pengunjung taman alun2 ini yang membawa bekal dan menyantap perbekalannya di teras masjid. Yah, selama tertib dan bisa menjaga kebersihan, ya kenapa tidak? Maka kami pun ikut membuka perbekalan kami, dan botram nasi timbel di teras Masjid Agung.

Ternyata, bersantap di teras masjid agung itu nikmaaaaattt. Pantas saja banyak orang yang melakukan hal yang sama. Mungkin karena kami sedang lapar, jadi makanan apapun terasa nikmat. Tapi kami menganggap, ini berkah masjid umat heheheh. Selesai makan dan memastikan bahwa kami sudah merapikan dan membuang sampah pada tempat semestinya. Kami duduk2 saja mengobrol sambil menunggu cuaca sedikit bersahabat.

image

Menjelang ashar, cuaca sore sangat pas, hangat dan tidak panas. Kami orang2 sdh semakin banyak mengunjungi taman alun2. Kami mencari tempat nyaman…dan seperti kebanyakan pengunjung lain, kami membeli bola pada pedagang asongan yang menyamar menjadi pengunjung taman. Dan membiarkan keponakan2 kecil bermain bola. Di taman alun2 ini, semua harus tertib. Tidak diperbolehkan ada orang berjualan dan diawasi ketat oleh petugas Satpol PP. Ini untuk menghindari terjadinya hal2 yang tidak diinginkan. Jangan sampai, taman yang sdh cantik, berubah jadi pasar dan dikuasai lagi oleh para PKL.

Melalu thoa yaang dikeraskan suaranya, petugas Satpol PP kerap mengingatkan kepada pengunjung agar menjaga kebersihan terutama yang membawa perbekalan dan makanan. Mengingatkan untuk tetap waspada dengan barang2 bawaan dan menegur pengunjung yang menggunakan sendal atau sepatu. (Dan yang menyebalkan, pengunjung pura2 tidak mendengar dan terus melenggang dengan tidak tahu malu-yah, itulah Indonesia!)

Semakin sore, semakin ramai dan lapangan rumput mulai duk dek. Beginilah warga kota Bandung menikmati kotanya saat sore hari di akhir pekan. Kami, mengobrol panjang lebar dengan pengunjung lain yang sebelumnya tidak kami kenal, hanya karena kami sama2 membawa bayi dan menjejerkannya di lapangan rumput bagaikan sedang kontes. Sambil mengawasi keponakan2 yang bermain bola agar tidak terlampau jauh dari pantauan, kami menikmati sore dengan sisa perbekalan yaitu minuman dan snack yang kami bawa.

image

Selepas jam 4 sore, kami memutuskan pulang. Sebelumnya, kami bermaksud mengitari jalan Cikapundung dan jalan Braga Pendek terlebih dulu….

Foto :
SuaraMahasiswa.info

Mengisi Akhir Pekan #3 : Taman Super Hero, Taman Favorit di Bandung!

Kenapa saya sebut sebagai taman favorit?? Sepanjang hari senin sampai dengan hari sabtu, Taman Super Hero ini selalu penuh. Ramai. Hari Minggu, lebih ramai lagi. Penuuuhh bahkan untuk mendapatkan parkir motor saja susah.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil berhasil membuat taman tematik yang sukses menjadi identitas kota Bandung. Dari sekian banyak taman kota ada, tercatat seperti Taman Kandaga Puspa, Pet Park, Cibeunying Park, Taman Lansia, Taman Film, Taman Jomblo, Taman Fotografi, Taman Musik, Taman Fitnes, dan masih banyak lagi. Sebagian taman-taman itu ramai saat tertentu atau manakala saat baru peresmian, ada even atau saat akhir pekan. Tapi, berbeda dengan Taman Super Hero (dan Taman Alun2 Kota Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya). Sejak diresmikan beberapa waktu lalu, taman ini selalu penuh dikunjungi warga yang ingin menikmati kesejukan kota sambil mengasuh anak2nya.
image

