Konser Reunion, Bernostalgia Bersama KRAKATAU

Save The Whales…..(taken from album Kembali Satu, 1990)
Lalu sebuah video menayangkan keindahan laut….keindahan makhluk raksasa yang anggun melayang di samudera biru, berkakhir dengan pembantaian mamalia laut yang sekarang nyaris punah…. sebuah lagu dengan arransemen musik yang menggambarkan dunia ikan paus, terasa sempurna setelah divisualkan….

selamatkan ikan paus…..lindungi ikan paus….

*

Sudah diduga, sesuai judul konser ini yaitu KRAKATAU REUNION maka materi konser akan membawa nuansa ke era tahun 90an. Konser ini menarik kembali ingatan pada kejayaan dimana radio dan kaset menjadi hiburan paling membahagiakan. Konser dibuka dengan menayangkan video perjalanan karir musik grup band beraliran jazz fusion ini. Cuplikan video Gemilang, La Samba Primadona, Kau Datang mengingatkan kembali pada acara musik TVRI yaitu Selekta Pop, dan Krakatau merupakan Band yang sering muncul dan paling ditunggu setiap episodenya. Cuplikan video dengan deskripsi pencapaian prestasi yang diraih Krakatau pada masa itu. Krakatau adalah rekor, dimana sebuah grup band jazz yang penjualannya mencapai ratusan ribu copy, bahkan 1 juta copy untuk Mini Album Single Hits dengan lagu Kau Datang.

image

Wow…Trie Utami, masih memukau….
Dibuka dengan sebuah lagu instrumental khas Krakatau, konser dlanjut dengan lagu KEMELUT. Lagu dinamis dari kantung album pertama ini dibawakan sangat apik oleh Trie Utami. Bahasa tubuhnya menyatu dengan hentakan dan irama musiknya. Selalu begitu, kereeenn!! Vokalnya kece badaaaaiiii, dengan not not yang selalu pas dan indah berdinamika. Lagu IMAJI, DIRIMU KASIH, SERAUT WAJAH dibawakan Iie-begitulah ia akrab disapa- dengan enerjik. Komunikatif di panggung, apalagi ini kota kelahirannya sendiri, seolah panggung adalah kerajaan kecil yang mudah dikuasai. Berceloteh di panggung tentang masa-masa indah tahun 90an dan sesekali menceritakan kembali awal terbentuknya Krakatau.

image

Album Baru Krakatau
Tidak mau kehilangan momen, Krakatau memperkenalkan lagu-lagu barunya Lagu-tersebut akan ada dalam album yang segera dirilis setelah lebaran tahun ini. Lagu berjudul AKU KAMU DAN KITA, adalah lagu pertama yang diperkenalkan. Lagu berirama medium beat dengan musik yang ringan easy listening, namun tetap khas Krakatau. Lalu, ada lagu CERMIN HATI, lagu artistik bertempo lambat dengan melodi yang enak untuk didengarkan. Krakatau masih concern dengan isu sosial yang terjadi, lagu berjudul DARI MATA KE MATA, adalah lagu baru berikutnya yang diangkat dari isu2 masyarakat saat ini.

image

Tidak sabar rasanya menunggu album terbaru mereka. Dengan usia yang sudah tidak lagi muda, pastinya akan menjadi tantangan tersendiri, strategi apa yang akan dilakukan untuk bisa eksis di pasar musik tanah air apalagi toko cd dan kaset pun sudah tidak ada Keluarga Krakatau, sebutan untuk fans Krakatau, mungkin masih loyal an akan mengapresiasi. Tetapi, akan lebih mantap jika karya musik Krakatau diapresiasi pula oleh anak muda masa kini. Krakatau dalam balutan kekinian, kenapa tidak?

Keluarga Krakatau
Tak henti2nya Trie Utami mengucapka terima kasih kepada pendukung Krakatau. Iie bahkan menegaskan bahwa pendukung atau fans Krakatau yang menjadikan Krakatau tetap ada hingga saat ini adalah Keluarga Krakatau. Sebuah pengakuan yang mungkin akan lebih terasa keberadaanya jika ada wadahnya. Sebuah wadah yang menampung fans dan pendukung Krakatau dalam Keluarga Krakatau.

image

Keluarga Krakatau semakin antusias saat intro lagu LA SAMA PRIMADONA berkumandang. Sebagian penonton berdiri dan bergoyang menikmati musik dinamis yang menghentak. Lalu bernyanyi bersama. Duh, Krakatau….seharusnya kalian tidak vakum terlalu lama, tidakkah kalian lihat, kerinduan penonton dengan energi yang luar biasa ini?

