Taman Bunga Begonia, Lembang

Sebetulnya, saya agak enggan memposting kunjungan saya ke Taman Begonia Lembang. Yang namanya taman bunga, identik dengan perempuan… Dan, bagaimana bisa saya “tersesat” sampai ke Taman Begonia(n) ini…..

Jadi, awalnya saya dan teman2 bermaksud menyusuri jalan Dago, melalui Jl. Dago Giri dan tujuannya saat itu adalah Saung Mang Engking, Lembang. Karena datangnya kepagian dan belum waktunya makan siang, jadi kami mencari tempat singgahan, minimal sampe jam makan siang. Dan yang terdekat dari sana adalah Taman Begonia. Jadilah, kami masuk, hanya sekedar iseng apa sih Taman Begonia ini?? Tampaknya masih baru…

Setelah parkir, kami membayar tiket di depan pintu masuk seharga 10ribu rupiah. Tiket tersebut bisa ditukarkan dengan 1 buah es potong. Lumayan. Dengan agak canggung, saya memasuki taman yang di dominasi hamparan bunga begonia berwarna merah jambu. Disediakan topi anyaman untuk mengurangi panas yang menyengat. Saya mulai menelusuri, setiap depa yang nampak di depan mata. Taman sudah ramai dengan pengunjung-yang saya pun heran-dari mana pengunjung tahu ada taman baru ini….

Taman Bunga Begonia, separti taman pada umumnya…dipenuhi bunga yang di tata dengan baik. Hanya saja, karena (mungkin) lahan ini bekas ladang petani, jadi tidak ada satupun pohon besar yang menaungi. Alhasil, datang ke taman ini sekitar jam 10an adalah waktu yang kurang tepat. Panaaaassss. Ada beberapa saung di sediakan untuk berteduh, duduk santai sambil menikmati ‘panasnya’ taman ini. Hembusan bayu, udara Lembang yang sejuk, sedikit menolong suasana. Saya menukarkan sobekan tiket masuk dengan 1 buah es potong rasa buah yang rasanya lumayan, saat terik menyengat.

Mencoba berfoto2 di taman ini. Atuh da apa aku maaahh…setiap berfoto tampak sedang merem karena cuaca terik, sehingga wajah kita terbawa meringis saat difoto. Yah, karena taman ini masih baru, cukup oke lah. Tapi, entahlah beberapa bulan ke depan saat begonia sedang tidak berbunga….karena kebiasaan taman bunga, bagusnya di awal2 doang, yang mana bunga tersebut sedang bermekaran. Manakala bunga sedang gak musim, taman menjadi kurang menarik.

Kurang lebih 1 jam saya dan teman2 berada di taman ini, selebihnya saya melipir ke sebuah kedai Tahu Sumedang, yang gencar beriklan dengan nama TAHU SUMEDANG RENYAH. Kedai ini tak jauh dari Taman Bunga Begonia, kira 100 meter arah terminal Lembang. Setelah mencoba rasa tahu yang–yah enaak, tapi tetap aja tahu–kami pun meluncur ke Kedai Mang Engking untuk bersantap siang disana.

*ini juga tersimpan di draft, dan sudah setahun lalu mengendap–lalu skrg saya posting–tentu saja sudah tidak up to date*

Hihihi, postingan yang ngambang, tanpa ending yang jelas….tanpa foto2 pula….

Iklan

Wisata Keliling Kota Bandung

Hyuuuk, Wisata Keliling Kota Bandung

image

● Mau ke Bandung Utara? Kita ke Dusun Bambu, lanjut Tangkuban Perahu, pulangnya sekalian ke Floating Market, dan jangan lewatkan Farm House-yang terkenal dengan rumah hobbit-nya dan melipir ke Rumah Mode (kalo mau belanja ke FO) dan makan malam di Iga Bakar Pak Jangkung di Jl. Cipaganti

● Atau mau ke Bandung Selatan? Ke Kawah Putih (siapkan jaket atau baju tebal, karena disini hawanya dingiiiiinn), lanjut ke Danau Situ Patengaan, yang sepanjang jalan pemandangan terhampar kebun teh — nyeberang  pake perahu ke Pulau Batu Cinta dan menikmati pemandangan disana–Tak lupa pulangnya mampir ke sentra sepatu Cibaduyut dan jajan batagor di sekitaran jalan kopo.