Apa yang membuat Taman Superhero ini menarik masyarkat?? Yap, sesuai namanya SUPER HERO, maka di taman ini ada patung2 super hero terkenal seperti Superman, Batman, Spiderman, Flash, bahkan Robot Gatot Kaca! Dan seperti taman-taman khususnya untuk anak-anak, di taman ini ada ayunan, prosotan dan permainan khas untuk anak-anak. Kalo dulu, warga harus ke taman bermain untuk bisa main ayunan dan prosotan, dikenakan tarif tiket. Nah, di Taman Super Hero, Pak Walikota memberikan semuanya untuk warga Bandung, gratiiiisss.

image

Dibandingkan dengan tokoh Superman, Batman atau The Flash, Spiderman, merupakan tokoh paling favorit anak. Hampir setiap anak, pasti berfoto dengan tokoh manusia laba-laba tersebut.

image

Bahkan, tempat ini menjadi kreaifitas yang menghasilkan uang. Ada seorang yang berkostum robot dan kostum Spiderman. Saya jadi kepikiran untuk mengisi hari libur dengan berkostum super hero lain, dan ikut mendulang rejeki disana…kira2 tokoh super hero apa yaaa…..wkwkwkw

image

Hahahaha, baik Spriderman maupun si robot memberikan 3 gaya pose potret. Kalo si Robot Hijau, memberikan foto yang naratif. Diawali dengan persahabatan, lalu pertarungan, dan diakhiri dengan kekalahan sang Robot. Sedangkan Spiderman memilih memberikan pose-pose khas Spiderman. Dan untuk berpose dengan orang berkostum tersebut, tarifnya adalah kencleng se-ikhlasnya.

image

image

Berbeda dengan anak-anak perempuan. Mereka lebih suka main ayunan dan prosotan. Ayunan disini cukup banyak. Begitupun tempat duduk yang disediakan di taman ini, cukup banyak. Saya mendapati beberapa orang tua, yang tampak botram, membuka bekal dan timbel-nya ditaman ini. Duh jadi kabita untuk botram juga…
image

Tapi, seperti biasa. Untuk urusan kebersihan, warga kita memang belum bisa disamakan dengan negara lain. Negera kita lebih primitif kalo masalah kebersihan. Saya mendapati sampah berserakan. Kebiasaan buruk yang susah diubah. Bahkan, hanya untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pun masih tidak bisa. Bagaimana jika tidak disediakan tempat sampah…
image

Tuh kan, hanya tinggal membuka tutup tempat sampah saja, dan memasukan sampah bekas sendiri ke dalamnya, warga kita masih tidak mau. Tidak disiplin. Itu sebabnya, untuk urusan “penampilan wajah kota” negara kita tidak akan bisa bersaing, baik dengan negara tetangga seperti Malaysia maupun negara lain yang lebih maju.

Lalu, saya pun meninggalkan taman ini….dan melanjutkan piknik ini ke Taman Alun2 Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya….

*Meluncur ke Alun-alun Kota Bandung*

Mengisi Akhir Pekan #1 : Keliling Bandung Naik Bandros!

Sudah pernah naik Bandros??
image

Yeepp!! Ini bukan bandros makanan khas sunda, yang rasanya asin-gurih dengan campuran kelapa parut dan taburan kelapa muda serut yang dimasak dengan cetakan khusus. Tapi, BANDROS yang saya maksud disini adalah bis pariwisata bertingkat dua, untuk berkeliling kota dengan rute khusus. Nama BANDROS atau Bandung Tour On The Bus terpilih menjadi pilihan paling favorit saat menjadi nominasi pada sayembara khusus–penamaan yang cocok untuk bis pariwisata ini. Melengkapi gagasan-gagasan kreatif Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Bandros kini menjadi salah satu ikon kota dengan tagline #BandungJuara.

Bagaimana cara naik Bandros?? Apakah Bandros hanya untuk perayaan khusus atau even tertentu? Seperti pernah dipakai untuk mengarak pemain PERSIB saat tim kebanggan kota Bandung ini menjadi juara?? Tidak, setiap orang bisa menikmati bis bertingkat 2 ini, baik grup, sekolah maupun perorangan. Pada awal beroperasinya untuk umum, Bis ini merapat di depan pintu Taman Pustaka Bunga atau Jl. Citarum. Calon penumpang berkerumun dan bergerombol, untuk antri maupun sekedar berfoto dengan bis berwarna merah ini. Tidak sedikit rombongan anak-anak dari TK hingga Sekolah Menengah Umum, antusias berkerumun di pinggiran jalan-yang tentu saja berbahaya. Akhirnya, stasiun atau tempat henti Bandros dipindahkan ke sekitar Taman Cibeunying-tak jauh dari tempat sebelumnya-hanya saja disini lebih aman, karena jalan lebih luas, tetapi debit kendaraan yang melintas tidak terlalu ramai.

