Membuat Taman di Pekarangan Rumah Baru (AFTER)

image

Sesuai rancangan yang ada di kepala, saya mulai mengerjakan pembuatan taman pada hari sabtu pagi. Apalah daya, kenyataanya, 50% proses pengerjaan tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.. Separuhnya, pengerjaan dilakukan mengalir saja. Ide-ide penempatan pot, bebatuan dan tanaman berjalan spontan saja. Beberapa penempatan yang sudah ter-frame di kepala, pada kenyataannya tidak matching saat diaplikasikan pada realita sesungguhnya.

image

Beginilah hasil yang didapat sesaat setelah proses pengerjaan dengan progress 80%. Masih harus menambah pot bunga, baik di taman maupun di tepian kolam. Saya masih akan menambahkan patung kura-kura yang moncongnya menyemprotkan air mancur sebagai pengganti air kendi. Saya akan menambahkan baskom tanah liat (sebagai pengganti baskom pelastik) sebagai media penyimpanan bunga teratai. Sengaja, tanaman teratai ini tidak disimpan di dalam kolam, belajar dari pengalaman : tanaman teratai biasanya habis dalam 2 bulan dimakan ikan-ikan. Hiiiiih, dikiranya lalap kali yaaaa??

image

Saya menaruh ornamen gentong di salah satu sudut. Gentong ini saya jadikan media menanam ilalang jepang. Sejenis tanaman ilalang dengan tekstur daun seperti benang yang lembut. Bila sudah jadi, tanaman ini akan tumbuh cantik seperti air mancur, berwarna hijau dengan bunga alang-alang lembut berwarna kecoklatan.

image

Saya harus pantau terus sampai semuanya berjalan seperti yang saya inginkan. Progress 20% sisa dari pekerjaan ini saya kerjakan santai saja, hanya penambahan ornamen-ornamen kecil dan peletakan pot atau tanaman pemanis.. Akan terus diinformasikan hingga progressnya mencapai 100%

Teman2 yang berminat membuat taman, baik mempercantik taman yang sudah ada ataupun membuat taman baru, boleh kontak saya pada nomor kontak dibawah ini.

image

Membuat Taman di Pekarangan Rumah Baru (BEFORE)

Kabar baik itu adalah ketika mendengar salah satu sahabat kita “punya rumah”. Kalo sudah begitu, saya jadi DEG-DEGAN atau lebih tepatnya ke-GR-an jangan-jangan saya diminta untuk bikin taman… Daaannn ternyata, benaaaarrr…… tercabik antara perasaan antusias dan bangga, saya pun men-survey dulu lokasi dan kontur tanah dan landsekap-nya. Setelah saya survey, hasilnya YESSS! Tidak terlalu sulit untuk saya buatkan taman. Lalu, saya iseng saja mengkonsep gambaran sederhana….menyamakan persepsi dan ide2. Ini penting. Mau diapakan pekarangan seluas 3 x 2,5m ini. Alhamdulillah, sahabat saya menyerahkan sepenuhnya kepada saya. Hanya saja, dia titip satu hal : pake kolam kecil, dan ada gemericik air.

image

Oke, lalu saya merencanakan dan menyampaikan gambaran kasarnya. Kolam berbentuk bulat di sudut dengan ornamen beberapa batu alam. Sudut lain akan diberi kontur lebih tinggi, sedangkan satu sudut lain akan saya beri gentong dengan tanaman ilalang hias. Setuju! Untuk mempermudah pekerjaan, sahabat saya memanggil tukang untuk pembuatan kolamnya. Asiiikk, berarti saya tinggal padu-padankan dengan rancang bangun yang ada di kepala saya. Siiiiiip!! Ini benar-benar mempermudah pekerjaan. Semuanya terasa menyenangkan….

Antusias menggebu berubah keesokan harinya. Khayalan rancang bangun yang sudah terbingkai indah langsung berubah seperti kue bolu yang bantat.. Kolam yang terbayang berbentuk bundar dengan tepian batu alam–nyatanya adalah kolam persergi panjang dengan tepian keramik. Nyaris persis seperti makam. Tinggal ditambah nisan saja, udah pas banget. Kening berkerut-kerut bagaikan papan gilesan. Si Tukang bilang, memang bentuk seperti itulah yang paling pas untuk rumah minimalis, tinggal ditambah blah blah blah….begitulah si Tukang berkilah dan menurutnya ini kereeeenn. Hmmm, oke…. saya pasrah saja… percuma mau berdebat juga, persoalannya memang konsep yang saya punya tidak terkomunkasikan pada si Tukang.

image

Well, saya sampaikan ide-ide berikutnya kepada si empunya rumah yang terkekeh melihat hasilnya. Begitulah kalo memberi pekerjaan kepada Tukang tanpa pendampingan. Lagi-lagi si empunya rumah membebaskan saya menumpahkan ide2 kreatif pada proses selanjutnya.