● Mau di Bandung kota?? Boleh juga. Ke Taman Balaikota, lanjut ke Taman Revitalisasi Sungai Cikapayang, Trus ke Taman Vanda…..berjalan kaki ke Braga (berfoto2 disana), Gedung Merdeka, lanjut ke Taman Alun2 yang terkenal dengan rumput sintetis-nya. Makan siang di Warung Nasi Khas Sunda yang sambel-nya pedas aduhai…. lanjut ke Taman Teras Cikapundung, jajan lumpia basah enak di sekitaran Ganesa, trus ke Gedong Sate (berfoto2 disana). Dan kalo belum pernah ke Masjid Pusdai, bisa sekalian sholat Maghrib disana.

● Atau mau Wisata Museum? Kita bisa ke Museum Pos yang ada patung2 diorama dan aneka perangko2 langka, lanjut ke Museum Geologi (satu2nya museum fosil2 dan bebatuan mineral di Indonesia). Berlanjut ke Museum KAA di Gedung Merdeka. Pernah ke Museum Nike Ardilla?? Naaahh, bagi yang belum pernah bisa coba kunjungi kesana….melihat2 peninggalan dan memorabilia sang legenda cantik NIKE ARDILLA.

● Mencoba Wisata Kuliner? Ini lebih asyik….
Dari mulai sarapan pagi di Kupat Tahu Gempol, atau roti bakar di Roti Gempol. Jajan Seblak basah pedas di pinggiran jalan, icip2 kue cubit green tea di sekitaran Cisangkuy sambil nyeruput yoghurt. Makan siang Nasi Timbel di sekitaran Istiqomah atau mau coba masakan sunda Ibu Imas di Kebon Kelapa?? Yang racikan sambilnya endooolll!!  Atau mau mih Kocok & Sop Kaki “Mang Dadeng” di Jl. Banteng?? Nah, jangan lupa
sop buah Mang Ewok di belakang Gedong Sate. Lanjut jajan Lumpia basah enak di Jalan Ganesa. Hayuukk saya siap mengantaaar…dan siap di traktir tentunya. Gak nolaaakkk.
Mau pake motor (kalo wisata taman kota), tentu bisa.
Mau pake mobil (rame2 bareng keluarga/teman), bisa pake Xenia atau Avanza. Mobilnya ber AC lengkap dengan sopir maksimal 6 Orang.
Mau menjajal semuanya, boleeehh…hayukk aahhh.
Sesuaikan saja dengan kebutuhan….
Bonusnya saya fotoin deh…. hehehe

Tinggal kontak saja
RIDWAN SPEKTRA
via WA di 083820100971
atau via BBM : 765348FF

Semoga saya bisa membantu teman2 yang ingin berwisata di kota Bandung….lengkap dengan foto2 bagus yang bisa dipajang di instagram dan facebook.

Mengisi Akhir Pekan #4 : Taman Sejuta Umat, Taman Alun-alun Kota Bandung

image

Saya menyebutnya taman sejuta umat. Sudah 3x saya datang Taman Alun2 Bandung, tapi selalu penuuuhh. Maksud hati mau ikut2 main stream, berfoto selfie di lapangan yang terkenal gara2 rumput sintetis-nya ini, ada daya belum terlaksana. Kali kedua, pernah juga datang ke taman ini, di perjalanan sih cerah. Tapi, di taman alun2 baru saja selesai hujan. Alhasil, rumputnya basah…boro-boro bisa dipake duduk-duduk, selfie atau main bola… gagal maniiiing…..

Nah, selepas dari Taman Cibeunying, maksudnya kami mau cari taman lain, untuk menyantap perbekalan kami, Nasi Timbel. Tujuannya adalah Taman Musik Centrum (sebelumnya pas liat dari Bandros-tadi pas melintas-taman ini sepi, gak banyak orang), maka meluncurlah kami kesana. Sayang, begitu sampe sana, sdh ada banyak orang yang hendak mendirikan tenda. Sepertinya akan ada acara di Taman Musik. Tanpa berpikir panjang, kami sepakat meluncur ke Taman Alun-Alun Bandung.