Cara pemesanan tiket Bandros adalah dengan cara online. Kita tinggal follow akun twitternya @BusBandros dan simak lini masa. Pin BBM dan No Telepon yang bisa dihubungi tertera di profil akun tersebut. Jadwal akan diumumkan secara berkala, tanggal dan jam kosong yang bisa dipesan untuk umum. Bila tanggal dan jam lain sudah tidak bisa dipesan, bisa jadi waktu yang dimaksud sudah di booking oleh orang lain baik pelajar ataupun korporasi umum. Harga tiket untuk umum adalah 25rb per orang, sedangkan untuk grup pelajar atau anak sekolah dikenakan tarif 700rb, sedangkan untuk grup umum (non pelajar) dikenakan tarif 800rb. Cara pembayaran adalah melalui transfer ke nomor rekening yang sudah ditentukan, bukti transfer tinggal diperlihatkan untuk mendapatkan e-tiket. Bila sudah mendapatkan e-tiket, tinggal menunggu keberangkatan, dan siap-siap berkeliling kota sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan Gampang, kaaann??

Nah, kali ini saya memesan tiket untuk hari sabtu, tanggal 23 Mei 2015, jam 8 pagi. Menurut saya ini waktu yang sangat ideal untuk naik Bandros. Kalo masih kebagian ditingkat 2, maka jam 8 tidaklah terlalu panas, apalagi saya membawa 2 keponakan yang masih kecil-kecil. Sejak pukul 7 pagi, saya dan keponakan sudah bersiap-siap meluncur ke Taman Cibeunying. Keponakan tampak antusias. Wajahnya tampak bersemangat dan girang. Sepanjang perjalanan, mereka mengoceh tentang Bus Bandros. Melenceng 15 menit lebih dari yang dijadwalkan, pukul 8.15 Bus Bandros tampak merapat ke Taman Cibeunying. Calon penumpang yang hendak naik, mengejar dan berebut naik untuk mendapatkan tempat duduk diatas, di tingkat 2. Sangat tidak tertib dan ya gitu deh…namanya juga Indonesia.

Begitu naik ke tingkat 2, sebenarnya masih banyak kursi kosong. Begitu mau duduk, langsung di halangi : Eeehh, ini sudah ada penumpang, mereka masih di bawah kata salah seorang penumpang di bangku lain dan langsung dihalangi oleh tas! Di kursi berikutnya pun begitu, saya sempat jengkel juga, karena seharusnya siapa cepat dia dapat, tapi warga Bandung banyak sekali yang SERAKAH, seperti itu. Akhirnya saya menuju kursi paling depan. Alhamdulillah dpt 1 kursi bisa untuk 2 orang (bisa untuk adik dan kakakku – sementara keponakan ku, dipangku atau berdiri saja di sela2 kami dan itu space-nya cukup) Saya, berdiri saja diantara 2 kursi jajaran kiri dan kanan, tepat paling depan. Menghalangi pemandangan yang dibelakang?? Sengaja! Dan saya sih sudah tidak peduli, toh mereka juga memperlakukan saya curang…lagian ini kan bukan nonton pertunjukan musik atau film, pandangan masih luas bisa lihat kiri kanan kalo males liat pantat dan punggung saya..😆

Pada saat Bis Bandros mulai melaju, tour guide mendampingi perjalanan. Menjelaskan apa yang kita lewati di sepanjang sisi kiri dan kanan, informasi bangunan bersejarah di Kota Bandung. Kerap kali, saya (yang berdiri) harus merundukan badan karena kabel2 yang melintang atau ranting pohon yang terlalu rendah. Tour guide selalun mengingatkan dengan thoa : awas kabel, merunduuuukkk…. Awas rantiiiiiingg..? merunduuuuuukkk dibarengi jeritan “aaawwww” penumpang yang lain, dilanjut dengan tertawa terkekeh…. saya, keponakan, dan penumpang dibangku paling depan lain seru2 aja merunduk seolah nyumput dari serangan musuh…. (dan ternyata itu adalah bagian paling menyenangkan saat naik bis Bandros ini).