Disambung dengan lagu KAU DATANG, gairah penonton semakin memuncak. Gimik-gimik panggung yang dihadirkan Trie Utami saat menyanyi lagu ini benar-benar menghibur. Setiap orang tampak berbinar dan wajahnya tampak menyenangkan….semuanya sumringah….

image

Menjelang akhir konser, lagu SEKITAR KITA menjadi lagu penutup. Trie Utami mendaulat penonton untuk menjadi choir di bagian reffrein-nya. Yang awalnya malu-malu, akhirnya puluhan orang berebut naik ke panggung untuk bisa bernyanyi bersama…..“bayangkanlah kita semua, berjalan bersamaaa….menuju hidup damai sejahtera…..sempatkanlah untuk melihat disekitar kitaaaa….ada kesenjangan antara manusiaa, lihat sekitar kitaaa……” demikian sepenggal lagu yang dinyanyikan bersama-sama…. Personil Krakatau meninggalkan alat musiknya masing-masing, berjejer di depan panggung, membungkuk bersama-sama, pertanda konser ini disudahi…..

Lampu-lampu dinyalakan, konser pun usai…..

Tapi, penonton tahu ini pasti belum usai. Karena masih ada lagu yang belum dibawakan. Penonton masih duduk di tempatnya masing-masing. Tepuk tangan berirama dan berteriak lagi…lagi…..lagi….lagiiii!!! lagi…lagi…..lagi….lagiiii!!!

Trie Utami kembali ke panggung sambil berkata “Eeehh, naha lain geura baralik ieu teh?? Emang hayang lagu naon deui??” Sontak penonton menjawab Gemilaaaaangggg!! Lalu, Trie Utami memanggil teman2nya untuk kembali ke panggung. Menurut Iie, enaknya menyanyikan lagu Gemilang sambil berdiri. Tanpa dikomando, semua penonton berdiri, melesat maju ke tepi panggung bak nonton di area festival. Dalam hitungan detik, penonton yang mayoritas bapak-bapak dan ibu-ibu berhijab ini jejingkrak menikmati lagu GEMILANG. Kilat dan cahaya lampu ponsel bertebaran, semua kamera dan gadget menghadap ke atas. Menangkap momen bedekatan dengan sang idola, musisi dan penyanyi kebanggaanya.

Lagu berjudul Gemilang pun usai, diakhiri dengan tepukan meriah. Dan penonton yang sudah meringsek di depan panggung belum mau bubar. Masih berteriak lagi….lagi…..lagiiii!! Dan Trie Utami pun berseloroh “Oke, konser kita lanjutkan sampe shubuuhh….” disambut tepukan dan penonton yang tertawa terbahak…..hahahaha. Sesuai permintaan penonton, sebuah lagu dinyanyikan kembali…. judul lagu KEMBALI SATU, benar-benar menjadi lagu penutup di konser Krakatau Reunion kali ini. Sepertinya, konser ini benar-benar menjadi obat rindu bagi Keluarga Krakatau, menjadi obat penyemangat bagi pecinta musik tahun 90an, dan semoga menjadi energi yang selalu menjadikannya tetap sehat….sehingga bisa terus berkarya….

berlari bebas, menembus waktu…tinggalkan hati, tiada menentu….gapai selalu masa depanku, yang pasti KEMBALI SATU……

Iklan

Stage Bus Jazz Tour 2016 Ciwalk : Teza Sumendra, kereeenn!!!

image

Publik kota Bandung, boleh jadi merasa dimanjakan dengan sejumlah pertunjukan musik yang digelar di kota kembang. Setelah minggu lalu Stage Bus Jazz hadir di Jl. Braga dengan penampil Yura Yunita dan Barry Likumahuwa, kali ini acara yang di sponsori oleh MLD Spot digelar mall di kawasan Cihampelas atau Ciwalk. Bintang tamu andalan untuk edisi kali ini adalah Sierra Soetedjo dan Teza Sumendra.

image

Setiap ada acara musik, hati selalu antusias untuk bisa hadir menyaksikan.

image

Foto : MLD Spot

Acara yang dimulai sejak pukul 15.00wib ini sempat terhenti karena hujan. Beruntung, menjelang malam hari, hujan berhenti dan acara berlanjut dengan meriah. Penampilan DJ Irham & Tradisi, Kata Kita dan hiburan magical street serta stand up comedy dihadirkan lebih awal memeriahkan panggung sebelum penampil utama mentas.

