Kataji dengan Intuisi Yura Yunita

Lucu juga, membaca postingan seorang sahabat yang benar-benar kataji dengan penampilan Yura. Kagum dan terpesona dengan penampilan Yura, tapi kecewa karena tidak berhasil mendapatkan tandatangan atau foto bersama. Yap, pada hari sabtu 6 Agustus yang lalu, Yura tampil di sebuah acara family gathering Bio Farma. Acara berlangsung di amphiteater Trans Studio Bandung. Melalui seorang kolega yang bekerja di Bio Farma, kami berhasil “menyelinap” dan ikut menyaksikan penampilan bintang tamu yang sudah ditunggu sejak jam 9 pagi.

Kami, begitu antusias dan duduk bersila di lantai–bersorak paling depan saat Yura membuka pertunjukan dengan lagu berbahasa sunda, Kataji. Dilanjut dengan lagu kedua, kami makin antusias. Sesekali saya naik ke bibir panggung untuk memotret dari jarak lebih dekat penyanyi berponi cantik itu. Beruntung, Yura tanggap dengan hal itu. Di lagu berikutnya, Yura turun dari panggung dan menyanyikan lagu Kasih Jangan Kau Pergi. Cukup komunikatif mengajak dialog dengan penonton–ini jauh lebih baik ketika saya nonton pertama kali dulu di konser Balada Sirkus. Liputan Konser Yura Balada Sirkus, dapat dilihat disini.

Yura, dengan busana gombrong keemasan (mirip baju bodo, tapi kayaknya bukan–mungkin baju pintar), dengan hiasan di kepala menyerupai dewi malam tampil di siang bolong. Yura, memenuhi permintaan kami untuk menyanyikan lagu Intuisi yang menjadi singgel terbaru dan sedang hits di radio-radio. Kami pun bernyanyi bersama. Lalu, Yura menyanyikan lagu Katakan Saja milik Harvey Malaiholo.

Kembali naik ke panggung amphiteater, Yura menyanyikan lagu Berawal dari Tatap, sambil bermain piano. Akhirnya, Yura mempersilahkan kami mendekat ke panggung agar lebih meriah. Tanpa dikomando 2 kali, penonton yang sudah sedari tadi duduk bersila dan formil, langsung melesat menyeruak berdiri dan berdesakan depan panggung (maaf yaaaa…. bukan tidak menghargai pejabat2 Bio Farma yang duduk manis di kursi undangan). Yura, mengajak semua penonton menyanyikan bersama-sama lagu Cinta dan Rahasia, yang ternyata merupakan lagu penutup.

Usai lagu tersebut, Yura bergegas ke belakang panggung. Saya dan teman2 yang tanpa sadar seolah mengibarkan panji Hip-hip Yura–ikut bergegas ke belakang panggung. Dihalau security, dikatakan bahwa Yura sudah meluncur ke lantai bawah. Kami pun semua kecewaaaa. Kami sudah membawa CD dan menyiapkan spidol untuk minta tanda tangan….tapi sayang, Yura yang sekarang berbeda dengan Yura 2 tahun lalu.

Hampir 2 tahun lalu, saya dan seorang sahabat menonton konser tunggal, Yura. Sebuah konser perdana berajuk : Konser Balada Sirkus, bertempat di Gedung IFI CCF, berkapasitas sekitar 500 orang. Tidak thu banyak tentang siapa Yura Yunita. Hanya saja, kami cukup tertarik dengan konten albumnya yang menurut kami :KEREEENN!!
Setelah itu, saya selalu mengikuti berbagai gigs Yura. Bila manggung di mall atau di kampus2, saya biasanya datang. Sebelumnya, saya sempat menyaksikan Yura di MLD Jazz on the Bus, di Jl. Braga, beberapa waktu lalu. Liputannya bisa dibaca disini

Sayang, semakin hits seorang artis, semakin sulit untuk ditemui… bahkan untuk dimintai tanda tangan sekalipun…sabar ya kawan, suatu hari nanti pasti kan bercahaya…pintu akan terbuka… nanana.. nanana… bertemu Yura!  Jadi, gak usah ngontrog lagi….Qiqiqiqiqiii

Konser Afgan S I D E S Indonesia Tour 2016, Meriah!!

image

Menandai peluncuran album ke 4, penyanyi pria muda berbakat Afgan, mempersembahkan sebuah konser berjudul SIDES Indonesia Tour 2016. Rangkaian tour di tahun 2016 ini diawali di Kota Bandung, semalam di Trans Convention Centre. Dihadiri ribuan penggemarnya yang datang dari berbagai kota–dan bahkan dari Malaysia dan Brunai–konser semalam berlangsung meriah.