Sepertinya, bis Bandros ini sedikit miring ke kiri, tapi entahlah. Tapi dari hasil foto yang saya bidik, memang sepertinya bis ini miring. Tapi selama aman2 saja, hal tersebut tidak menghalangi kepuasan penumpang. Berdiri paling dengan view yang luas, memandang jalan-jalan membentang. Sabtu pagi, belum terlalu panas, jalanan pun masih relatif sepi… dan tidak menemukan kemacetan. Ada banyak kesempatan memotret di sepanjang jalan seperti Jl. Diponegoro, Jl. Dago, Jl. Merdeka, Jl. Asia Afrika, Jl. Braga, adalah istimewa bila kita bisa meng-capture gambar dengan pas. Ada beberapa bangunan bersejarah atau taman kota yang jadi cantik karena dibidik dari ketinggian Bis Bandros, dan bisa menjadi angle yang tidak umum. Wisata keliling kota di akhir pekan ini terbilang lancar saja, menghabiskan waktu sekitar 1 jam dan bis Bandros kembali ke Taman Cibeunying.

image

Selesai berkeliling kota, kami masih sempat berfoto2 di depan Bis Bandros, sebelum Bis Bandros berangkat kembali untuk sesi berikutnya. Kami, melanjutkan akhir pekan ini dengan piknik selanjutnya, yaitu sarapan dan duduk2 santai di Taman Cibeunying lalu Taman Super Hero….

Foto Bandros : Hasil Googling Internet 😆

Melipir ke Taman Cibeunying

Taman Cibeunying

Senangnya kota Bandung mulai bebenah. Salah satunya adalah bebenah taman kota. Selain Taman Jomblo dan Taman Pustaka Bunga yang sekarang sedang nge-hits, ada beberapa taman kota yang dibuat tematik, (dan belum sempat saya kunjungi) seperti  Taman Fotografi, Taman Musik, Taman Persib.

At Cibeunying Park(1)

Taman Cibeunying, berada tak jauh dari Taman Pustaka Bunga, berjarak puluhan meter – hanya tinggal berjalan kaki saja. Ruang publik ini merupakan taman terbuka yang sangat menyenangkan. Ada tempat buat duduk2, ada gasebo, shuttle penyewaan sepeda (walaupun belum difungsikan) ada jogging track daaan ada free wifi #bandungjuara. Asyyiikk kaaann….??

wpid-2014-01-05-07.15.03.jpg

Disebelah selatan taman, ada satu track yang biasa disebut ‘track refleksi’. Track melingkar yang terbuat dari batu-batu yang kalo kita berjalan diatasnya akan terasa seperti sedang dipijat refleksi. Ini bagus untuk melancarkan peredaran darah. Kebanyakan sih, pengguna track ini orang dewasa atau orang tua yang sepuh gitu. Kalo bisa berjalan satu putaran saja kayaknya udah untung deh.

Dery  Sastrawijaya

Tempatnya yang berhadapan dengan pasar loak emperan, tidak susah kalo datang kesini saat perut kosong. Ada banyak penjual makanan di sekitar sini dari mulai kupat tahu, bubur ayam, gorengan, bajigur dan lain2. Kalo perlu barang2 bekas juga bisa sambil liat2 dulu disini….

wpid-2014-01-05-07.17.22.jpg

Hanya saja…seperti kebiasaan orang Indonesia-tempat ini masih banyak sampah. Tempat sampah yang disediakan sudah penuh, dan sampahnya berceceran hingga jogging track. Seperti jarang diangkut. Sayang banget jika tempat yang sudah dibenahi ini, masih saja ada yang mengurangi keindahannya…

Yuk ah, kita bantu dengan menjaga taman ini, menjaga kebersihannya dan menjaga keberadaannya, sehingga taman ini bisa tetap bertahan menjadi taman yang meyuplai oksigen bagi kelangsungan hidup kita. Semoga yaaa….

At Cibeunying Park

Courtesy Photo : Juan Fath & Dery Sastrawijaya