Marcell Persiapkan Konser Anthology

image

Konser Anthology
Marcell, merangkum perjalanan karir bermusiknya dalam sebuah konser akbar berkonsep anthology. Sebuah konser besar, yang di gagas oleh Marcell dan Gironoemi Production akan menghadirkan momentum, dimana Marcell akan merefleksikan 16 tahun pengabdiannya di bidang musik melalui sebuah sebuah pertunjukan konser musik. Konser terbesar sepanjang karirnya itu diberi judul MARCELL ANTHOLOGY. Menggandeng musisi seperti Mocca, Konspirasi Band, Homogenic dan teman duet di awal karirnya Shanty. Konser Marcell Anthology akan digelar tanggal 2 Juni 2016 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung.

Perjalanan Karir Musik Marcell
Bermula dari drummer sebuah grup band indie beraliran underground, Puppen–demikian nama band tersebut–Marcell justru meraih popularitas saat menjadi penyanyi tamu di album Shanty. Lewat singgel Hanya Memuji, nama Marcell ikut melejit bersama Shanty–solois mantan VJ MTV yang kala itu sedang beken-bekennya. Duet ikonik, menjadi penyegar diantara hingar bingarnya grup band yang mendominasi musik Indonesia kala itu.

Tak lama berselang, di awal tahun 2003 Marcell mengeluarkan album solo-nya yang pertama, bertitel : MARCELL. Album ini berhasil meramaikan bursa musik Indonesia, ditengah minimnya penyanyi solo pria. Album kedua DENGANMU, lalu Album HIDUP, dan seterusnya AND THE STORY CONTINUES, PLATINUM PLAYLIST-review album platinum playlist dapat dibaca disini dan yang terakhir JADI MILIKKU.

Dari 6 Album yang sudah dirilis, selain lagu duet Hanya Memuji, Marcell berhasil menelurkan hits seperti Semusim, Firasat, Jangan Pernah Berubah, Mendendam, Denganmu, Jelita, Semua Yang Terlambat, Candu Asmara, Peri Cintaku, Tanpa Kata (duet bersama Dewi Sandra), beberapa lagu cover yang nge-hits kembali seperti Mau Dibawa Kemana, Takkan Terganti, Sisa Semalam, Demi Waktu, Bahasa Kalbu dan beberapa original soundtrack film Andai Dia Tau, Film Merry Riana dll.

Ditengah kesibukan sebagai penyanyi solo, alumnus Fakultas Hukum Universitas Parahyangan ini masih tetap bisa menyalurkan kemampuannya bermain drum. Bersama Band bentukannya bernama Konspirasi, Marcell tetap eksis sebagai drummer. Band beraliran pop-rock ini sempat mengeluarkan album dengan singgel Melawan Rotasi.

Marcell, baru saja melempar singgel ke dua, berjudul Belahan Jiwaku dari kantung album yang terakhir, berjudul JADI MILIKKU. Singgel pertama berjudul Cinta Mati, di rilis sekitar 4 bulan yang lalu. Album ini menjadi bukti eskistensi seorang Marcell.

Nah, bagaimana perjalanan karir musik seorang Marcell Siahaan bila dirangkum menjadi satu kesatuan dalam kemasan konser, bertajuk Marcell Anthology…. kejutan2 apa yang akan diberikan Marcell kepada penonton?? kita lihat saja nanti. Semoga konsernya berjalan sukses.

Iklan

Marcell, di Indokustik iRadio!

Adalah kali pertama saya datang ke sebuah mall yang setiap hari dilewati, tapi belum pernah menginjakan kaki di BTP (Bandung Timur Plaza). Kebetulan, magnet yang memaksa saya datang adalah seorang penyanyi  yang sedang hits, yaitu Marcell!

Sebetulnya ini bukan pertama kali saya melihat penampilan Marcell. Dulu, sempat nonton di PvJ saat Marcell dan Maliq d’Essentials tampil diacara seremoni sebuah bank. Nah, kalo yang sekarang saya memang penasaran, mengingat lagu-lagu di album Platinum Playlist sangat keren menurut saya.