Setelah parkir di basement, kami langsung menuju lapangan berumput sintetis. Cuaca cerah, bahkan panas. Keponakan langsung melepas sendal dan langsung berlarian di rumput. Sekejap, langsung mereka menepi. Rumputnya PANAASSS! Oh ya?? Begitu saya coba, iya juga rumputnya panas, dan tidak nyaman. Tapi aneh, masih saja banyak anak-anak bermain bola dan orang tua menunggui di tepi taman. Saya memutuskan untuk berteduh dan menunggu cuaca rada iyuh dulu. Awalnya kami mencari tempat di pinggiran taman alun2, rindang di bawah pohon. Tapi, setelah sholat dzhuhur, kami memutuskan bersantai di teras masjid. Lebih adem dan nyaman. Kami juga melihat, banyak pengunjung taman alun2 ini yang membawa bekal dan menyantap perbekalannya di teras masjid. Yah, selama tertib dan bisa menjaga kebersihan, ya kenapa tidak? Maka kami pun ikut membuka perbekalan kami, dan botram nasi timbel di teras Masjid Agung.

Ternyata, bersantap di teras masjid agung itu nikmaaaaattt. Pantas saja banyak orang yang melakukan hal yang sama. Mungkin karena kami sedang lapar, jadi makanan apapun terasa nikmat. Tapi kami menganggap, ini berkah masjid umat heheheh. Selesai makan dan memastikan bahwa kami sudah merapikan dan membuang sampah pada tempat semestinya. Kami duduk2 saja mengobrol sambil menunggu cuaca sedikit bersahabat.

image

Menjelang ashar, cuaca sore sangat pas, hangat dan tidak panas. Kami orang2 sdh semakin banyak mengunjungi taman alun2. Kami mencari tempat nyaman…dan seperti kebanyakan pengunjung lain, kami membeli bola pada pedagang asongan yang menyamar menjadi pengunjung taman. Dan membiarkan keponakan2 kecil bermain bola. Di taman alun2 ini, semua harus tertib. Tidak diperbolehkan ada orang berjualan dan diawasi ketat oleh petugas Satpol PP. Ini untuk menghindari terjadinya hal2 yang tidak diinginkan. Jangan sampai, taman yang sdh cantik, berubah jadi pasar dan dikuasai lagi oleh para PKL.

Melalu thoa yaang dikeraskan suaranya, petugas Satpol PP kerap mengingatkan kepada pengunjung agar menjaga kebersihan terutama yang membawa perbekalan dan makanan. Mengingatkan untuk tetap waspada dengan barang2 bawaan dan menegur pengunjung yang menggunakan sendal atau sepatu. (Dan yang menyebalkan, pengunjung pura2 tidak mendengar dan terus melenggang dengan tidak tahu malu-yah, itulah Indonesia!)

Semakin sore, semakin ramai dan lapangan rumput mulai duk dek. Beginilah warga kota Bandung menikmati kotanya saat sore hari di akhir pekan. Kami, mengobrol panjang lebar dengan pengunjung lain yang sebelumnya tidak kami kenal, hanya karena kami sama2 membawa bayi dan menjejerkannya di lapangan rumput bagaikan sedang kontes. Sambil mengawasi keponakan2 yang bermain bola agar tidak terlampau jauh dari pantauan, kami menikmati sore dengan sisa perbekalan yaitu minuman dan snack yang kami bawa.

image

Selepas jam 4 sore, kami memutuskan pulang. Sebelumnya, kami bermaksud mengitari jalan Cikapundung dan jalan Braga Pendek terlebih dulu….

Foto :
SuaraMahasiswa.info

Mengisi Akhir Pekan #3 : Taman Super Hero, Taman Favorit di Bandung!

