Info Kuliner di Bandung : Resto Ayam Oma Mien, Makan Enak Harga Pas!

image

Kabar gembira bagi Anda pecinta kuliner berbahan dasar ayam. Baru saja dibuka, sebuah restoran di kawasan Cipaganti, tepatnya di Jl. Boscha No. 45 (Belakang Pom Bensin Cipaganti). Nama resto ini AYAM OMA MIEN. Restoran yang menyajikan berbagai menu ISTIMEWA dengan berbagai resep dan bumbu rahasia yang diwariskan secara turun temurun sehingga menghasilkan berbagai racikan menu ayam yang lezat dengan harga terjangkau. Menyediakan menu western seperti Chicken Steak, Chicken Roll Fungi & Cordon Bleu. Ada pula menu asia, seperti : Chicken ala Thai, Chicken Katsu/Tepaniyaki. Makanan tradisional Indonesia seperti Nasi Tutug Oncom, Nasi Timbel Komplit, Ayam Penyet, Ayam Betutu dan aneka nasi macam goreng mulai 18ribuan.

image

Ada banyak menu andalan, yang bisa Anda coba di resto Ayam Oma Mien. Diantaranya adalah Ayam Oma Mien Saus Holland. Tersedia porsi 1 ekor dan 1/2 ekor. Menu andalan ayam panggang yang diolah sedemikian rupa, lalu dipanggang dengan oven. Pendampingnya adalah mashed potatoes yang rasanya lembut, pulen dengan racikan bumbu yang menggoda. Disajikan dengan saus apel diatasnya, menjadikan Ayam Oma Mien Saus Holland ini luar biasa. Sensasi gurih lezat dari ayam panggang empuk berpadu dengan kentang tumbuk berbumbu, namun ada sensasi manis dari saus apelnya. Wuuiiiihh, penasaran kaaaannn??

image

Menawarkan berbagai macam menu ayam, maka resto di Ayam Oma Mien juga menyediakan sayap dan ceker dalam berbagai olahan. Jangjang Kukuyuk merupakan andalan. Menu sayap ayam diolah crispy atau roast dengan bumbu pilihan original, seblak atau honey blackpepper. Jangjang Kukuyuk Bumbu Seblak merupakan salah satu menu lezat yang layak dijadikan pilihan. Dengan bumbu rempah lekoh nan pedas, menu ini sangat pas dimakan dengan nasi panas, dicocol-cocol gituuuuhh. Jangjang Kukuyuk ini dibandrol dengan harga 18rb per porsi isi 4pcs.

image

Resto Ayam Oma Mien juga menawarkan kudapan untuk menemani waktu sore Anda. Anda bisa memesan Poki-poki sebagai hidangan pembuka atau cemal cemil. Poki-poki seperti bola-bola daging ayam, digoreng dengan tepung panir, dan diatasnya ditaburi tumisan cabai rawit dan bawang bombay. Ini pas banget untuk yang suka pedas. Selain Poki-poki, tersedia juga Risoles Ayam, Chicken Bitterballen, Ceker Ayam Kukuyuk dll Cemal cemil nan lezat ini di banderol mulai 15ribuan per porsinya.

image

Untuk Anda penggemar nasi goreng, jangan khawatir, karena Resto Ayam Oma Mien juga menyediakan berbagai varian nasi goreng. Ada Nasi Goreng Kebuli, Nasi Goreng Thailand, Nasi Goreng Rempah, Nasi Goreng Mattah, Nasi Goreng Betutu dan Nasi Goreng Ayam. Tinggal pilih saja sesuai selera Anda. Nasi Goreng ini dibanderol mulai 18ribu sampai 20ribu saja.

image

Oh ya, saat ini Resto Ayam Oma Mien mengadakan promo selama bulan Mei.. GRATIS 1000 porsi Roasted Jangjang Ayam Original isi 4 pcs. Syaratnya Anda follow akun Instagram @AyamOmaMien. Lalu, Anda posting makanan atau foto selfie Anda di Resto Ayam Oma Mien. Jangan lupa tandai/tag ke akun Resto Ayam Oma Mien dan 5 orang teman Anda dengan caption menarik. Tunjukan pada petugas resto, dan dapatkan 1 porsi Roasted Jangjang Ayam Original isi 4 pcs, gratiiiisss.