Datang sebelum jam 7 malam, Marcell langsung menuju panggung. Marcell berbincang dengan pembawa acara iRadio sebagai pihak penyelenggara acara indokustik. Setelah berbincang tentang album, Marcell langsung membawakan lagu Demi Waktu. Begitu musik dimainkan, Marcell berdiri dan mendekat ke arah penonton. Sebetulnya, saya agak ragu mau mendekat ke panggung. Sumpah!! Saya malu banget. Tapi, demi konten blog yang-menurut saya hasil fotografinya harus bagus-maka saya pun berdesakan dan mulai membidik dengan kamera ponsel.

image

Saya selalu kesulitan membidik objek penyanyi yang sedang ‘stage act’. Saat angle sudah bagus pun gambar menjadi blur. Tentu saja, karena Marcell bukan sedang diam mematung. Marcell sedang¬†bergerak bebas ekspresi mempersembahkan penampilan terbaiknya dihadapan penonton. Tidak perlu disesali kalo belum punya digicam ataupun DSLR. Maksimalkan saja yang ada, walau hanya menggunakan kamera ponsel.

Setelah rehat sebentar, Marcell menyanyikan lagu kedua, yaitu Takkan Terganti. Di lagu yang sebelumnya populer oleh Dea Mirella ini, Marcell meminta semua penonton untuk tidak menggunakan ponselnya , tapi mengajak bernyanyi bersama dan menikmati setiap bait lagu. Marcell benar2 mahir mengulik lagu. Arransemen vokal di panggung, dibuat berbeda dengan versi CD. Di beberapa bait lagu, emosi ditahan sedemikian rupa. Sebagai penonton, kita jadi menahan nafas. Memainkan nada tinggi menjadi poin plus. Toh, kalo di CD kita tidak menemukan Marcell ber-gymnastic vokal, nah di pertunjukan live, yang gitu2 biasanya ada, dan dijadikan andalan hingga penonton bersorak riuh-bertepuk tangan. Yah, begitulah yang dilakukan penyanyi saat perform. Marcell tau itu, dan itu bagus, keren!

image

Sebelum menginjak ke lagu terakhir, (jiaaahh, cuma 3 lagu??) Marcell sempat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, kepada penyelenggara acara. Yang tidak terduga Marcell juga mengucapkan terima kasih kepada yang sudah me-review album Platinum Playlist. “Saya masih ingat orangnya, itu…yang berdiri disana”, sambil nunjuk saya. “Siapa namanya mas? Ah ya, Ridwan…!”. “RidwanSpektra”, saya menimpali. Saya pun mengacungkan dua jempol buat Marcell yang mengingat saya. Padahal, diblog atau di twitter saya hanya memasang photo avatar se-uprit. Saya memberi kode dengan tangan kepada Marcell (maksudnya: tanda tangani CD saya), nampaknya Marcell mengerti dan langsung bilang “oke, pasti!” Katanya.

Lagu terakhir adalah satu single yang sedang menjadi jawara di chart musik tanah air. Lagu berjudul ‘Kini’ dinyanyikan dengan khidmat. Seorang penonton yang naik ke atas panggung dan memeluk Marcell-dan tidak melepaskan hingga lagu selesai-menjadi sentuhan tersendiri. Maksudnya, biarkan saja semuanya menjadi bagian dari entertainment. Penonton berteriak-teriak riuh rendah. Emosi terbangun, acara jadi seru!

image

Selesai acara, Marcell berfoto dengan segenap kru di atas panggung. Para perempuan dan ABG sdh merapat ke samping panggung. Saya masih memandangi dari jauh. Belum sempat saya membaca situasi-sesudah ini apa?- Marcell sudah dijemput oleh pengawal dan digiring masuk ke dalam mobil bertuliskan E-motion Entertainment. Mobil pun meluncur. Saya masih terpaku, diam mematung saja. Pulang.