Konser The HitMakers : Dian PP, Oddie Agam & James F. Sundah

“THE HITMAKERS” konser musik lintas generasi yang akan di selenggarakan pada tanggal 17 September 2016 bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Centre hadir untuk mengobati kerinduan para pecinta musik Indonesia untuk nostalgia kembali.

Hadirnya James F. Sundah, Dian Pramana Poetra & Oddie Agam, musisi di era 80, 90 hingga 2000an, yang telah menciptakan lagu yang tak lekang oleh perjalanan waktu dan generasi. Dimana selama perjalanan karier musiknya, mereka telah menghasilkan karya musik yang mampu menjadi Hits pada eranya yaitu: “Lilin Lilin Kecil, September Ceria, Astaga, Ironi; Biru, Semua Jadi Satu, Masa Kecilku, Masih Ada; Wow, Surat Cinta, Logika, Antara Anyer dan Jakarta, dan lain-lain.

Konser ini akan mengambil benang merah dalam Journey/Perjalanan karya musik dari 3 Hitmakers tersebut, dengan menampilkan lagu-lagu paling HITS yang akan dilantunkan kembali oleh para penyanyi muda berbakat Indonesia seperti : Tulus, Marcell Siahaan, Maruli Tampubolon, Lingua, Be3, Alika, dan tentunya dengan special performer dari para Hitmakers sendiri, dengan menampilkan Kolaborasi apik Senior & Junior di dalam satu panggung – di bawah arahan Ifa Fachir sebagai Music Director.

Selain itu, dalam konser ini juga akan dipersembahkan pertunjukan perdana sebuah karya cipta, satu – satunya lagu ciptaan bersama 3 Hitmakers, terbarunya yang berjudul “Tak Lagi Sendiri“. Sudah pasti ini sangat di tunggu-tunggu oleh pencinta musik indonesia saat ini. Anda penasaran?

Tunggu apalagi? Catat tanggal dan tempatnya. Jangan lewatkan konser anak bangsa negeri ini yang ditampilkan secara apik oleh pihak penyelenggara CREATIVO. Menjadikan musik Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

materi & konten berita dikutip dari : http://www.loket.com

Sukses Konser Gajah Tulus Bukti Eksistensi Musik Indie

Tulus, sukses menggelar konser tunggalnya yang ke 4 bertajuk “Konser Gajah Tulus”. Bertempat di Gedung Sabuga (Sasana Budaya Ganesa), Jl. Tamansari Bandung. Ribuan penonton mulai memadati antrian sejak pukul 4 sore-padahal gerbang baru akan di buka mulai yang dibuka pukul 6 sore. Saking panjang-nya, antrian mengular sampai ke tempat parkir sepeda motor. Wajar, karena 3500an tiket masuk yang disediakan pihak panitia penyelenggara sudah ludes terjual.

image

Konser yang sekiranya akan dimulai pukul 19.30, molor hingga 1 jam. Hal tersebut sangat dimaklumi, mengingat antrian penonton diluar gedung masih sangat panjang. Penonton yang tidak sabar mulai memanggil nama Tulus sambil bertepuk tangan. Sekitar pukul 20.30 layar besar dan lampu sorot dinyalakan, sorak sorai membahana di dalam gedung. Intro lagu dimainkan, jeritan dan histeria penonton semakin menjadi. Sekitar 20 personel pemain musik memasuki panggung satu persatu, dan Tulus langsung datang menggebrak konser dengan LAGU BARU sebagai pembuka.

image

Tanpa jeda, Tulus melanjutkan dengan lagu bernuansa country, BUMERANG. Sepanjang lagu, penonton ikut bernyanyi seolah ingin menguasai bait demi bait lagu. Usai lagu Bumerang, musik berubah menjadi gamelan sunda. Sosok penari topeng muncul di atas panggung memainkan perannya-disambung dengan lagu diorama. Kejutan ini membuat penonton memberikan aplause.