image

Dua jam sebelum gerbang dibuka, antrian dan kerumunan fans Afgan sudah terlihat mengular di depan gerbang Trans Convention sejak pukul 17.30. Dengan sabar, mereka menunggu untuk bertemu dengan penyanyi pujaannya yang akan membawakan singgel terbarunya berjudul Kunci Hati. Suasana di sekitar convention diramaikan oleh booth dari produk sponsor yang menyediakan spot unik untuk berfoto.

image

Konser dimulai pukul 20.00, dan Afgan menggebrak dengan lagu-lagu bertempo cepat, seperti lagu Pesan Cinta & Katakan Tidak. Selanjutnya, konser mengalir seperti biasanya. Cara Afgan berinteraksi dengan penonton juga biasa saja, tidak ada gimik yang menggigit. Bahkan Afgan tidak menyapa dalam bahasa sunda, celetukan bahasa daerah yang digunakan masyarakat pada umumnya di kota Bandung. Padahal, jika ini dilakukan, walaupun ucapannya salah biasanya akan menjadi momen intim bersama penonton dan menjadi gimik kelucuan yang menghibur, mengangkat kearifan budaya lokal. Dan Afgan tidak mengambil poin disana……

Persembahan Afgan sedikit menarik di lagu Knock Me Out. Lagu yang dibawakan dengan perpaduan video mapping–dimana Afgan menari dengan berlatar shiluet/bayangannya sendiri dalam beberapa bagian lagu, itu terlihat artistik dan berkonsep. Afgan pun memperkenalkan beberapa lagu baru yang ada dalam album SIDES, diantaranya berjudul Kunci Hati, singgel yang baru saja dirilis beberapa hari lalu. Sedikit menceritakan proses kreatif dalam pembuatan album SIDES, dimana Afgan terlibat dalam pembuatan lagu, penulisan lirik. Afgan menyebutnya bahwa proses “menjadi dewasa”.

image

Afgan membawakan hitsnya seperti Bawalah Cintaku, Jodoh Pasti Bertemu, Percayalah, dan lalinnya. Melengkapi kemeriahan, Afgan menyajikan tributes kepada sang idola, Michael Jackson, mengcover lagu Coldplay serta lagu Sorry-nya Justin Bieber. Kehadiran sang diva Rossa, berduet di lagu We Dont Talk Anymore dan lagu Kamu Yang Kutunggu benar-benar serasa bintang tamu tempelan sesaat. Kurang greget! Banyak peluang untuk bisa memancing emosi penonton, dan komunikasi lebih santai mengingat Rossa adalah orang sunda. Tapi sayang, sang diva tampil seperti terburu-buru, lalu menyanyikan 2 lagu, setelah itu bhay!

Konser SIDES Indonesia Tour 2016 ditutup dengan lagu Terima Kasih Cinta dan Panah Asmara. Dihadiri oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Ibu Atalia, konser ini seperti layaknya konser-konser Afgan yang pernah ditayangkan di stasiun TV swasta pada umumnya. Cukuplah untuk mengisi malam mingguan. Sebagai penyanyi, Afgan makin matang, dewasa terlihat banyak kemajuan. Tetapi sebagai penghibur dalam sebuah pagelaran konser–yang biasanya memiliki kekuatan memorable, sepertinya Afgan masih harus belajar banyak.



Semoga album SIDES-nya sukses!!

***

Stage Bus Jazz Tour 2016 Ciwalk : Teza Sumendra, kereeenn!!!

image

Publik kota Bandung, boleh jadi merasa dimanjakan dengan sejumlah pertunjukan musik yang digelar di kota kembang. Setelah minggu lalu Stage Bus Jazz hadir di Jl. Braga dengan penampil Yura Yunita dan Barry Likumahuwa, kali ini acara yang di sponsori oleh MLD Spot digelar mall di kawasan Cihampelas atau Ciwalk. Bintang tamu andalan untuk edisi kali ini adalah Sierra Soetedjo dan Teza Sumendra.

image

Setiap ada acara musik, hati selalu antusias untuk bisa hadir menyaksikan.

image

Foto : MLD Spot

Acara yang dimulai sejak pukul 15.00wib ini sempat terhenti karena hujan. Beruntung, menjelang malam hari, hujan berhenti dan acara berlanjut dengan meriah. Penampilan DJ Irham & Tradisi, Kata Kita dan hiburan magical street serta stand up comedy dihadirkan lebih awal memeriahkan panggung sebelum penampil utama mentas.