Kenapa saya sebut sebagai taman favorit?? Sepanjang hari senin sampai dengan hari sabtu, Taman Super Hero ini selalu penuh. Ramai. Hari Minggu, lebih ramai lagi. Penuuuhh bahkan untuk mendapatkan parkir motor saja susah.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil berhasil membuat taman tematik yang sukses menjadi identitas kota Bandung. Dari sekian banyak taman kota ada, tercatat seperti Taman Kandaga Puspa, Pet Park, Cibeunying Park, Taman Lansia, Taman Film, Taman Jomblo, Taman Fotografi, Taman Musik, Taman Fitnes, dan masih banyak lagi. Sebagian taman-taman itu ramai saat tertentu atau manakala saat baru peresmian, ada even atau saat akhir pekan. Tapi, berbeda dengan Taman Super Hero (dan Taman Alun2 Kota Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya). Sejak diresmikan beberapa waktu lalu, taman ini selalu penuh dikunjungi warga yang ingin menikmati kesejukan kota sambil mengasuh anak2nya.
image

Apa yang membuat Taman Superhero ini menarik masyarkat?? Yap, sesuai namanya SUPER HERO, maka di taman ini ada patung2 super hero terkenal seperti Superman, Batman, Spiderman, Flash, bahkan Robot Gatot Kaca! Dan seperti taman-taman khususnya untuk anak-anak, di taman ini ada ayunan, prosotan dan permainan khas untuk anak-anak. Kalo dulu, warga harus ke taman bermain untuk bisa main ayunan dan prosotan, dikenakan tarif tiket. Nah, di Taman Super Hero, Pak Walikota memberikan semuanya untuk warga Bandung, gratiiiisss.

image

Dibandingkan dengan tokoh Superman, Batman atau The Flash, Spiderman, merupakan tokoh paling favorit anak. Hampir setiap anak, pasti berfoto dengan tokoh manusia laba-laba tersebut.

image

Bahkan, tempat ini menjadi kreaifitas yang menghasilkan uang. Ada seorang yang berkostum robot dan kostum Spiderman. Saya jadi kepikiran untuk mengisi hari libur dengan berkostum super hero lain, dan ikut mendulang rejeki disana…kira2 tokoh super hero apa yaaa…..wkwkwkw

image

Hahahaha, baik Spriderman maupun si robot memberikan 3 gaya pose potret. Kalo si Robot Hijau, memberikan foto yang naratif. Diawali dengan persahabatan, lalu pertarungan, dan diakhiri dengan kekalahan sang Robot. Sedangkan Spiderman memilih memberikan pose-pose khas Spiderman. Dan untuk berpose dengan orang berkostum tersebut, tarifnya adalah kencleng se-ikhlasnya.

image

image

Berbeda dengan anak-anak perempuan. Mereka lebih suka main ayunan dan prosotan. Ayunan disini cukup banyak. Begitupun tempat duduk yang disediakan di taman ini, cukup banyak. Saya mendapati beberapa orang tua, yang tampak botram, membuka bekal dan timbel-nya ditaman ini. Duh jadi kabita untuk botram juga…
image

Tapi, seperti biasa. Untuk urusan kebersihan, warga kita memang belum bisa disamakan dengan negara lain. Negera kita lebih primitif kalo masalah kebersihan. Saya mendapati sampah berserakan. Kebiasaan buruk yang susah diubah. Bahkan, hanya untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pun masih tidak bisa. Bagaimana jika tidak disediakan tempat sampah…
image

Tuh kan, hanya tinggal membuka tutup tempat sampah saja, dan memasukan sampah bekas sendiri ke dalamnya, warga kita masih tidak mau. Tidak disiplin. Itu sebabnya, untuk urusan “penampilan wajah kota” negara kita tidak akan bisa bersaing, baik dengan negara tetangga seperti Malaysia maupun negara lain yang lebih maju.

Lalu, saya pun meninggalkan taman ini….dan melanjutkan piknik ini ke Taman Alun2 Bandung, yang terkenal dengan rumput sintetisnya….

*Meluncur ke Alun-alun Kota Bandung*

Melipir ke Taman Musik Centrum

image
Pernah berkunjung ke Taman Musik Centrum?? Sebuah ruang publik yang didedikasikan untuk kegiatan musik, seni dan olah raga. Ini merupakan salah satu taman tematik yang digagas oleh Bapak Ridwan Kamil, Walikota Bandung-melengkapi taman-taman tematik yang lain seperti Taman Pustaka Bunga, Taman Jombo, Taman Fotografi (Taman Cempaka) dan yang lainnya. Taman ini letaknya di jalan Belitung, disamping SMA N 3 dan 5.

