Memotret Lalat dengan Kamera Gadget.

image

Kali ini, saya berhasil memotret lalat. Trus, bangga??? Iya laaahhh….!! Pertama, lalat itu binatang kecil yang suliiiiit dibidik terutama menggunakan gadget biasa. Kedua, lalat selalu bergerak dan terbang saat kita mendekat hendak memotretnya (Sebenarnya bukan hanya lalat sih, serangga apapun saat didekati, pasti dia kabur-lari tunggang langgang).

Nah, sore ini….setelah hujan gerimis… saya mendapat lalat yang sedang berjemur di sebuah daun kecil di pekarangan rumah. Antusias, saya pun mendekat dengan sedikit mengendap. Mengaktifkan fungsi makro (macro function) pada Galaxy Tab 3 8 inchi. Mencoba membidik sambil menahan nafas dan mengurangi gerakan seminimal mungkin. Kamu tau kaaaannn, kalo memotret dengan jarak pada objek kurang dari 1 jengkal, biasanya (kalo saya sih), agak sedikit gemetar. Tentu saja, ini berpotensi gambar menjadi blur. Bukan itu saja, serangga pun bisa langsung kabur melarikan diri….

Lalu, saya coba shoot beberapa kali. Belum maksimal sih, tapi saya pikir kemampuan gadget saya ini memang cuma segini. Oke, baiklah…. Bila dibandingkan dengan kamera ponsesl keluaran Apple atau keluaran Samsung terbaru, jelas ini kalah jauuuhh…. Tetapi, di bandingkan kamera tablet sekelasnya, ini masih jauuuuhh lebih baik.

Kalo kamu, pernah punya cerita seputar memotret dengan gadget pada macro function?? Share ya….

Iklan

Belajar Memotret Ilusi Perspektif

Ilusi perspektif adalah kesalahan intersepsi pandangan mata yang melenceng dari hal sebenarnya. Jadi, mata kita tertipu dengan gambar atau foto yang tampak sekilas. Namun, bila diperhatikan dengan saksama, barulah objek foto menunjukan gambar yang sesungguhnya. Sebenarnya, banyak fenomena ilusi perspektif yang ada disekitar kita, dapat diabadikan menjadi sebuah karya fotografi.

Hal ini tidak pernah disadari oleh saya sebelumnya. Walaupun saya hobi memotret dengan ponsel, tapi tidak terpikir untuk membuat karya photo dengan menggunakan teknik ilusi perspektif  Hingga pada suatu saat, saya mendapati sebuah kompetisi memotret dengan tema menggunakan teknik ini. Sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh produk mie instan, yaitu Mie Sedaap Cup. Pada kompetisi ini, peserta diharuskan memotret dengan teknik ilusi perspektif disebuah tempat yang menjadi ikon kota dimana kita tinggal, dengan menggunakan properti Mie Sedaap Cup.

Saya pun tertantang mengikuti kompetisi ini. Ide-ide pun mulai bermunculan. Bisakah saya menuangkan apa yang ada dalam imajinasi kedalam bentuk foto? Saya pun mulai berlatih memotret, mulai mencoba membidik dengan angle yang menurut saya bagus. Pada eksperimen ini, saya perlu orang sebagai model simulasi. Sebagai tahap awal, saya mencobanya dengan tutup termos.
image

Percobaan pertama, pake tutup termos

Aahhh….setelah dirasa cukup, barulah saya mencari properti yang disyaratkan. Seperti biasa, saya menyeret sahabat saya-Tata-sebagai model visual. Saya ‘presentasikan’ maksud dan imajinasi yang ada dikepala.  Alhamdulillah, tidak perlu banyak cara untuk menyampaikannya. Sahabat saya bisa mengikuti instruksi, dan menjalankan apa yang saya mau, dan imajinasi yang sedang menari-nari dikepala.

image

Coba lagi……

image

Percobaan dengan menggunakan properti, lokasi Jl. Ganesha, tepat di Gedung No 17 (myCampus-Apple Store).Yepp, setelah merasa yakin, perburuan pun dimulai. Berikut adalah hasil foto-fotonya.

Di Plaza Balai Kota Bandung

image

Waah, Mie Sedaap Cup-nya besar sekaliiii…..

image

Ayo, gendoooonngg….

Lalu sesi photo-photo pun berpindah ke jalan Asia Afrika. Saya memilih Hotel Savoy Homann sebagai background-nya. Agak sulit mengambil objek disini, karena kondisi jalan yang ramai, bahkan macet. Harus menunggu lama sampai jalan agak lengang dan tidak menghalangi pemandangan.

image

Awaaaaas, jatuuhh…!!

image

Berteduh. Duduk santai sambil menikmati landmark bangunan tua.

Demikian hasil percobaan saya membuat ‘seni’ fotografi dengan teknik ilusi optik. Hasilnya kurang memuaskan, karena terbentur banyak kendala. Next time, bila situasinya memungkinkan akan saya perbaiki lagi. Terima kasih kepada Tata yang sudah bersedia menjadi model dan Mie Sedaap Cup, yang membuat kompetisi ini. Kalo bukan karena Mie Sedaap Cup, mungkin kreativitas ini tidak akan tereksplorasi.
😉