Besoknya, saya mulai mengumpulkan material kelengkapan. Mengangkut satu persatu sebisanya dengan sepeda motor. Bebatuan, foot stepping, gentong air, tanaman dan tektek bengek-nya saya angkut secara cicil. Idealnya memang pake kendaran roda 4, tapi yang ada cuma motor, maksimalkan saja. Setelah hampir semua material yang dibutuhkan terkumpul, saya mulai pengerjaannya.

Bersambung…..

Project Gardening, yang pertama di Pesona Regency

image

Ini adalah project pertama saya di bidang gardening. Menata dan membuat taman di pekarangan rumah di kawasan kluster Pesona Regency–di kawasan Bandung timur.

Sebelumnya, saya sempat survey terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan untuk mengambil langkah termudah, hal apa yang bisa saya lakukan. Ide apa yang bisa saya terapkan, dan dicocokan dengan keinginan pemilik rumah.

Alhamdulillah, pemilik rumah menyerahkan sepenuhnya kepada saya untuk berkreasi sebebasnya. Dengan konsep “taman minimalis”, seperti yang diharapkan Ibu Tuti–pemilik rumah, jadilah taman seperti tampak di atas.

Di minggu kedua dan bulan pertama, saya masih memantau taman tersebut. Saya berikan maintenance dan memastikan bahwa tanaman tumbuh dengan semestinya. Rumput2 dan tanaman yang jabrik sempat dirapikan. Ini merupakan bagian dari service yang saya berikan.

Melipir ke Taman Cibeunying

Taman Cibeunying

Senangnya kota Bandung mulai bebenah. Salah satunya adalah bebenah taman kota. Selain Taman Jomblo dan Taman Pustaka Bunga yang sekarang sedang nge-hits, ada beberapa taman kota yang dibuat tematik, (dan belum sempat saya kunjungi) seperti  Taman Fotografi, Taman Musik, Taman Persib.

At Cibeunying Park(1)

Taman Cibeunying, berada tak jauh dari Taman Pustaka Bunga, berjarak puluhan meter – hanya tinggal berjalan kaki saja. Ruang publik ini merupakan taman terbuka yang sangat menyenangkan. Ada tempat buat duduk2, ada gasebo, shuttle penyewaan sepeda (walaupun belum difungsikan) ada jogging track daaan ada free wifi #bandungjuara. Asyyiikk kaaann….??

wpid-2014-01-05-07.15.03.jpg

Disebelah selatan taman, ada satu track yang biasa disebut ‘track refleksi’. Track melingkar yang terbuat dari batu-batu yang kalo kita berjalan diatasnya akan terasa seperti sedang dipijat refleksi. Ini bagus untuk melancarkan peredaran darah. Kebanyakan sih, pengguna track ini orang dewasa atau orang tua yang sepuh gitu. Kalo bisa berjalan satu putaran saja kayaknya udah untung deh.

Dery  Sastrawijaya

Tempatnya yang berhadapan dengan pasar loak emperan, tidak susah kalo datang kesini saat perut kosong. Ada banyak penjual makanan di sekitar sini dari mulai kupat tahu, bubur ayam, gorengan, bajigur dan lain2. Kalo perlu barang2 bekas juga bisa sambil liat2 dulu disini….

wpid-2014-01-05-07.17.22.jpg

Hanya saja…seperti kebiasaan orang Indonesia-tempat ini masih banyak sampah. Tempat sampah yang disediakan sudah penuh, dan sampahnya berceceran hingga jogging track. Seperti jarang diangkut. Sayang banget jika tempat yang sudah dibenahi ini, masih saja ada yang mengurangi keindahannya…

Yuk ah, kita bantu dengan menjaga taman ini, menjaga kebersihannya dan menjaga keberadaannya, sehingga taman ini bisa tetap bertahan menjadi taman yang meyuplai oksigen bagi kelangsungan hidup kita. Semoga yaaa….

At Cibeunying Park

Courtesy Photo : Juan Fath & Dery Sastrawijaya