image

Memasuki taman ini di siang hari, saya mendapati sebuah ruang publik yang menyenangkan. Beberapa pemuda tampak asik melakukan sesi pemotretan di depan sebuah plat besi baja berbentuk gitar-menyerupai gitar raksasa. Rupanya, gitar raksasa ini merupakan ikon di tempat ini. Menyapu pandangan ke tempat lain, saya mendapat. Berbagai patung besi bercat merah yang semuanya bernuansa musik atau sedang memainkan alat musik.

image
image
Duduk-duduk disini sangat menyenangkan…hawanya sejuuukkk… sedikit berisik dengan bunyi “Turaés”-nyanyian alam yang katanya sih pertanda musim kemarau akan segera tiba. Saya memilih tempat duduk sayap kiri taman. Ada semacam gazebo kecil lengkap dengan steker-colokan kalo kita mau sambil nge-charge. Saya tidak sempat mencoba-apakah ada arus listriknya atau tidak. Saya hanya mencoba mencari koneksi Wifi Bandung Juara-yang sayangnya-tidak ditemukan disini. Kalo ada, pastinnya saya sudah menemukan sejumlah orang yang membuka laptop disini. 😀 😀 😀

image
image

Sejatinya yang namanya Taman Musik, maka taman ini dipersiapkan untuk pertunjukan musik dan kesenian. Coba perhatikan tempat duduk yang mengelilingi taman ini, dibuat berundak-undak dan dicat warna-warni. Bahwasanya setiap penonton bisa melihat dengan jelas ke arah panggung pementasan, dari segala arah. Panggung-nya sendiri berada di tengah lapangan berbentuk bundar, dengan permukaan agak naik (tapi tidak terlalu tinggi juga) jadi, tetap nyaman.

Mungkin, suatu hari nanti saya kudu datang ke Taman Musik Centrum ini, disaat ada pertunjukkan atau showcase. Cuuzz aahh…nanti kalo ada lagi, mau nonton aaahhh….

Melipir ke Taman Cibeunying

Taman Cibeunying

Senangnya kota Bandung mulai bebenah. Salah satunya adalah bebenah taman kota. Selain Taman Jomblo dan Taman Pustaka Bunga yang sekarang sedang nge-hits, ada beberapa taman kota yang dibuat tematik, (dan belum sempat saya kunjungi) seperti  Taman Fotografi, Taman Musik, Taman Persib.

At Cibeunying Park(1)

Taman Cibeunying, berada tak jauh dari Taman Pustaka Bunga, berjarak puluhan meter – hanya tinggal berjalan kaki saja. Ruang publik ini merupakan taman terbuka yang sangat menyenangkan. Ada tempat buat duduk2, ada gasebo, shuttle penyewaan sepeda (walaupun belum difungsikan) ada jogging track daaan ada free wifi #bandungjuara. Asyyiikk kaaann….??

wpid-2014-01-05-07.15.03.jpg

Disebelah selatan taman, ada satu track yang biasa disebut ‘track refleksi’. Track melingkar yang terbuat dari batu-batu yang kalo kita berjalan diatasnya akan terasa seperti sedang dipijat refleksi. Ini bagus untuk melancarkan peredaran darah. Kebanyakan sih, pengguna track ini orang dewasa atau orang tua yang sepuh gitu. Kalo bisa berjalan satu putaran saja kayaknya udah untung deh.

Dery  Sastrawijaya

Tempatnya yang berhadapan dengan pasar loak emperan, tidak susah kalo datang kesini saat perut kosong. Ada banyak penjual makanan di sekitar sini dari mulai kupat tahu, bubur ayam, gorengan, bajigur dan lain2. Kalo perlu barang2 bekas juga bisa sambil liat2 dulu disini….

wpid-2014-01-05-07.17.22.jpg

Hanya saja…seperti kebiasaan orang Indonesia-tempat ini masih banyak sampah. Tempat sampah yang disediakan sudah penuh, dan sampahnya berceceran hingga jogging track. Seperti jarang diangkut. Sayang banget jika tempat yang sudah dibenahi ini, masih saja ada yang mengurangi keindahannya…

Yuk ah, kita bantu dengan menjaga taman ini, menjaga kebersihannya dan menjaga keberadaannya, sehingga taman ini bisa tetap bertahan menjadi taman yang meyuplai oksigen bagi kelangsungan hidup kita. Semoga yaaa….