image

Sedikit berbeda dengan dekorasi Stage Bus Jazz sebelumnya, dekor kali ini dihiasi dengan lampion benderang menggantung di setiap pohon pinus Ciwalk. Ada juga dekorasi sejumlah foto acara Stage Bus Jazz disetiap kota, yang di rangkum dalam frame glow in the dark. Foto2 tersebut dipamerkan sekaligus menunjukan kesuksesan MLD SPOTmenggelar acara di berbagai kota.

image

Menjelang pukul 20.00wib, penyanyi cantik SIERRA SOETEDJO naik ke pentas. Membawakan sejumlah singgel yang saya pun masih asing mendengarnya. Walaupun begitu, suasana tetap asyik mengingat Sierra cukup komunikatif dan mengajak penonton bernyanyi bersama. Bersuara bening, menjangkau nada-nada tinggi, penyanyi yang yang piawai skecth vokal ini seringkali unjuk kebolehan di setiap lagunya. Padadap subiduw biduw paripapaaww nainaninaninania….. *ala ala Tompi gitu deh*

image

Terakhir, sebagai penutup….nama TEZA SUMENDRA pun di panggil, disambut teriakan grupies, yang meringsek hingga ke bibir panggung. Fans2 yang sebagian besar cewek2 menjerit histeris. Ahhhh, rupanya Teza memiliki kelebihan, ada sesuatu dalam diri seorang Teza Sumendra sampai disambut histeris begitu rupa, yang nyata-nyata Teza belum naik ke atas panggung 😅😅😅

Saya masih memicingkan mata dan menunggu Teza muncul di Panggung…

Sebuah intro…dari lagu….Hang Up (interlude) mulai mengalu….dan tak lama kemudian Teza muncul dipanggung disambut histeria bak superstar! Wuiiiiihh…. dengan gayanya yang santai sedikit tengil, berbahasa inggris cas cis cuuz, Teza cukup percaya diri tampil di acara Stage Bus Jazz ini. Bermodal vokal super duper keren, dengan timbre yang unik, sedikit serak jarang dipunyai vokalis pria pada umumnya. Suara Teza, agak mirip Brian Mc Knight, tapi tapi serak2nya kadang mirip Brian Adam. Jika di Indonesia ada Sandy Sondoro yang vokalnya berkarakter, Teza juga!!

image

Lagu demi lagu dipersembahkan Teza dengan tepukan meriah. Tidak perlu tau sedang menyanyikan lagu apa, karena komposisi musik jazz yang dibawakan Teza & Band sudah cukup nge-groove. Sangat asyik dinikmati. Nuansa soul pada warna vokal menyatu dengan musiknya. Sekalipun begitu, Teza tampak tidak percaya diri saat beeduet dengan Sierra Sutedjo, dimana ada bagian Sketch Battle Vokal–dan vokal Sierra tampak jago meliuk ber padadap subiduw dam dama dubiduw….

image

Satu-satunya singgel berbahasa Indonesia yang ada di Album Teza Sumendra berjudul Satu Rasa di bawakan juga disini. Teza cukup komunikatif dan menghibur. Tidak sah rasanya jika Teza manggung tidak membawakan lagu I WANT YOU, LOVE. Sebuah singgel yang videonya dibintangi oleh Tarra Basro. Video dengan genre 21+ alias parental advisory. Bagaimana tidak, video ini hot dengan adegan2 antara Tarra Basro dan Teza Sumendra. Lagu ini disambut koor penonton barisan depan yang umumnya cewek. Setiap Teza menyodorkan mic untuk mengajak nyanyi bersama, disambut jeritan….dengan gemas Teza pun berteriak “heh nyanyi….bukan jerit-jerit!”. Hahahhaa Penampilan Teza ditutup dengan lagu Girlfriend, masih dari kantung albumnya Teza.

image

Foto : MLD Spot

Sama seperti pertunjukan MLD Spot sebelumnya di Braga, acara di Ciwalk ini sukses. Publik di kota Bandung mengapresiasi musik dengan sangat baik. Itulah kenapa, Bandung selalu dijadikan acuan barometer musik. Kalo sudah sukses tampil di Bandung, jangan khawatir tampil di kota lain. Sebaliknya, jika di kota lain sukses, di Bandung belum tentu, bahkan bisa jadi gagal, dan itu sudah sering terjadi.

Bravo MLD Spot, maju terus bersama musik Indonesia….