Ada komunikasi dan obrolan-obrolan hangat saat jeda. Tulus, yang konon selalu berusaha mengusir rasa gugupnya dengan bercanda dan mencoba lebih dekat dengan penonton. Tulus pun sukses membawakn lagu GAJAH, 1 HARI DI BULAN JUNI dan TEMAN PESTA tanpa satupun penonton berdiam, semua ikut bergoyang dan ikut bernyanyi.

image

sumber foto : @demajor_info

Berikutnya, Tulus dibantu vokal latar dan personel lainnya, menunjukan kebolehan ber-accapella. Siapa sangka jika lagu TUAN NONA KESEPIAN dibawakan Tulus secara apik. Harmoni vokalnya saat ber accapella sangat indah dan terasa mengesankan. Begitu pula dengan lagu MENGAGUMIMU DARI JAUH, yang dibawakan Tulus sambil membawa teks lagu. Tulus khawatir salah lirik dengan lagu yang diciptakannya 5 tahun lalu bersama sahabatnya yang kini bermukim di Manado. Lagu tersebut, merupakan lagu yang di upload di youtube, tidak ada di album, dan tidak pernah dinyanyikan sebelumnya di konser manapun. Tapi tahukah Anda?? Begitu intro petikan gitar dimainkan, seluruh penonton langsung ikut bernyanyi dan hapal lagu ini. Hai, Tulus….sihir apa yang kau bawakan malam ini, heh??

image
Sumber Foto : @bangjose

Tulus memenuhi janjinya untuk mempersembahkan lagu-lagunya menjadi ‘berbeda’ di konser semalam. Lagu JATUH CINTA dibuat dengan aransemen ala broadway yang lebih mewah dan rancak. Pun lagu TEMAN HIDUP dibuat versi swing, menjadi lebih jazzy tapi tetap chillout. Begitupun dengan LAGU UNTUK MATAHARI, yang biasanya kental dengan jazz-fussion, berubah kemasan menjadi nuansa disko 80’s dengan hentakan drum yang lebih dinamik. Berpadu dengan tata lampu yang tepat, Lagu Untuk Matahari menjadi lebih menawan dan mempesona. Terpujilah Kang Ari ‘Aru’ Renaldi, yang mengarsiteki semua komponen arransemen musik malam ini….

image
Sumber foto : Roi Radio

Adalah bonus, saat Tulus menyanyikan lagu SERIBU TAHUN milik Jikustik yang ada di Album Kompilasi milik Pongky Barata. Sangat membanggakan saat Tulus menyanyikan secara perdana, sebuah lagu yang menjadi Soundtrack Filem 3 Nafas Likas, sebuah film layar lebar yang akan tayang 16 Oktober mendatang. Tampaknya, filmnya kereen deh…

image
Sumber foto : @infobdg

Sebelum konser ditutup, Tulus menyanyikan lagu SEWINDU dibawakan lebih jazzy dan terasa lebih ‘mahal’ aransemennya. Sedangkan di lagu SEPATU, penonton bernyanyi sangat-sangat kencang seolah bisa menyanyi lebih bagus dari Tulusnya sendiri. Konser ditutup dengan lagu JANGAN CINTAI APA ADANYA. Hei, jangan bilang kalo konser sudah selesai tanpa menyanyikan lagu wajib ini, karena percuma. Penonton akan tetap berdiri dan menunggu Tulus untuk kembali ke panggung menyanyikan lagu ini. Riuh rendah semua penonton mengikuti setiap alunan lagu. Hampir sepanjang konser, setiap penonton bernyanyi dan bergoyang. Tulus benar-benar telah memberikan hiburan yang menyenangkan. Dihadapan 3500 penonton, setiap nada yang dilantunkan adalah sihir…yang membawa euphoria hingga berhari-hari dibenak yang menyaksikan. #KonserGajahTULUS : PEETJJAAAHHH!!!