Iklan

Nasi Goreng @ Hummingbird

Kali-kali, posting gambar sagede gaban…. 😆

Jadi kemana pun saya pergi, mentok2nya paling pesen nasi goreng. Nah yang ini namanya Hawker Nasi Goreng, salah satu menu Indonesia di Hummingbird. Rasanya enak, pada nasi gorengnya ada potongan ayam dadu dan udang-disajikan dengan telur mata sapi, acar wortel dan kerupuk udang.

Hawker Nasi Goreng ini cukup ‘fotogenik’ saat saya foto. Tampil cantik tanpa perlu edit ini itu. Mau coba?? Siniiii….. 🙂 – at Hummingbird

View on Path

BANDROS, Camilan Khas Sunda

Sudah agak jarang menemukan camilan khas parahyangn ini. Tidak seperti siomay, cilok atau cakue mini yang tersebar hampir di depan depan sekolahan SD. Bandros, termasuk yang langka. Tapi, saya menemukan tukang bandros pake gerobak mini di depan SD Ujung Berung, dekat pasar. Namanya Bandros Cangor. Penjualnya bapak2 yang ramah-selalu pake iket kepala layaknya seniman calung mau manggung.

image

Bandros Cangor ini, harganya masih terbilang murah. Boleh beli 3rb atau 5rb, dilayani dengan semangat sama si Mang-nya. Rasanya??? Hmm..mm…enaaakk! Kalo bandros lain, kelapa parutnya di campur, naaah kalo Bandros Cangor ini, kelapa muda-nya diserut, trus ditabur diatasnya. Pas dimakan, kelapanya masih ‘nyakreekk’ gurih-gurih gimaaaa gitu. Pantes aja, Bandros Cangor. Tanpa banyak kata, saya cuma mau bilang Bandros Cangor ini recomended :9

*untuk kebutuhan fotografi, bandrosnya saya reka2 dulu, pakai sedikit sambal kemasan-harap maklum* 😀 😀 😀

Jajanan di Bandung #1

Bandung pusat kuliner-semua orang tau itu, ada 1001 macam jajanan di Bandung, yang kalo disebutkan bisa menghabiskan waktu 7 hari, 7 malam. Banyak website dan blogspot yang membahas kuliner di Bandung, dari mulai kelas kaki lima, hingga kelas resto dan cafe.

Jajanan seperti gorengan (bala-bala, gehu, cireng), cilok, siomay, batagor, itu bisa dijumpai hampir disetiap pinggir jalan, dan rasanya rata2 enak. Sesuailah, misalnya dengan serebu perak, ya kita dapat sebongkah bala-bala, cireng atau combro 🙂

Naaah, mari kita kerucutkan spesifikasinya-biar tidak terlalu luas (saking banyaknya jajanan2 ituuuh) Jadi, yang saya maksud adalah jajanan yang sering saya jumpai di Jalan Ganesha. Yapp, betuuuulll…karena keseharian saya di Ganesha dan sekitarnya, jadi…yuk, kita ‘icip-icip’ ada apa saja yaaa….

Ketan Bakar
Yihaaa, tidak usah jauh2 ke Lembang untuk menikmati sepotong ketan bakar. Di Ganesha pun ada. Biasanya lewat sekitar jam 9 pagi.

image

Dengan harga Rp. 3000an, kita sudah bisa menikmati ketan bakar hangat berbumbu serundeng atau sambal oncom yang lezat.

Tahu Gejrot
Panganan asli khas Cirebon ini tersebar hampir  disetiap sudut kota Bandung. Tukang tahu gejrot bisa di temui di Gasibu, di Cihampelas, di Dago, di depan Unisba, di Taman Ganesa dan masih banyak lagi.

image

Biasanya, seporsi tahu gejrot harganya Rp. 5000. Tahu khusus-seperti tahu Sumedang-yang diiris-iris. Disiram dengan bumbu berupa bawang, cengek dan bumbu khusus yang diulek dadakan dari cobek mini. Rasanya segar, pedas, gurih agak manis.

