Review Album The Great Composers : James F. Sundah & Oddie Agam

seno-m-hardjo-presents-th

Tahun 90an, merupakan tahun keemasan peradaban musik dunia, termasuk Indonesia. Pada jamannya, musisi seperti James F. Sundah dan Oddie Agam mencuat dengan karya-karya yang memukau. Adalah Seno M. Hardjo, produser musik dari Target Pop, berdedikasi, mencoba mengkangkat kembali karya-karya terbaik anak negeri. Lewat persembahannya, Bung Seno tampak sengaja berbagi panggung dengan vokalis-vokalis muda berbakat. Dari sekian banyak nama di album ini, beberapa nama adalah benar2 baru di industri musik tanah air. Tetapi, talenta, musikalitas, dan kemampuan anak-anak muda yang terlibat dalam album ini pantas mendapat apresiasi. Album ini berhasil menyulap setiap komposisi lagu-lagu yang kece pada jamannya, menjadi sesuatu yang berbeda, sesuatu yang baru dengan karakter dan kualitas yang jempolan. Yuks, kita bongkar….lagu apa dan lagu mana saja yang menyuguhkan ‘sensasi’ saat menikmati karya masterpiece anak negeri…..

IRONI (Yovie Nuno)
Yovie Nuno, mengemas lagu ini dengan khas ala mereka. Tanpa harmoni vokal yang berlebih, dengan arransemen musik sedikit orkestra. Lydia & Imaniar adalah penyanyi aslinya. Lagu ini, sempat dinyanyikan ulang oleh beberapa musisi lain, termasuk Moluccas–grup vokal R&B asal Maluku. Tapi dinyanyikan oleh dua vokalis pria dari grup Yovie Nuno menjadi sedikit spesial. Sepertinya Yovie Widianto cukup berperan dalam mengarsiteki lagu ini. Keren….

ANTARA ANYER DAN JAKARTA (Mytha & Karina)
Lagu yang awalnya dinyanyikan Atiek CB, namun lebih populer setelah dibawakan oleh penyanyi Malaysia Sheila Madjid. Lagu ini yang tak lekang di makan jaman. Dinyanyikan dengan indah oleh pendatang baru Mytha dan Karina. Saya tidak tau siapa mereka. Dua vokalis bersuara bening yang berbagi harmoni vokal, membelah lagu ini menjadi pop bernuansa R&B yang manis yang enak dan empuk…musik yang kekinian, harmoni vokal yang tidak berlebihan….keceee deh pokoknya…..

SEPTEMBER CERIA (Maruli Tampubolon)
Coba mendengarkan lagu ini dengan saksama. Pejamkan mata lalu rasakan. Pasti, yang terbayang di kepala, penyanyinya adalah Afgan. Tapi ternyata, bukan. Ini adalah musisi muda bernama Maruli Tampubolon. Sebagai orang awam, saya belum tau siapa musisi ini. Seno M. Hardjo selaku produser tentu sudah melihat bakat luar biasa pada anak muda berdarah batak ini. Orkestra yang mengiringi vokal hebat Maruli, menjadikan lagu ini makin berkesan grande dan mahal. Berhasil keluar dari penyanyi aslinya yaitu Vina Panduwinata, Maruli tampaknya akan menjadi calon bintang. Penyanyi masa depan!

CINTAMU (Fatin)
Lagu balada ini populer banget pada jamannya. Dinyanyikan oleh vokalis bersuara merdu Yana Julio. Kini, dinyanyikan ulang oleh Fatin. Sempat ragu, ‘trik’ apa yang akan ditempuh oleh penyanyi belia jebolan XFactor ini dalam menaklukan melodi notasinya. Namun, sepertinya gadis berhijab ini tahu betul karakter vokalnya yang unik, sedikit serak serta cengkok khas yang mungkin tidak bisa ditiru penyanyi lain. Dengan aransemen musik pop masa kini, dan teknik vokal yang semakin baik Fatin berhasil membuat lagu ini fresh. Keraguan saya pada Fatin membawakan karya ini berbalik 180 derajat. Lagu ini bahkan oke dijadikan single berikutnya…..