Pertama kali, Nonton Tulus di 1 Million Dream

Nonton Konser  Tulus di 1 MillionDreams
Belum hilang euphoria menonton Mocca, saya mendapat ‘hadiah’ lain, yaitu menonton konser Tulus di Eldorado secara gratiiiss! Acara ini berjudul 1 MillionDreams, yang di sponsori oleh salah satu provider, di Indonesia. Ini adalah kali pertama saya menonton pertunjukan Tulus, yang beberapa minggu sebelumnya merelease album yang sangat cerdas, Gajah. Tampil dengan formasi band lengkap, Tulus berhasil menyihir ratusan Teman Tulus-sebutan friend base Tulus- yang tidak sabar menunggu sejak siang.

Sejenak, saya takjub dengan suasana di tempat konser, yang dihadiri oleh remaja belasan tahun. Jika saya mengamati lagu2 Tulus dari album sebelumnya, maka jenis musik yang diusung adalah jenis musik jazz & ballads – yang saya kira rentang penggemarnya berumur 25 tahunan. Tapi ternyata dugaan saya saya meleset, karena faktanya : Tulus malah sering manggung di pensi SMA dan SMP. Terbukti,bremaja2 belasan tahun itu hapal di luar kepala lagu2 seperti yang dendangkan Tulus, seperti Diorama, Cinta Sebentar dan Jatuh Cinta, Tuan dan Nona Kesepian, Teman Hidup dan sudah pasti Sewindu. Suara penonton bergaung seolah ingin mengambil alih saat Tulus menyanyikan lagu2 yang-sebenarnya tidak berada dalam range usianya.  Lagu Sepatu, Baru, Gajah dan Jangan Cintai Apa Adanya diperkenalkan juga di konser tersebut. Konser gratis berdurasi sejam itu rasanya terlalu sebentar. Tulus menjadi sosok penyanyi solo pria bersahaja yang bergerliya di jalur indie, Kehadirannya benar2 mendobrak kejenuhan musik tanah air saat ini. Sukses buat Tulus!!

image

Berburu Gajah, album terbaru Tulus

Beli CD Musik : Tulus
Tidak bisa datang ke Jakarta Jazz Festival, awal bulan maret ini, tak masalah buat saya. Saya cukup bahagia mendengar kabar, bahwa ada CD bagus yang direlease dari penyanyi solo asal Bandung (iya gituh??). Album yang dimaksud adalah Gajah, karya kreatif dari Tulus, seorang musisi yang selama ini bergerilya lewat jalur indie label. Setelah mereview beberapa lagunya, positif saya mulai memutuskan untuk mencari CD-nya. Setelah mencari informasi melalui media sosial, akhirnya saya bisa mendapatkan CD tersebut di Omuniuum (sebuah store kecil, yang mendistribusikan produk2 indie label). Bahagia sekali bisa mengapresiasi hasil karya musik negeri sendiri, dengan bobot konten album yang menurut saya sangat bagus. Album Gajah itu sendiri diambil dari salah satu lagu yang berjudul Gajah yang menceritakan masa kecil sang musisi, berbadan besar dan mendapat panggilan si Gajah dari teman2 masa kecilnya. Selebihnya, konten album ini sangat beragam, dan lirik2nya sangat bagus, jujur dan mengangkat tema sehari2 dengan cerdas. Kereenn pokoknya.

image

Ada 9 track yang kereeen banget di album ini. Single pertamanya berjudul ‘Baru’, ditempatkan di track 1. Lagu bertempo cepat bernada riang, mengisahkan bahwa sosok Tulus yang sekarang berbeda dengan sebelumnya, ‘ ini aku yang baru’ demikian kata Tulus dalam kemasan musik pop retro tahun 70an yang fresh! Ada juga lagu ‘Sepatu’ yang beberapa waktu lalu dilempar menjadi single, dan menjadi hits di radio. Sementara, 7 track lain di album ini sangat berpotensi menjadi hits, seperti Gajah, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Bumerang dan Lagu Untuk Matahari. Gak percaya?? Beli CD-nya deehh… dijamin 100% album ini bagus!