At Cibeunying Park

Courtesy Photo : Juan Fath & Dery Sastrawijaya

Taman Jomblo dan Taman Pustaka Bunga di Bandung

Selain hutan kota Babakan Siliwangi (Baksil) yang menjadi salah satu paru-paru kota, Bandung juga memiliki banyak taman kota. Ada Taman Ganesa, Taman Lansia, Taman Maluku, Taman Cilaki, Taman Cibeunying, Taman Taman Tegal Lega dan yang lainnya. Tapi sebagian taman-taman tersebut tidak terawat, kotor, jabrik, kalau malam tampak gelap dan bagi sebagian orang tampak menyeramkan.

Nah, ditangan seorang arsitek Ridwan Kamil-Walikota Bandung terpilih saat ini-taman-taman tersebut mulai dibenahi satu persatu. Taman Ganesa sedang direnovasi. Taman Lansia dan Taman Cilaki pun dibenahi menjadi lebih cantik dengan fasilitas hotspot wifi gratis. Sedangkan Taman Dago atau Taman Cikapayang sudah terlebih dahulu menjadi tempat nongkrong favorit berbagai komunitas seperti komunitas skater, komunitas sepeda dan sebagainya. Yang Terbaru adalah Taman Jomblo dibawah jalan layang Pasupati dan Taman Pustaka Bunga yang menggantikan nama Taman Cilaki.

image

Kang Emil-sebutan kami untuk walikota paling gaul sedunia – menyulap Taman Cilaki menjadi Taman Pustaka Bunga yang menawan. Taman yang terletak di jalan Cilaki diapit Taman Lansia, Gedong Sate dan Cisangkuy ini bertahun-tahun hanya menjadi taman suram dengan rumput dan tanaman yang mirip semak-semak saja. Tidak terurus dan tidak terawat yang kalau malam gelap gulita. Sekarang, keadaan dan tampilannya sudah berbeda. Taman Cilaki sudah berganti menjadi Taman Pustaka Bunga yang cantik dan membuat betah orang-orang yang berkunjung. Malam hari pun, walaupun taman ini ditutup, tampak terang benderang dengan penerangan lampu dan dijaga oleh petugas.

image

Saya masuk ke taman ini melalui jalan Citarum (depan pedagang2 loak). Pintu masuknya ada di samping sebelah kiri, dan dijaga oleh satpam. Begitu masuk beberapa langkah saja, kita disajikan dengan beragam tanaman anggrek dan kolam air mancur. Ada banyak jenis anggrek yang indah disini. Anggrek-anggrek tersebut bersanding dengan tanaman-tanaman lain yang semarak berwarna-warni. berjalan terus makin kedalam, kita disuguhi tanaman beraneka macam, lengkap dengan nama-nama keterangan bunga tersebut.
image

Taman ini terbelah oleh sungai kecil, atau biasa disebut Sungai Cilaki. Dibuat jembatan mini dari besi yang dicat merah untuk menghubungkannnya. Bagus, dan banyak orang yang berfoto-foto di jembatan merah tersebut. Ditaman ini juga tertera tulisan Free Wifi walaupun saya tidak sempat mencobanya.

image

Berbeda dengan Taman Pustaka Bunga, Taman Pasupati atau yang lebih dikenal dengan Taman Jomblo adalah sebuah lahan terbuka di bawah Jalan Layang Pasupati. Letaknya di perempatan Jl. Tamansari samping Baltos. Konon taman ini sengaja didesain khusus untuk anak-anak muda yang jomblo. Maka, tempat duduk yang ada disini dibuat kotak-kotak seperti kubus berwarna-warni yang hanya cukup untuk diduduki satu orang saja. Jadi, yang mau pacaran menyingkir dulu yaaaa….

image

Taman ini khusus untuk yang single. Sementara tanaman hijaunya terletak di sebelah barat di beberapa sudut saja. Ada lampu sorot yang akan menerangi taman ini kalo malam (jadi jangan harap bisa mesum disini ya!), Seperti taman-taman lain, disini juga disediakan free wifi dan tempat sampah ramah lingkungan. Jadi, yang ingin segera mendapatkan jodoh, datang dan duduk-duduk saja di taman ini, karena ada banyak jomblowan dan jomblowati yang datang kesini dengan dalih berfoto-foto. Yeeaaayy….

image