MEMORI (Richard Chriss)
Richard Chriss pernah berkontribusi di Album Seno Hardjo yang lain (Dian PP dan Fariz RM). Kini, Bung Seno memberi kesempatan lagi kepada Richard untuk berkontribusi di album ini. Dengan balutan Orkhestra, Richard membawakan lagu yang dulu sangat-sangat populer oleh Ruth Sahanaya. Jangan bandingan antara Ruth dan Richard, karena akan ada banyak perbedaan. Tapi, lihatlah hasilnya….menurut saya Richard berhasil mengemas lagu ini dengan sangat keren. Richard tetap bisa membawa ‘ruh’ lagu ini, mengaduk2 perasaan. Arransemen musiknya dan arransemen vokalnya rapih, saya suka. Ada sedikit nada tinggi di refrein laguini ditambah  dengan backing vokal sebagai pemanis, membuat lagu ini klimaks. Cucok!

AKU CINTA PADAMU (Eros Tjokro)
Siapa Eros Tjokro?? Entahlah, saya pun masih belum tau karya2nya. Tapi, bukan tanpa alasan jika Bung Seno selaku produser ‘berbagi panggung’ kepada penyanyi muda ini. Eros kebagian membawakan lagu Aku Cinta Padamu yang dulu dibawakan Itang Yunaz. Lagu ini, pernah dinyanyikan ulang oleh Sheila Madjid dengan tempo yang sama : slow pop manis. Berbeda dengan pendahulunya, Eros menyanyikan dengan format nge-beat. Musik seperti ini mengingatkan pada Shandy Sondoro, yang berada di wilayah musik groove. Saya masih menunggu ada karya2 lain dari seorang Eros Tjokro.

LILIN LILIN KECIL – (Virzha)
Inilah lagu yang diluar ekspektasi saya. Saya mengira lagu ini akan dinyanyikan dengan khidmat, manakala sang Maestro–Chrisye membawakan dengan sangat sempurna. Ternyata, dari intro lagu sudah terasa bahwa lagu ini akan ngerock. Distorsi gitar sudah menyalak sejak awal. Virzha membawakan lagu ini seolah ingin menunjukkan kekuatan vokalnya. Hmm…terlepas dari itu, saya lebih suka jika lagu ini dikemas dengan orkestrasi dengan vokal yang biasa, tapi khidmat. Kembali ke soal selera, tapi, buat saya lagu ‘gagal’ merayu telinga saya….

BEGITULAH CINTA– (Vadi Akbar & Kanya Pinandita)
Ada versi Vina Panduwinata & Harvey Malaiholo, ada versi Sheila Madjid dan Harvey. Keduanya bagus, keduanya keren. Bagaimana versi ketiga ini?? Sama : bagus, kereeenn. Saya hanya penikmat musik, bukan pengamat musik. Maka, saya tidak pernah tau siapa Vadi Akbar dan Kanya Pinandita sebelumnya, atau karya musik mereka. Tak jadi soal, yang jelas kolaborasi ini cukup nge-blend. Musik yang dibuat lebih medium-beat, balutan pop dengan sedikit sentuhan R&B masa kini. Hmm, saya lebih suka versi Sheila Madjid & Harvey karena ‘nuansa romantisnya’ lebih dapat!

ASTAGA – Monkey Boots
Astagaaaa, saya tidak menyangka! Iya, saya tidak menyangka lagu dengan tempo cepat ini dibuat versi reggae-ska. Saya pernah mendengar versi rock-ska, dengan tempo ya sama. Tapi, memoles lagi ini menjadi kemasan reggae, adalah sebuah kejutan. Kenapa?? Karena saya tidak tau, siapa itu Monkey Boots (dan saya tidak mencari tahu atau googling). Jadi, pas dengar track ASTAGA ini di awal2 seperti disuguhi surprise. Astagaaaa, jadi lagunya diginiin…serasa pengen santai kayak dipantai….bergoyang-goyang dengan topi woll kupluk kuning-merah-hijau dengan rambut gimbal…astagaaa…..