Rujak Asinan
Ini niiiih….rujak yang asyiiiikk banget. Pokoknya, aku sukaaa banget dengan rujak ini. Jualannya kadang2 aja lewat Ganesa. Irisan buah2an dan ubi, yang disiram dengan rujak cuka berbumbu kacang tanah sangrai. Terus, diatasnya diberi kinca, alias gula merah yang sudah dimasak agak kental berkaramel. Disajikan dengan kerupuk mie, rujak seharga Rp. 6000 ini bikin nikmat dunia dan akhirat deeehhh…

image

Heup aaah, sudahi dulu informasi Jajanan Bandung part #1, besok lusa-kalau ada sumur diladang-saya review lagi jajanan2 lain yang ada disekitaran Ganesha, di part #2, part #3 dan seterusnya….

N.B : Kalo sumurnya gak ada, berarti gak dilanjutin, males banget jajan2 gak pake mandi dulu….

😉

Hayu, Balakécrakan di Punclut!

Balakécrakan adalah bahasa Sunda, yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia artinya kegiatan berkumpul bersama sambil makan-makan dalam suasana yang riang gembira, kurang lebih begitulah. Maka, tidak berlebihan bila nama Balakécrakan dijadikan salah satu tempat makan di Bandung.

image

Bertempat di ketinggian kota Bandung, tepatnya di Punclut-Ciumbuleuit, Balakécrakan menjadi tempat alternatif untuk bersantap sambil menikmati akhir pekan. Bila Anda datang dari luar kota Bandung, makan di PvJ atau Ciwalk, mungkin sudah biasa. Di Jakarta atau dikota besar manapun, mungkin makan di Mall ya begitu-begitu saja. Jadi, makan di tempat ini boleh dijadikan alternatif pilihan.

Tempatnya sedikit lebih atas dari Rumah Makan Sangkan Hurip, atau rumah makan yang biasa berjejer di Punclut pada umumnya. Jadi, kalo sudah di Sangkan Hurip, lurus terus nanjak ke sebelah utara. Tempatnya di sebelah kanan, tinggal cari saja yang bertuliskan Balakécrakan.
image

Begitu tiba di tujuan, kita mendapati tangga turun menuju tempat makan dan gazebo. Tangga dari kayu ini mengkuatkan suasana tradisional. Kita melewati beberapa kandang ayam kate dan kandang burung, serta taman yang dirawat cukup baik. Cocok bagi keluarga yang membawa anak kecil, bisa sambil melihat-lihat kandang burung.

image

Ada satu ruangan terbuka cukup besar seperti aula, dengan meja dan kursi, yang sebagian menghadap pemandangan Kota Bandung. Tapi, bila kita lebih suka lesehan di saung  dan gazebo kita bisa masuk lebih dalam lagi.
image

image

Banyak pilihan gazebonya, ada untuk 2 orang, 4-6 orang, bahkan yang lebih besar dari itu pun ada, gazebo untuk 10-20 orang. Pemandangan cukup bagus, karena rumah makan ini posisinya lebih tinggi dari rumah makan Punclut pada umumnya.

image

image

Kalo sudah dapat tempat yang cocok, bisa pesan menu makan. Biasanya buku menu diambil sendiri ke ruang besar seperti aula tadi. Tapi, kalaupun tidak, akang-akangnya pasti membantu.
Menu yang disajikan disini tentu saja menu khas sunda. Kita bisa memesan nasi timbel komplit, nasi merah boboko, ayam goreng, karedok leunca, jengkol goreng, ikan asin, sambal lalap dan aneka hidangan sunda yang lain.

image

Nasi merah dengan karedok dan ayam bumbu hejo, jengkol goreng dan sambel dadakan.

image

Karedok Leunca

image

Lotek sayuran dengan bumbu kacang yang lekooohh.

image

Hayam bungbu cabe hejo

image

Soal harga, jangan khawatir karena hampir sama dengan tempat makan yang berjejer di Punclut pada umumnya. Dengan harga terjangkau, kita sudah bisa makan kenyang lengkap dengan lauk pauk dan minum jus. Ditambah dengan suasana yang hijau dan adem. Bila malam hari, pemandangan sangat indah, karena kota Bandung  tampak berkelap kelip bagaikan hamparan berlian yang menawan. Persiapkan jaket bila kita,memilih makan malam disini, jangan sampai tersiksa hawa dingin karena  masih ingin berlama-lama karena suasananya betah buat ngadem.
🙂

