Sulitnya Mencari Pekerjaan

Iya, sulit sekali yaaaa……terutama bagi saya yang tidak memiliki pendidikan formal, tidak memiliki keahlian khusus, tidak memiliki modal untuk wirausaha, dan selalu di jegal dengan umur. Jadi, kalo cari pekerjaan formal, usia menjadi kendala….

Disaat orang lain bergegas berkompetisi dengan MEA, saya malah terdepak dari perusahaan tempat saya bekerja, duh…. Lalu, apa yang bisa saya lakukan?? Berdiam diri dan meratapi nasib juga bukan solusi. Selepas diberhentikan dari sebuah perusahaan outsourcing security, saya harus berfikir jernih. Membenci perusahaan dan menyesali–itu juga tidak menghasilkan apapun, selain menimbun kedengkian…. Bagaimana saya bisa lolos dari jerat kehidupan yang semakin sulit ini dan bisa menyelesaikan kewajiban2 setiap bulannya?

Awalnya, terpikirlah untuk membuat usaha jasa. Sebuah jasa menata dan membuat taman. Kenapa pilihannya menata taman?? Karena pada saat itu, saya sedang getol2nya menata dan mempercantik pekarangan rumah. Berbekal pengalaman tersebut, dan berbekal foto2 pekarangan rumah sendiri, saya pun berharap ada yang tertarik untuk dibuatkan taman atau dipercantik pekarangannya. Dengan gencar, saya pun mulai promosi di berbagai media. Menjalani selama 1 bulan, ternyata….ini bukanlah usaha yang cocok buat saya. Saya tidak mahir mencangkul, saya juga tidak ahli menembok manakala ada bagian2 yang harus di tembok dengan adukan semen dan bata. Tenaga saya juga terkuras habis, dan saya nyaris kecapaian saat melaksanakan pekerjaan ini.

image

Saya pun banting stir. Dulu, saya pernah bergerak bidang ojeg online atau kurir online, dengan nama IWAKO. Jaaauuuhh, sebelum ada Gojek atau GrabOjek atau OKJek atau apalah apalah itu namanya. Dulu, usaha ini sempat terhenti karena tertarik bekerja di perusahaan orang lain. Ah, ternyata berjuang di bidang ini pun tidak mudah. IWAKO harus bersaing dengan perusahaan raksasa seperti GOJEK. Masih untung, ada beberapa teman yang setia menggunakan jasa IWAKO, ada yang abodemen membayar rutin per bulan (antar ke kantor setiap pagi), ada juga yang sesekali atau saat membutuhkan saja.

image

Pada perjalanannya, saya sebagai IWAKO menawarkan jasa untuk keliling kota Bandung, baik menggunakan roda 2 ataupun dengan roda 4 (mobil). Lebih mirip menjadi seorang pemandu wisata. Pernah mendapatkan tamu dari luar kota, dan saya sebagai pemandu wisata berkeliling Bandung Utara, Bandung Selatan, sampe belanja2 di Pasar Baru. Menyenangkan, tapi hal itu cuma terjadi saat musim liburan saja. Diluar itu, sepiiii…..

Duuuh, sulit sekali ya….bahkan untuk bertahan hidup sekalipun. Saya bertahan menjalankan IWAKO, sesekali menjadi pemandu wisata. Doakan ya teman2, semoga usaha ini dipermudah…dan lancaaarr. Untuk sementara, hanya ini yang bisa saya lakukan….

Iklan

Berkunjung ke Dusun Bambu – Lembang

Beberapa minggu lalu, saya dan teman2 berkesempatan mengunjungi tempat yang lagi nge-hits banget di Bandung. Nama tempatnya Dusun Bambu Family Leisure Park. Hampir setiap akhir pekan, lini masa di jejaring sosial selalu di penuhi dengan postingan foto di tempat ini. Bertempat di Jl. Kolonel Masturi, kami mengambil jalur melalui jl. Cihanjuang. Tinggal lurus terus, sampe mentok (Advent School), trus belok ke kiri…lurus… Nyampe deeehh…

image
Pemandangan dari Parkiran Motor

Masuk ke tempat ini membayar tiket seharga 10ribu per kepala. Jika kita bawa kendaraan roda 2, maka dikenakan tarif parkir 5ribu. Tempat parkirnya (khusunya buat motor) masih ala kadarnya. Hanya lahan kosong yang masih ditumbuhi rerumput disana-sini. Mungkin karena masih soft opening. Saya berharap untuk kedepannya tempat parkir sepeda motor bisa lebih layak.

image
Menara Bambu
Dari parkiran, kami langsung menuju satu spot khusus. Tempat dimana kita menunggu kendaraan yang akan mengantarkan kita ke kawasan Purbasari, Purbararang, dan Lutung Kasarung. Disini, ada menara Bambu yang disusun sedemikian rupa, cukup menarik perhatian. (Buat saya sangat menarik perhatian kamera :p). Dari sini pun, sebenarnya kita bisa jalan kaki menuju kawasan yang saya sebut di atas. Tapi, karena pengen mencoba pake mobil wisata (semacam mobil pick up yang dihiasi dengan tudung dan kain berwarna-warni-layaknya di tempat wisata) maka, kami tetap menunggu giliran jemput.