WOW!! – ( R a n )
Grup musik RAN, tidak perlu bersusah payah untuk mengubah lagu ini menjadi gimana-gimana atau menjadi asing dikuping. RAN dengan musiknya yang khas, menggiring lagu ini tetap oke dan easy listening. Tidak ada improvisasi yang ‘nyelekit’ dengan nada2 yang tidak jauh berbeda dengan versi aslinya. Tapi bisa menunjukan bahwa lagu ini adalah RAN banget. Lagu ini tetap asyik di dengar….

ARTI KEHIDUPAN – (Maria Calista)
Saya harus menambah wawasan saya soal musik dan pendatang baru di kancah musik negeri ini. Adalah Maria Calista–penyanyi baru yang dipercaya menyanyikan lagu yang di era 90an populer oleh Mus Mujiono. Pasti akan berbeda dengan versi aslinya yang lebih terasa folk dan jazz. Maria Calista membawa lagu ini di ranah pop manis dengan balutan feminim. Iya, lagu ini jadi berubah menjadi lagu ballads yang memiliki bobot galau”. Pas buat  yang lagi butuh soundtrack pacaran…

YANG TERBAIK – (Nania)
Pasti sulit menyanyikan lagu yang pernah dibawakan oleh sang Diva Walaupun tidak perlu dibandingkan, tapi harus saya akui bahwa Ruth Sahanaya adalah satu dari sedikit penyanyi yang memiliki ARTIKULASI yang jelas. Berbeda dengan Uthe, Nania, membawakan lagu ini dengan sedikit sentuhan swing–soft jazzy–.yang lebih sederhana. Tidak banyak ornamen atau improvisasi. Lebih minimalis dan simpel.

The Great Composers-CD

Saya selalu bergairah jika mengapresiasi sebuah karya musik cover, terlebih lagu yang dicover adalah era 90an. Ini adalah sebuah penghargaan yang luar biasa dari seorang Seno M. Hardjo, kepada komposer James F. Sundah dan Oddie Agam. Masih banyak karya2 mereka yang bisa diangkat untuk mendapat apresiasi. Sukses untuk Bung Seno, yang peduli dan berjuang mengangkat karya2 emas dari musisi2 lawas. Adalah sebuah penghargaan manakala sebuah karya mendapat apresiasi dari publik musik tanah air. CD fisik bisa didapatkan di setiap Gerai KFC. Sedangkan jika Anda lebih suka versi digital, anda bisa membelinya di iTunes.

Mari, kita hargai karya Musik Indonesia!!

Iklan

Review Album Fariz RM dan Dian PP “In Collaboration With”

image

Ketertarikan saya pada album ini, berawal dari secarik kertas yang di twitpic oleh Om Seno melalui akun twitternya @seno_hardjo. Seolah sengaja ingin sedikit ‘membocorkan’ project yang sedang dikerjakannya. Deretan komposisi penyanyi dan judul lagu yang benar2 membuat saya tertarik. Ada lagu-lagu yang sudah saya tahu-betapa populernya lagu tersebut pada jamannya-ada pula yang saya tidak tahu dan masih menebak ‘ini lagu yang mana ya?’ Kali berikutnya, saya mulai sering mengintip kabar, sudah sejauh mana perkembangan album ini.
image

Adalah Seno M. Hardjo dari Target Pop – penggagas sekaligus produser eksekutif album FARIZ RM & DIAN PP “In Collaboration With”. Beliau adalah Board of Director Yayasan Anugrah Musik Indonesia (AMI), lebih banyak mendedikasikan waktunya untuk kemajuan musik Indonesia. Sebelumnya saya sudah mengenal nama beliau di credit title beberapa album; seperti Album Titi Dj “Immaculate Collection” dan Album The Best of Malyda “Andai Kusanggup”, Album The Best Utha Likumahuwa, dan sejumlah album lain.

