Sedikit Yang Tersisa di Bandung

image

Sudah sering saya melewati jalan Asia Afrika, gedung ini selalu luput dari perhatian. Biasanya, kita lebih tersedot untuk memilih Gedung Merdeka, Savoy Homman, ataupun Gedung Huis Van de Vries sebagai objek foto.

Saya pernah mencoba membidik gedung ini dari seberang jalan-samping Masjid Raya, blm pernah melihatnya utuh, seindah dan seanggun ini. Saya belum mencari tahu nama gedung ini, tapi saya bangga ada instansi perbankan yang menggunakan dan merawat cagar budaya ini, seperti halnya Huis Van de Vries.

Semoga, bangunan-bangunan arsitektur art deco yang memiliki nuansa heritage, ada unsur historis, tetap dipertahankan sebagai cagar budaya. Semoga menjadi cermin, bahwa kita adalah masyarakat yang menghargai eksistensi masa silam. Semoga….

~6 Februari 2014~

Iklan

Gedung Warenhuis De Vries

image

Setiap kali saya melewati jalan Asia Afrika, selalu dibuat terpesona oleh bangunan-bangunan yang memiliki arsitektur bernilai seni tinggi. Coba deh perhatikan, dari mulai simpang lima, Hotel Preanger, Kilometer 0 (Nol), Savoy Homann, Gedung Merdeka, Kantor Pos, hingga  Gedung Warenhuis de Vries, selalu menarik perhatian. Yah, bangunan lain msh byk, tapi gak tau namanya, seperti samping kantor pos, bangunan yang ada jam-nya ituuuhh.

image

Dalam beberapa dasawarsa, bangunan bernilai historis ini tidak dimanfaatkan (lha, kok bisa ya??) sehingga terbengkalai.
Pada tahun 2009 bangunan ini direnovasi oleh sebuah bank swasta nasional yang peduli dengan cagar budaya. Bangunan ini direnovasi dengan pendekatan restorasi agar bangunan ini tetap tampak seperti di tahun 1955.

Warenhuis De Vries terletak di seberang Gedung Merdeka-tempat dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika tahun 1955. De Vries juga berada di samping hotel bersejarah Savoy Homann yang berlokasi di KM-0 (nol) Kota Bandung.

image

Bangunan yang merupakan rumah dengan gaya arsitektur Indis yang dibangun pada abad ke 18 ini, dulunya berada di jalan Postwagon. Kemudian, pada tahun 1920 gedung tersebut dibangun kembali oleh Edward Cuypers Architech Hulswit dan menjadi “Werenhuis de Vries” atau “Supermarket de Vries”. Waah, hebat ya Bandung… Tahun 1920 sudah memiliki toserba yang-tentu saja-pada jaman itu khusus untuk kalangan Belanda dan petani2 priangan keturunan Belanda.

image

image