Bertandang ke Roemah Nenek

Lama tidak berkunjung, akhirnya kesampean juga untuk tandang ke Roemah Nenek. Bukan rumah nenek saya, atau nenek teman saya…. Tapi ini sebuah Resto atau Cafe di Kawasan Jl. Taman Cibeunying Bandung. Letaknya tidak jauh dari Gedung Sate, atau dari Pusdai, Bandung.

image

Berada disebuah kawasan yang dipenuhi pohon-pohon rindang, Roemah Nenek masih tampak asri. Memasuki sebuah Cafe, yang sudah lama tidak dikunjungi, saya memandang sekeliling halaman. Yah Roemah Nenek cenderung lebih sepi dari sebelumnya, banyak meja-meja yang masih kosong baik di dalam, maupun diteras yang dihiasi lampu2 temaram bernuansa vintage. Hmmmm, akhirnya saya memilih sebuah meja di teras agak pojok. Maksudnya agar bisa memandang ke semua bagian luar Cafe sambil menghirup udara segar.

image

Setelah duduk nyaman, barulah saya melihat-lihat buku menu. Yah, buku menu sudah berubah…kalo dulu bukunya agak besar dan bergambar menu, kalo sekarang lebih simpel, tanpa ada contoh foto menu. Tak masalah, yang penting, rasanya jangan ikut berubah. Itulah harapan saya. Inilah menu yang saya pesan semalam….

image

Sebagai pembuka, saya memesan Kulit Kentang ala Roemah Nenek. Kudapan yang satu ini dulunya merupakan menu andalan di cafe ini dan tidak terdapat ditempat lain (sekarang ada juga di Blackpepper dsb). Entah lidah saya yang salah, atau memang rasanya sudah berubah ya… Yang jelas, sepertinya agak kurang nendang. Enak, tapi tidak seeenak duluuu….hehehe.

image

Untuk menu utama, saya memesan Nasi Merah Bakar spesial. Teman saya yang lainnya ada yang memesan Nasi Bakar Spesial juga, tapi tdk nasi merah. Ada juga yang pesan Sop Buntut. Seperti halnya hidangan yang pembuka, hidangan utama ini pun rasanya biasa saja. Sop buntut misalnya, selain daging buntutnya sedikit, rasa kuahnya juga biasa.

Sedangkan untuk Nasi Merah Bakar tampilannya cukup cantik. Nasi merah berbentuk kerucut dibungkus dengan daun pisang. Disajikan dengan pepes ayam, lalap dan sambal. Lumayan lah, walaupun tidak enak2 amat. Yang namanya nasi merah kan hambar, gak pulen, jadi memang harus ada pendobrak yang rasanya kuat. Dihidangkan dgn pepes ayam sebenarnya kurang kerasa juga. Keberadaan sambalnya cukup menolong, membuat nasi merah bakar ini mendapat nilai ‘lumayan saja’

image

Sedangkan Nasi Bakar putih, disajikan dengan ayam goreng, ulukutek leunca, dan lalap sambal. Pada saat membuka pembungkus daunnya, aroma khas menguar dari nasi bakar. Sebutir pete ditemukan didalamnya, membuat aroma dan rasanya makin kuat. Hidangan ini lebih baik daripada dua hidangan lain, walaupun kalo dilihat dari ukuran porsi, tampaknya pelit. Ukuran ayam gorengnya, kecil banget.

image

Sebagai penutup, hidangan yang saya pesan adalah Banana Smoothies dan Yoghurt Snowy. Tidak ada yg istimewa dari hidangan penutup tersebut. Yah, sekarang saya tau, kenapa cafe atau resto ini tdk seramai dulu. Selain rasanya yang tidak terlalu cetar, tidak ada menu khas yang benar2 bisa diandalkan. Soal harga, relatif sebenarnya mah… Yah, rata2 lah. Tapi, kalo dengan harga yang relatif, bisa dpt yang maksimal…kenapa tidak? Mari kita lanjutkan mencoba yang lain.