Awal pekan ini, album Fariz RM dan Dian PP resmi di release. Nah, saya pun meluncur menuju gerai ayam goreng KFC untuk mendapatkan CD yang sudah bikin saya penasaran.
image

Dan inilah review versi saya….

KAU SEPUTIH MELATI
[Sammy Simorangkir feat Dian PP]
Sebuah komposisi apik yang menjadi single pertama dari album ini. Lagu ini berhasil menjadi hits kembali dan mulai memasuki tangga lagu di radio-radio. Vokal Sammy yang cocok dengan jenis lagu ballada seperti ini seolah tidak kesulitan menaklukan lagu ini. Arransemen musik digarap dengan rapi oleh Andi Rianto. Orkestrasi indahnya berhasil membuat lagu ini tetap terasa ‘mahal’. Kehadiran vokal Dian PP di lagu lebih terasa sebagai ‘penyanyi tamu’, seolah mengingatkan kembali eksistensi seorang musisi berkualitas era 80an.

DEMI CINTAKU
[Fatin Shidqia]
Awalnya saya sempat ragu dengan pemilihan Fatin di lagu Demi Cintaku. Saya pikir ini bukanlah tipe lagu yang pas untuk dinyanyikan Fatin. Tapi, begitu saya dengarkan lagu ini dengan saksama, saya berubah pendapat. Fatin, berhasil ‘menaklukan’ lagu ini dengan interpretasi diluar dugaan saya. Suara khas Fatin yang terkadang serak, berhasil menjelajah nada-nada di lagu ini dengan luwes. Bisa jadi, ini karena peran Bowo “Soulmate” selaku arranger vokal berhasil memoles dan mengarsiteki lagu ini menjadi begitu greget. Lagu ini seakan memiliki ruh-yang baru. Lagu ini merupakan salah satu lagu yang ingin saya dengar secara berulang ;););)

S A K U R A
[Shandy Sondoro feat Fariz RM]
Shandy Sondoro bukanlah orang pertama yang mengcover lagu Sakura. Sebelumnya penyanyi legendaris Chrisye, pernah membawakannya dengan arransemen ciamik racikan Erwin Gutawa. Rossa pun pernah membawakannya dengan sangat dinamis berbekal arransemen Anto Hoed dan Melly. Jadi, pada saat saya mendengar versi Shandy Sondoro, saya tidak mendengar sesuatu yang ‘meletup’. Musiknya memang diarransemen lebih groovy khas Shandy Sondoro banget. Kehadiran vokal sang maestro Fariz RM menambah aksen kuat pada lagu ini.

SEMUA JADI SATU
[Indah Dewi Pertiwi feat Richard Schrijver]
Sebelumnya saya pernah mendengar kabar, bahwa lagu ini diarransemen dengan sangat kekinian. Dan ternyata, benar! Lagu pop yang khas 90an ini dirombak abis menjadi versi yang modern. Lebih membahana dengan musik tekno yang berdentum hebat. IDP sang penyanyi, boleh jadi ingin keluar dari zona imajinasi 90an. Mungkin akan lebih asik jika dibawakan dengan dance yang memukau jika tampil membawakan lagu ini.

ANTARA KITA
[Tuffa]
Jujur, saya belum tau grup band bernama Tuffa. Mungkin, karena saya belum move on dari musik 90an, sehingga lalai mengamati musik masa kini bahwa ada grup musik bernama Tuffa. Mengusung aliran pop rock, TUFFA membawakan lagu Antara Kita-yang seolah ingin menonjolkan karakter grup secara utuh. Masih kurang greget sih, bahkan diawal-awalnya bahkan terasa datar. Untunglah di akhir lagu, ada sedikit improvisasi jadi tidak terlalu membosankan. Band ini mengingatkan saya pada grup band bervokali perempuan, yaitu Band Kotak dan Band Garasi, grup band dengan genre dan warna yang hampir serupa.