image

Sedikit berbeda dengan dekorasi Stage Bus Jazz sebelumnya, dekor kali ini dihiasi dengan lampion benderang menggantung di setiap pohon pinus Ciwalk. Ada juga dekorasi sejumlah foto acara Stage Bus Jazz disetiap kota, yang di rangkum dalam frame glow in the dark. Foto2 tersebut dipamerkan sekaligus menunjukan kesuksesan MLD SPOTmenggelar acara di berbagai kota.

image

Menjelang pukul 20.00wib, penyanyi cantik SIERRA SOETEDJO naik ke pentas. Membawakan sejumlah singgel yang saya pun masih asing mendengarnya. Walaupun begitu, suasana tetap asyik mengingat Sierra cukup komunikatif dan mengajak penonton bernyanyi bersama. Bersuara bening, menjangkau nada-nada tinggi, penyanyi yang yang piawai skecth vokal ini seringkali unjuk kebolehan di setiap lagunya. Padadap subiduw biduw paripapaaww nainaninaninania….. *ala ala Tompi gitu deh*

image

Terakhir, sebagai penutup….nama TEZA SUMENDRA pun di panggil, disambut teriakan grupies, yang meringsek hingga ke bibir panggung. Fans2 yang sebagian besar cewek2 menjerit histeris. Ahhhh, rupanya Teza memiliki kelebihan, ada sesuatu dalam diri seorang Teza Sumendra sampai disambut histeris begitu rupa, yang nyata-nyata Teza belum naik ke atas panggung 😅😅😅

Saya masih memicingkan mata dan menunggu Teza muncul di Panggung…

Sebuah intro…dari lagu….Hang Up (interlude) mulai mengalu….dan tak lama kemudian Teza muncul dipanggung disambut histeria bak superstar! Wuiiiiihh…. dengan gayanya yang santai sedikit tengil, berbahasa inggris cas cis cuuz, Teza cukup percaya diri tampil di acara Stage Bus Jazz ini. Bermodal vokal super duper keren, dengan timbre yang unik, sedikit serak jarang dipunyai vokalis pria pada umumnya. Suara Teza, agak mirip Brian Mc Knight, tapi tapi serak2nya kadang mirip Brian Adam. Jika di Indonesia ada Sandy Sondoro yang vokalnya berkarakter, Teza juga!!

image

Lagu demi lagu dipersembahkan Teza dengan tepukan meriah. Tidak perlu tau sedang menyanyikan lagu apa, karena komposisi musik jazz yang dibawakan Teza & Band sudah cukup nge-groove. Sangat asyik dinikmati. Nuansa soul pada warna vokal menyatu dengan musiknya. Sekalipun begitu, Teza tampak tidak percaya diri saat beeduet dengan Sierra Sutedjo, dimana ada bagian Sketch Battle Vokal–dan vokal Sierra tampak jago meliuk ber padadap subiduw dam dama dubiduw….

image

Satu-satunya singgel berbahasa Indonesia yang ada di Album Teza Sumendra berjudul Satu Rasa di bawakan juga disini. Teza cukup komunikatif dan menghibur. Tidak sah rasanya jika Teza manggung tidak membawakan lagu I WANT YOU, LOVE. Sebuah singgel yang videonya dibintangi oleh Tarra Basro. Video dengan genre 21+ alias parental advisory. Bagaimana tidak, video ini hot dengan adegan2 antara Tarra Basro dan Teza Sumendra. Lagu ini disambut koor penonton barisan depan yang umumnya cewek. Setiap Teza menyodorkan mic untuk mengajak nyanyi bersama, disambut jeritan….dengan gemas Teza pun berteriak “heh nyanyi….bukan jerit-jerit!”. Hahahhaa Penampilan Teza ditutup dengan lagu Girlfriend, masih dari kantung albumnya Teza.

image

Foto : MLD Spot

Sama seperti pertunjukan MLD Spot sebelumnya di Braga, acara di Ciwalk ini sukses. Publik di kota Bandung mengapresiasi musik dengan sangat baik. Itulah kenapa, Bandung selalu dijadikan acuan barometer musik. Kalo sudah sukses tampil di Bandung, jangan khawatir tampil di kota lain. Sebaliknya, jika di kota lain sukses, di Bandung belum tentu, bahkan bisa jadi gagal, dan itu sudah sering terjadi.

Bravo MLD Spot, maju terus bersama musik Indonesia….