image

Sambil menunggu giliran jemput, kita disuguhkan pemandangan yang bikin adem. Sawah yang terhampar dengan pancuran kecil, bebek2 yang berenang dan berlari kesana kemari. Rumah saung atau gubuk2 kayu, nampak dari kejauhan menjadi ornamen yang cantik. Bahkan, ada sapi yang sedang merumput… Landscape yang sangat pas, cukup indah di pandang mata. By the way, jemputan sudah datang. Yuk, kita naik… cuuuuzzz, meluncuuurrr….

image

image

image

Pemandangan dari kawasan Purbasari

Beneeer kaaan, jaraknya cukup dekat, tapi memang agak sedikit menanjak. Hmm…begitu tiba, kami langsung bergegas ke Danau. Dari kejauhan pun, danau ini memperlihatkan kecantikannya. Ada semacam cottage ditepi danau…beberapa pengunjung ada menyewa sampan, melintas dipermukaan danau membuat airnya beriak-riak. Whuuu..tongsis mana tongsis… tak sabar ingin segera tampil eksis 😀 😀

image

image

Kami beringsut ke tempat lain. Ada taman dengan bunga2 berwarna warni, sungai kecil dengan batu2 alam yang asri. Naaah, air sungai yang meluncur dari bukit2 itu nantinya bermuara ke danau tadi. Yuk, kita lihat sekitar sungai dan taman…

***foto***

Hmm…setelah berfoto2, kami melihat ada semacam dermaga kayu berbentuk bundar di tepian sungai bagian yang lain. Ada beberapa yang sedang berfoto disana. Ternyata, dari tempat bundar ini pemandangannya sangat indah. Kami pun menunggu giliran untuk dapat berfoto. Bersyukur, kami datang lebih pagi, jadi bisa bebas bergaya dan berekspresi tanpa banyak orang yang mengamati… tongsis mana tongsis… #Teuteup!

image

Whuuu, beneran deh disini kita bergaya abis2an, sampe pooolll. Bahkan, temen saya yang berpose sambil tiduran. Ada yang terlentang…ada juga yang tetap malu2 bergaya alhasil malah mirip ikan pesut yang terdampar di danau tropis… upss!!

image

Selesai berfoto-foto di sekitar tepian danau, kami menuju bukit, dan menyusuri sungai berbatu yang meliuk berkelok. Sebenarnya, saya ingin terus ke bukit (sekedar pengen tau, ada ada disana, dan pemandangan dari atas seperti apa). Tapi teman-teman lebih memilih berbelok ke tempat makan. Baiklah. Sambil menuju tempat makan, kami melintasi permainan ketangkasan yang disediakan buat pengunjung, seperti sepeda, memanah, paint ball dan lain-lain.

Memasuki tempat makan yang seperti foodcourt, benar-benar membingungkan. Bingung memilih! Sangat banyak sekali pilihan makanannya dari mulai soto, bubur, roti bakar, hot dog, burger, gulali, dan seabreg makanan camilan lain seperti mpek-mpek, batagor dan gado-gado. Saya memilih seporsi gado-gado seharga 32 ribu dengan porsi mentuuuung Eduuunn. Cara transaksi di sini menggunakan voucher, seperti uang kertas di permainan monopoli. Tapi jangan khawatir, kalo sisa, uang tersebut bisa di refund di pos yang sudah disediakan.

image

Dari tempat makan, saya sempat mengitari sebentar sebelum melanjutkan ke wilayah Lutung Kasarung. Ada ayunan, prosotan dan cungkedang-cungkeding yang semuanya terbuat dari kayu. ada juga kayu yang disusun membundar, cocok buat difoto. Sayang, saat saya berfoto disana, teman saya kurang pandai ambil objeknya, cuma asal jepret doang…

Kami melanjutkan ke Lutung kasarung. Disini ada tempat buat leyeh2, atau duduk2 santai. Yang unik, tempat ini ditutupi dengan ranting-ranting hingga membentuk bulat telur seperti sarang burung. Wilayah ini rupanya cukup menarik perhatian pengunjung. Jembatan satu-satunya akses menjadi penuh sesak, berhimpitan, bersenggolan dengan pengunjung dari arah berlawanan. Bahkan terjadi “kemacetan” saat ada yang berfoto sekedar mengabadikan moment berlatar belakang sarang burung. Sayang sekali, semua sarang burung itu penuuuhh, sudah terisi. Dan tampaknya, orang2 di dalam sarang burung itu masih betah berlama-lama. Jadi percuma saja kita menunggu dapat giliran bersantai disana…

image

Akhirnya, kami memutuskan pulang. Bebeda dengan pergi, saat pulang kami tidak menungu jemputan-tapi memilih berjalan kaki saja menyusuri jalan. Melewati sawah dan menyusuri ‘galengan’ sambil melihat-lihat. Yaaaa, sempat befoto2 juga sebentar (walaupun panaaaasss), sebelum akhirnya kamipun pulang…

image