B I R U
[Angel Pieters]
Saya kira, lagu ini akan dibuat jazzy atau swing jazz seperti yang sudah-sudah. Ternyata tidak, Angel Pieters membakan lagu ini dengan versi berbeda. Lebih easy listening, dengan sentuhan musik country yang lebih fresh. Lagu yang aslinya dinyanyikan oleh Vina Panduwinata pernah di cover oleh penyanyi jazz Syaharani dan juga oleh Dian PP.

KURNIA DAN PESONA
[Citra Scholastika]
Sepertinya bukan hal sulit bagi finalis Indonesian Idol, Citra Scholastika untuk menginterpretasikan lagu ini. Arransemen musik yang dibuat lebih fresh sama sekali tidak meninggalkan jejak bahwa lagu ini populer tahun 80an. Vokal Citra pun tidak menemukan tantangan berarti di lagu ini.

MASIH ADA
[3 Composer]
Ini adalah jenis lagu yang everlasting, selalu terdengar enak dari masa kemasa, tak lekang dimakan jaman. Selain grup HipHop R42, grup vokal Warna yang pernah mencover lagu ini. 3 Composer sedikit berbeda menyanyikannya, dari bait pertama langsung reffrain. Kemasan musiknya apik, improvisasi dan arransemen vokal menjadikan lagu ini kental dengan nuansa balada.

DIANTARA KATA
[Ecoutez]
Ecoutez berhasil mengemas lagu Diantara Kata, menjadi lagu masa kini dengan ciri khas ala Ecoutez. Lagu aslinya yang kalo didengar kembali terasa ‘vintage’, maka di tangan grup band yang digawangi oleh Ayi, Jay, Leo serta Delia sebagai vokalisnya menyulap lagu ini jadi trendy. Saya suka versi Ecoutez ini.

AKU CINTA PADAMU
[Glenn Fredly feat Dian PP]
Salah satu lagu yang benar2 saya tidak tau, dan belum pernah saya dengar sebelumnya. Keterbatasn wawasan musik saya, sehingga saya menganggap ini lagu baru 😆. Kolaborasi Dian PP dengan Glenn Fredly ini terasa lembut dan syahdu. Tapi jujur, bukan tipe lagu yang saya suka, hehehe.

B A R C E L O N A
[Maliq & D’Essentials]
Adalah pilihan yang tepat, mempercayakan lagu jenius ini kepada band sekelas Maliq & D’Essentials. Lagu Barcelona pun, seolah berganti kemasan. Angga dkk berhasil mengarransemen ulang lagu ini dengan takaran yang pas, dengan ciri khasnya ala Maliq & D’Essentials. Kehadiran vokal Fariz RM menambah nilai kolaborasi yang patut diacungi jempol. Kolaborasi spesial berbeda generasi, menghasilkan racikan musik rancak yang sangat layak diapresiasi. Kereenn!

Bonus Track:
2 track tambahan berstatus ‘bonus track’ adalah lagu-lagu yang-maaf-saya belum pernah dengar sebelumnya. Lagu PASEBAN CAFE dinyanyikan oleh Isyana Sarasvati dalam balutan jazz yang manis. Sementara lagu JAWAB NURANI dibawakan oleh grup band indie label : Sore. Lagu dengan arransemen seperti ini, swing jazz – agak segmented, walaupun sebenarnya asik.

Menghadirkan kembali karya musisi maestro yang berikibar di tahun 80an atau 90an seperti karya Fariz RM dan Dian Pramana Poetra adalah bentuk apresiasi dan penghargaan kepada sang legenda. Generasi muda Indonesia harus tahu, bahwa pada masa-masa itu, musik tanah air dan juga dunia sedang mengalami puncak kreatifitas. Masa keemasan musik Indonesia.

Over all, album ini keren. Om Seno M. Hardjo selaku Produser Eksekutif tampak berusaha memadukan antara karya sang maestro, idealismenya dalam karya musik tanpa mengabaikan sisi komersil. Semoga kehadiran Sammy, Fatin, Maliq dan Ecoutez bisa menjadi media yang jitu dalam meleburkan musik berbeda yg generasi ini. Mari nikmati lukisan karya cipta sang legenda dengan kuas kekinian. Maju terus, karya musik Indonesia.